Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 57:membawa Putri kerumah alex


__ADS_3

setelah memasuki halaman rumah besaran megah itu pun mobil mereka akhirnya berhenti.


"ayo sayang kita masuk tadi Mama sudah menelpon Alex untuk pulang kemari, tapi mama tidak mengatakan jika kamu kemari, lebih baik kita masuk ke dalam dan kita makan Mama tadi sudah menyuruh orang rumah untuk memasak makanan yang banyak" , ujar mama mona Dengan semangatnya.


"wah asik kamu juga kebetulan belum makan tante", ujar Caca sambil cengengesan .


"kalau begitu pas ayo kita masuk dan makan"


mereka bertiga pun akhirnya memasuki rumah besar itu.


saat mereka masuk tiba-tiba ada seekor macan tutul yang bertubuh besar berlari menghampiri mereka, macan itu menggeram dengan sangar.


"hai tenang Kevin ini aku dan tamuku" ujar Mama Mona kepada Kevin hewan peliharaan Alexander,Kevin pun akhirnya tenang setelah mendengar ucapan dari Mama Mona.


"maafkan Kevin ya. ini peliharaan Alex dan jangan coba-coba menyentuhnya karena dia itu sangat galak, dia hanya tunduk pada Alex saja, Mama saja ingin mengelus kepalanya dia seperti ingin mencakar mama, untungnya jika ditegur dia tahu, dia seperti mempunyai akal pikiran seperti manusia" , ucap Mama Mona menjelaskan kepada Caca dan Putri.


"Aku tidak akan berani menyentuhnya tante"ujar Caca bersembunyi di balik punggung Putri.


sedangkan Putri sendiri tertarik pada macan tutul itu.


"hai Kevin,kau terlihat sangat gagah sekali,bolehkah aku menyentuh mu?" , kata Putri bertelepati pada Kevin.


Kevin mengerutkan dahinya dengan heran.


"apakah gadis ini melakukan telepati padaku? atau hanya perasaanku saja?"


ujar batin Kelvin.


"tidak Kevin aku memang bisa telepati padamu, jadi bolehkah aku mengelus kepalamu Kelvin" tanya Putri melalui telepatinya kembali.


kelvin yang mendengar ucapan telepati dari Putri pun sangat terkejut karena orang-orang yang bisa melakukan telepati adalah orang-orang yang berkemampuan super seperti halnya tuannya dahulu yaitu kakek wahno. Alexander saja yang mempunyai kesaktian dan bisa berkultivasi belum bisa melakukan telepati dengan nya hingga saat ini, tetapi wanita di hadapannya ini dengan mudahnya melakukan telepati dengannya,jadi sekuat apa wanita ini?.


dengan perlahan Kelvin mendekati Putri.


"Putri hati-hati nanti kamu dicakar macan itu"


ujar Caca melihat Kevin yang mendekat.


"Kevin jangan nakal ya, jangan membuat tamu ku takut", ucap Mama Mona pada Kevin.


sedangkan Putri langsung mendekat dan mengelus kepala Kevin.


semua orang begitu terkejut melihat putri yang berhasil mengelus kepala Kevin, dan nampak Kevin begitu manja kepada putri bahkan menjilati wajah Putri.


"hai kau tampan sekali, apa kau mau menjadi temanku?" , tanya Putri kepada Kevin.


"ngaunggggg ,ngauuuuu( tentu saja aku mau berteman denganmu nona, karena selama ini aku tidak bisa berbicara pada siapapun kecuali nona, bahkan Tuan Alex saja tidak bisa berbicara padaku, Aku sangat senang ada yang bisa memahami ucapanku)" ujar Kevin dengan auman kepada Putri, Putri pun tersenyum sedangkan orang-orang menatap kagum pada Putri bisa menjinakkan sang macan tutul yang mereka ketahui galak itu,dan hanya tunduk pada bos mereka Alexander.


"tentu saja aku ingin berteman denganmu, kau sangat tampan dan sangat gagah, kenapa kau ada di sini" tanya Putri pada Kevin sambil mengelus kepalanya.


sebelum harimau itu menjawab Caca lebih dulu memotong ucapan Putri.


"hai Putri apa kau sudah gila berbicara dengan macan itu,hati hati nanti macan itu menggigit mu" tegur caca dia menatap ngeri kepada putri yang berani sekali mengelus macan liar itu.

__ADS_1


"dia itu sangat jinak Kau tidak perlu takut padanya, lihatlah bagaimana dia manja padaku" , ujar Putri sambil tertawa bermain dengan Kevin, Kevin terus saja menjilati wajah Putri dan mengelus kepalanya ke arah badan Putri.


Mama Mona pun sampai terkagum-kagum pada Putri. padahal macan itu di rumahnya sudah beberapa bulan namun dia tidak berhasil menjinakkan hewan itu. sedangkan Putri yang baru bertemu saja langsung bisa menjinakkan hewan itu.


"Putri kamu sangat hebat sekali bisa menjinakkan macan itu,mama saja yang sudah berbulan-bulan bersama dia tapi tidak bisa menjinakkannya, lihatlah betapa manjanya dia bersamamu" , ujar Mama Mona penuh kekaguman menatap Putri dan Kevin.


"dia begitu lucu mah,Caca coba kamu pegang Kevin,dia tidak galak", ucap Putri kepada Caca.


Caca dengan perlahan mendekati Kevin dan mencoba mengelus kepalanya, sebelum dia menyentuh Kevin sudah memasang wajah galak yang siap menerkam mangsa.


seketika Caca berteriak ketakutan dan bersembunyi di belakang tubuh Mama Mona.


"aaaaaaa,,,,Tante aku hampir dimakan oleh macan itu", Caca mengadu kepada Mama Mona.


"Mama juga bingung kenapa dia hanya menurut kepada putri dan Alex saja" kata Mama Mona kebingungan.


"Kevin kau tidak boleh galak seperti itu kepada temanku, temanku itu baik jadi kamu tidak boleh menyerang nya" , Putri menegur Kevin dengan lembut.


"ngaungggg nganggur...aummm,,(Aku tidak mau berteman dengan sembarang orang nona,cukup anda dan Tuan Alex saja Aku ingin bermanja-manja)", ujar Kevin dalam bahasanya kepada Putri, Kevin menata Putri dengan wajah imutnya.


"oh jadi begitu, tapi kau harus berjanji tidak boleh menyakiti orang-orang yang tidak bersalah ya" , uca Putri sambil mengelus kepala Kevin, Kevin pun mengangguk dengan semangat.


Mama Monas dari tadi memperhatikan Putri berbicara kepada Kevin seakan-akan mereka saling memahami bahasa masing-masing.


"sayang apa kamu tahu bahasa binatang?" , tanya Mama Mona.


"tidak juga mah aku hanya asal menebak suasana hati mereka saja", ujar Putri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"oh ya mending kita lihat kebun belakang sambil menunggu Alex pulang, semenjak Alex membawa kevin ke rumah ini,sekarang dia banyak memelihara hewan-hewan buas. entah lah kenapa hobinya memelihara hewan buas, tapi hanya Kevin saja yang dibiarkan begitu bebas bahkan dibuatkan kamar oleh Alex, ada ada saja anak itu" ,


lalu mereka bertiga beserta kevin menuju ke halaman belakang, karena rumah itu yang begitu besar dan luas jadi halaman belakangnya sudah seperti kebun binatang, sangat luas dan indah, bahkan setiap kandang dibuat seperti alam asli untuk habitat para hewan disitu.


Caca dan Putri dibuat kagum oleh desain rumah itu.


"wah keren ya Putri memang ya kalau olang haya itu bebas melakukan apapun" , biar Caca sambil berbisik kepada putri dengan bahasa lainnya.


"orang kaya Caca bukan olang haya" , Jawab Putri sambil menggelengkan kepalanya.


sedangkan caca tertawa cekikikan.


"wah mah tempat ini sangat keren persis seperti di hutan sungguhan,", ujar Putri penuh dengan kekaguman.


"ini semua yang mendesain itu Alexander, dia ingin para hewan merasa nyaman dan betah tinggal di tempat ini, dan tentu saja hewan-hewan itu hanya menurut kepada Alex, entahlah kenapa , tapi mama juga senang melihat hewan hewan ini, jika mama bosan dan tidak ada pekerjaan Mama pergi ke kebun belakang melihat hewan-hewan ini, tapi tetap saja mama takut mendekati mereka karena mereka itu hewan buas", ujar Mama Monas sambil memperhatikan para pekerjanya memberikan makanan kepada hewan peliharaan Alex.


di kebun belakang itu ada buaya 2, Harimau 4, singa 6, ular piton 2, macan tutul 3 termasuk Kevin.dan burung hantu sepesies Eurasian Eagle owl.


Eurasian Eagle Owl


Burung hantu jenis elang Eurasia adalah salah satu jenis yang memiliki ukuran tubuh terbesar di dunia. Burung hantu jenis ini dapat Grameds ditemukan di sebagian besar wilayah Asia, Eropa, dan beberapa wilayah bagian Afrika utara.


"wow lihatlah burung hantu itu, sangat besar sekali", ucap Caca penuh kekaguman.


"ya cukup lumayan", timpal Putri dengan santainya.

__ADS_1


"hei cukup lumayan bagimu, buring ini termasuk burung hantu yang terbesar di dunia loh, memangnya kamu pernah melihat burung hantu yang lebih besar dari ini?"


tanya Caca pada Putri.


"kau tidak tahu saja burung hantu di dimensiku sebesar mobil, bahkan bisa membawamu terbang ke angkasa, kalau aku menjelaskan padamu pasti kau tidak akan percaya", ujar Putri di dalam hatinya, dan jika dia mengatakan itu pasti Caca pun tidak akan percaya.


"yah Aku pernah melihatnya di alam mimpiku hahaha", kata Putri sambil tertawa garing.


"is kau ini aku serius tau"


Kevin berjalan ke depan dan mengaung seperti berbicara kepada para hewan yang ada di kandang-kandang itu.


"ngaungg...aungggg .ngaungggggg wong( hai teman-teman, aku membawa tamu nona yang berbaju berwarna putih ini, dapat berbicara kepada kita, pasti kalian akan suka)" ujar Kevin kepada para penghuni kandang itu, setelah mengatakan itu semua hewan menatap ke arah Caca Mama Mona dan juga Putri.


Mama Mona dan juga Caca langsung tegang karena semua hewan buas itu menatap ke arah mereka. sedangkan Putri hanya tersenyum manis. para penjaga saja sampai ketakutan melihat hewan-hewan itu menatap kepada nyonya mereka, mereka takut hewan-hewan buas itu akan memberontak, lalu para pengawal yang bertugas menjaga bagian belakang pun maju untuk melindungi ketiga wanita itu.


"aaa... ada apa?kenapa mereka menatap kita begitu" , ucap caca sambil tergagap-gagap, dia pun bersembunyi di belakang punggung Putri. Mona yang tidak tahu pun ketakutan. lalu dengan serempak semua hewan di situ mengaung, dan itu membuat para penghuni rumah itu ketakutan dan gemetaran, mereka mengira hewan-hewan itu akan memberontak.


" ngaung...ngongggg(selamat datang nona putri)", ucap para hewan itu dengan serempak.


karena semua hewan yang ada di situ mengaung membuat para manusia ketakutan. dan hanya Putri saja yang tersenyum atas sambutan yang diberikan oleh para hewan itu.


Putri yang memperhatikan semuanya menjadi tegang pun menggelengkan kepalanya.


"terima kasih atas sambutan kalian semua, tapi jangan menatap ke arah kami ya. lihatlah mereka ketakutan mereka pasti mengira kalian akan menyerang kami", ujar putri kepada para hewan melalui telepatinya.


para hewan itu pun akhirnya menyadari jika mereka membuat kesalahan hingga membuat para manusia itu ketakutan.


akhirnya mereka menurunkan pandangannya agar tidak menatap para manusia di hadapannya itu.


"tenanglah mereka hanya menyambut kita dan mereka tidak akan menyerang kita Caca Mama Mona", ocha Putri dengan lembut kepada Caca dan juga mama Mona.


"wow ini baru pertama kalinya terjadi. apa benar tadi mereka itu menyambut kita sayang" , tanya Mama Mona pada Putri.


"iya ma jadi tidak perlu takut",


" sepertinya kamu memahami hewan-hewan itu ya", ujar Mama Mona kembali.


setelah itu pun Putri mulai mendekati setiap kandang dan berbicara kepada para hewan itu serta mengajak mereka bermain. bahkan Putri dengan beraninya memasuki kandang itu tanpa ada pengawal yang menemaninya.


lagi-lagi orang-orang dibuat terkejut dan hampir jantungan karena Putri berani memasuki kandang itu.


sedangkan cacah dan Mama Mona hanya berani menatap dari kejauhan.


"sungguh sekarang kau sangat berbeda Putri, dan Mama sangat suka dengan perubahanmu ini", ujar Mama Mona tersenyum menatap Putri yang sedang bermain dengan para singa.


saat mereka sedang asyik menatap Putri tiba-tiba Alex masuk ke dalam kebun binatang itu.


Alex yang melihat Putri sedang bermain pada para Singapore terkejut dia langsung lari menghampiri kandang singa itu. dia takut jika Putri diserang oleh para peliharaannya.


"Putri apa yang kau lakukan di dalam cepat keluar" , ujar alex dengan nada kekhawatirannya. dia takut hewan-hewan itu menyerang Putri. karena hanya dia dan para pawang dari hewan itu yang berani menyentuh peliharaannya.


mendengar teriakan Alex yang begitu kencang semua orang menatap kepada Alex yang sedang berlari.

__ADS_1


bahkan Putri yang terbaring sambil bergurau dengan para singa itu pun terbengong karena teriakan Alex.


__ADS_2