First Love (Rara & Rayhan)

First Love (Rara & Rayhan)
Rencana yang gagal


__ADS_3

Baiklah Yang bernama Nona Rara tolong Datang kesini, Untuk menerima Bunga dan mungkin sedikit pelukan dari kekasihnya!" Ujar Pembawa Acara semangat


"Ayo cepat masuk Ra!" Ujar Nadia mendorong Rara untuk masuk ke dalam Lapangan


Rara pun berjalan Masuk ke lapangan dengan semburan merah di pipinya, Melihat Rara yang hampir mendekati nya Rayhan pun berlari kearah Rara dan tiba-tiba langsung memeluknya dengan cepat sehingga membuat sorakan lebih keras terdengar


"Sial, Apa yang dilakukan wanita itu!"


"Cepat, Lakukan Rencana kedua!"


Setelah Beberapa menit kemudian Sorakan dan Tepuk tangan Perlahan-lahan hilang.


"Wao, Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal se Ekstrim ini Rey!" Ujar Wulan bertepuk tangan


"Ya ampun, Kau tadi romantis sekali!" Girang Nadia


"Benar!" Ujar Layla dan Latika


"Oh iya, David sama Ayla mana?" Tanya Rara bingung saat ia tidak melihat Kedua temannya itu


"Entahlah Ra, Tadi mereka masih bersama kami, Tapi tiba-tiba David pergi dan beberapa menit kemudian Ayla ikut pergi!" Ujar Layla


"Kapten!" Ujar Anggota basket Reyhan yang tiba-tiba saja datang mendekat


"Ya ampun mereka tampan sekali!" Ujar Nadia berbinar


"Kendalikan Dirimu Nadia, cepat lap air liur mu!" Bisik Layla saat melihat Nadia berulah lagi


"Selamat yah Ketua!"


"Terimakasih!" Ujar Rey


"Kaka ipar Cantik sekali, Pantas ketua sangat mencintainya!" Ujar salah satu anggota Basket yang bernama Bagas


"Dan Ternyata teman-teman Kaka ipar juga tidak kalah cantik yah!" Ujarnya memandang Wajah Layla tanpa Layla Sadari


"Terimakasih, Kalian juga tampan!" Ujar Nadia cerita


"David kau mau kemana?" Tanya Ayla mengikuti langkah David


"Jangan mengikuti ku Ay!"


"Tapi bilang dulu kau mau kemana?"


"Itu bukan urusan mu!"


"Bagaimana bisa itu bukan urusanku!" Ujar Ayla keras kepala


"Ada apa dengan mu Ay, Tolong biarkan aku sendiri!" Bentak David berlalu pergi meninggalkan Ayla sendiri yang memandang punggung nya dengan sedih


...****************...

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kepala mu masih sakit?" Tanya Kristal


"Sudah agak mendingan ko!" Balas Galih tersenyum


Sekarang Galih dan Kristal sedang berada di dalam ruang UKS.


"Sayang, Aku angkat telpn dulu yah sebenar!" Ujar Kristal setelah merasakan getaran Handphonenya


"Iya, Jangan Lama-lama!" Ujar Galih tersenyum lembut, setelah itu kristal pun pergi meninggalkan Galih untuk mengangkat telpon, setelah Kristal benar-benar pergi Ekspresi wajah Galih pun dengan cepat berubah dingin


"Iya-iya Aku minta maaf, kenapa kau galak sekali Bukankah kita masih memiliki rencana cadangan!" Ujar Kristal menenangkan


"Tentu, Kali ini pasti berhasil!" Sambungnya, setelah mendengar ucapan dari lawan bicaranya iapun menutup telponnya


"Kali ini hatimu akan benar-benar hancur ******!" Geram Kristal kesal saat ia mengingat wajah bahagia bercampur malu Rara tadi


Ruang Ganti Tim Basketball.


"Syukurlah tidak ada orang disini!" Batin Kristal Menyeringai saat ia melihat kekosongan di ruang ganti anggota Basket


"Jangan biarkan siapapun datang ke sini, Kecuali Ketua dari tim Narmada!" Ucap Kristal dan dengan cepat menutup telponnya


"Sebenarnya aku sudah tidak menginginkan mu Rey, Karna sekarang hatiku sudah menjadi milik Luhan seorang Namun itu bukan berarti aku akan melepaskan kalian berdua yang sudah membuatku sakit hati terutama Kau Rara!" Gumam Kristal penuh dendam setelah memastikan lampu ruangan tersebut


...****************...


"AAAAA Tolong!" Teriakan Kristal membuat semua orang yang berada di dekat ruangan tersebut berlarian ke arah ruangan ganti


"Ada apa ini!" Ujar semua orang setelah membuka pintu dan menyalakan lampu dan betapa terkejutnya mereka saat mereka melihat kondisi dimana seorang pria dan wanita yang melakukan hal tak senonoh di atas meja


Dengan cepat kristal pun mendorong pria itu dengan kuat dan langsung melarikan diri bersembunyi di balik badan seorang Pria yang sedang berdiri di sana.


"Kumohon tolong aku, dia dia mau memperkosa ku!" Ujar Kristal berakting Sedih


"Hey kawan, Kau seharusnya tidak memaksa wanita!" Ujar salah satu orang di situ


"Memaksa? memperkosa? Ayolah dia sendiri yang mau melakukan hal intim dengan ku!" Ujarnya membela diri dengan Santai


"Kau!" Geram Kristal


"Rey, aku tau kalo kita itu memiliki hubungan dimasa lalu, tapi kau tidak seharusnya melecehkan ku seperti itu!" Tangis Kristal rapuh


"Huffff, Apa kau salah orang Nona!" Ujar pria itu membuka masker mulutnya


"Ka kau siapa?" Kaget Kristal saat ia melihat kalo Orang itu bukan Reyhan


"Sial, Dimana Reyhan!" Batin Kristal


"Ada apa ini?" Ujar Reyhan saat ia melihat orang-orang yang berkerumunan di pintu masuk ruangan ganti


"Rey, Tolong aku dia dia mau memperkosa ku!" Teriak Kristal berlari ke arah pelukan Reyhan

__ADS_1


"Tidak, Bagaimana pu caranya rencana ini tidak boleh gagal!" Batin Kristal


Baru beberapa detik ia memeluk Reyhan tiba-tiba saja iapun terjungkal di atas lantai.


"Jangan Menyentuhku!" Ujar Rayhan Tajam


"Rey, ada apa ini!" Tanya Rara yang baru datang dan di ikuti juga oleh Wulan, Latika, Layla, Nadia dan Ayla


"Wao ada kejadian apa disini?" Ujar Nadia saat ia melihat Kristal yang duduk di lantai dengan baju compang-camping


"Dengar-dengar dia memfitnah pria ini yah!" Ujar Wulan


"Apa wanita tidak tau malu ini, melakukan hal yang tidak layak lagi disini?" Tanya Latika Sadis


"Aku tidak tau kalo di dunia ini masih ada wanita yang benar-benar bermuka tebal seperti dirinya!" Ujar Layla menambahkan


"Tidak seharusnya kau memfitnah orang, Lihatlah dirimu, tubuh yang seperti ikan itu apakah masih ada pria yang mau mencicipi mu!" Tawa Nadia mempermalukan dan dengan cepat tawa dari orang-orang pun menghiasi ruangan tersebut


Mendengar kalo ia sedang di permalukan dengan cepat Kristal pun berlari ke luar ruangan.


"Kau kejam sekali Nad!" Ujar Layla setelan selesai tertawa


"Habisnya dia benar-benar membuat orang kesal!" Ujarnya Santai


...****************...


"Brengsek!" Teriak Kristal setelah berlari menjauhi kerumunan itu


"Kau benar-benar tidak berguna!"


"Apa kau bilang!" Murka Kristal


"Apa yang ku suruh pun kau tidak bisa melakukannya dengan baik!"


"Jika kau berpikir begitu, kenapa kau tidak lakukannya sendiri Tuan LU HAN!" Geramnya


"Cobalah lakuin sendiri dan kau akan tau kalo kau lebih tidak bergunanya dari pada aku!" Ujar Kristal menantang


"Kenapa diam? Jangan bilang kau berubah menjadi pria penakut sekarang hanya karna seorang wanita!" Ledek Kristal


"Lebih baik kau tutup mulutmu!" Ujar Luhan pergi meninggalkan Kristal sendiri


Di tempat lain.


"Bagaimana Hasil kerjaku?"


"Hm, Terimakasih!"


"Ternyata kau bisa berterima kasih juga!" godanya dengan sedikit tawa


"Aku sudah mentransfer uangnya!"

__ADS_1


"Ayolah, kenapa kau terburu-buru sekali Sepupu!" Kekeh Galih


__ADS_2