Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 54: kejahilan Roan


__ADS_3

"Kau taruh mana perempuan tadi?"


tanya Putri pada roan..


"aku menaruh perempuan itu di depan kantor polisi. lalu aku cepat-cepat kabur supaya tidak ada yang teriak karena melihat aku


bergerak."


"baguslah sekarang ayo kita kembali ke rumah, aku sudah mengantuk".


Putri dan roan memutuskan untuk pulang kembali ke rumahnya dan beristirahat.


karena Putri sudah menggunakan kekuatannya yang besar saat bertarung dengan para iblis, kini Putri pulang ke rumahnya tanpa melakukan teleportasi seperti saat dia berangkat. dia ingin menghemat tenaganya yang ia punya.


roan dan Putri melompat dari satu atap ke atap yang lain.


lompatan terakhir Putri sudah berada tepat di depan gerbang rumahnya.


"Baiklah Roan kita sudah hampir sampai di rumah , setelah ini kita harus beristirahat".


"lebih baik Tuan Putri lebih dahulu masuk ke kamar aku akan menyusul nanti".


Putri menatap Roan dengan curiga.


"lebih baik aku mau ngerjain orang-orang itu dahulu sebelum masuk ke rumah,pasti sangat lucu melihat wajah mereka ketakutan".


Putri yang mendengar suara hati roan pun menggelengkan kepalanya.


"Kau pasti ingin mengerjai mereka kan",


tanya Putri sambil menatap ke bawah tempat anak buah Alex berada.


"Tuan Putri curang mentang-mentang mempunyai kekuatan bisa membaca hati makhluk lain. jadi rencana ku dengan gampangnya ditebak", puja Roan sambil cemberut.


"hahahaha, Ya sudahlah lanjutlah bersenang seneng, aku masuk kamar duluan ya aku sudah mengantuk",


Roan hanya menganggukkan kepalanya menanggapi.


Putri dengan gerakan cepat melompat ke dalam kamarnya. dia menggunakan jurus melainkan tubuh supaya gerakannya tidak tertangkap oleh mata telanjang.


melihat dahan pohon yang bergerak, anak buah itu pun menoleh kan kepalanya.


"kira-kira apa ya tadi yang melintas, apakah itu karena hutan?",


tanya salah satu anak buah itu.


"masa iya kera hutan ini kan bukan di pegunungan",gerakannya yang lain pun hanya mengangkat kedua bahunya.


"Sudahlah jangan difikirkan, anggap saja angin berlalu", setelah itupun mereka kembali berjaga di sekitar.

__ADS_1


Roan yang memandang ke bawah pun tersenyum.


Dia mempunyai ide untuk menjahili orang-orang itu.


Dengan sengaja roan menggoyangkan pohon itu dengan kencang.


Para manusia yang berada di bawah pohon itu pun ketika mendongak kan kepala mereka ke atas.


"Apa itu?" , mereka mulai ketakutan.


""Ke...ketua, apa itu kera lagi, kenapa gerakannya lebih kuat dari yang tadi?".


tanya dia sambil gemetaran


"Kalau aku bertanya kepadaku lalu aku harus bertanya pada siapa?".


jawab sang ketua dengan marah.


"huhuhuhuhu..........?"


ucap roan menakut-nakuti para anak buah itu.


"Ke,,,ketua...bunyi apa itu?" tanya sama anak buah sambil bersembunyi di belakang tubuh ketuanya.


"aku tidak tau" ujar sang ketua ia pun menahan rasa gemetaran yang ada di tubuhnya.


"Cecep coba kau cek ada apa di pohon itu" printah ketua itu.


tolak anak buah itu.


" oh berani menolak perintahku ya,maka akan ku beritahu kau kepada bos Jhon supaya kau dipecat dan dikebiri", ancam sang ketua.


anak buah itu pun jadi ketakutan,akhirnya dengan memberanikan diri dan penuh tekad ia mulai mendekati ke arah pohon itu.


dia mengarahkan senter ke dedaunan yang berada di pohon.


semua menatap serius ke arah pohon itu.


tiba tiba muncullah kepala beruang yang sangat besar sehingga mengagetkan mereka ber 3.


beruang itu muncul dengan mata merah yang menyala, menambah kesan mengerikan pada sosok itu.


"aaaaaaaaa,,,,,setan", teriak mereka bertiga lalu mereka bertiga lari pontang panting meninggalkan rumah Putri.


Putri yang mendengar teriakan itu pun mengintip dari jendelanya.


Putri tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol ketiga lelaki itu yang takut karena dikerjai oleh Roan.


"hahahaha,aduh,aduh.....perutku sakit",

__ADS_1


biar Putri tertawa sambil memegang perutnya.


Sedangkan Roan tertawa terbahak-bahak di atas pohon itu.


"Hahaha, mereka ketakutan dasar pengecut hahaha......Gedebuk....", karena terlalu asik tertawa roan pun sampai terjatuh ke bawah tanah.


Putri yang melihat telur yang jatuh dari pohon-pohon semakin tertawa terbahak-bahak, perutnya sudah sakit karena tertawa.


"Hahaha, kenapa kau bisa jatuh dari pohon? sepertinya kau terkena azab karena mengerjai mereka bertiga roan hahaha".


tawa Putri semakin pecah.


Roan pun dengan buru-buru berdiri,dia membersih kan pantatnya dari kotoran debu. Roan sangat malu terlihat konyol di depan tuan putrinya, padahal dia tadinya mengeejai ketiga lelaki itu tapi malah dia terkena sial juga.


"oh Tuan Putri anda jahat sekali menertawaiku yang jatuh dari pohon", ujar roan dengan cemberut.


"sudahlah ayo kita istirahat,mataku sudah tinggal 3 watt saja nih,aku sudah sangat mengantuk berat".


akhirnya mereka berdua masuk ke kamar yang putri tempati,mereka tidur dengan saling berpelukan.


"Selamat tidur Roan", puja Syafa Putri sebelum menutup matanya dan pergi ke alam mimpi.


"selamat tidur dan Putri semoga anda mimpi indah", mereka pun akhirnya tidur bersama.


sedangkan untuk ketiga mata-mata itu mereka sudah mengendarai mobilnya menuju ke markas.


setelah sampai di markas mereka masuk ke dalam ruangan Jhon.


"tok tok tok tok tok tok tok tok tuan jhon tolong bukakan pintu "ujar sang ketua.


"hei ada apa kalian bertiga mengetuk pintu ruanganku, bukannya kalian bertiga itu bertugas untuk menjaga Nona Putri saat ini?"


tanya jangan sambil menatap tajam ketiga lelaki itu.


"Aaa....aaa...anu tuan, saat kami sedang berpatroli menjaga kediaman Nona Putri kami diganggu oleh setan tuan", ujar anak buah itu ketakutannya.


"apa maksud kalian melihat setan?"


tanya John dengan penuh selidik.


"awalnya ada yang melompat dari sebuah dahan pohon, kami kira itu kera hutan, tapi yang kedua kalinya pohon itu bergetar sangat kuat, lalu saat kami datangi tiba-tiba ada yang menangis di atas pohon itu dan muncullah sosok yang besar mata yang merah menyala tuan, kata kami takut dibunuh oleh setan itu akhirnya kami melarikan diri saja tuan".


ujar anak buah itu dengan ketakutan.


"dasar kalian begitu saja takut,percuma tubuh kalian yang kekar dan besar seperti ini kalau kalian takut dengan hal seperti itu"ujar jhon dengan marah sambil memegang lengan ketiga lelaki itu.


"tapi menurut kami nona Putri tidak perlu diawasi dan dijaga seperti ini lagi tuan, karena nona putri yang sekarang tidak mudah ditindas bahkan auranya sama seperti dengan Tuan Alexander, kami berada di sekitarnya menjadi samsak nya tuan", ujar anak buah itu kepada Jhon.


"Aku tak ingin mendengar alasanmu apapun bahkan alasan yang konyol dari mulut kalian, sekarang kembalilah ke sana, karena saat ini pasti tidak ada yang mengawasi nona putri bagaimana jika terjadi sesuatu dengan beliau pasti kita semua akan mati di tangan Tuan Alexander".

__ADS_1


mendengar ucapan John mereka bertiga akhirnya tersadar karena kebodohan mereka. dengan buru-buru mereka kembali kediaman Putri lagi untuk menjaga sang nona walaupun sang nona Putri tidak diketahui keberadaan mereka.


__ADS_2