
"Selamat!" Ujar Luhan mengangkat tangannya untuk bersalaman, Sedangkan Rayhan hanya berjalan melewati Luhan tanpa mau menjabat tangan.
"Keh, Dasar Sombong!" Ujar Luhan menarik kembali tangannya
"Baiklah karena balapan mobil di menangkan oleh Rayhan, selanjutnya kita akan bertanding Balapan motor!" Ujar Rama
"Jika kali ini aku yang menang, Penentu dari pertandingan ini apa?" Tanya Luhan
"Penentu akhirnya kita akan mengundi balapan apa, yang akan kalian lakukan untuk final!" Jawab Rama
Di ujung sana Motor Luhan dan Motor Rayhan terus saja melaju dengan kencang, Orang-orang di area finis tegang saat melihat kedua motor merah dan hitam itu terus saling meninggalkan tidak mau mengalah, Hingga beberapa detik kemudian Kedua motor itu sampai secara bersamaan.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Rayhan melepaskan helm nya, Rama pun dengan cepat melihat hasil dari Jepretan yang dilakukan orang yang ia suruh tadi
"Selamat Rayhan menang lagi Dan karena Rayhan menang dua kali berturut-turut Jadi keputusan akhirnya pertandingan ini Rayhan yang menang!" Ujar Rama menyerahkan Foto yang ia pegang membuat Rayhan menyeringai
"Tentu saja, aku selalu menjadi pemenang!" Ujar Rayhan sombong membuat Luhan yang berdiri disampingnya menggeram kesal
"Ra Rayhan!" Ujar Rara yang baru saja datang
"Ra!" Kaget Rayhan saat ia melihat Rara yang datang ke area balap
"A ada apa ini, Kalian membuatku menjadi barang taruhan?" Ujar Rara kecewa
"Tidak Ra, Dengarkan aku dulu!" Ujar Rayhan gusar
TAK
Rara menepis tangan Rayhan saat pria itu mau menyentuhnya.
"Untuk sekarang jangan dulu temui aku Ray, aku perlu waktu sendiri dulu!" Ujar Rara berbalik pergi meninggalkan Rayhan yang mematung disana
"Ayo Galih, Kita pergi!" Ujar Rara kepada Galih yang baru saja keluar dari mobilnya
"A a ah ba baiklah!" Ujar Galih memandangi Rayhan sebentar dan sedetik kemudian ia mengikuti Rara kedalam mobil
"Sial!" Geram Rayhan menendang angin
"KAU!" Teriak Rayhan menunjuk wajah Luhan yang sedang menyeringai
"dasar BRENGSEK!" Teriak Rayhan berlari ke arah Luhan dan
__ADS_1
BUGH
BUGH
BUGH
Rayhan meninju wajah Luhan dengan membabi buta, andai saja Rama tidak melerainya mungkin sekarang Luhan sudah pingsan karna kuatnya Tinju saudara kembarnya itu.
"Brengsek kau, kau merencanakan semua ini HA!" Teriak Rayhan ingin meninju Luhan lagi namun Rama sudah memeganginya dengan kuat jadi ia tidak bisa maju
"Keh, Cuih!" Luhan Meludah darah yang ada di mulutnya dengan kasar, namun dengan cepat ia merubah ekspresi wajahnya dengan menyeringai
"Jika aku tidak bisa mendapatkan Rara, Kau pun tidak bisa mendapatkan nya Rayhan!" Ujar Luhan tersenyum sadis
"Brengsek Kau!" geram Rayhan mencoba melepaskan pelukan Rama yang sedang mengunci pergerakannya
"Lepaskan aku Rama, Biarkan aku memukuli si bajingan ini!" Kesal Rayhan
"Tenanglah Rey, Lebih baik kita pergi dari sini dan pikirkan bagaimana cara mu menjelaskannya ke Rara nanti!" Ujar Rama menyeret Kakaknya itu untuk masuk kedalam mobil Sedangkan Luhan tersenyum Puas saat melihat Kedua saudara kembar itu telah pergi
"Benar-benar pertunjukan yang sangat bagus!" Ujar Luhan merapikan rambutnya yang sedikit acak-acakan tadi
"Eh Rara!" Panggil Nadia namun Alena terus saja berjalan melewati Nadia sambil menghapus air matanya
"Ta tadi dia!" Belum selesai Galih menyelesaikan, Rayhan lebih dulu memotong ucapannya
"Rara di mana?" Tanya Rayhan cepat
"Dia baru saja pergi ke atas!" Ujar Nadia bingung dan Rayhan pun secepat kilat berlari kelantai atas, tepatnya ke kamar Rara
"Sebenarnya ada apa ini?" Ujar Nadia bingung saat melihat Reyhan yang berlari ke lantai atas
"Tidak ada apa-apa, Mereka hanya salah paham!" Ujar Rama
"Ayo Galih, Temani aku main Game!" Ujar Rama berjalan ke arah Tv
"Eh, Jangan main Game dulu, aku sedang menonton Dorama!" Ujar Nadia menghampiri Rama
Tok tok tok
"Ra buka pintunya, Dengarkan penjelasan ku dulu!" Ujar Rayhan mengetok pintu kamar Rara
__ADS_1
"Aku mohon buka pintunya yah!"
"Pergi Rey, aku mau sendiri dulu!" Teriak Rara di dalam kamar
"Ayolah Ra, Sekali saja dengerin dulu penjelasan ku, Tadi tidak seperti yang kau lihat kau!"
"Aku bilang pergi Rey, Aku mau sendiri, Aku tidak ingin mendengar penjelasan mu!" Teriak Rara lagi memotong ucapan Rayhan hingga membuat Rayhan menghela nafas lelah
"Baiklah, Istirahat lah, Besok kamu harus mendengarkan penjelasan dariku yah!" Ujarnya namun Rara tidak menjawabnya membuat Rayhan dengan lesu pergi dari sana Sedangkan Rara di dalam kamar membenamkan wajahnya di bantalnya menangis.
07:31 Pagi
"Kenapa Rara belum juga turun, untuk sarapan!" Ujar Wulan heran karna Sahabatnya itu belum juga turun
"Bukankah Hari ini Rara ada jadwal kuliah?" Ujar Layla
"Benar, Hari ini dia ada jadwal kuliah, lebih baik aku pergi ke atas untuk memanggil nya!" Ujar Nadia berniat bangun dari kursinya
"Tidak usah, biarkan aku saja yang pergi memanggil Rara!" Ujar Rayhan menghentikan Nadia yang ingin pergi
"Ah Baiklah!" Ujar Nadia kembali mendaratkan pantatnya ke kursinya
"Teman-teman aku pergi dulu!" Ujar Rara berjalan turun
"Eh Ra, kamu tidak sarapan dulu?" Tanya Latika Khawatir karna Melihat wajah Rara yang sedikit pucat
"Tidak, Aku akan makan di kampus saja!" Ujar Rara berjalan melewati Rayhan namun baru beberapa langkah ia melewati pria itu, Rayhan dengan cepat mencegahnya dengan menarik tangan Rara membuat Langkah Rara terdiam
"Aku akan mengantar mu!" Ujar Rayhan ke memandang Punggung Rara yang membelakangi nya
"Te terimakasih, aku bisa pergi sendiri!" Ujar Rara menghempas tangannya, dan tanpa berlama-lama lagi Rara pun pergi meninggalkan Rayhan yang terdiam dan Wajah Teman-temannya yang bingung
"Ada apa dengan mereka berdua?" Bisik Wulan pelan
"Jangan Hiraukan mereka, ayo makan makanan mu!" Ujar Rama memutar kembali Kepala Wulan agar gadis itu tidak Memandang ke arah perginya Rara
"Sayang, kau berhutang penjelasan kepada ku!" bisik Nadia tajam kepada Galih membuat pria itu meneguk air liurnya pelan
"Mampus aku, bagaimana aku harus menjelaskan nya nanti, kalo aku bicara yang sejujurnya pasti Para gadis ini akan membunuh Sepupuku!" Batin Galih gugup sedangkan Layla dan Latika hanya saling memandang sebentar dan mereka pun melanjutkan Makan paginya yang sempat terhenti
11:02 Siang
__ADS_1
Rara masih berdiam diri di dalam perpustakaan kampus tanpa ada keinginan untuk keluar dari sana, sudah satu jam lebih ia membaca buku di dalam sana.
Setelah tadi jam pertama kuliah selesai ia langsung pergi ke kantin kampus dan setelah membeli dua roti ia langsung masuk kedalam ruangan perpustakaan itu.