
"Apa saja yang kau lakukan akhir-akhir ini, Kenapa kamu tidak melakukan apa yang aku suruh?"
"Ayolah, Aku juga memiliki Hidupku sendiri!"
"Kau sudah berjanji dan kau pun sudah kalah taruhan waktu itu, jadi kau tidak memiliki hak untuk menolak apa yang aku suruh!"
"Baiklah, Baiklah kau ini cerewet sekali!" Ujarnya sambil menutup telpon dengan kasar
"Dasar pria gila!" Kesal Kristal masih dengan terus mengecat kuku kakinya
"Kau kira aku tidak memiliki kerjaan lain apa!" Geramnya emosi
Sedangkan di sisi lain Rayhan sekarang sedang duduk manis di meja makan sambil memandangi Rara yang sedang bergulat dengan alat masaknya.
"Benar-benar Indah!" Gumam Rayhan menyeringai
"ini adalah salah satu potret yang aku impikan dari dulu, Aku tidak tau bahwa impian ku akan datang lebih cepat dari yang aku bayangkan!" Kekehnya merasa senang
"Apa kau bicara sendiri?" Tanya Rara heran yang sedang berjalan mendekati Rayhan membawa dua piring hidangan di tangannya
"Maaf yah Karna isi kulkasku sedang kosong jadi aku hanya bisa bikin nasi goreng saja!" Ujar Rara menaruh satu nasi goreng di depan Rayhan dan satu lagi di depan dirinya
"Tidak apa-apa Ra, ini pun sudah cukup!" Balas Rayhan menyendok makanan ke mulutnya
"Enak sekali!" Batin Rayhan setelah mencoba sesendok nasi goreng buatan Rara
"Bagaimana?" Tanya Rara berharap
"Lumayan!" Jawab Rayhan sedangkan Rara menghela nafas lega
"Ini baru pertama kali aku memasak untuk Orang lain!" Ujar Rara
"Benarkah?"
"Aku beruntung sekali!" Senang Rayhan
"Bahkan Orang tua ku pun belum pernah memakan masakan ku!"
"Kenapa bisa?" Tanya Rayhan Heran
"Karna di rumah ibu ngelarang aku untuk pergi ke dapur, dia hanya terus-menerus menyuruhku belajar tanpa tau apa yang aku inginkan!" Ujar Rara
"Kalo begitu kamu hebat Ra, tanpa belajar kamu bisa masak masakan SE enak ini!" Ujar Rayhan memuji
"Tadi kamu bilang makananku lumayan kenapa sekarang jadi SE enak ini!" Goda Rara saat mendengar ucapan Rayhan yang secara langsung memuji makanan yang ia buat
"Tck, Iya-iya tadi aku tidak jujur!" Ujar Rayhan kesal karna Rara yang menggodanya sedangkan Rara ia hanya bisa tersenyum kecil melihat wajah Rayhan yang kesal
__ADS_1
"Sebenarnya aku tidak sehebat itu sih, dulu aku sering belajar masak diam-diam di dapur saat ibu atau ayahku keluar rumah!"
"Dan juga sesekali saat aku berkunjung ke rumah Latika, Nadia ataupun Layla aku sering meminjam dapur mereka untuk belajar memasak!" Ucap Rara sambil tersenyum mengingat saat-saat ia bersama sahabat-sahabatnya dulu
"Aku jadi merindukan mereka!"
"Kenapa tidak telpon saja?" Tanya Rayhan
"Kalo sekarang aku menelepon mereka, pasti mereka akan mengamuk Ray!" Ujar Rara terkekeh kecil
"Kenapa?"
"Karna kamu bersamaku!"
"Tck, Apa mereka masih tidak merestui hubungan kita berdua?" Tanya Rayhan dan di jawab Anggukan Oleh Rara
"Aku sedikit bingung, kenapa semua teman-temanmu sangat tidak menyukai ku?"
"Bukan semuanya Ray, Awalnya Hanya Latika yang tidak menyukaimu!" Ujar Rara
"Kenapa si gendut itu tidak menyukaiku?"
"Ray, Jangan menghina sahabatku!" Ujar Rara Kesal
"Iya-iya kenapa dia tidak menyukaiku, setau ku aku tidak pernah berselisih dengan dia?"
"Tck, Ternyata masalah IQ kekanak-kanakan sekali!" Decak Rayhan kesal
"Tadi kamu bilang awalnya, terus sekarang kenapa jadi semuanya yang ikut-ikutan tidak menyukaiku?"
"Karna, Karna mereka tau kejadian kau dan kristal yang berciuman di sekolah dulu!"
"Bukan berciuman Ra, tapi di cium secara paksa!" Ujar Rayhan meyakinkan
"Iya-iya aku tau!" Balas Rara
"Sudahlah cepat habiskan makanan mu Ray, sebelum kamu pulang kemalaman!"
"Siap Nona Boss!" Ujar Rayhan semangat
Setelah beberapa menit kemudian acara makan malam mereka pun selesai dan sekarang mereka sedang duduk menonton film.
"Tadi aku bilang agar setelah makan kamu langsung pulang Rey, bukannya duduk disini!" Ujar Rara
"Aku belum mau pulang Ra!"
"Tapi ini sudah jam 10 malam Rey, Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa saat pulang nanti!"
__ADS_1
"Apa kau sedang menghawatirkan ku?" Tanya Rayhan sedang
"Kalo kamu sangat menghawatirkan ku, kenapa kamu tidak membiarkan ku menginap saja?" Lanjut Rayhan berharap
"Ayolah Rey jangan bercanda!"
"Aku tidak bercanda Ra!" Jawab Rayhan
"Tidak mungkin aku membiarkan mu tidur di sini Rey!"
"Memangnya kenapa?"
"Karna besok pagi Mbak pengurus rumah akan datang kesini, jadi jangan sampai Mbak melihatmu dan melapor ke ibu dan ayahku!"
"Benarkah?" Tanya Rayhan dan dijawab dengan anggukan Rara
"Sial sekali!" Gumam Rayhan kesal karna Rencananya untuk tidur satu atap dengan Rara gagal
"Jadi Ayolah Rey, pergi dari sini!" Rayu Rara, Rayhan Yang melihat Rara yang memasang wajah memohon seperti itupun membuat naluri jahilnya keluar
"Baiklah, aku akan pergi kalo kamu menciumiku!" Ujar Rayhan menyeringai namun seringai Rayhan seketika luntur saat ia merasakan Rara yang tiba-tiba menciumi pipinya
"Bu bukan di situ Ra, Aku maunya kau mencium!" Ucapan Rayhan terhenti saat ia merasakan Rara yang mengecup bibirnya singkat, seketika itupun Rayhan kaku dengan detak jantung yang terus menerus menghantam dadanya dengan cepat sedangkan Rara ia memandang wajah Rayhan dengan semburan merah di pipinya
"Sudahkan? ayo cepat Rey, pergi dari sini!" Ujar Rara sambil menarik-narik tangan Rayhan agar bangun dari duduknya dan pergi dari rumahnya
"Ah sial, kenapa aku harus speechless saat hal yang begitu bagus terjadi!" Rutuk Rayhan saat ia berada di luar rumah Rara
Sekarang Rayhan sudah berada di luar rumah Rara, karna tadi Rara menyeretnya keluar rumah sedangkan Rara sudah masuk kembali kedalam rumahnya setelah mengunci rumahnya rapat-rapat takut Rayhan memaksa masuk lagi.
"Apa yang ku lakukan tadi!" Ujar Rara pelan sambil meraba-raba bibirnya
"Seharusnya aku tidak melakukan itu, tapi entah mengapa hati ku sangat senang!" Seketika itupun Rara tersenyum saat menyadari ternyata ia bisa seberani itu tadi
Keesokan Harinya di sekolah.
"Eh Ra, Kamu tau ngga Ternyata Minggu depan di sekolah kita akan di adakan Semi final Pertandingan Basket ball lagi!" Ujar Ayla semangat
"Kau tau dari mana Ay?"
"Aku membacanya di Mading tadi!"
"Aku sangat sangat tidak sabar menunggu hari itu!" Tambah Ayla semangat
"Kenapa?"
"Karna di sana pasti banyak pria-pria tampan dari sekolah lain yang berdatangan!" ujar Ayla bersemangat
__ADS_1
"Seberapa tampan kah mereka apakah mereka lebih tampan dariku?" Tanya David tiba-tiba sambil menyodorkan wajahnya ke depan Ayla