Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 7: "Aku ingin ikut ayah dan ibu"


__ADS_3

setelah menyelesaikan kekacauan yang dibuat oleh geng harimau putih, Alexander pun kembali ke markasnya. dia sedang membuka berkas-berkas perusahaan yang ia kelola. saat dia mengecek berkas-berkas itu dia teringat oleh wajah cantik Putri.


"mengapa aku jadi teringat wajahnya. apakah dia sudah sadar sekarang. aku harus menghubungi Brian"ujar Alexander dalam hatinya.


lalu ia pun menghubungi Brian untuk menanyakan Putri.


"halo Brian bagaimana keadaan gadis itu".


"gadis mana yang kau maksud Alex. banyak gadis di rumah sakit ini. jadi gadis mana yang kau maksud"goda Brian. dia tahu bahwa Alex menanyakan keadaan Putri tapi dia sengaja menggodanya agar Alex kesal.


"apa kau ingin melihat rumah sakit itu rata dengan tanah Brian?"


tanya Alex dengan santai.


"ya Tuhan ferguso sekali kau. aku hanya bercanda big bos. haduh susah sekali berbicara dengan beruang kutub. gadis itu sudah sadar aku sudah mengantarkannya ke rumah". jelas Brian


"kau tahu Alex .ternyata Putri itu sangat manis saat tersenyum. jantungku bahkan tidak berhenti berdebar-debar saat berada di dekatnya. apalagi saat melihat dia tersenyum serasa manisnya madu akan kalah dengan senyumannya"ucap Brian di seberang telepon sambil mengingat kembali senyuman Putri.


Alex yang mendengar pujian Brian untuk Putri pun merasa panas. entah mengapa hatinya tak rela jika ada yang memuji gadis itu. rasanya ia akan menenggelamkan siapapun yang berani mendekati gadis itu.


"jangan kau berani dekati gadis itu jika kau masih ingin bernafas esok"ucap Alex dengan dingin.


"hei hei hei beruang kutub. kau ini susah sekali di ajak bercanda. kenapa kau jadi sensi sekali denganku. apa kau jatuh cinta pada putri ha?"tanya Brian.


"oh ternyata nama gadis itu Putri"bukannya menjawab pertanyaan Brian malah senang tahu nama gadis itu.


" Aku bertanya padamu kau malah menjawab yang lain,Ternyata kau kalah selangkah dariku tuan Alexander hahaha"


Alex berlangsung mematikan telepon itu.


lalu dia memanggil John untuk datang ke ruangannya.


"Permisi bos apakah buku boleh masuk?" tanya John. Alex pun hanya berdahan sebagai jawabannya.


lalu Jun masuk sambil membawa berkas-berkas yang diminta Alex.


ini bos data-data dari gadis yang anda minta kemarin.


Alex pun membuka data-data Putri. dia terhenti sejenak saat memandang foto Putri yang sedang tersenyum.


terukir senyum walaupun hanya sekilas di bibir Alex. ya Alex akui Putri sangat cantik padahal itu hanya fotonya. apalagi saat melihat putri tersenyum secara langsung. pasti dia akan tergila-gila. lalu ia membaca data tersebut. Putri Sanjaya. nama ayahnya adalah Rehan praditya Sanjaya, mempunyai perusahaan batu tambang di kota xx. cukup lumayan bagi Alex. Alex merasa pernah mendengar nama Sanjaya.

__ADS_1


lalu dia menggali ingatan di kepalanya dia merasa tak asing dengan nama Sanjaya.


"ah aku ingat sekarang Om Sanjaya itu kan sahabat papa. papa pernah mengajak Putri dan istrinya untuk menghadiri ulang tahunku saat aku berusia 10 tahun. pantas saja aku langsung terpesona dengan gadis itu, ternyata dia lah gadis kecil yang cengeng itu, dunia sesempit ini ya Putri"batin Alex.


Alex pun membaca kembali datanya dia terkejut saat mengetahui kedua orang tua putri sudah meninggal dunia. di situ dijelaskan ibu Putri meninggal karena sakit yang tidak diketahui penyebabnya. bahkan di catatan medis tidak dijelaskan penyakit apa yang merenggut nyawa ibunya putri.


lalu ayahnya Putri meninggal karena rem blong dan masuk ke jurang.


Alex merasa ganjil dengan kematian kedua orang dua Putri.


lalu dia pun memanggil John kembali.


"John aku punya tugas tambahan untukmu, selidiki kematian kedua orang tua putri"


"baik bos" jawab John


"bos boleh aku bertanya"


Alex pun hanya berdehem


"mengapa bos sangat ingin tahu tentang Putri bahkan mencari identitas Putri sampai informasi tentang kematian kedua orang tua putri? apa bos tertarik dengan gadis itu, setahuku bos tidak akan perduli dengan apapun kecuali keluarga bos"


karena selama dia mengikuti bosnya itu. bosnya itu sangat masa bodoh dengan lingkungan sekitarnya dan tidak peduli dengan kehidupan orang lain. semenjak ayahnya meninggal dan penghianatan cinta masa lalunya dia seakan mati rasa. dia pun heran mengapa sekarang bosnya itu tertarik untuk menyelidiki kehidupan gadis itu. apakah sekarang bosnya sudah bisa jatuh cinta. jika memang begitu maka dia sangat bahagia setidaknya ada obat sakit hati dan orang yang bisa membuat bosnya itu tersenyum kembali. tentu saja senyuman cinta bukan senyuman mengerikan saat membantai musuh-musuhnya.


"hmm.. karena gadis itu adalah gadis cengeng masa kecilku, Dan ayahnya adalah sahabat baik ayahku,itu saja". jawab Alex sambil menyangkal perasaannya, tak mungkin kan ia jatuh cinta pada pandangan keduanya itu. pandangan pertama saat ia berusia 7 tahun. dan pandangan kedua saat melihat putri menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.


"baiklah bos saya akan menyelidiki kematian kedua orang tua gadis itu"


lalu jhon pun meninggalkan ruangan itu


setelah John pergi meninggalkan ruangannya


alex pun membaca lagi datanya.


dia sangat marah saat membaca bahwa ibu tiri dan saudara tiri Putri sering menganiaya Putri dan semena-mena terhadap Putri di rumahnya. dia sangat geram saat mengetahui Putri sering dijadikan babu di rumah itu padahal rumah itu adalah rumah peninggalan orang tua putri.


dia berjanji di dalam hati akan melindungi Putri diam-diam.


"aku berjanji padamu gadis yang ini aku akan melindungimu walaupun dari jarak jauh"


ujar Alex.

__ADS_1


di malam hari Putri tertidur dengan lelapnya karena dia sangat kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah seharian tanpa bantuan orang lain.padahal dia baru pulang dari rumah sakit. di saat dia terlelap dia bermimpi ayah dan ibunya datang menemuinya.


di mimpi itu Putri sedang duduk di hamparan bunga-bunga yang indah.


"Putri anakku"ucap mamah Putri


Putri pun langsung menoleh ke belakang dilihatnya ayah dan ibu sedang berdiri di belakangnya dengan senyum termanis. senyum yang selalu ia rindukan setiap harinya.


"ayah ibu hik hik hikkk...."tangis Putri pun pecah seketika air mata tak mampu terbendung lagi di kelopak matanya yang indah.


lalu ia pun berlari dan langsung masuk ke dalam pelukan kedua orang tuanya. lu kan itu terasa sangat hangat. air mata tak mampu untuk terbendung lagi.


"ayah ibu mengapa kalian meninggalkanku di dunia ini. kenapa kalian baru datang sekarang. apa kalian tak merindukanku ayah ibu, apakah kalian membenciku, enggak kalian meninggalkanku di dunia yang kejam itu"ucap Putri sambil menangis dan memegang kedua wajah orang tuanya yang ia rindukan.


" Nak, kau harus kuat kau tidak boleh cengeng seperti ini, tentu ayah dan ibu sangat mencintaimu, tapi ini adalah takdir kami kami harus pergi meninggalkanmu lebih dari dulu"ucap ayah Putri.


"ayah dan ibu yakin kalau bisa menjalani kehidupan ini. dan kita bisa berkumpul lagi bersama. kau akan menemukan cinta sejatimu"ucap sang ibu.


"tidak ayah ibu aku ingin ikut kalian Aku tidak ingin di sini lagi. dunia ini sangat kejam bagikuhik hik hik".


lalu ibu pun mengusap air mata putri. ayah dan ibu Putri pun berdiri mereka melangkah mundur ke arah cahaya.


"ayah ibu kalian mau ke mana jangan tinggalkan Putri sendirian di sini"tangis Putri semakin pecah. tapi ayah dan ibu Putri pun tidak mendengar ucapan anaknya mereka tetap melangkah ke arah cahaya. di saat Putri mengejar mereka namun tangannya tak mampu menggapai orang tua dia.


"Berjanjilah nak kau akan selalu bahagia di kehidupan ini. jika kau tak mampu lagi kami akan datang menjemputmu kita akan berkumpul bersama-sama lagi seperti dahulu"


"jika kau merindukan kami tetaplah bintang yang ada di langit carilah bintang yang paling terang di situlah kami berada"ucap ibu lalu cahaya pun menelan mereka berdua.


seberkas sinar yang terang menerpa Putri dia pun berteriak"ayah ibu jangan tinggalkan aku........"


HOS HOS HOS .....


nafas Putri ngos-ngosan


"ternyata hanya mimpi, terima kasih ayah ibu kan sudah hadir dalam mimpiku malam ini"


ucap Putri sambel tersenyum.


oh ya hari ini kan aku sudah boleh masuk kampus kalau begitu aku harus cepat beres beres agar aku tidak telat datang ke kampus"


Putri pun beranjak dari tempat tidurnya dan mulai membereskan rumah serta membuat sarapan untuk ibu dan adiknya lalu ia pun berangkat ke kampus.

__ADS_1


__ADS_2