
setelah itu pun Brian menelpon Alex.
"halo Alex. ada yang ingin bertemu denganmu. ini pamannya Putri dia ingin berterima kasih denganmu secara langsung ku harap kau bisa datang menemuinya."
"aku sedang sibuk emm.berikan hp-mu padanya"ujar Alex.
Brian pun memberikan hp-nya kepada Om Irfan.
"halo tuan bolehkah saya bertemu dengan anda. saya ingin mengucapkan terima kasih secara langsung kepada anda"tanya Irfan dengan nada Lembut.
"ekhemm... maaf tuan saya sekarang sedang ke luar negeri. bukannya saya menolak tawaran anda untuk bertemu.lagi pula membantu orang itu adalah wajib. dan keponakan anda adalah wanita pemberani. dia mempertaruhkan nyawanya untuk menolong anak kecil"tolong Alex dengan cara halus.
"baiklah Tuan. sekali lagi terima kasih karena kau telah membantu keponakanku. jika ada waktu datanglah temui kami". ujar Irfan om Irfan.
"baiklah".
setelah itu pun telepon itu terputus.. lalu Brian pun pergi dari ruangan itu. Tante imel pun mengelus kepala Putri dengan halus.
ke esok kan harinya.putripun telah siuman..
diapun mengerjakan matanya..
lalu dia memegang kepalanya...kepalanya sangat pusing.
"aghhh.....aduh pusing sekali kepalaku ini..ternyata aku di rumah sakit hmm"ucap Putri sambil melihat selang infus di tangannya..
dokter pun masuk untuk mengecek ke adaan nya.
"Hai nona.kau sudah sadar ya,apa yang kau rasakan saat ini"tanya Brian
"emmm..aku sudah enakan..tinggal pusing saja dok" jawab putri.
"kenalkan namaku Brian jaya Sentaru.nona cukup panggil aku Brian" ucap Brian mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya ke putri..lalu Putri pun menerima uluran tangan Brian.
"Namaku Putri Sanjaya" senyum menawan terpancar dari wajah putri.
lalu Brian pun terpesona dengan kecantikan putri walaupun bibir nya pucat.tapi tak melunturkan kecantikannya ,
mata bulat,hidung yang mancung,bibir terbelah tengah.lesung pipi yang dalam serta gigi gingsul yang imut dan rambut keriting gantung,membuat siapa saja yang memandang akan jatuh cinta pada pandangan pertama...
Jantung Brian seakan berdegup kencang memandang kecantikan putri.
matanya tak berkedip sama sekali.dab ia pun tak sadar jika terlalu lama menggeng gam tangan putri..seketika ruangan sunyi.
"Ehm........maaf Brian..bisakah kau melepaskan genggaman tangan mu ini..tangan ku pegal?"
tanya putri.
Seketika Brian melepaskan jabatan tangannya.dan tersenyum Canggung sambil menggaruk tengkuk kepala yg tidak gatal.
"Akhhhh..kenapa aku Bisa terpesona dengannya.senyumannya mengalihkan kesadaran ku".batin Brian.
"akh...emm ok...sori putri"jawab Brian sambil cengengesan.
lalu Brian pun memeriksa putri.jantungnya Brian rasanya tak bisa di ajak kompromi.selalu saja berdebar debar di dekat putri.
"Kumohon jantung ku,jangan buat aku malu di hadapan putri". batin Brian sedang berkecamuk.
"Ok putri.keaadan kamu sudah membaik,kamu sudah boleh pulang nanti siang,aku akan tuliskan resep obat untuk mu ya"jelas brian .
Putri pun hanya mengangguk menanggapinya .
"Putri siapa nanti yang akan menjemput mu?". Brian tanya seperti itu karena tidak ada yang menemani Putri di rumah sakit. paman dan bibinya sudah pergi dari kemarin siang. sedangkan ibu dan adik tirinya tidak ada datang ke rumah sakit lagi. mereka seakan tidak peduli.
"tenang saja aku bisa pulang sendiri. kau tak perlu kuatir Brian".jelas putri
"ah begini saja kamu kan baru pulih aku akan mengantarmu kau tidak boleh menolak. anggap saja ini sebagai salam perkenalanku"
"baiklah Brian terima kasih maaf aku sudah merepotkan mu"
__ADS_1
setelah Putri menyelesaikan prosedur rumah sakit dia dihampiri oleh Brian.
Brian pun membukakan pintu mobil untuk Putri. lalu mereka pun mengendarai mobilnya ke rumah Putri.
"Putri bolehkah aku minta nomormu?. tanya Brian penuh harap"
"boleh Brian ini nomorku 08*****54".
lalu Brian menyimpan nomor itu sambil tersenyum.
"oh ya di mana alamat rumahmu Putri aku sampai lupa menanyakannya"
"rumahku di jalan MX Brian".
"apa kau akan mampir untuk membeli sesuatu putri" tanya brian
"tidak kita langsung pulang saja ke rumahku"
sepanjang perjalanan mereka banyak mengobrol dan bercanda. tak terasa mereka sudah sampai di kompleks rumah Putri.
Setelah sampai itu mereka turun.
Brian pun membukakan pintu untuk Putri.
"Terima kasih sudah mengantarku sampai di rumah Brian"
"Apakah aku boleh mampir putri.sepertinya aku ke hausan"ucap Brian sambil memberi alasan.
"Ah iya aku lupa..maaf kan aku..ayo masuk Brian"
mereka pun masuk ke dalam rumah.
di dalam rumah ada Indri yang sedang santai di ruang tamu sambil bermain hpnya.
dia yang melihat putri masuk membawa lelaki tampan pun terheran.
"Oh putri kau sudah pulang, mamah lupa menjemputmu.maaafkan mama ya"ucap Indri sambil menghampiri Putri dia pun memegang lengan Putri dengan kuat sambil tersenyum.
"hai Tante kenalkan namaku Brian. apa tante lupa denganku. aku dokter yang merawat putri kemarin"ucap Brian sambil menjelaskan.
"oh kamu dokter kemarin. aduh maaf ya Tante lupa,kemarin tante sangat panik sekali melihat putri yang terbaring di rumah sakit"
ucap Indri.
"Tidak apa apa tante". balas Brian sambil tersenyum manis.
"Putri siapkan air minum untuk nak Brian, pasti dia kehausan"ucap Indri kepada Putri dengan nada halus.
lalu Putri pun menyiapkan minumannya di dapur.
Brian dan Indri menuju ke ruang tamu.
saat mereka berbincang-bincang salsa satu pulang dari kuliahnya.
dia heran melihat mamahnya berbicara dengan pemuda tampan lalu ia pun menghampirinya.
"Mama aku pulang"ucap salsa sambil tersenyum manis.
lalu ia pun memandang Brian dari bawah sampai atas. dia sangat terpesona dengan ketampanan Brian.
"wah tampan sekali lelaki ini kelihatannya dia laki-laki kaya. aku harus mendapatkannya"
batin salsa.
Indri pun melihat tatapan anaknya dia tersenyum. lalu dia mengenalkan Brian kepada anaknya.
"Nak kenalkan ini anakku namanya salsa. dia ini pintar sekali. banyak yang wajar-ngejar dia tapi ya begitulah dia selalu menolak laki-laki, padahal tante ingin sekali melihat dia cepat menikah dan cepat menggendong cucu."
ucap Indri sambil memberikan kode ke Brian.
__ADS_1
lalu salsa pun menjabat tangan Brian.
"ih mamah buat aku malu saja di depan Brian..Blum ada yg mampu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama mah".ucap salsa sambil berkedip ke Brian.
"hai kenalkan namaku salsa boleh dong kapan-kapan kita jalan bareng"ucap salsa sambil tersenyum menggoda ke arah Brian dia pun tak lupa membelai tangan Brian dengan menjanya.
Brian pun menerima uluran tangan salsa tapi bukannya dia merasa terpesona tapi dia merasa jijik akan sikap salsa.
"kenalkan nama saya Brian"
lalu Brian pun langsung melepas jabatan tangan mereka. dia ingin cepat-cepat mencuci tangannya biar tak terkena virus dari tangan salsa. dia sudah banyak melihat gadis-gadis yang tak tahu malu mendekatinya. melihat gelagat salsa dia ingin menghindari.
setelah itu pun Putri datang membawa minuman untuk berian.
"Brian ini minuman dan kue keringnya"ucap salsa sambil tersenyum.Brian seakan terpaku pandangannya menatap senyuman manis Putri.
lalu dia meminum air yg diberikan putri"Ah..manis .. seperti yang menghidangkannya"
ucap brian sambil tersenyum ke putri.
Putri pun membalas senyuman Brian
""Haduhhhh.. lama-lama melihat senyuman Putri aku bisa terkena serangan jantung dan mati muda, ayo sadarlah Brian jangan membuat dirimu itu memalukan di depan Putri"
salsa yang melihat ketertarikan di mata Brian kepada putri pun marah, dia tidak rela jika pria ini caranya menyukai Putri. salsa meraih lengan Brian. untuk mengalihkan pandangannya ke Putri.
"Brian bolehkah aku ngobrol berdua denganmu. ada yang ingin ku bicarakan denganmu". Ucap salsa.
Brian pun langsung melepaskan tangan salsa dari lengannya sambil menatap agak jijik kepada salsa.
"maaf salsa,Putri, dan tante Aku harus pergi, ada pasien yang harus ku tangani segera"
setelah itu pun Putri mengantar Brian keluar.
lalu dia melambaikan tangannya dari mobil. mobil itu pun pergi meninggalkan kompleks.
setelah melihat kepergian Brian Indri pun langsung menjambak kepala Putri.
"hei babu awas aja ya kamu berani genit sama calon menantu ku. jangan tebar pesona kamu di depannya, dia akan ku nikahkan dengan salsa"ucap Indri dengan menarik kuat rambut Putri.
"Ahhh sakit nyonya..ampun.. aku tidak berniat untuk merebut Brian kami hanya berteman"ucap Putri dengan lirik sambil menahan rasa sakit di kepalanya.
Lalu Indri pun menarik Putri ke dalam rumah dan mendorongnya ke lantai.
"Cepat kau bereskan semua yang berantakan dan cepat merasakan kami.
kami lapar..
Dan ya besok kalau sudah bisa mulai kuliah. Aku tak mau Om mu itu curiga kepadaku. tapi tetap pekerjaan rumah harus kau yang mengerjakan" setelah mengatakan itu Indri pun langsung pergi meninggalkan Putri yang terduduk di lantai.
"Huhhhh...aku harus kuat...ayo semangat putri"ucap Putri menyemangati dirinya sendiri.
lalu dia mulai membersihkan seluruh rumah dan memasak untuk salsa dan Indri.
di lain sisi kepolisian digemparkan oleh kasus terbantainya geng harimau putih.
mereka mencari bukti yang tertinggal di TKP.
mereka menyelidiki seluruh TKP dengan detail.
setelah tahu kasus pembantaian itu dilakukan oleh Alexander jayandaru. mau tidak mau mereka menutup kasus itu.
mereka tidak berani mengungkapkan dalang di balik pembantaian geng harimau putih.
karena mereka tahu organisasi itu bukanlah organisasi yang dapat disinggung dengan mudah.
"tutup saja kasus ini jangan sampai terungkap ke media sosial, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh wilayah kita berada di bawah pengawasan keluarga jayandaru"
ucap pimpinan kepolisian kepada seluruh anak buahnya.
__ADS_1
ya mereka mengetahui betapa beringasnya organisasi yang dipimpin oleh Alexander jayandaru. karena banyak organisasi yang ada di bawah pengawasan keluarga jayandaru. banyak. pimpinan tentara maupun kepolisian yang ada di bawah naungan Jayandaru. mau tidak mau mereka pun menutup kasus itu dari publik.
itu juga peringatan bagi siapapun untuk tidak mengganggu organisasi jayandaru kalau tidak mereka akan hancur dalam semalam tanpa pemakaman yang layak.