First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Truth or dare


__ADS_3

"Maksudmu?" Tanya Nadia bingung duduk kembali ke kursinya


"Tidak ada!"


"Tck, Jawab yang benar Galih, Maksud mu apa tadi?" Tanya Latika heran


"Rara terlalu banyak main kemarin jadi biarkan dia istirahat sebentar!" Dan perkataan galih sukses mengundang Senyum aneh dari bibir Rayhan dan Rama


"Benar juga apa yang Galih bilang, dia terlalu semangat kemarin!" Ujar Layla menimpali


Dan perkataan Layla hampir saja membuat Galih mengeluarkan kembali makanan yang ada dalam mulutnya.


"Rey!"


"Hm!"


"Apa kamu sedang stress?" Tanya Wulan tiba-tiba


"Maksudmu?"


"Dari tadi aku terus memperhatikan kalo kau terus saja mengeluarkan Senyuman senyuman aneh!" Dan Ucapan Wulan sukses membuat Galih tertawa ngakak, tawa yang dari tadi ia tahan akhirnya keluar


"Aku ke atas dulu!" Ujar Rayhan dengan membawa satu piring yang berisikan roti lapis


"Kenapa tidak makan disini saja?" Tanya Nadia bingung


"Ini Untuk Rara!" Ujar Rayhan tanpa menghentikan langkahnya


Dan perkataan Rayhan membuat wanita-wanita disana mengangguk mengerti sedangkan Kedua pria disana hanya bisa menahan senyuman mereka saat melihat kepolosan dari ke empat wanita itu.


Sedangkan di dalam kamar.


"Sedangkan apa?" Tanya Rayhan saat ia melihat Rara yang sedang memindahkan kursi dan menaruhnya di dekat jendela


"Aku ingin duduk membaca buku disini!"


"Lihat, Pemandangan disini benar-benar indah!" Ujar Rara terpaku dengan apa yang ia lihat


"Apa kau senang di sini?" Tanya Rayhan setelah menaruh roti lapis di depan Rara


"Makanlah, kamu pasti lapar!" Ujar Rayhan


"Terimakasih!"


"Kau belum menjawab pertanyaan ku?" Ujar Rayhan memandangi wajah Rara


"Oh, tentu saja aku senang disini lihat disini benar-benar sangat indah!" Ujar Rara sambil menggigit rotinya


"Keluarga mu benar-benar beruntung bisa memiliki pulau sebagus ini!" Ujar Rara tanpa menyadari perubahan ekspresi dari wajah Rayhan


"Heh beruntung!" Gumam Rayhan tersenyum kecut


"Kenapa?" Tanya Rara tidak mendengar jelas apa yang di ucapkan Rayhan tadi


"Tidak ada, aku hanya bilang kalo aku sangat mencintaimu!" Ujar Rayhan tersenyum lebar dan itu sukses membuat jantung Rara tidak karuan

__ADS_1


"Rayhan sangat tampan!" Batinnya


"A a a apa kau mau roti?" Tanya Rara gugup mencoba mencairkan suasana yang mendadak canggung tadi


"Iya!" Ujar Rayhan


"Ini ambil saja, kau tadi membawa lebih!" Ujar Rara menunjuk roti lapis di bawah piring


"Aku mau yang ini!" Ujar Rayhan mendekatkan wajahnya ke arah Rara


Dan tanpa peringatan ia langsung melahap roti yang ada di mulut Rara membuat Rara membulatkan matanya kaku.


"Enak!" Ujar Rayhan menguyah roti yang sudah berada di mulutnya dengan mata yang masih menatap lembut kearah Rara


...****************...


"Aku merasa seperti ada yang aneh dengan Rayhan tadi!" Ujar Wulan berpikir keras


Sekarang mereka duduk di teras penginapan dengan pemandangan pantai dan gunung yang ada di depan mereka membuat tubuh mereka rileks Karna suasananya yang membuat orang tenang.


"Sudahlah Wul, kau dari tadi terus saja curiga dengan Rayhan!" Ujar Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya


"Apa kalian tidak merasakan keanehan tadi?" Ujar Wulan keras kepala


"Rayhan dari dulu memang sudah aneh dari Sononya Wulan jadi tidak usah dipikirkan!" Balas Nadia


"Bagaimana dengan kalian, apa kalian tidak merasakan keanehan tadi?" Ujar Wulan lagi meminta pendapat


"Aku sih setuju dengan apa yang dibilang Nadia tadi, karna memang dari dulu Rayhan memang sudah aneh!" Ucapan Latika disambut Anggukan kepala setuju dari Layla dan Galih


"Kalian benar-benar tidak Peka!" Ujar Wulan kesal


"Kami Tidak!" Ucapan Wulan di potong oleh Rama yang baru saja datang dengan botol minum di tangannya


"Aku ada!" Ujarnya mengangkat botol itu tinggi-tinggi


"Bagaimana kalo kita main Truth or dare!" Ujar Rama


"Boleh, bagaimana apa kalian mau main?" Tanya Galih dan dijawab anggukkan setuju oleh mereka


Dan permainan pun dimulai.


"Kau mau pilih truth atau dare?" Tanya Galih ke arah Wulan


"Umm, Truth!" Ujar Wulan yakin


"Baiklah siapa yang mau tanya?" Ujar Galih dan Rama mengangkat tangannya


"Ciuman pertamamu dengan siapa?"


"Tck, Pertanyaan tidak bermoral apa yang kau tanyakan!" Geram Wulan kesal


"Apa kau tidak mengerti cara bermain permainan ini?"


"Jika kau tidak mengerti seharusnya kau tidak usah main tadi!" Ujar Rama Menyeringai membuat Wulan tertantang

__ADS_1


"Baiklah aku akan jawab!"


"Aku belum pernah berciuman!" Ujar Wulan dengan semburan merah dipipinya membuat seringai Rama makin lebar


"Sudah, sudah sekarang ayo mainkan lagi botolnya!" Ujar Nadia bersemangat


"Yes kali ini kau yang kena!" Ujar Nadia senang saat mulut botol berhenti ke arah Galih


"Truth or dare?"


"Dare!" Ujar Galih


"Tck, Kau cari aman yah!" Ujar Nadia kesal


"Kenapa aku harus cari aman!"


"Kau pasti tidak mau memilih Truth karna kau tidak mau kebohongan mu selama ini terbongkar kan!"


"Tidak, bukan begitu sayang aku hanya mau membuat permainan ini seru saja!" Ujar Galih membela diri


"Permainannya akan hambar nanti jika semuanya pilih Truth!"


"Terserah kau saja lah!" Ujar Nadia malas


"Jadi siapa yang mau memberi dia tantangan?" Tanya Wulan


"Aku!" Ujar Latika mengangkat tangannya


"Menggonggong lah seperti anjing!"


Ucapan Latika itu seketika membuat mata Galih membulat tidak percaya dan tentu saja di iringi oleh Sorakan senang dari yang lain.


"A a apa kau gila!" Ujar Galih menatap tajam Latika


"Aku hanya membuat permainan ini seru agar tidak hambar!" Dan balasan Latika itu membuat Nadia mengangkat tangannya untuk ber tos ria dengan Latika


Mau tidak mau, Galih pun melakukan apa yang di suruh oleh Latika itu dan tentu saja itu membuat semua orang tertawa lepas.


Permainannya pun dilanjutkan.


"Baiklah, Selanjutnya Nadia kena!"


"Truth or dare?"


"Truth!" Ujar Nadia malas


"Apa kau masih perawan?" Dan pertanyaan Latika itu membuat Semua orang tercengang


"Te tentu saja aku masih perawan!" Ucapan Nadia membuat Rama menatap Galih dengan tatapan kasihan tidak lebih tepatnya ia menatap Galih dengan tatapan mencela dan Galih menyadarinya


"Sial!" Batin Galih kesal


Bercinta dengan kekasih atau orang yang di cintai adalah hal yang lumrah di kalangan Pria-pria seusia mereka, jadi jangan heran jika ada yang belum pernah melakukannya dengan Kekasihnya mereka pasti akan di tertawakan oleh teman-temannya.


Selanjutnya!" Ujar Galih kesal iapun memutar botol itu dan berhenti ke arah Rama

__ADS_1


"Siapa nama wanita pertama yang kau tiduri?" Tanya Galih


Dan pertanyaan Galih membuat semua orang disana penasaran.


__ADS_2