
Kristal yang melihat Wajah Galih yang mulai menunjukkan kenikmatan dengan cepat masuk kedalam selimut untuk memberikan servis untuk Galih.
"Aku pastikan Kau tidak akan melupakan ini Sayang!" Ujar Kristal dan seketika itu pula pertahanan Galih Runtuh
Dan Galih melakukannya sampai jam menunjukkan waktu 8 pagi, bahkan ia membuat Kristal pingsan tak berdaya akibat berbagai macam gaya yang ia gunakan.
"Dasar ******!" Ujar Galih pergi meninggalkan Kristal sendirian tanpa berniat menyelimuti badan Kristal yang di penuhi oleh tanda merah bahkan Ungu.
Setelah ia sampai di rumah.
"Kau dari mana saja Setengah jam lagi kita akan pergi ke bandara!" Ujar Rayhan saat ia melihat galih yang masuk kedalam rumah dengan kondisi yang acak-acakan
"Bangunkan aku setengah jam lagi!" Ujar Galih menutup pintu kamarnya.
Dan Di sinilah ia sekarang berdiri termenung di tempat parkir bandara, dengan segala kemarahannya yang dari tadi memuncak.
"Ini semua karna ****** itu!" Geram Galih kesal
Kristal bangun duduk dari ranjang, mengingat kembali malam panas mereka tadi malam dan tadi pagi.
"Bahkan saat bercinta pun kau terus saja memanggil Nama Nadia!" Gumam Kristal
"Bahkan waktu itu kau tidak pernah mengucapkan namaku saat kita bercinta dan sekarang dengan mudahnya kau mengucapkan nama wanita lain saat bercinta dengan ku!" Ujar Kristal Marah
"Tapi ini baru permulaan Sayang!" Ujar Kristal Tersenyum sadis sambil membelai badannya yang dipenuhi oleh bekas Ciuman Galih, Yah Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa di badanya lebih banyak bekas gigitan dari pada ciuman.
Setalah itu Kristal berjalan ke arah meja, mengambil kamera yang ia sembunyikan tadi malam.
Waktu penerima Mahasiswa baru pun dimulai.
"Kalian Mau daftar di jurusan apa dek!" Ujar salah satu Kaka senior yang berdiri di depan mereka
"Di Jurusan Business & Management kak!" Ujar Rara ramah
"Oh kesini dek!" Ujarnya menuntun ke arah pusat pendaftaran
"Terimakasih banyak!" Ujar mereka bertiga sambil membungkuk
"Syukurlah di sini Orangnya Ramah-ramah yah!" Ujar Nadia
"Belum tentu Nad, kita baru melihat 30% Orang baik sisanya kita tidak tau!" Ujar Latika
"Rara!" Panggil Luhan menghampiri Rara yang sedang mengantri
"Eh Luhan!" Kaget Rara karna sudah lama ia tidak melihat Luhan
"Kau masuk jurusan Business & Management?" Tanya Luhan
"Iya!"
"Oh!"
"Ra, Kau tidak mau memperkenalkan kami!" Ujar Nadia Pelan sambil tersenyum lebar melihat Luhan
__ADS_1
"Ya ampun dia Tampan sekali!" Batin Nadia sedangkan Latika ia hanya memutar matanya malas saat ia melihat Nadia yang mulai ganjen
"Tutup mulutmu Nad!" Ujar Latika menutupi mulut Nadia yang terus saja mangap Karna kagum dengan Luhan
"Oh iya, ini Sahabat ku Nadia dan Latika dan ini Luhan Kaka senior ku dulu!" Ujar Rara memperkenalkan
"Kaka senior, terus kenapa kamu hanya memanggilnya dengan sebutan nama saja Ra, tidak sopan!" Ujar Nadia memukul pelan pundak Rara
"Karna dia beda Satu tahun dengan ku!"
"Ha bagaimana bisa?" Ujar Latika dan Nadia berbarengan
"Dia Lompat Kelas!" Ucapan Rara membuat Mata Nadia semakin berbinar-binar
"Wahhh, Sudah tampan pintar lagi!" Ujar Nadia
"Sadar Nad, Kau sudah memiliki kekasih, Galih bisa marah jika tau kau mulai ganjen!" Ujar Latika memperingati
"Tck, Jangan nyebut nama pria kutu kupret itu Latika!" Geram Nadia kesal
"Siapa suruh, dia ngga datang ke bandara!" Ujar Nadia kesal dan dengan cepat ia berjalan masuk ke meja pendaftaran
"Maaf yah, aku mau pergi daftar dulu!" Ujar Rara pamit sedangkan Luhan ia hanya mengangguk tanda mengerti Dan Rara dengan cepat ia mengikuti langkah Latika dan Nadia
"Halo!"
"Iya Hm!"
"Bagus!" Ujar Luhan menutup sambungan telpon nya tidak lupa dengan seringai yang terpasang di wajahnya
"Bagaimana Harimu hari ini? Apa semuanya berjalan lancar?" Tanya Rayhan
"Iya, Semuanya lancar!" Ujar Rara tersenyum kearah layar handphone nya yang sedang menampilkan wajah Rayhan
"Baguslah kalo begitu!"
"Terus kamu kapan pergi daftar Rey?" Tanya Rara
"Hm, Seminggu lagi!"
"Oh iya, Tadi aku bertemu!" Ucapan Rara terputus saat ia melihat Wajah Rayhan diganti dengan Wajah Galih yang sedang panik
"Ra, Apa Nadia ada di samping mu?" Tanya Galih setelah merampas handphone Rayhan
"Dia ada di atas, di kamar!"
"Bisa tolong panggilkan dia, Pliss!" Ujar Galih memohon
"Okey, Tunggu sebentar!"
PLAK
"Ouch!" Rintih Galih merasakan sakit di area kepalnya
__ADS_1
"Berani sekali kau mencuri handphone ku saat aku lagi bicara sama Rara!" Geram Rayhan kesal setelah memukul kepala Galih
"Ayolah Sepupu, Bantu aku sekali ini aja!" Ujar Galih mengelus
"Hufff, Cepatlah!" Ujar Rayhan menghela nafas lelah
"Nad, Kau kenapa?" Ujar Rara kaget saat ia masuk kedalam kamar dan melihat Nadia yang sedang menangis ditambah ada Latika juga yang sedang menenangkan nya
"Bangsat itu, berani-beraninya!" Geram Latika marah
"Siapa?" Ujar Rara bingung
"Galih, dia Main keringat dengan Kristal!" Ujar Latika Kesal
"Main Keringat?" Ujar Rara bingung
"DIA MEMADU KASIH DENGAN PENYIHIR KRISTAL ITU!" Teriak Latika emosian saat Rara yang lambat mengerti
"ASTAGA, Kau benar-benar yah Galih!" Ujar Rara mengangkat Handphonenya menunjuk-nunjuk wajah Galih di layar handphone
"Kau sedang bicara dengan siapa? Apa itu sii bajingan Kampret!" Tanya Latika dengan cepat mengambil handphone Rara
"Kau masih berani Telpon HA!" Ujar Latika meninggikan suaranya
"Dengar Latika, Aku tidak ada urusan dengan mu tolong kasih Nadia!" Belum selesai Galih berbicara dengan cepat Latika memotongnya
"Tolong Kasih apa, Kau lebih baik cari wanita lain jangan pernah ganggu-ganggu Nadia lagi!"
"Kau memang Cocok dengan Si kristal itu, Yang satu ****** dan yang satu playboy cap kadal!" Ujar Latika dan tanpa permisi mematikan panggilan Video itu
"Sial!" Geram Galih
"Kenapa?"
"Apa kau melakukan kesalahan?" Tanya Rayhan
"BANGSAT sii Kristal ****** itu mengirimi Nadia Video Hubungan badan kami!" teriak Galih kesal
"Wao, kau memadu kasih kembali dengan mantan mu?" Tanya Rayhan tidak percaya
"Aku kelepasan!"
"Itu Bukan kelepasan bodoh, tapi keenakan!" Ujar Rayhan tertawa lepas
"Tck bisakah kau diam, lebih baik kau cari kan aku solusi bagaimana cara menenangkan Nadia agar dia tidak minta putus!" Ujar Galih lemas
"Bilang saja kau dan kristal telah berakhir dan itu hanya video masa lalu kalian!" Ujar Rayhan simpel
"Apakah Omongan itu akan berhasil?" Tanya Galih ragu
"Tentu saja akan berhasil, namun kau harus menyusulnya di sana setelah itu kau bisa bilang begitu!" Balas Rayhan santai sambil memainkan Handphone nya
"Bagaimana seminggu setelah pendaftaran kita nyusul mereka?" Tanya Galih
__ADS_1
"Kita? Kenapa harus kita, kau pergi saja sendiri!"