
...----------------...
tak lebih dari satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Alex.
saat Putri berdiri di depan rumah itu dia merasa takjub dengan rumahnya Alex.
rumah ini 4× lebih besar daripada rumahnya padahal rumah Putri tergolong rumah mewah. tapi ini 4× kali lebih besar lagi.
apalagi banyak penjaga dengan menggunakan jas dan kacamata hitamnya tidak memungkiri kalau pemilik rumah ini adalah orang terkaya di kota.
Alex yang menatap Putri yang sedang mengagumi rumahnya pun tersenyum.
"Ayo Putri kita masuk ke dalam"ajak Alex
"apa kita tidak salah alamat Lex?"tanya Putri dengan berbisik.
Alex tersenyum melihat tingkah Putri yang terlalu polos.
"kita tidak salah alamat Putri ayo kita masuk". menggenggam tangan putri dan mengajaknya masuk ke dalam.
saat memasuki halaman rumah semua pengawal Alex pun membungkukan badannya. tarik hanya menganggurkan kepala sedangkan Putri tersenyum sambil menganggukkan kepala dan bahunya sedikit.
banyak pengawal yang tersenyum melihat keramahan Putri. Alex yang melihat pengawalnya tersenyum kepada putri pun kesal.
"apa kalian ingin lebih pecat sekarang juga?"
ketika semua pengawal itu langsung menundukkan pandangan mereka.
"put kau tidak boleh tersenyum pada mereka senyumanmu hanya boleh pada aku saja"
Putri pun bingung dengan sikap Alex apa salahnya jika dia tersenyum pada orang lain.
lalu mereka pun menuju ke dalam rumah Alex.
dalam rumah itu terlihat sangat megah. banyak barang antik yang terpajang di dalam rumah itu. dan pastinya harganya sangat fantastic. Putri tak anti-hentinya memandang takjub rumah Alex.
lalu mereka pun pergi ke atas ke kamar Alex. Putri semakin kagum dengan rumah Alex karena di dalam rumah terdapat lift.. Alex mengajak Putri masuk ke kamarnya tapi Putri merasa tak enak karena itu karena seorang pria, pucuk Putri karena dia ingin melihatkan sesuatu pada Putri. akhirnya Putri pun ikut Alex masuk ke dalam kamarnya.
setelah menaruh tas pakaian harus berjalan menuju rak bukunya lalu dia mengambil sebuah paper bag.
dia berjalan mengarah pada Putri dia duduk di kasurnya Putri pun mengikuti langkah Alex.
ternyata yang diambil Alex adalah album foto.
di dalam foto itu banyak kenangan dari adik kecil sampai dia tumbuh dewasa dan ada satu foto yang membuat Putri tertarik. ada foto gadis kecil dan seorang anak laki-laki sedang berselfie sambil anak perempuan itu memegang manisan ulang tahun.
"Alex apakah ini aku"tanya Putri.
"ya ini kau saat acara ulang tahunku kau terlihat lucu sekali"Putri yang dipuji seperti itu pun menunduk malu-malu.
"aku masih ingat tetap konyolnya dirimu saat kamu merengek meminta manisan itu padaku kau terlihat sangat menggemaskan" goda Alex.
__ADS_1
"sudahlah jangan menggodaku aku malu,"baiklah baiklah aku tidak akan mengganggumu.
lalu Alex pun membuka lembaran lainnya.
di lebaran itu terdapat foto Alex dan Mona serta ayah alex yang sudah tiada. seketika perasaan Alex pun menjadi sangat sedih dia menatap foto itu dengan tatapan sendunya.
Putri yang menyadari perubahan sikap Alex pun ikut juga sedih karena dia sudah mengetahui tentang kematian ayah Alex dari Brian.
Putri menggenggam erat tangan Alex.
"papamu pasti sudah bahagia di sana, dan dia sangat bangga karena memiliki putra sehebat dirimu Alex"ujar putri.
Alex pun langsung memeluk erat Putri.
dia menahan sesak tidak didadanya, bayangan ketika ayahnya dibunuh di depan matanya dan dia tidak bisa melakukan apapun membuat traumanya kembali muncul.
air mata Alex pun jatuh mengenai bahu Putri.
"tenang Alex"Putri mencoba menenangkan Alex.
dirasa Alex sudah tenang pun dia mengajak Alex ke bawah.
saat mereka turun ternyata Mona sudah pulang dari butik.
"hai rupanya kalian sudah sampai di rumah duluan hmm.Ya udah Mama mau masak buat kalian ya tunggu"saat Mona berjalan ke dapur Putri pun mengikutinya dari belakang.
"Mama apa aku boleh membantu"tanya Putri.
walaupun banyak asisten rumah tangga di rumah itu tapi Mama Mona sering memaksakan makanan khusus untuk anak kesayangannya.
Mona dan Putri pun asik dengan kegiatan memasak mereka. harus memperhatikan kedekatan maamannya dan Putri sangat senang. dia memperhatikan mereka sambil memainkan komputernya.
dia pun terlihat sedang menelpon seseorang.
"bagaimana apa sudah tahu dalang dibalik penculikan Putri".
"maaf bos kami gagal melacaknya karena saat kami sedang mengintrogasi penculik itu. pada penembak jitu yang membunuhnya"ucapkan di seberang telepon dengan ketakutan.
"sialan kalau tidak ada bukti lain...."tanya Alex kembali.
"semua bukti tentang riwayat panggilan chat maupun transferan sudah tidak ada bos"seperti yang mereka sudah menyadari bahwa mereka akan tertangkap jadi mereka melenyapkan barang bukti itu bos.
"kurang ajar mereka itu mulai sekarang perkata penjagaan Putri jangan sampai kejadian kemarin itu terulang kembali"lalu Alex menutup telepon itu
"aduh anak mama yang sayang satu ini selalu saja sibuk dengan pekerjaannya, apakah kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu sehari saja"ucap Mona kepada anaknya itu.
"maafkan Alex mah"ucap Alex lemah.
"ya sudahlah tidak apa-apa yang penting kamu harus menjaga kesehatanmu nah sekarang makanlah kamu harus coba masakan Putri ternyata Putri itu pandai sekali masak,pasti kamu menyukainya. kata Mama Mona dengan semangat.
lalu alex mencoba masakan yang dibuat Putri dan namanya.
__ADS_1
lalu ia pun terdiam sesaat.
"ada apa Alex apa terlalu asin atau kurang garam, maafkan aku jika masakanku bukan seleramu". ucap Putri dengan bersalah
"hei aku tidak mengatakan makananmu tidak enak. ini sangat enak sekali bahkan menyaigi rasa masakan mama".
lalu Putri pun mendengar menatap Alex.
"benarkah, jadi mas aku tidak asin"tanya Putri.
"tentu saja tidak, Aku ingin selalu rasakan masakanmu".
Putri yang mendengar pujian dari Alex pun tersipu malu.
mona yang melihat kedekatan anaknya dengan Putri pun sangat senang.
"sayang bagaimana jika kalian bertunangan lalu menikah"tanya Mona langsung mendapatkan tatapan dari kedua insan itu.
"mah apa ini tidak terlalu cepat kami saja baru mengenal kemarin, dan Putri merasa tidak pantas untuk Alex"jawab Putri sambil menundukkan kepalanya.
"siapa yang mengatakan kamu tidak pantas untuk anak mama, justru kamu yang paling layak menjadi menantu mama". jelas mona.
"kalau menurutmu bagaimana Alex apakah kamu mau menikah dengan Putri?". tanya Mona sambil melirik kepada anaknya.
"aku tentu saja mau ma" pernyataan Alex membuat Putri menatap Alex dengan tetapan bingung, kenapa Alex mudah sekali menyetujui permintaan mamanya itu.
"put sudah ku jelaskan aku itu mengenalmu waktu kita masih kecil, aku juga sudah menyayangimu,apa kau tidak menyayangiku juga" tanya alex menatap ke Putri
"tolong beri aku waktu"jawab Putri.
setelah acara makan siang selesai,akhirnya Putri diantar ke rumahnya oleh Alex. Alex pun mengikuti Putri sampai ke dalam rumah.
salsa yang melihat tampilan Alex dia teringat kalau Alex itu yang menghadiri acara pesta ulang tahun putri kemarin dan dia masih Kekeh untuk mendekati Alex.
"hai tuan Alex apa kabar kita bertemu lagi di sini"kata salsa kepada Alex.
"Aku baik-baik saja, Putri aku langsung pulang saja ya ada pekerjaan yang harus kurus"ucap Alex pada Putri lalu dia pun langsung meninggalkan rumah itu.
setelah kepergian Alex salsa menghampiri Putri dan menampar dia.
"hai katakan padaku sebenarnya kau menggunakan apa untuk memikat para lelaki kaya itu"ucap salsa dengan geram.
Putri yang tertampar pun langsung jatuh ke lantai dia meringis memegang pipinya yang terasa sangat perih.
"apa yang kau katakan salsa aku tidak menggunakan apapun untuk mendekati mereka, jangan menuduhku sembarangan selama ini aku selalu diam saat kalian memperlakukanku seperti ini"jawab Putri dia mencoba membangun keberaniannya untuk melawan salsa. sebelum selesai menjawab Putri pun pergi ke kamarnya.
salsa langsung menelpon Caca.
"ca kamu di mana Aku ingin bertemu denganmu"
"hai besti ternyata kau sudah pulang dari tempat tuan yang perkasa itu. Aku sedang di rumah kemarilah"ucap Caca di seberang telepon.
__ADS_1
setelah itu pun Putri pergi ke rumah Caca.