
...---------------...
11 bulan pun telah berlalu. Alex dan kakek wahno sudah menunjukkan bahwa mereka akan selesai menyerap kekuatan dari bola kristal itu. wajah Alex yang semula mulus sudah ditumbuhi oleh janggut karena sudah lama dia bersemedi untuk menyerap kekuatan bola kristal.
Bommmm......
bunyi ledakan terdengar dari sekitar area itu pertanda bahwa Alex berhasil menyerap kekuatan dari bola kristal itu.
uhuh uhukkkkk...….
kakek wahno ter batuk-batuk karena kehilangan banyak kekuatan untuk membantu proses penyerapan dari bola kristal.
kultivasi Alex sekarang sudah berada di tahap jenderal alam tingkat 2. sungguh kemajuan yang sangat pesat bahkan melampaui kecepatan dari sang guru.
Alex membuka matanya perlahan dia merasakan tubuhnya lebih kuat dari sebelumnya lalu dia menoleh ke belakang melihat kakek wahno yang sudah terbaring terbatuk-batuk.
Alex pun menopang badan kakek di pangkuannya.
"kakek apa yang terjadi padamu"tanya Alex pada kakek wahno.
"maafkan kakek Alex, kakek sudah tidak mampu lagi bertahan. kakek menyerahkan hampir 90% kekuatan kakek padamu agar kamu cepat menaikkan ranah kultivasi mu, kuharap setelah ini kau pulanglah Dan jangan masuk lebih dalam lagi dari pegunungan barat ini"jelaskan dengan lemah
"kakek- kenapa melakukan itu,aku tak apa menyerap bola kristal ini dengan waktu yang lama,asalkan kakek tidak kehilangan nyawa"ucap Alex sambil meneteskan air mata. ia tak menyangka ternyata kakek wahno menyerahkan kekuatannya kepada Alex supaya cepat menaikkan kekuatan Alex namun karena itu, tubuh kakek tidak mampu.
"maafkan aku kakek karena aku kakek jadi begini"ucap Alex mulai terisak.
"hai cucuku jangan pernah menyalahkanmu. ini memang keinginan kakek . sudah dari awal kakek memikirkan tentang hari ini.kakek sudah lelah hidup sendirian di pegunungan ini selama beribu tahun. kakek ingin menyusul istri dan anak kakek yang sudah meninggal, setelah Kakek meninggal Kakek mohon kuburkan kakek di bawah pohon besar itu agar kakek tidak kepanasan di alam bawah nanti hehehe"ucap kakek wahno sambil terbatuk menahan sesak di dadanya, wahno mengatakan itu agar Alex tidak merasa sedih.
"tapi kenapa kek aku hanya orang asing kenapa kakek membantuku seperti ini hingga mempertaruhkan nyawanya kakek. jika aku tahu aku tidak ingin menaikkan kultivasiku lebih baik aku belajar ribuan tahun seperti kakek tapi tak akan membahayakan nyawa kakek. kenapa kakek tidak bilang dari awal jika resiko nya sangat besar".
ucap Alex marah pada kakek wahno karena sudah menganggap nya sebagai kakeknya sendiri, setelah alex melewati begitu banyak hari bersama kakek wahno.
"hei baru kali ini aku mendengar kalimat terpanjangmu, kamu ingat tujuanmu ke sini karena ingin menuntut ilmu supaya bisa melindungi kekasihmu kan.jika kamu ribuan tahun di sini maka kekasihmu akan mati menua, atau sudah menikah dengan orang lain. sekarang kembalilah carilah cinta sejatimu uhuk uhukk".
" kakek jangan banyak bicara aku akan pergi untuk mencari obat-obatan agar kakek cepat pulih". ucap Alex lalu dia segera berdiri.
tapi kakek y mencekal tangan Alex.
"sudah aku tidak bisa diobati, sekarang berjanjilah padaku. gunakanlah kekuatanmu untuk melindungi yang lemah dan memberantas kejahatan". Alex menangis sambil menganggukkan kepalanya.
pakai wahana tersenyum memandang Alex lalu dia memajangkan matanya untuk selama-lamanya.
"kakekkkk......kakekkkkkkkkk....."triak Alex menggema di dalam gua itu.. dia menangis tersedu-sedu.
macan tutul yang menyadari jika tuannya sudah meninggal pun ikut melolong..
dia mengusap-usapkan kepalanya ke tubuh wahno, berharap pakai wahno membuka matanya kembali.
dia juga ikut menangis namun karena dia belum mempunyai kultifasi.. macan tutul itu b tergolong sebagai hewan biasa.
tapi dia mempunyai perasaan seperti manusia bisa merasakan kesedihan saat kehilangan tuannya,apalagi tuannya menjaganya sejak dia lahir di dunia ini
kakek wahno adalah pengganti orang tua bagi nya..
Alex mengangkat tubuh kakek wahno keluar dari gua itu, lalu dia membawa kakek wahno ke bawah pohon. Alex menggunakan kekuatannya untuk menggali lubang di bawah pohon itu.
sebelum menaruh jasad kakek wahnk di dalam tanah Alex mencium seluruh wajah kakek wahno.
"terima kasih kau telah membimbingku selama ini. terima kasih telah hadir sebagai figur seorang kakek,, jasamu tidak akan pernah kulupakan. Aku menyayangimu kakek".
air mata Alex tak mampu dibendung dia dengan perlahan menaruh jasat tubuh kakek wahno di dalam tanah. jasad kakek wahno Tersenyum dan memancarkan aura yang sangat cerah.
lalu Alex mulai menguburkan kakek wahno dengan perlahan. macan tutul pun ikut membantu sambil meneteskan air matanya terus.
macan tutul merasa kehilangan separuh jiwanya.
setelah kakek wahno meninggal di mana dia akan berlindung. di mana dia akan mencurahkan kasih sayang nya.
setelah kubur itu tertutup Alex memberikan batu nisan dan nama di atas kuburan kakek wahno. lalu dia menaburkan bunga-bunga yang segar di atas gundukan tanah itu..
cukup lama Alex dan macan tutul duduk di bawah pohon itu.
lalu Alexander berdiri ia melangkahkan kakinya pergi dari kuburan itu. lalu dia menengok ke belakang.
dia sangat kasihan dengan macan tutul apalagi macan tutul menemani dia saat berlatih. elex pun mendekati macan tutul itu.
__ADS_1
"ayo ikutlah denganku ke kota, kau tidak punya siapa-siapa di sini, dan hewan-hewan di sini sangat berbahaya bagimu, tenang saja aku akan menyayangimu seperti kakek wahno menyayangimu". lalu Alex memeluk macan tutul itu.
"baiklah sekarang namamu bukan anak nakal lagi ya, kau akan kuberi nama Kevin". ucap Alex tersenyum pada macan tutul itu.
seakan mengerti macan tutul itu pun menganggukkan kepalanya lalu dia menggosokkan kepalanya ke tubuh Alex.
sebelum pergi meninggalkan kuburan,Alex membungkukkan kepalanya sebagai tanda penghormatan terakhir pada kakek wahno, Kevin pun mengikuti apa yang dilakukan Alex.
setelah itu pun mereka mulai berkemas.
lalu mereka berjalan keluar dari pegunungan barat. karena ingin menghindari hewan berbahaya Alex menggendong Kevin dan menggunakan jurus seribu langkahnya untuk mempercepat mereka sampai ke helikopter.
lalu Alexa mengudara menggunakan helikopternya. macan tutul yang melihat pemandangan dari atas langit pun merasa terkagum-kagum karena ini pertama kalinya dia keluar dari pegunungan barat.
5 jam perjalanan mereka tempuh. Alex mendaratkan helikopternya di depan halaman rumahnya. semua anak buah Alex berdiri berjajar dengan rapi menyambut Tuan mereka lalu Mama Mona pun berlari ke depan dia langsung memeluk anak semata wayangnya.
Satu tahun lebih Alex tidak pulang ke rumah.
mama mona memeluk Alex sambil menangis.
"akhirnya kau pulang anakku,Mama sangat merindukanmu"ucap Mama Mona memeluk Alex sambil menangis tersedu-sedu.
Alex membiarkan dulu mamanya menumpahkan rasa kerinduannya. dia pun merindukan mamanya ini karena hanya mamanya yang dia punya.
"tenanglah ma aku menepati janjiku aku pulang dengan keadaan baik-baik saja".
ucap Alex sambil mengelus punggung mamanya.
lalu semua anak buah Alex pun terkejut dan menodongkan senjatanya ke arah Kevin. Kevin langsung memasang wajah garangnya dan siap menyerang anak buah yang menodongkan senjata ke arahnya.
macan tutul Melolong.
Kevin yang menyadari apa yang dilakukan anak buahnya pun langsung mencegah mereka.
"turunkan senjata kalian kalian menakuti sahabatku".ucap Alex
jangan ragu pun anak buah Alex mengikuti perintahnya menurunkan senjata mereka.
"kenapa membawa hewan liar ini ke rumah jika dia melukai kita bagaimana". ucap Mama Mona.
seakan memahami apa yang dikatakan Mama Mona Kevin pun terduduk dengan sedihnya.
"tenanglah Kevin mamaku akan menerimamu kau jangan takut ya ada Aku disini". kata Alex meyakinkan Kevin.
"Kevin ini hewan yang sangat baik ma, saat aku berlatih dia yang selalu menemaniku. pemilik sebelumnya sudah meninggal, nanti aku akan menjelaskannya di dalam". Kata alex
"baiklah nak ayo kita masuk kau harus membersihkan dirimu dulu, lihatlah wajahmu sudah penuh dengan Janggut". ucap Mama Mona sambil bercanda.
mereka berjalan memasuki rumah besar itu Kevin yang melihat sekitarnya pun merasa senang dan menurunkan kewaspadaannya.
"mah Alex mandi dulu ya. dan kau Kevin ikutlah denganku agar kau tidak berkeluyuran kemana-mana, agar seisi rumah ini tidak heboh". kevin pun menganggukkan kepalanya.
"mah tolong suruh asisten rumah tangga membuatkan daging panggang ukuran 3 porsi, lalu suruh Jhon ke kamarku ya "lalu alaxpun naik ke atas kamarnya untuk membersihkan dirinya.
2 jam telah berlalu kini Alex sudah segar dan tampak lebih macho dari sebelumnya. tubuhnya sangat terlihat bahwa Alex adalah petarung sejati karena Alex melatih dirinya di pegunungan barat.
"tok tok tok... permisi tuan, saya John, apakah saya boleh masuk?".
"masuklah John Aku sudah menunggumu".
lalu Jhon pun masuk ke kamar itu.
"aaaaaa...... macan, bos kenapa di kamar ini ada macan?". ucap jhon memasang sikap waspada.
Kevin yang melihat John pun memasang wajah galaknya.
"tenang saja lah John dia itu jinak dia temanku". ucap Alex dengan santainya.
setelah itu pun John menurunkan kewaspadaannya. sedangkan Kevin bersikap acuh.
"oh ya Jhon letakkan ayam panggang itu untuk Kevin"dengan hati-hati John meletakkan daging panggang itu di dekat Kevin.
"bos bagaimana kabarmu". tanya John berbasa-basi.
"seperti yang kau lihat John aku baik-baik saja".
__ADS_1
"lalu bagaimana anda mendapatkan macan ini bos"tanya John.
"itu nanti saja dibahas. ada yang ingin ku tanyakan padamu. bagaimana perkembangan soal pencarian putri?"tanya Alex serius.
"maaf bos sampai sekarang kami tidak bisa menemukan Nona Putri, kami sudah mengerahkan banyak sekali anak buah dan para detektif tapi belum dapat menemukan petunjuk". ucap John sambil menundukkan kepalanya. dia merasa gagal karena tidak bisa menjalankan perintah yang diberikan oleh bosnya.
"tidak papa Jhon kau sudah berusaha. dan tetaplah lakukan pencarian bila perlu serahkan aparat negara untuk membantu kita mencari putri sebarkan fotonya".
"baik bos saya akan melaksanakan perintah bos". balas Jhon.
"aku yakin Putri masih hidup"ucap ucap Alex memantapkan kata-katanya.
"lalu bagaimana dengan perusahaan kita apakah berjalan lancar?".
"perusahaan sampai sekarang lancar bos dan ada beberapa tikus kecil yang ingin membuat masalah pada kita tapi sudah saya atasi dengan baik bos".
"bagus Jhon Aku suka kinerjamu. nanti akan kukirimkan bonus 4 kali lipat dari biasanya"kata Alex.
John yang mendengarkan bonus besar itu pun dibuat tercengang.
"apakah Anda mengatakannya dengan serius bos.oh.. .. terima kasih bos anda adalah bos terbaik ku".
inilah yang membuat John betah kerja pada Alex karena alex tidak pelit dan suka memberinya bonus,serta John sudah dianggap seperti sahabat sendiri oleh Alex. walaupun terkadang sikap Alex yang dingin tapi Jhon memaklumi nya, karena memang karakter Alex yang sangat dingin semenjak kematian ayahnya,namun sangat penyayang untuk orang di sekitarnya.
"ayo kita turun aku akan menjelaskan apa yang terjadi padaku saat aku pergi"kata Alex lalu mereka pun pergi menuruni tangga menuju ke ruang makan. Kevin pun mengikuti Alex dari belakang.
"hai sayang kamu sudah turun ayo makan,
John kamu juga ikut makan oh ya Mama sudah mengabari Brian agar datang kemari dan dia sedang dalam perjalanan kemari".
"baiklah mah kita tunggu saja Brian kemari sambil aku membagikan ceritaku saat di luar".
Mona dan John pun menganggukkan kepalanya.
lalu mereka pun duduk di meja makan itu. Kevin bermain-main di bawah kaki Alex.Alex pun dengan senang hati mengajak Kevin bermain.
Mona yang melihatnya sebenarnya merasa takut.tapi dia tidak berdaya karena Alex sendiri yang menginginkan macan tutul itu di rumahnya.
orang yang ditunggu-tunggu pun telah datang Bryan dengan gaya coolnya memasuki ruang makan.
"oh alex ternyata kau sudah pulang apa kabar dengan dirimu" tanya Bryan dengan nada cemprengnya.
saat Bryan ingin menghampiri Alex tiba-tiba Kevin berdiri dengan memasang wajah sangarnya.
aaaaaaa........ macannnn....
Teriak Bryan lalu dia terjungkal ke belakang dan berlari ke belakang Alex, dan memeluk erat leher Alex..
"alex tolong aku Alex,macam itu ingin memakanku"teriak Brian.
Jhon dan Mama mona pun tertawa terpingkal-pingkal. ternyata bukan hanya mereka yang terkejut saat pertama kali melihat Kevin.
tapi Bryan shoknya lebih parah dari mereka.
Kevin yang menyadari jika Brian itu teman dari Alex pun menurunkan sikap waspadanya.
" Bryan turunlah apa kau akan membunuhku dengan kau memeluk leherku sekuat ini". Bryan masih saja tidak mau melepaskan pelukannya.
"tidak aku tidak mau menjadi santapan macan itu aku belum menikah, kumohon selamatkan nyawaku". Alex dan John yang mendengar kelebaian dari Bryan pun memutarkan bola matanya.
"Kevin ini adalah peliharaanku. jadi dia jinak dia tidak akan memakanmu jika kau tidak mengganggunya". kata Alex dengan dingin.
"benarkah katamu baiklah aku akan mencoba mempercayaimu".
lalu Brian pun turun dari pelukan Alex.
"siapa tadi namanya Alex".
"namanya Kevin".
"hai Kevin namaku Brian,aku sahabat baik tuanmu, jadi kumohon kau jangan memakanku ya".
kata Brian Dengan bodohnya,lalu dia ingin membelai kepala Kevin tapi Kevin memasang sikap garangnya. Buru-buru Brian menarik tangannya kembali.
"Alex lihatlah dia ingin membunuhku katanya dia jinak". ucap Bryan pada Alex.
__ADS_1
"dia hanya ingin dielus oleh ku saja. jika dengan orang lain maka dia akan seperti itu. sudahlah ayo duduk Aku ingin menceritakan pengalamanku pada kalian".
lalu mereka pun duduk dengan tenang.