
pagi telah menjelang sesuai dengan kesepakatan yang putri ucapan kemarin kini Putri meminta berkas data anak-anak yang akan didaftarkan ke sekolah.
setelah mengurus surat untuk anak-anak bersekolah, Putri menghubungi kakek Roberto untuk bertemu di suatu tempat.
Putri pun menjalankan mobilnya menemui kakek Roberto.
lumayan lama perjalanan yang Putri tempuh, lalu mobil Putri pun berhenti di suatu tempat yang jauh, di depan sebuah gedung berdiri beberapa orang yang sedang berjaga.
lalu Putri pun turun dari mobil dan memandangi sekitarnya.
"maaf Nona ada keperluan apa ya kemari?"
tanya penjaga itu.
"Aku ada janji dengan kakek Roberto, apa beliau ada di dalam?" tanya Putri dengan pelan.
"oh ada Tuan Putri ya Anda sudah ditunggu oleh tuann Roberto di dalam, mari silakan masuk saya antar" ucap penjaga itu.
lalu dia membawa Putri masuk ke gedung yang sangat besar.
saat masuk Putri menatap sekelilingnya, ternyata gedung itu tak sederhana yang ia pandang dari luar. di dalamnya terdapat beberapa ruang yang terpisah-pisah.
Putri dituntun untuk menuju ke sebuah Aula yang sangat besar.
di dalam Aula itu terlihat dapat banyak orang yang sedang melihat-lihat batu.
rupanya gedung ini adalah tempat perjudian batu terbesar.
"mohon Nona untuk menunggu di sini sebentar, saya akan memanggil tuan roberto" ucap penjaga itu dengan sopan, Putri pun menganggukkan kepala.
setelah kepergian penjaga itu Putri mulai menatap sekelilingnya, orang-orang di sekitarnya sibuk untuk memilih batu-batu yang sedang mereka perjudikan.
ada tawa bahagia karna Menang taruhan, dan ada juga raut masam yang dilihat oleh Putri.
tak berapa lama menunggu akhirnya Tuan Roberto datang bersama pengawal tadi.
"halo Nona akhirnya Anda datang juga kemari, baiklah saya akan mengajak anda ke tempat perjudian batu yang paling besar.pasti anda tertarik,saya juga akan memilih batu di sana semoga kita mendapatkan batu yang bagus"
akhirnya Putri dan kakek robertopo menuju ke tempat biasa pak Roberto memilih batu.
kalau mereka masuk ke sebuah ruangan yang sangat besar, orang-orang yang berada di sana juga orang-orang yang nampak memiliki kekuatan atau posisi yang tinggi.
ada 10 batu yang berukuran sangat besar berjejer rapi dengan masing-masing tertempel nomor.
"Nona hari ini batu-batu ini akan diperjual,belikan para ahli sudah mengatakan jika di antara batu-batu ini mempunyai kandungan batu mulia yang sangat tinggi dan bernilai fantastis, namun harganya juga cukup tinggi, setidaknya jika kita beruntung kita akan mendapatkan keuntungan 10 kali lipat dari pembelian batu itu" ucap kakek Roberto dengan semangat.
"sepertinya saya salah masuk tuan, lebih baik saya masuk ke ruang yang biasa saja, pasti uang saya tak akan cukup untuk membeli batu-batu itu, lagipula keberuntungan kemarin adalah hanya sebuah kebetulan biasa saja, saya yakin saya tak seberuntung kemarin" ucap putri merendah. ya tak ingin jika orang-orang tahu bahwa dia mempunyai kekuatan super untuk bisa menganalisis mana batu-batu yang mempunyai kandungan batu mulia, apalagi di dalam Aula ini banyak orang-orang yang berpengaruh, jika mereka mengetahui bahwa Putri mampu menganalisis baru, maka pasti dia akan dikejar-kejar oleh orang-orang itu lebih baik dia tak terlihat menonjol.
terkadang orang-orang yang mendekati kita bukanlah orang yang tulus tetapi mereka memanfaatkan kita untuk tujuan kepentingan mereka sendiri, Putri tak ingin dimanfaatkan oleh siapapun.
jadi putri memutuskan untuk bekerja dengan kekuatannya sendiri.
Putri memasuki sebuah Aula yang terdapat banyak orang mungkin mampu menampung sekitar 800 orang.
__ADS_1
Putri hanya fokus memilih batu yang mengandung batu mulia yang paling tertinggi di antara yang lain, di saat putrinya sedang memilih ada seorang pemuda yang menghampirinya.
"ada yang bisa saya bantu nona?"tanya pemuda itu.
"apakah kamu bekerja di sini?"tanya Putri.
"saya bekerja di sini, jadi apakah saya bisa membantu Nona" tanya pemuda itu kembali.
"Aku membutuhkan bantuanmu untuk membawa batu-batu yang sedang kupilih, tapi jika uangku tidak cukup apakah bisa mengembalikannya?" tanya Putri. kali ini Putri hanya membawa uang perolehannya kemarin.
"tentu saja Nona, jika uang anda kurang Anda boleh mengembalikannya"jawab lelaki itu.
lalu lelaki itu pun mengambil sebuah troli untuk membantu Putri mengambil batu yang dia pilih.
"Nona maaf aku baru pertama kali melihat anda masuk ke tempat kami, apakah anda orang baru"tanya pemuda itu.
"ya Aku orang baru, aku tahu tempat ini karena kakek Roberto yang membawa ku kemari" jawab Putri pemuda itu pun menganggukan kepalanya.
"oh ya nana kenalkan nama saya jax" ucap Jack sambil mengeluarkan tangannya kepada Putri.
"namaku Putri Sanjaya" jawab Putri dengan singkat, lalu Putri pun kembali memilih batu yang akan dia beli, di setiap meja berukuran besar itu tertulis harga setiap batu yang ada di dalamnya.
ada yang berharga 100 juta, 250 juta, 50 juta, 20 juta, 30 juta, 40 juta, harga paling rendah berkisar 18 juta.
sedangkan Putri dengan santainya mengambil setiap batu, iya mengambil batu sesuai dengan uang yang ia pegang saat ini.
jex itu memperhatikan Putri yang memilih baru tanpa melihat-lihat dan langsung memasukkannya ke sebuah troli.
"Nona apakah anda yakin dengan pilihan anda itu? jika batu-batu yang anda pilih mengandung batu mulia?" tanya jex dengan penasaran, Putri hanya memandangi lelaki itu sambil mengangkat salah satu alisnya.
Putri mengambil 5 batu yang ukurannya sekitar besar bola voli, Putri mengambil batu yang pertama berharga 100 juta, 50 juta tiga batu dan 2 batu seharga 30 juta.
Putri tak mengambil semua batu yang memiliki kandungan batu mulia karena uangnya tak cukup, karena di tempat ini ditetapkan peraturan membayar dulu sebelum memotong semua batu. dan jika mereka tak mampu membayar maka mereka akan diberikan denda, daripada Putri mau hutang walaupun hasilnya melebihi tapi lebih baik dia membeli dengan uang yang seadanya.
"aku sudah selesai memilih" ucap Putri.
"apakah anda ingin langsung membayarnya nona putri" tanya jex.
"ya aku akan segera menyusul Tuan Roberto, oh ya ngomong-ngomong di mana aku bisa menjual semua hasil batu mulia" tanya Putri.
"Anda bisa menjualnya kepada pemilik dari tempat ini, nanti akan ada manager yang akan menemui nona jika batu-batu yang anda pilih memiliki kandungan batu mulia" ujar Jax menjelaskan.
"baiklah mari kita segera potong batu-batu ini"
Jax pun membawa Putri ke tempat pemotongan batu.
mereka pergi ke tempat khusus pemotongan batu, ada 4 memotong batu yang berukuran batu sedang, dan dua pemotong dengan ukuran batu yang sangat besar.
selalu mengambil antrian untuk pemotongan batu.
" Nona antrian kita masih panjang, kita masih di antrian nomor 13. sedangkan ini masih antrian nomor 3, apakah anda ingin menunggu atau pergi dahulu" tanya Jack. dia kasihan kalau melihat putri menunggu.
"lebih baik kita pergi dulu" Putri dia akan merasa bosan jika menunggu pemotongan batu-batu itu, apalagi orang-orang membeli batu yang sangat banyak. lebih baik dia pergi menemui tuan Roberto dulu. dia ingin melihat apakah tau Roberto sudah memilih batu atau belum. jepun kembali ke tempat antrian dan mengatakan agar saat antrian mereka tiba si pemotong bisa menelpon Jack.
__ADS_1
setelah menyelesaikan urusannya akhirnya Jack membawa Putri kembali ke tempat dimana Tuan Roberto berada.
terlihat pohon Roberto sedang memilih diantara ke-10 batu itu dibantu oleh satu orang pria muda yang sedang melihat batuk dengan cara meraba dan menilai kulit batu bagian luar. orang-orang yang sedang menilai batu terlihat sangat profesional dalam bekerja.
"tun Roberto saya sarankan anda untuk memilih batu nomor 3, saya yakin di dalamnya ada buah batu mulia yang sangat bernilai fantastik" ucapan muda itu berbicara kepada Tuan.
"apa kau benar-benar yakin jika batu itu ada isi batu mulianya, jika tidak ada maka aku akan rugi besar" ucap tuan Roberto.
tentu saja Tuhan Roberto harus berhati-hati dalam memilih batu yang ada di hadapan mereka, mereka sudah bertaruh jika batu pilihan mereka lebih bernilai tinggi maka masing-masing orang harus membayar jumlah satu triliun. dan harga batu yang ada di hadapan mereka itu senilai 8 miliar.
hanya orang-orang yang mempunyai pengetahuan tinggi bisa menilai batu-batu itu, tetapi terkadang tebakan mereka juga bisa meleset.
"saya yakin tuan, batu itu memiliki batu mulia yang bernilai berharga"
Putri mendengarkan ucapan pemuda itu lalu dia menghampiri tempat Tuan Roberto berada.
"apakah tuan Roberto sudah memilih batu yang anda inginkan?" tanya Putri.
"rupanya Nona Putri sudah kemari, bagaimana hasilnya kebakaran anak putri mendapatkan banyak batu mulia hari ini" tanya Tuan Roberto dengan tersenyum.
"aku sudah memilih beberapa batu, tetapi masih dalam antrian untuk pemotongan" Jawab Putri.
"oh jadi seperti itu, kuharap batu-batu yang Anda pilih memiliki kandungan batu mulia, jika tidak Nona Putri jangan berkecil hati ya" ucap Roberto menyemangati putri.
"terima kasih atas perhatian Tuan Roberto, jadi bagaimana apakah Tuhan Roberto sudah mendapatkan batu yang Tuan ingin kan" tanya Putri kembali.
"Nona Putri kenalkan dia adalah Raka, dia sudah lama berkecimpung dalam bisnis ini, dia mengusulkan ku untuk memilih batu nomor 3, tapi aku ingin mendengar usulanmu apakah anda punya usulan lain untuk aku memilih batu yang lain?" tanya Tuan Roberto.
Putri pun melihat ke 10 batu itu. Putri menggunakan elemen alamnya untuk merasakan setiap kandungan batu mulia yang berada diantara 10 batu raksasa itu, lalu sebelum batu itu memancarkan aura yang berbeda-beda, Putri pun tersenyum.
"aku menghasilkan Tuan Robert untuk memilih batu nomor 5" ucap Putri dengan tenang.
"jadi nona Putri lebih memilih nomor 5 ya, baiklah aku akan memberi nomor 5" ucap kakek Roberto dengan tersenyum.
tokoh yang mendengar jawaban kakek Roberto merasa tidak puas.
"Tuan bagaimana anda bisa memilih nomor 5, saya sudah melihat karakteristik masing-masing batu, menurut penilaianku batu nomor 5 hanyalah batu biasa, dan jika batu mulianya hanyalah batu mulia biasa yang mempunyai nilai harga murah" ucap Raka.
"tidak Raka, aku akan memilih apa yang Nona Putri dipilih, kuharap kau bisa menghargai keputusanku" ucap tau Roberto, entah kenapa dia lebih memilih pilihan Putri daripada kakak yang sudah lama ikut bersama dengannya.
karena tuan Roberto mempunyai keyakinan kuat tentang pemahaman putri tentang batu.
" tapi mengapa anda lebih memilih pilihan gadis itu Tuan? gadis itu tak berpengalaman dalam menilai batu" Raka merasa tak terima dia sudah dikalahkan oleh gadis ingusan.
"maaf tuan Roberto, tadi anda ingin mendapat saran dariku kan jika anda menolaknya saya juga tidak apa-apa tapi saya tak terima jika rekan Anda mengetahui saya ingusan apakah saya harus membuktikan bahwa saya itu bukan ingusan" ucap Putri, dia sangat kesal pada laki-laki yang ada di samping tuan Roberto itu, rasanya dia ingin menghajar lelaki hingga babak belur,jika tidak ada orang mungkin Raka sudah diterbangkan oleh Putri ke atas awan.
"sudahlah nama Putri anda tidak usah dengarkan si Raka, aku akan memilih pilihanmu nona putri" ucap Roberto lagi sedangkan Raka semakin kesal mendengar jawaban Roberto.
"baik jangan salahkan saya jika pilihan Tuan Roberto salah, saya sudah mengusulkan kepada anda untuk memilih nomor 3 tapi anda lebih memilih pilihan gadis ingusan itu" ucap Raka dengan kesal.
Putri yang sudah dari tadi diketahui ingusan pun mulai mengeluarkan aura penindasan kepada Raka, seketika raga merasakan hawa yang mencekam dari arah Putri, lalu rasanya leher dia tercekik dan ia tak bisa bernafas, tubuhnya bergetar hebat dan seakan-akan dia melihat membunuh di hadapannya, Putri menatap tajam ke arah Raka berada, melihat tatapan Putri yang mematikan maka semakin gemetaran ketakutan.
"sekali lagi Anda mengatakan Aku gadis ingusan akan kupastikan Anda tidak mampu berdiri lagi" ucap Putri semakin menekan aura penindasannya kepada Raka.
__ADS_1
Raka yang semakin ditindas pun akhirnya terjatuh ke lantai sambil memegang pundak dan leher nya. orang-orang yang menetap rasa terjatuh tanpa ada alasan pun dibuat bingung. Putri pun menarik kembali aura penindasannya akhirnya Raka bisa berdiri dengan tegak namun dengan kaki yang masih gemetaran, iya tak berani lagi menatap mata putri yang baginya sangat mengerikan.
akhirnya Tuan Roberto menetapkan pilihannya pada batu raksasa nomor 5.