Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 56:bertemu mama mona


__ADS_3

setelah anak buah Alex membawa salsa pergi,putri pun meninggalkan rumahnya.


ia pergi untuk menjelajahi daerah sekitarnya.


Putri mulai memasuki setiap toko yang ia temui, untungnya sebelum pergi dia membawa uang cash maupun kartu ATM nya.


Putri memasuki toko makanan maupun aksesoris.


"tutt...tutttt" HP yang berada di saku celana Putri pun berdering.


"halo ca ada apa?", rupanya Caca menelpon Putri.


"kamu di mana put aku sedang bosan ayo kita pergi berbelanja"


"Aku sedang jalan-jalan di sekitar rumahku, Aku juga merasa bosan baiklah aku akan ikut jalan bersamamu, aku yang ke rumahmu atau kau yang menyusulku?" ucap Putri.


"lebih baik aku yang ke rumahmu kau bersiap-siaplah aku akan segera menyusul".


"baiklah aku akan menunggumu"


setelah itu sambungan telepon mereka pun selesai.


Putri kembali ke rumahnya untuk bersiap-siap karena Caca mengajaknya keluar.


Putri menggunakan riasan yang tipis namun terlihat elegan serta mencangking sebuah tas.


selang berapa menit Caca pun tiba di rumah Putri, saat itu tidak ada yang menjaga rumah Putri karena para penjaga yang disuruh oleh Alex membawa salsa ke rumah bordir.


Putri pun pergi menemui Caca.


"baiklah kita akan pergi ke mana"


"seperti biasa kita akan pergi berbelanja jalan-jalan sepuas hati kita"


ujar Caca Dengan semangatnya.


"hei Caca apa kau tidak ingat kejadian terakhir kali saat kita di mall, apa kau ingin itu terulang kembali?"tanya Putri sambil tertawa cekikan.


Caca yang mendengar penuturan Putri pun langsung terdiam. ingatannya terulang kembali saat mereka disandera di mall waktu itu.


"oh kau benar juga, aku jadi takut pergi ke mall,kalau tidak kita ke spa saja perawatan oke" ,Putri pun hanya menuruti permintaan sahabatnya itu.


akhirnya mereka pergi ke salon yang Caca anjurkan.


setelah sampai Putri dan Caca pun masuk ke ruangan itu.


"ada yang bisa saya bantu" tanya sopan sang resepsionis.


"kami butuh streatment untuk dua orang. kelas VIP ya", ujar Caca pada sang resepsionis.


"baik nona, silakan ikut saya ke ruangan "

__ADS_1


resepsionis itu membawa Caca dan juga Putri ke ruangan perawatan.


"silakan ganti baju anda dulu ya nona"


Putri dan Caca pun mengikuti perintah dari resepsionis.


Putri dan caca telah mengganti pakaian mereka menggunakan kain putih.


lalu mereka berbaring dengan santainya.


"apa Kau sering ke sini Ca?",


"sebulan sekitar tiga kali lah aku ke sini, kita perlu melakukan perawatan pada tubuh kita supaya terlihat awet muda dan juga tetap cantik Putri", ujar caca pada Putri.


" oh sungguh kehidupan wanita itu sangat meribatkan itu" , ujar Putri pada Caca.


"hai Putri kau belum terbiasa saja nanti kalau sudah terbiasa pasti kau akan sering-sering ke salon untuk menjaga tubuh dan wajahmu tetap glowing dan juga langsing, ini sangat menyegarkan" , kata Caca sambil meminjamkan matanya saat menerima pijatan dari para pegawai salon.


"wah ternyata enak juga ya dipijat seperti ini"


puji Putri kepada pijat itu memejamkan matanya. setelah dipijat menggunakan herbal mereka juga mukanya dirawat. sungguh ini pengalaman Putri yang pertama yang sangat sangat baru baginya, pada hari kehidupannya dulu dia tidak pernah berdandan ataupun merawat tubuhnya dia hanya tahu bertarung di medan perang.


2 jam telah mereka lalui untuk treatment tubuh dan wajah, setelah itu mereka mengganti pakaian dan keluar dari ruangan itu.


"brukk" , ternyata tak sengaja Putri bertabrakan dengan ibu-ibu yang juga baru keluar dari ruangan perawatan.


"Bu maafkan saya bu, saya tidak sengaja"


ibu itu pun berdiri sambil mengibaskan bajunya yang terkena lantai.


"tidak apa-apa nak ibu juga yang salah karena tidak melihat....putriiii"


ucap ibu itu dengan terkejut saat melihat wajah wanita yang ada di depannya.


Putri dan Caca pun terkejut karena ibu itu mengenali Putri.


"apa ibu mengenalku", tanya Putri pada ibu itu, ibu itu bukannya menjawab tapi langsung memeluk tubuh Putri dengan erat sambil menangis.


"Putri mama sangat merindukanmu kapan Kau kembali, kenapa kau tidak berkunjung kerumah mama"


Putri masih terheran-heran dengan sikap ibu yang ada di depan yang ini. Putri membiarkan sejenak ibu itu untuk menuntaskan kesedihannya, dirasa ibu itu sudah mulai tenang barulah Putri melepaskan pelukan ibu itu.


"maaf Bu jika aku melupakanmu. tapi memang benar jika aku tidak mengingat ibu sama sekali karena saya mengalami lupa ingatan" ujar Putri yang menjelaskan kepada ibu itu.


ibu itu sangat terkejut sampai menutup mulutnya yang terbuka.


"apa yang kau telah kau alami Putri sehingga kau amnesia", ujar ibu itu mengelus pipi Putri.


"sebaiknya kita duduk Bu biar saya menceritakan kepada ibu kenapa saya bisa lupa ingatan", Putri membawa ibu itu dan juga caca untuk duduk di sofa.


"sebelumnya maaf nama ibu siapa ya?"

__ADS_1


Putri sama sekali tidak mengingat siapa ibu itu.


"baiklah, namaku Mona, dan kamu cukup memanggilku Mama Mona seperti dahulu, Aku adalah ibu dari Alexander", Putri sangat terkejut ternyata ibu yang ada di hadapannya ini adalah ibu dari tuan bucin.


"oh maafkan aku mama Mona jika aku melupakanmu" , ujar Putri dengan rasa bersalah.


"tidak apa, apakah kau sudah bertemu dengan Alex Putri?", tanya Mama Mona dengan halus.


sebelum Putri menjawab Caca telah memotong dulu pembicaraan itu.


"oh ternyata Tante ini mamanya Tuan Alexander yang galak itu ya"


Putri langsung memukul kaget sahabatnya yang asal nyeletuk itu.


"husttt, kau tidak boleh berbicara seperti itu Caca", tegur Putri pada Caca, sedangkan Caca hanya menyengir kuda.


"hehehe maafkan aku tante, tapi Alexander dan Putri telah bertemu bahkan mereka telah melakukan dunia bersama kemarin malam"


ujar cacar pada Mama Mona.


"wah ternyata kalian telah bertemu dahulu ya, kenapa anak nakal itu tidak memberitahu Mama jika sudah bertemu denganmu, awas aja jika sudah sampai di rumah Mama akan jewer dia", ujar Mona dengan kesalnya.


"Jewer saja Tante aku mendukung" celetuk Caca dengan spontan, dan dia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Putri.


"maafkan ucapan sahabatku ini Tante dan jangan dimasukkan ke hati kata-katanya"


ujar Putri dengan halus.


"oh tidak apa-apa, Putri apa benar kau telah Diner bersama Alex?" ,Putri hanya mengangguk sebagai jawabannya, Mama Mona pun tersenyum.


"oh ya ayo ikut pulang ke rumah mama, kita harus merayakan kepulanganmu, dan Mama akan menghukum anak bandel itu karena tidak memberitahu Mama kalau kamu sudah pulang dan baik-baik saja".


ingin sekali Putri menolak namun dia tidak enak melihat raut wajah Mama Mona yang memelas, Putri melihat wajah Caca untuk mendapatkan persetujuan. dan Caca langsung mengganggu dengan semangat. dia ingin sekali melihat bagaimana Alexander dihukum oleh mamanya.


dia ingin membalas dendam karena Alexander kemarin berani melototinnya, apakah hari ini dia harus melihat Alexander dihukum oleh mamanya.


setelah Putri dan Caca setuju untuk ikut ke rumah ke rumah Mama Mona, sebelum pergi mereka membayar administrasi treatment yang telah mereka lakukan. dan mama mona membayar treatment yang dilakukan oleh putri dan Caca juga. Putri ingin menolak namun Mama nona tidak ingin menerima penolakan, sedangkan Caca sangat senang-senang sekali karena sudah dibayarin oleh mamanya Alexander.


mereka pun mengendarai mobil ke rumah Alexander. satu jam telah berlalu kini mereka sudah sampai di halaman rumah Alexander.


Mama Mona menggunakan mobil yang terpisah dengan Caca dan Putri.


"wow benarkah ini rumah tuan Alexander putri" , tanya Caca dengan tatapan penuh kagum terhadap rumah bak istana di hadapannya ini.


"hei tutup mulutmu nanti lalat bisa masuk jika kau membuka mulutmu sebesar itu ca", tegur Putri dengan tertawa pelan.


"iss kau ini,Aku sungguh takjub dengan kemegahan rumah ini seperti istana di kerajaan saja", sejujurnya Putri juga sangat kagum dengan rumah Alexander. hampir tidak ada bedanya rumah ini dengan kerajaannya dahulu.


"yah rumah ini begitu besar dan megah", hanya kata itu yang pandangan mereka pada rumah itu.


sepanjang jalan menuju rumah besar itu banyak para penjaga yang berjejer menyapa kedatangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2