
"aummmmm....."
Putri menguap di pagi hari. lalu dia pun bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya.
"ehmh hari ini aku akan ngapain ya... oh ya aku sampai lupa seharusnya aku bisa memanggil Rowan dengan mantraku kan.
pasti Caca mempunyai kertas dan tuas, Aku akan mencoba memintanya kepada Caca nanti".
Putri pun sarapan lebih dahulu dari caca karena Caca baru terbangun.
"pagi Putri sahabatku yang paling cantik"
sapa Caca pada Putri.
"pagi Ca hari ini kita mau ngapain ya "
tanya Putri pada Caca.
"pagi ini aku ada kampus putri. sebenarnya aku ingin mengajak mu ke kampus tapi kan kamu belum bisa tampil ke publik, jadi gimana dong". tanya Caca pada Putri.
"maaf ya aku belum bisa berangkat kuliah sama kamu tapi aku akan segera menyelesaikan misiku dan kita bisa berangkat kuliah barang lagi"
ujar Putri menyemangati Caca.
"baiklah aku akan menunggumu. jangan lupa ajak aku untuk menjalankan misimu lagi ya".
"iya pasti aku akan mengajakmu lagi.
oh iya aku sampai lupa . apakah kamu punya kuas dan beberapa kertas ca"
tanya Putri.
"Aku punya sebentar ya aku ambilkan".
Putri pun menunggu Caca mengambil kuas dan kertas.
"ini dia barang yang kamu butuhkan. kamu ingin membuat apa Putri ?apa kamu ingin melukis?"
"ada deh rahasia hahaha"tawa Putri dengan cekikikan.
"ih main rahasia-rahasianya sekarang".
jawab Caca sambil memukul bahu Putri.
"Ya udah deh aku pergi ke kampus dulu ya kalau kamu tuh apa-apa kamu bilang aja sama bi ijah. mungkin aku akan pulang sore.
jika kamu ingin keluar jangan lupa pakai masker dan juga rambut palsu agar orang-orang tak mencurigai kalau kamu itu Putri". ucap Caca memberi saran kepada Putri.
"iya terima kasih Caca kamu sangat perhatian padaku nanti aku akan keluar mencari angin agar aku tidak bosan menunggumu di rumah".
lalu Caca pun pergi meninggalkan Putri.
Putri bersiap-siap pergi meninggalkan rumah.
Putri memakai baju jaket hitam dan celana hitam serta mengucir rambutnya dengan kucir kuda tinggi.
terlihat leher yang jenjang dan putih serta body yang terlihat seperti model.
bibir asam merah ceri dan lesung pipi yang begitu dalam di kedua pipinya membuat mata terpikat oleh kecantikannya.
Putri memandangi dirinya di pantulan cermin yang besar.
"begitu cantiknya dirimu Putri Sanjaya.
aku yakin banyak lelaki tergila-gila padamu, sudahlah aku harus segera bergegas pergi untuk mencari tempat memanggil jiwa roan".
Putri memakai masker untuk menutupi wajah serta menggunakan kacamata hitam.
__ADS_1
menambah kesan misterius pada dirinya.
Putri pun pergi meninggalkan rumah itu dan berpesan pada bi Ijah untuk pulang saat sore hari setelah urusannya selesai.
"Putri berjalan kaki dengan santai sambil menikmati suasana di tempat baru ini.
pemandangan di dimensi ini sangat indah. tapi sayangnya sudah terkontaminasi oleh polusi udara, sehingga menyebabkan energi alam perlahan mulai menipis.
"ternyata Alam di di dimensiku masih terjaga dengan baik. walaupun kemajuan Tekhnologi nya masih jauh dari dimensi ini tapi energi alam untuk meningkatkan kultifasi sangat melimpah di sana".
ujar Putri sambil mengagumi tempat itu.
Putri melangkahkan kakinya tak tentu arah. dia mengikuti insting kakinya mengarah.
saat tengah asik mengagumi sekitarnya.
tiba-tiba ada lelaki yang berlari dengan panik dan menabrak Putri. jadi mereka berdua sama-sama terjatuh.
"hei hati-hati. pakai matamu jika berlari". Triak Putri pada lelaki itu.
laki itu pun tak merespon ucapan Putri dan dia langsung berdiri dan buru-buru berlari kembali.
tak jauh dari tempat Putri berdiri. ada sekelompok warga yang mengejar ke arah lelaki itu.
"perampokan berhenti perampok jangan lari".
ucap salah satu warga. mereka terus berlari mengejar lelaki itu.
"sial ternyata lelaki itu adalah penjahat".
kata Putri dengan garamnya.
lalu Putri pun mulai berlari mengejar perampok itu.
kecepatan Putri melebihi sekelompok warga yang sedang mengajar lelaki itu.
Putri dengan lihainya melompat sangat tinggi. hanya dengan satu lompatan dia sudah berada di depan perampok itu.
ucap perampok itu.dia sangat terkejut kenapa Putri tiba-tiba sudah berada di depannya padahal dia tadi menabraknya jauh di belakang.
"serahkan tas yang kau curi itu dengan baik atau kau ingin kuhajar?"kata Putri dengan tenangnya.
"perempuan lemah sepertimu ingin menghajarku jangan bermimpi'.
perampok itu pun mulai menyerang Putri dengan beringasnya. putri dengan lihainya menghindari setiap serangan dari perampok itu.
perampok yang merasa sudah mulai terdesak mengeluarkan pisau dari sakunya.
lalu dia menyabitkan pisau itu ke arah wajah Putri.
Putri yang tidak ingin berlama-lama pun mengeluarkan aura penindasan dari tubuhnya.
seketika perampok itu pun jatuh ke tanah dengan sekujur tubuhnya gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin.
" aaaa... apa yang terjadi pada diriku. siapa kau sebenarnya".
Putri tidak ingin menjawab pertanyaan dari perampok. dia pun langsung merebut tas itu dan memukul perampok itu hingga pingsan.
tak lama kemudian para warga pun datang menghampiri Putri.
"ini pak tasnya,dan serahkan perampok itu kepada pihak yang berwajib".
"terima kasih nona anda sudah membantu kami"jawab salah satu warga.
Putri pun hanya menganggukkan kepala lalu dia pergi melanjutkan perjalanannya.
saat awal perjalanan dia melihat sebuah gedung terbengkalai yang masih proses pembangunan.
__ADS_1
Putri pun memasuki gedung itu.
"sepertinya tempat ini sangat cocok. tidak ada siapapun di sini yang bisa menggangguku".
Putri pun mengeluarkan kertas dan tuas yang diberikan oleh Caca kepadanya.
lalu putih menuliskan sebuah mantra di atas kertas itu.
dan mulai membacakan mantra.
seketika ruangan itu dipenuhi dengan angin yang kuat.
lalu kertas-kertas itu mulai beterbangan dan membentuk formasi tubuh.
"akhirnya aku bangkit juga. eh gimana kita ini"
kawan sangat terkejut dengan area sekitarnya.
lalu Rowan mulai mencari tahu tempat di mana dia berada dengan kekuatannya.
"Tuan Putri ternyata kita sedang berada di dimensi yang berbeda dari kita, dan Ya ampun aku baru sadar sekarang jika Tuan Putri tidak berada di dalam tubuh yang sebenarnya".
ucap roan.
"kau benar roan. kita bukan berada di dimensi kita. dan sekarang aku menempati tubuh seseorang yang mempunyai satu jiwa denganku, di saat kita mati di dimensi kita. dia pun mati di dunianya ini.lalu jiwaku ditarik ke dalam tubuh gadis ini, karena kami memiliki terikat jiwa dan dia ingin membalaskan dendamnya melewati jiwaku".
ucap Putri dengan panjang lebar.
"wow aku paham aku paham.... jadi aku bisa bertemu denganmu jika kamu memanggilku melalui media ya tuan putri".
ucap roan kembali.
"kau benar aku hanya bisa memanggilmu melalui media. aku janji akan mencoba membuatkan media yang terbaik untukmu . tapi untuk sementara waktu aku minta maaf kepadamu karena aku hanya bisa memanggilmu dengan media kertas".
"apa kertas...?"
ucap roan terkejut. lalu dia pun melihat tubuhnya. dia sangat terkejut karena media yg di tempatnya saat ini hanya sebuah kertas.
"aaaaaaaa..."triak Rowan menggema di gedung itu...
"Tuan Putri kenapa kamu tega sekali memberikan media dengan sebuah kertas yang rapuh ini. hilang sudah keperkasaan nagaku huhuhuhu". ucap roan sambil merengek.
"maafkan aku roan untuk sekarang ini aku tidak bisa memberikan media yang tepat untukmu tapi aku berjanji segera mencari media yang terbagus untukmu dan aku akan mempelajari tentang pengetahuan di dunia ini". ucap Putri dengan penuh keyakinan.
"sudahlah kau jangan merengek seperti anak kecil lagi kau itu sudah sangat tua roan"
kata Putri memperingatkan naganya.
"baiklah aku tidak akan merengek lagi tapi kau harus berjanji untuk mencarikan media yang lebih bagus untukku ya tuan putri"
Putri menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"tadi Tuan Putri mengatakan jika Tuan Putri ingin membalaskan dendam dari pemilik tubuh asli ini kan memangnya dendam seperti apa?"
Putri pun mulai menjelaskan tentang Putri Sanjaya yang disiksa oleh ibu tirinya karena perebutan harta warisan hinga mengakibatkan Putri Sanjaya kehilangan nyawa.
roan yang mendengar cerita tentang bagaimana kejamnya ibu tiri putri Sanjaya pun menjadi sangat murka.
"akan membakar dia hidup-hidup dengan semburan api kemuliaanku. biar dia jadi sate manusia, sungguh kejam sekali manusia itu"
ucap roan.
"Rowan di manapun tempat kita berada di sana pasti banyak pertikaian entah itu dalam perebutan kekuasaan ketamakan kecemburuan, pasti banyak sekali kita jumpai"
Ucap Putri.
"Tuan Putri benar di dunia ini tidak jauh dari kata-kata itu. hanya orang-orang yang mampu mengikat ego mereka".
__ADS_1
Putri mengagukan kepalanya tanda setuju
"Ya sudahlah roan aku akan pulang, akan secepatnya aku mencari cara untuk mencari media yang terbaik untukmu".