Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 13:


__ADS_3

"Sayanggg,Bagaimana rencana kita untuk menguasai harta itu"tanya jaya...


"sebentar lagi sayang..tunggu putri merayakan ulang tahunnya yg ke 18....maka kita akan memaksanya dan merebut hartanya"ucap Indri..


"Baiklah aku akan menunggu mu".


setelah perbincangan itu. Salsa pun kembali ke ruangan itu.


"Mama sudah sadar. bagaimana keadaan Mama sekarang"tanya salsa pada Indri.


"Mama sudah tidak apa-apa sayang,untuk kedepannya kita harus berhati-hati dalam bersikap kita tidak tahu siapa yang mengincar nyawa kita.


"aku akan berhati-hati untuk kedepannya mah"


lalu sore harinya salsa dan Indri pulang ke rumah. Indri menggunakan kursi roda .


Putri pun keluar menghampiri mereka.


"nyonya dan salsa dari mana. kenapa nyonya sampai bisa menggunakan kursi roda itu"tanya Putri dengan nada kawatir.


walaupun dia sering disiksa tapi Putri mempunyai sifat yang sangat lembut dan penyayang.


"kamu nggak usah pura-pura khawatir gitu. aku tahu kamu pasti bahagia melihat aku terluka seperti ini kan"ucap Indri dengan nada sinisnya.


"tidak... Aku tidak mempunyai pikiran seperti itu nyonya"... jawab Putri.


"ah sudahlah. pergi sana aku melihat mukamu bukannya aku sembuh malah tambah parah penyakit ku"


lalu Putri pun meninggalkan mereka.


hari berganti minggu, minggu berganti bulan.


hari-hari itu dilalui Putri dengan berat namun tak seperti biasanya karena Indri dan salsa sudah jarang mengganggu dia.


ditempat lain


Alex pun sudah menyelesaikan urusannya di luar negeri ia pun pulang ke Indonesia untuk menemui pujaannya.


alex bingung.bagaimana cara mendekati gadis pujaannya itu..


lalu pada suatu hari.saat Alex pergi ke pertemuan bisnis nya. iya tak sengaja bertemu dengan Irfan.


ternyata Irfan mengerjakan proyek dari Alex.


saat itu Alex pergi ditemani oleh Jhon ke pertemuan bisnis


lalu alex menghampiri mereka.


"halo tuan perkenalkan nama saya Alexander, apa Anda ingat dengan saya ?saya yang membawa keponakan Anda ke rumah sakit."


ucap Alex mengenalkan dirinya pada firman. "senang bertemu dengan anda dan saya mengucapkan terima kasih kepada tuan karna waktu itu anda menolong keponakan saya. ucap Irfan dengan tulus.


"sudah tidak perlu sungkan pada saya tuan panggil saja saya Alex jangan membawa embel-embel kata tuan itu sangat menjaga jarak pada kita berdua. tegas Alex

__ADS_1


"kalau begitu Anda juga harus memanggil saya Om .jngn memangil tuan juga.karena saya tidak pantas dipanggil Tuan pengalaman anda di dunia bisnis Melebihi saya Alex"


"Anda terlalu memuji saya Om" ujar Alex.


"oh ya Alex saya ingin mengundang anda ke acara ulang tahun keponakan saya Putri dan saya akan mengenalkan Anda kepada keponakan saya itu". ucap Irfan.


"benarkah yang anda katakan Om baiklah saya akan mengusahakannya datang"ucap ucap Alex.


"akhirnya kesempatan itu datang untuk aku mendekatimu putri". ucap Alex dalam hati.


setelah acara pertemuan itu Irfan pun pergi ke rumah Putri dia ingin mengatakan pada Putri untuk merayakan ulang tahun putri yang ke-18 tahun dan mengenalkan kepada para pe bisnis bahwa putri adalah keturunan Sanjaya dan akan menempati posisi itu.


SLA Irfan sampai di rumah Putri dia terkejut karena melihat putri yang sedang menyapu lantai sambil di pundaknya tergantung kain lap.


sedangkan Indri dan salsa tidak membantu malah mereka asik-asik menonton TV.


"Putri apa yang kamu lakukan. kenapa kamu membereskan semua ini". ucap Irfan


ya tak terima Putri bekerja seperti pembantu karena semasa hidup kedua orang tua putri dijadikan sebagai permata oleh kedua orang tuanya dan dia tidak pernah melakukan pekerjaan berat tapi kenapa hari ini dia melihat putri seperti ini.


lalu salsa dan Indri pun mendengar teriakan Irfan terkejut mereka buru-buru berdiri dan ingin menjelaskan.


"begini lho dek Putri ini sedang belajar untuk mandiri karena art di rumah kami sedang libur "ucap Indri sambil tergagap-gagap


"sedang libur kata kalian, tapi kenapa kalian malah berlehah-leha, dan tidak membantu Putri .Putri itu pemilik rumah ini sedangkan kalian itu menumpang,tapi kenapa kalian yang menumpang malah seenak-enaknya itu seperti majikan di rumah ini. dan Putri malah seperti babu, apa selama ini saat aku tidak menjenguk Putri kalian memperlakukan Putri seperti ini"ucap tegas Irfan pada salsa dan Indri.


sedangkan salsa gemetaran di belakang tubuh mamanya.


"tidak kami tidak pernah memperlakukan Putri seperti itu.kamu jangan menuduh aku seperti itu dong aku itu menyayangi Putri seperti aku menyayangi salsa aku tidak membeda-bedakan mereka berdua". sangkal Indri.


"sudah Om Om jangan marah-marah ini kemauan Putri dan tidak ada hubungannya dengan Mama. Aku ingin belajar mandiri Om supaya ketika aku menikah nanti aku bisa menjadi istri yang teladan, Putri berjanji ini adalah yang terakhir Putri seperti ini"


lalu Irfan melunak mendengar kata-kata Putri.


baiklah tapi besok kau mau di rumah ini sudah ada RT jangan hanya satu, tiga sekalian. Om tidak mau melihat kamu seperti ini pokoknya besok sudah ada yang bekerja di rumah ini dan kau Indri ini peringatan untukmu jangan kau perlakukan Putri seperti itu"ucap Irfan sambil melirik tajam Indri.


"baiklah irfan"ucap Indri sambil menunduk.


"sialan kau Irfan berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini.lihat saja akan kubalas penghinaan ini.


ucap Indri dalam hatinya.


"Om ada urusan apa datang kemari"tanya Putri pada Irfan.


"oh iya Om sampai lupa. om ingin mengatakan kalau seminggu lagi kamu akan merayakan ulang tahunmu yang ke-18, dan sudah mengundang banyak relasi orang tuamu dan juga Om akan mengumumkan bahwa kamu menjadi pewaris keluarga Sanjaya dan kamu akan menempati posisi itu" direktur di perusahaan ayahmu".


ucap Irfan Indri dan salsa pun terkejut mendengarnya.


"ah sialan aku harus cepat menghabisi anak itu"batin Indri.


"aduh Om kenapa cepat sekali mengumumkannya, aku belum siap,aku belum berpengalaman untuk itu. aku takut saat perusahaan itu aku yang mengelola bukannya maju malah membuat perusahaan itu jatuh"ucap Putri dengan bahasa pesimisnya.


"tenang ada Om dan banyak orang yang akan membantumu kamu jangan takut pasti kamu bisa membawa perusahaan ayahmu jauh lebih besar lagi"Irfan mencoba membangun mental Putri.

__ADS_1


"Om aku mohon jangan diumumkan ya tunggu saja usiaku saat berusia 20 tahun. aku janji saat aku berusia 20 tahun aku akan siap"


ocha Putri.


"maaf Om aku menolak perintah omm. Aku tak mau saat Om mengumumkan itu maka nyawa Om terancam". ocha Putri karena ibu tirinya sering mengancam nya akan menghabisi keluarganya jika dia berani membantah kata-kata Indri.


"baiklah jadi saat ulang tahunmu. Om akan mengenalkan saja kalau kamu itu adalah Sanjaya. dan ya undang teman-temanmu agar mereka semua datang. nanti undangannya Om yang buat jadi kamu tinggal menyebarkannya saja ya"ucap Irfan kepada keponakannya,dia mengalah dengan keponakannya itu. ia berpikir mungkin keponakannya akan tertekan dengan pengumuman itu jadi mau tidak mau Irfan menuruti kata-kata keponakannya.


"oh ya sayang saat ulang tahunmu Om mengundang orang yang sudah membawamu ke rumah sakit saat kamu kecelakaan dulu kamu tidak keberatan kan karena Om sudah mengundangnya secara langsung"ucapkan kepada Putri.


"benarkah Om, tidak apa-apa Om, aku juga akan mengucapkan terima kasih padanya karena sudah menolongku waktu itu". ucap Putri pada Irfan.


"baiklah Om pulang dulu ya. dan buatmu Indri pastikan besok sudah ada pelayan bekerja di rumah ini". ucap Irfan dengan tegas.


"baiklah akan kupastikan besok sudah ada yang bekerja di rumah ini"Indri sambil memasang wajah senyum dengan keterpaksaan.


lalu Irfan pun pamit dan meninggalkan rumah itu.


setelah Irfan pergi meninggalkan rumah itu Indri langsung menegur Putri.


"hai babu awas aja sampai kamu berani ngadu ke Om kamu yang aneh-ane. kupastikan kamu tak akan merasa aman"


setelah mengatakan itu Indri pun pergi meninggalkan Putri.


keesokan harinya Putri sudah berangkat ke kampus dan dia mengundang teman-temannya untuk menghadiri pesta ulang tahunnya.


Caca yang mendapatkan undangan itu sangat senang sekali dia sangat bersemangat untuk datang ke pesta ulang tahun sahabatnya.


"Putri pokoknya sebelum acara ulang tahun kamu.kita harus shopping dan perawatan tubuh dan wajah. kamu harus tampil menawan seperti putri yang turun dari kayangan"ucap Caca Dengan semangatnya.


"ah kamu ini ca jangan heboh seperti itu ini hanya ulang tahun". Putri menggelengkan kepalanya melihat kehebohan sahabatnya ini.


sudahlah kamu itu turuti perkataanku saja aku akan izin kepada Om Irfan membawamu pergi perawatan tenang kekayaanmu tidak akan habis untuk perawatan saja"ucap Caca pada Putri.


"baiklah aku akan menuruti keinginanmu wahai sahabatku"jawab Putri sambil tertawa.


lalu Lian pun datang menghampiri mereka.


Putri yang datang lalu memberikan ulang kartu ulang tahun itu pada Lian dan teman-teman Lian.


"Lian ini undangan ulang tahun untukmu jangan lupa datang ya"ucap Putri sambil tersenyum.


"wah aku ternyata dapat.dan aku akan pastikan datang ke acara ulang tahunmu itu Putri"ucap Lian dengan semangat.


sel-sel yang memperhatikan dari jauh pun merasa dongkol.


"eh sa ternyata Putri itu orang kaya ya. aku kira dia yang menumpang di rumahmu, ternyata kamu yang numpang di rumahnya"ucap teman salsa mereka tidak tahu bahwa salsa menumpang di rumah Putri karena mamanya salsa menikah dengan Putri mereka hanya tahu kalau Putri itu menumpang di rumah salsa.


"ehmmm""..... salsa menjawab pertanyaan temannya hanya dengan berdehem lalu dia pergi meninggalkan mereka.


6 hari pun telah berlalu, tinggal menunggu hari esok untuk perayaan ulang tahun Putri. Caca sangat heboh sudah mengajak Putri untuk melakukan perawatan tubuh.pedicure manicure dan semacamnya ia ingin membuat Putri tampil mempesona.


rumah Putri pun sudah di desain sedemikian rupa oleh para pekerja yang dibayar Om Irfan. dan 2 hari juga Caca menginap di rumah Putri sedangkan Indri dan salsa mereka tidak membuat keonaran apapun tapi mereka sudah diam-diam merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Putri yang sudah kelelahan karena diajak oleh Caca ke sana-sini pun memilih untuk istirahat awal karena esok pagi dia sudah harus siap untuk melakukan perawatan wajah dan berdandan. sebenarnya ia tak mau melakukan itu tapi karena Caca yang memaksa dan oom Irfan juga tantenya ingin melihat Putri tampil cantik. maka mereka menyetujui permintaan caca untuk melakukan perawatan pada putri.putri pun tak mampu menolak nya.


__ADS_2