Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 35: kekacauan Sanjaya group


__ADS_3

"Apa kabarmu sayang, tante dan om sangat menghawatirkan mu, kau tahu Caca bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak selama 1 minggu setelah kau menghilang. dan dia juga tidak nafsu untuk makan". ujar Mama Caca pada Putri.


Putri yang mendengar penuturan itu pun tersenyum.


"maaf Tante Om Caca, aku membuat kalian khawatir, aku akan menjelaskan nanti, tapi bolehkah kami duduk dahulu karena aku sudah lelah berdiri hehehe".


"Ya ampun tante sampai lupa ayo silakan duduk .bi siapkan makanan dan minuman untuk tamu kita".


Caca menggenggam arah tangan putri lalu dia mengajaknya duduk di bangku.


"oh ya dia siapa put?".


tanya Caca pada Putri.


"oh ya aku sampai lupa mengenalkannya, kenalkan om tante Caca dia adalah Raka.


keluarganya yang telah menolongku saat aku tenggelam di lautan".ujar Putri.


"apaaaaaaaa". teriak mereka bertiga bebarengan


"bagaimana kamu bisa tenggelam di lautan putri".


tanya Mama Caca.


"begini tante.caca kau ingatkah saat kita study tour, saat itu aku sedang menolong Lian untuk melawan harimau , nah saat itu ada yang menembak kami dengan bius, lalu saat aku tidak sadarkan diri aku dibawa ke sebuah gudang kosong, ternyata yang menculik Aku adalah orang suruhan mama Indri.


dan mama indri menyiksaku habis habisan di sana. wajah dan tubuhku digores oleh pisau, dan disiram menggunakan air perasan jeruk . setelah itu aku diberi racun Dan dilempar mereka kelautan".


jelas Putri dengan panjang lebar.


"kurang ajar mereka.mereka biadab sekali,aku tak bisa tinggal diam. kenapa mereka selalu ingin menyingkirkanmu Putri". ucap papa Caca dengan amarah nya.


"Lampir itu ingin menguasai harta peninggalan papanya Putri. tapi tindakan mereka sekarang telah melampaui batas kita harus melaporkan mereka kepada polisi"ujar Caca.


"iya Mama juga setuju kita harus melaporkannya kasus ini ke polisi". tambah Mama Caca lagi.


"kalian tau, semua makhluk hidup tak luput dari sifat ketamakan serta rasa iri dan kehausan akan memiliki sesuatu. tapi jika hasrat itu tak mampu kita kuasai dengan baik maka kita pasti akan menghalalkan cara untuk memilikinya, serta tak memikirkan konsekuensi kedepannya, untuk masalah ini aku akan membalaskan dendamku secara pribadi tante Om Caca".


ujar Putri kepada mereka bertiga.


"tidak Putri aku tidak setuju. kau itu selalu lemah kepada mereka.kau selalu mengalah dengan apa yang selalu mereka lakukan padamu selama ini. Aku tidak akan percaya lagi jika kamu benar-benar ingin membalas dendam mereka. biarkan kami ikut bersamamu,aku ingin sekali me robek robek wajah nenek lampir itu ".


kata Caca sambil meluapkan emosinya.


"aku bukan Putri yang dulu. yang akan selalu mengalah dengan apa yang mereka lakukan padaku. jika mereka berani menggigitku maka akan ku patuk kembali mereka".


ucap Putri sambil tersenyum.


"tapi kau harus tetap melibatkan aku ya untuk membalas dendam". kata Caca tak mau kalah.


"baiklah Caca tapi kau jangan terkejut dengan apa yang akan aku lakukan ya, untuk sementara waktu bolehkah aku dan raka tinggal di sini". tanya Putri sambil menatap mereka bertiga.


"tentu saja boleh bahkan kau tinggal selamanya di sini pun aku sangat setuju. iya kan mah pa?". kata Caca sambil menatap kedua orang tuanya.

__ADS_1


"kamu ini bertanya apa sih sayang. kamu itu seperti anak kami sendiri .kamu boleh tinggal sepuasnya di rumah kami".


"nah untuk Raka nanti kamu akan tidur di kamar tamu ya"ucap papa Caca.


"ya Om terima kasih.maaf sudah merepotkan kalian". ujar raka dengan tulus.


baiklah sekarang ayo kita makan. sepertinya hidangan sudah disiapkan.


lalu mereka pun pergi ke ruang makan untuk mengisi perut mereka,acara makan itu sangat tenang.


...----------------...


Disisi lain di kantor Sanjaya group. Indri memimpin perusahaan itu dengan semena-mena. ia memecat siapa saja yang membuat dia kesal. serta keadaan keuangan perusahaan tidak stabil.


di data perusahaan dana banyak keluar untuk membeli material.namun pengeluaran itu tidak sesuai dengan material yang mereka beli. harganya juga sangat tidak sama dengan nilai pasaran. uang itu digelapkan oleh Indri dan masuk ke dalam rekening pribadi Indri sendiri .untuk kebutuhannya berfoya-foya bersama anaknya.


saat ini Indri sedang duduk di ruangan CEO dia menaikkan kakinya di atas meja berlagak seperti bos besar.


"memang sangat menyenangkan hidup mewah seperti ini. dan tidak akan ada yang bisa merebut semua ini dariku hahahhaha".tawa Indri dengan puasnya.


tak lama setelah itu datanglah sekretaris Indri.


"maaf Bu kita akan ada rapat dadakan untuk para manajer perusahaan, dan para investor perusahaan". ujar sekretaris itu.


"baiklah kau pergi siapkan ruang rapat sekarang". perintah Indri kepada sekretaris itu.


"baik bu". lalu sekretaris itu pun pergi meninggalkan Indri.


"apalagi yang ingin mereka bahas Aku paling benci dengan namanya rapat-rapat seperti itu. tapi baiklah ini tanggung jawabku sebagai pemilik perusahaan ini sekarang"


di dalam ruangan itu sudah banyak para investor perusahaan yang sudah di dalam ruangan menunggu Indri datang.


"baiklah kita mulai saja, saya akan menjelaskan tentang pertemuan kita kali ini, para investor perusahaan ingin mengadakan pertemuan rapat mendadak ini karena mereka ingin memutuskan kerjasama antara perusahaan mereka dan perusahaan Sanjaya group. mereka memutuskan kerjasama ini karena perusahaan kita mengalami penurunan serta menghilangnya dana untuk proyek bangunan yang sedang kita jalani, maka dari itu para investor menarik semua kerjasama yang sudah dilakukan oleh Sanjaya group.". jelas asisten itu kepada Indri dan para anggota investor yang hadir di rapat itu.


Indri yang mendengar pemutusan kerjasama itu pun terkejut.


"hai kalian, kalian tidak boleh memutuskan kerjasama ini secara sepihak, saya tidak menyetujui pemutusan kerjasama ini".


ucap Indri dengan murka.


"maaf Bu keputusan kami sudah bulat. kami ingin memutuskan kerjasama ini karena proyek kita bukannya mengalami kemajuan tapi malah penurunan, dana yang kami sudah berikan sangatlah banyak tetapi kenapa proyek kita sangat lamban dan banyak karyawan yang belum digaji. ke mana dana yang kita kelola itu?". jawab salah satu investor.


Indri yang mendapat pertanyaan itu menjadi gugup..


"apakah kalian menuduhku menggelapkan dana itu". ucap Indri dengan sinisnya.


"tidak kami tidak menuduh ibu Indri menggelapkan dana perusahaan. tapi jika proyek ini dilanjutkan dan tidak ada kemajuan sama sekali untuk apa? kita malah mengalami kerugian yang besar jika melanjutkan proyek kita". jawab salah satu investor.


"oh jadi kalian ingin mengundurkan diri. baiklah sekarang coba lihat kontrak yang sudah saya berikan kepada kalian waktu di sana tertera jika kalian membatalkan kerjasama ini maka kalian akan di kenakan denda senilai 2 triliun masing-masing orang".


ucap Indri dengan tersenyum sinis.


lalu semua orang mulai membaca kembali kontrak itu...

__ADS_1


"apa..bagai mana mungkin ini ada...kemarin kita membaca tidak ada perjanjian kita untuk mengganti denda senilai 2 triliun... kita hanya membayar 2 miliyar untuk pemutusan kerjasama ini. pasti anda sudah menyabotase semua ini kan nyonya Indri" ucap investor itu dengan amarahnya.


"aku tidak menyabotase sama sekali perjanjian itu kalian yang salah karena tidak membacanya dengan teliti. kalian kalian akan maju tanpa proyek ini atau membayar denda 2 triliun kepada grup Sanjaya?".


semua orang tak berkutik.


"baiklah kami akan melanjutkan proyek ini. tapi dengan syarat Anda harus benar-benar memantau proyek kita ini kalau selalu mengalami kerugian, maka tidak ada hasilnya kita mengerjakan ini semua".


setelah itu pun rapat itu dibubarkan.


Indri dapat bernapas dengan lega. untung Indri sudah mengganti surat perjanjian itu dan memasukkan semua tanda tangan para pengusaha. dia sudah memikirkan hal ini akan terjadi. dia makanya dia sudah menyiapkan ini semua dengan baik.


"kali ini aku tidak boleh meremehkan ini lagi. baru saja kamu bersenang-senang kenapa sudah ribut seperti ini".


lalu salsa pun datang ke kantor mamanya.


"Mama minta uang dong Aku mau belanja nih".


ucap salsa sambil mengadahkan tangan kepada mamannya untuk meminta uang.


"salsa jangan sekarang dulu ya.perusahaan kita sedang mengalami masalah.karena kita terlalu sering menggunakan uang perusahaan untuk kita bersenang-senang. tunggu proyek yang Mama sedang jalankan ini selesai maka Mama akan tambah uang bulanan kamu".ucap Indri kepada mamanya..


"tapi ma aku ingin shoping, ada sepatu keluaran terbaru ma,kalau aku tidak membelinya sekarang pasti nanti aku kehabisan karena itu edisi terbatas,hanya satu kali produksi mah..."


rengek salsa kepada Indri.


"tidak salsa. jika kamu ingin menjadi gelandangan maka teruskan saja tapi kalau kamu masih ingin hidup mewah maka turuti Mama untuk kali ini saja". ucap Indri dengan tegasnya.


"tidak aku tidak ingin hidup gelandangan. baiklah aku akan menuruti keinginan mama tapi janji ya uang bulananku ditambah".


"baiklah Mama berjanji. kalau begitu aku pulang dulu".


setelah itu pun salsa meninggalkan Indri di kantor ruangan itu.


"aku dibikin pusing oleh kelakuan anakku yang satu itu. lebih baik aku pergi untuk menyenangkan diriku".


Indri pun pergi untuk menemui selingkuhannya jaya.


...----------------...


Indri pun pergi ke apartemen jaya.


"sayang kamu sudah datang kemari kata kau merindukanku?".


"iya sayang aku sangat merindukanmu. kepalaku sangat sekit sekali mengurus perusahaan".ujar Indri


"mengapa kau tidak jual saja perusahaan itu. lalu uangnya kita bawa pergi dan kita akan menetap di negara lain".


"oh tidak semudah itu sayang. Aku masih ingin menikmati kemewahan yang aku rasakan sekarang, dan bila aku menjualnya sekarang maka banyak orang yang akan curiga kepadaku".jawab Indri denga serius .


"sudahlah daripada kau pusing lebih baik kita memuaskan diri saja. aku sudah sangat merindukanmu sayang".jawab jaya mulai menyentuh titik sensitif Indri.


"aku juga sangat merindukan sentuhanmu sayang, puaskan diriku sayang dengan sentuhan mu". ujar Indri sambil merangkul leher jaya dengan manjanya.

__ADS_1


lalu mereka pun saling bercumbu.


memuaskan hasrat mereka masing-masing.


__ADS_2