
"saat aku sampai di pegunungan barat, aku melawan beberapa hewan yang berevolusi, kalian tahu, hewan yang berada di pegunungan barat mempunyai kekuatan yang tidak masuk akal. bahkan mereka bisa berbicara selayaknya manusia. tapi hewan yang berevolusi dan dapat berbicara itu di atas usia 100 tahun.dan ukuran hewan yang berada di pegunungan barat itu sangat-sangat tidak masuk akal.
singkat cerita saat aku melawan 2 singa kakek wahno datang menolongku saat aku hampir terbunuh oleh salah satu isinya itu. lalu dia membawa ku ke pondoknya.setelah itu aku diangkat menjadi muridnya dan kakek wahno membantuku berkualtivasi. dan aku tidak bisa menjelaskan bagaimana caraku berkultivasi.tapi setidaknya itu membutuhkan waktu 1 tahun lebih dan tingkat ku tidak naik banyak. kakek wahno saja membutuhkan ribuan tahun untuk melakukan kultivasi itu dan sebelum meninggal usia kakek wahno berumur 2019 tahun."jela Alex
"wow Alex kau tadi mengatakan usia kakek wahnk 2019 tahun,apa kau tidak membodohi kami, sebegitukah tuanya kakek wahno?..."tanya Bryan dengan hebohnya.
"untuk apa aku membohongimu aku saja sebelumnya tidak percaya. tapi melihat pengalaman dan kekuatan aku jadi percaya"
" kakek wahno sangat berjasa bagiku, bahkan dia rela memberikan kekuatannya untuk diberikan padaku sampai membuatnya kehilangan nyawanya"kata Alex sambil merasa sedih dia pun menatap keluar jendela.
"dan aku merasa bertanggung jawab untuk menjaga Kevin, karena Kevin tidak mempunyai siapa siapa lagi selain kakek wahno. maka dari itu aku mau ngajak Kevin kemarin". lanjut Alex.
"oh jadi begitu, tapi aku jadi penasaran bagaimana bentuk hewan-hewan di sana. pantas saja banyak manusia yang mengatakan jika pegunungan barat itu sangat misterius dan banyak orang yang tidak kembali saat melakukan perjalanan ke sana. dan kau beruntung Alex karena kau telah ditemukan oleh kakek wahno"ucap Bryan.
"ya kau benar.aku sangat beruntung bertemu kakek wahno. jika tidak mungkin aku tidak akan kembali sekarang". kata Alex menyetujui perkataan dari Brian.
"jadi kalian berdua membohongi Mama jika kekurangan barat itu aman bagi manusia"ucapan Mama menatap tajam Brian dan juga Alex.
Brian yang menyadari kebodohannya pun langsung merasa ketakutan.
"ma...ma.... maafkan Bryan Ma. apa mama tidak melihat tatapan Alex waktu itu, dia mengancam Brian dengan matanya yang menakutkan jadi Brian hanya membantu dia saja.maafkan Brian ma". ucap Brian membela dirinya sendiri.
"sudah lah ma lagi pula aku kembali dengan selamatkan sekarang, mulai besok aku akan bekerja sambil mencari info informasi keberadaan Putri"ucap Alex lagi.mona pun yang mendengar jawaban dari anaknya tidak bisa membantahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di tempat lain di sebuah gubuk sederhana, terlihat lah seorang gadis yang sedang terbaring.
dia mulai mengerjapkan matanya karena merasa silau dengan cahaya yang mengenai matanya melalui lubang kecil pada dinding.
"ughhhhhh..... kepalaku sakit sekali..."ucap gadis itu.
"hei di mana aku? apakah ini di surga atau di neraka.tapi jika di surga kenapa tidak ada hamparan bunga dan jika di antara kah kenapa kau tidak kepanasan"ucap gadis itu lagi.
lalu dia pun memperhatikan tangan dan kakinya.
"tangan dan kakiku ini sangat asli. jadi aku masih hidup, tapi bagaimana mungkin, aku tahu sendiri akibat jika menggunakan kekuatan itu secara paksa.pasti aku akan mati dan tak akan menyisakan walau hanya jasad ku.lalu di mana aku sekarang".
ya dia adalah Putri Sienna Huang lu. jiwanya ditarik sesuatu memasuki tubuh Putri di saat mereka meninggal secara bersamaan walaupun berbeda dimensi.
lalu kepala putri pun sakit.
Putri memegang kepalanya dengan erat.seketika kenangan Putri pemilik asli tubuh itu mulai mengalir di kepala Putri Sienna. kenangan demi kenangan berlalu mulai dari dia kehilangan ibunya, dan dia berkenalan dengan beberapa pria yang sempat menggetarkan hatinya .
dan kenangan yang paling mengerikan tentang bagaimana sampai pemilik tubuh asli ini disiksa secara brutal Mama tirinya.
"hik hik hikkk.... kisah mu menyedihkan sekali Putri...hik hik hik.... lihatlah bekas di tubuhmu dan di wajahmu ini, ini pasti sangat menyakitkan bagimu dulu".
Putri Siena memegang bekas luka di tangan dan juga pipinya.dia sangat prihatian terhadap musibah yang menimpa Putri. sehingga membuatnya kehilangan nyawa.
" aku berjanji Putri aku akan membalaskan dendam mu, akan ku ubah dirimu yang dahulu lemah menjadi wanita tak terkalahkan, kan ku buat orang yang sudah menyiksamu meminta ampun di bawah kakiku dan akan ku habisi mereka seperti mereka menghabisimu, semoga kau tenang di alam sana Putri"ucap Putri sheina sambil terisak.
ibu Ajeng yang mendengar teriakan Putri sebelumnya bergegas lari masuk ke dalam kamarnya.
"oh nak kau sudah sadar akhirnya, ayah Raka ke marilah nona ini sudah sadar"teriak ibu Ajeng dari kamarnya.
lalu Bu Ajeng mengambilkan air minum untuk diminum putri siena.putri Siena pun menerimanya dan langsung meminumnya.
"apa yang kamu rasakan nona"tanya Bu ajeng
"aku merasa kepala pusing sekali dan tubuhku terasa sakit"ucaa Putri.
sekarang kita panggil Putri Siena menjadi putri Sanjaya saja ya karena dia sudah pindah ke dalam tubuh Putri Sanjaya.
"Bu bolehkah aku bertanya sudah berapa lama aku tidak bangun". tanya Putri penasaran.
"kamu tidak sadarkan diri satu tahun lebih nak". ucap ibu Ajeng.
__ADS_1
"apa Bu satu tahun lebih. lama sekali aku pasti merepotkan ibu".
Putri menjadi merasa bersalah karena dia merepotkan ibu Ajeng dan dia juga terheran kenapa dia bisa tertidur lama sekali.
"tidak apa nak sudah kewajiban kita kan saling menolong sesama, kalau boleh tahu siapa namamu nak dan kenapa kau bisa sampai seperti ini". tanya Bu Ajeng kepada Putri.
" aku disiksa dan di racuni oleh ibu tiriku karena dia ingin menguasai harta peninggalan ayahku. dan mereka membuangku kelautan agar menghilangkan jejak mereka Bu"ujar Putri.
"kurang ajar sekali.mereka tidak ber perikemanusiaan, hanya karena harta sampai menggelapkan hati mereka, hingga mereka tega melenyapkan nyawa seseorang"ucap Bu Ajeng langsung memeluk tubuh Putri dia merasa sangat sedih atas nasib yang diderita gadis di depannya ini.
"tak apa Bu aku kalo ini aku akan membalas perbuatan mereka". wajah Putri sambil menatap tegas ibu Ajeng.
lalu masuklah pak Ujang dan Raka.
"oh nona sudah bangun syukurlah bapak jadi senang"ucap pak Ujang.
" oh ya nak ibu dari tadi lupa ingin menanyakan namamu.siapa namamu nak"
"nama saya Putri Sanjaya Bu".
"oh kalau nama ibu. ibu Ajeng dan ini suami saya pak Ujang,dan yang ini putra Mata wayang saya namanya Raka".
lalu Putri pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap mereka.
Raka yang melihat senyum Putri pun sampai dibuat terpanah. ternyata gadis di depannya itu sangat cantik jika tersenyum.
krucukk........
bunyi perut Putri kelaparan. Putri memegang perutnya sampai cengengesan lalu pipinya memerah karena malu.
semua tertawa melihat tingkah lucu Putri.
"maafkan ibu Ya nak
baiklah ibu akan bikin bubur sebentar biar kamu bertenaga,".
setelah selesai membuat bubur putri pun makan dengan lahap setelah itu dia bangun untuk membersihkan dirinya.
"Bu saya ingin mandi,di mana ya kira-kira saya bisa mandi".
"nak apa kamu bisa bangun? kamu baru saja sadar, ibu bantu kamu saja untuk mengelap tubuhmu"kata ibu Ajeng mengkhawatirkan keadaan Putri yang baru saja sadarkan diri.
"tidak Bu saya tidak enak merepotkan ibu saya sudah merasa baikan. lihatlah saya sudah mampu berdiri".
"baiklah jika kamu sudah merasa baikan ibu akan mengantarkanmu ke sungai tidak jauh dari belakang rumah ini"
lalu mereka pun pergi ke sungai untuk mandi.
"baiklah terima kasih ibu sudah mengantarkanku ke sungai. ibu tinggalkan saja saya sendiri nanti saya bisa pulang sendirian ibu jangan menghawatirkan ku".
kata Putri pada Bu Ajeng.
"baiklah ibu pulang duluan.hati-hati ya nak tenang saja tidak akan ada yang mengintip mu mandi. karena rumah ibu jauh dari rumah penduduk desa. jadi jarang ada orang datang kemari"Putri pun mengangguk menanggapi perkataan ibu Ajeng.
setelah ibu Ajeng pergi Putri pun mulai tersenyum.
"sebenarnya di dimensi mana aku sekarang? aku akan mencari informasi lebih lanjut,tapi kalau aku bertanya pada ibu aku takut ibu akan menatapku dengan aneh".
lalu Putri pun membuka pakaiannya dan menggantikannya menggunakan kemben.
"apa aku mandi menggunakan ini ya. aku takut masih ada orang yang akan datang kemari dan memergoki aku sedang mandi tapi bagaimana caranya menggunakan kain ini"Putri melihat kain itupun dengan aneh lalu dia mencoba memutar-mutarkan kain itu di tubuhnya.
"ya pasti seperti ini ya sudahlah aku akan berendam".
saat Putri membasuh wajahnya dia menatap pantulan wajahnya di air. dia sangat terkejut menatap luka yang sudah mengering dan meninggalkan bekas yang sangat menakutkan di wajahnya.
"kurang ajar manusia biadab itu berani-beraninya mereka melukai wajah cantik Putri". ucap Putri dengan marah lalu dia menggenggamkan tangannya dengan kuat. karena emosinya tak terkontrol akhirnya dia mengeluarkan api di telapak tangannya"
__ADS_1
"ehhhhhhhh??????"
Putri sangat terkejut karena dia bisa menggunakan kekuatannya di dimensi ini.
"ternyata kekuatanku juga ikut datang kemari, tapi tenagaku cepat terkuras". Putri pun langsung terjatuh lemas karena dia mengeluarkan elemennya terlalu berlebihan di saat tubuhnya masih sangat lemah.
"syukurlah jika kekuatanku bisa berfungsi di dimensi ini.ini akan memudahkanku untuk membalaskan dendam putri, tapi apakah hanya elemenku yang bisa kugunakan.aku harus mencoba semua kemampuanku yang lain". Putri dengan tekadnya.
lalu ada seekor burung sedang meminum air di sungai.
"ahh segarnya air sungai ini ". ujar burung itu. dan Putri pun terkejut ternyata kemampuan dia untuk mengetahui bahasa binatang pun bisa dilakukan di dimensi ini.
"hai burung apa kau bisa kemari". ucap Putri pada burung itu.
burung itu pun bingung dia menoleh ke kanan ke kiri untuk memastikan bahwa perempuan itu benar-benar berbicara padanya. tapi dia tak menemukan manusia satupun selain nona itu .dan tadi gadis itu memanggilnya Burung apakah dia tidak salah dengar.
Putri yang menyadari kebingungan burung itu pun tersenyum.
"hai burung pipit Aku sedang berbicara padamu". burung itu pun semakin terkejut karena pendengarannya tidak salah bahwa gadis itu sedang berbicara padanya.
"manusia ini benar-benar memanggilku!tapi kalau aku menjawab apa dia bisa mengetahui bahasa aku". kicau burung pipit itu.
"aku bisa mengetahui bahasamu sekarang kemarilah aku ingin bertanya padamu".
jawab Putri.
burung pipit itu pun semakin terkejut. lalu dia terbang hinggap di telapak tangan Putri.
"apakah Nona benar-benar bisa mengetahui ucapanku"tanya burung itu untuk memastikan jawabannya.
"ya aku memang benar-benar bisa mengetahui ucapanmu".
"wah ternyata memang kamu tidak berbohong kamu bisa mengerti ucapanku tapi bagaimana bisa, apa nona seorang Dewi hutan".
tanya burung itu dengan antusiasnya.
"Aku bukan Dewi hutan burung pipit. aku ini manusia biasa, soal aku bisa mengerti ucapanmu, karena memang aku mempunyai kemampuan sedari kecil untuk bisa mengetahui bahasa binatang jadi kamu tidak perlu terkejut begitu"terang Putri.
"oh jadi begitu! lalu apa yang ingin kau tanyakan nona?".
"apakah di sini ada gua atau hutan besar untuk orang berlatih bela diri".
"ada nona... Nona berjalan ke arah barat sekitar 500 meter dari sungai ini lalu nona bisa melihat ada gua yang sangat besar, di sekita gua itu juga ada hutan yang besar nona"kicau burung pipit itu.
"oh terima kasih burung Pipit atas informasinya baiklah aku harus mandi dulu dan bergegas pulang". lalu burung pipit itu pun pergi.
"lebih baik besok saja aku ke sananya. dan sekarang aku harus segera membersihkan diriku dan pulang supaya Bu Ajeng tidak mengkhawatirkanku".
lalu Putri pun bergegas membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.setelah itu dia pulang ke rumah pak Ujang.
saat dia kembali dia sedang melihat Raka yang berlatih bela diri menggunakan tongkat kayu. Raka menggerakkan kayu itu seakan-akan dia sedang bertarung dengan lawan yang kuat. padahal Raka hanya memukul sebuah pohon besar untuk dia berlatih. dan kemampuan bela diri Raka lumayan. secara dia dilihat pelatihannya secara otodidak.
lalu Putri pun tersenyum. Putri menghampiri Raka. lalu Putri mengambil sebuah kayu dan memukul lengan raka.tapi tidak mengandung tenaga dalam.
"auuuuu.... Nona kenapa kamu memukulku".
"kau tidak boleh melonggarkan kewaspadaan mu Raka..coba kamu serang dan tahan serangan ku"ucap Putri.
lalu Putri pun mulai menyerang Raka.
raka yang terkejut mulai mempertahankan pertahanan dirinya. Dia berusaha menghalau serangan Putri. raka selalu menangkis pukulan Putri. Raka terpukau dengan gerakan putri yang sangat lincah. Putri seakan terlihat sangat berbeda.
Putri yang di hadapannya saiki ini terlihat seperti seorang petarung sejati. Raka sama sekali tidak bisa membalas serangan yang dilancarkan Putri. kakak semakin terdesak dan akhirnya dia terjatuh. Putri menodongkan kayu tepat di depan matanya.
nafas Raka ngos-ngosan. selalu putriku mengeluarkan tangannya untuk membantu Raka berdiri.
"kau harus mengasah kemampuanmu lagi Raka". lalu Putri pun meninggalkan Raka yang masih berdiri mematung.
__ADS_1
Raka masih terdiam, dia mengatur nafasnya yang tidak karuan lalu dia pun mengikuti putri dari belakang.