Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 50: berkunjung kerumah om Irfan dan Tante imelda


__ADS_3

"aku hanya bercanda. baiklah aku akan mandi lalu berkemas kembali ke rumahku".


mendengar ucapan Putri Caca pun menolehkan kepalanya


"apa kau akan kembali ke rumahmu?"


tanya Caca kepada Putri.


"ya Aku akan kembali ke rumahku, dan aku akan mulai mengambil alih perusahaan Sanjaya group".


ucap Putri kembali.


"jika kau kembali berarti aku akan kesepian lagi di rumah ini, tidak akan ada lagi yang mengajak ku ngobrol mau pun mengajak ku berdebat".


kata Caca sambil menundukan kepalanya.


"hai kenapa kamu jadi mellow seperti itu. kau mengatakan ingin ikut berpetualang dengan ku kan.. maka aku akan mengajakmu"


ujar Putri menepuk ringan bahu Caca..


"baiklah. berjanjilah untuk mengajak ku berpetualang".


Caca mengacungkan jari kelingkingnya kepada Putri. Putri pun menautkan jari kelingkingnya persis seperti Caca.


"aku janji padamu".


mereka pun tersenyum..


"baiklah kapan kamu akan pulang".


"setelah sarapan bersama, aku akan pulang, jadi sekarang ayo sarapan Aku sudah lapar".


mereka berdua pun turun dan sarapan bersama.


setelah menyelesaikan sarapannya. Caca memesan taksi untuk mengantar Putri ke rumahnya.


"hati-hatilah di jalan jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku".


Putri menganggukan kepalanya.


lalu dia naik taksi itu dan berlalu pergi meninggalkan kediaman Caca.


15 menit perjalanan ditempuh oleh taksi itu.


kini Putri sudah sampai di depan rumahnya.


"terima kasih ya pak".


ujar Putri. setelah itu dia masuk.


Putri pun melangkahkan kaki menuju rumah itu.


"hufffffff"... Putri menghela nafasnya. mulai saat ini dia akan menjalani kehidupannya sebagai Putri Sanjaya.


entah apa yang akan dia hadapi kedepannya namun dia harus tetap menghadapinya.


Putri memantapkan langkahnya memasuki rumah itu.


Putri membuka kenop pintu dan masuk ke rumah.


bibi yang mendengarkan pintu terbuka pun langsung berlari ke depan.


"siapa...????"


tanya bibi itu.


"saya Putri Sanjaya".


bibi itu langsung melihat dengan teliti wajah Putri Sanjaya.


"anda ternyata benar-benar nona Putri Sanjaya, ternyata anda masih hidup nona".


ujar bibi itu dengan haru.


pembantu itu adalah pembantu baru yang disewa Indri untuk menjaga rumah tetap bersih. makanya kembali itu tidak mengenal wajah dari Putri Sanjaya. dia tahu itu Putri Sanjaya karena saat dia membersihkan kamar Putri dia melihat album fotonya.


"iya bi. mulai saat ini aku akan tinggal di rumah ini lagi".


"saya siap melayani semua kebutuhan Nona Putri, Nona tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan kepada saya".


ujar bibi itu dengan tulus.


"iya bi terimakasih".


"oh ya nona apa Nona sudah mengabari paman nona, jika Nona sudah kembali dan baik-baik saja?".

__ADS_1


"belum bi... nanti aku akan mengabari mereka".


lalu Putri pun pergi ke kamarnya.


kamarnya seluas kamar Caca. walaupun terlihat sederhana namun bisa dibilang cukup nyaman.


Putri duduk di kasur. dia melihat sebuah bingkai foto.


"semoga kau sekarang bahagia di Alam nirwana bersama kedua orang tuamu Putri Sanjaya".


ujar Putri sambil mengelus foto itu.


"baiklah aku akan bersiap-siap, aku akan mengunjungi rumah pamannya Putri dahulu, karena seingatku om Irfan adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki oleh Putri Sanjaya".


setelah mengatakan itu Putri Sanjaya pun mengganti bajunya dan bergegas pergi ke rumah om irfan.


"bi aku pergi ke rumah Om Irfan dulu ya"


uca Putri berpamitan kepada bibi.


"iya non hati-hati di jalan".


lalu Putri pun diantar oleh sopirnya pergi ke rumah Om Irfan.


saat Putri keluar rumah , dia merasakan ada orang yang sedang mengawasinya.


dan dugaannya benar. anak buah Alexander sedang mengawasi Putri.


Alexander mengerahkan 3 anak buahnya untuk mengawasi dan menjaga Putri ia tidak ingin kejadian itu terjadi lgi.


"pasti ini ulah lelaki itu, dia pikir aku butuh perlindungannya, pasti dia mengira aku lemah, dia tidak tahu saja sekarang aku bukanlah Putri Sanjaya yang mudah ditindas. tapi aku adalah jenderal perang Putri Sienna".


ujar putri dalam hatinya.


Putri Sanjaya menatap tajam tempat persembunyian ketiga penguntit itu. lalu dia mengeluarkan aura penindasan yang ditujukan untuk ketiga penguntit itu.


seketika ketiga lelaki itu pun jatuh dan mengerang kesakitan serta badannya bergetar.


Putri yang melihat mereka bertiga tiba-tiba jatuh pun tertawa.


"hahaha rasakan itu penguntit, katakan pada bos kalian jika aku tidak selemah itu sehingga harus dikawal oleh ketiga penguntit seperti kalian".


setelah mengatakan itu Putri pun naik ke mobil dan meninggalkan mereka bertiga yang terbaring di tanah.


setelah mobil itu meninggalkan rumah. ketiga lelaki itu pun baru bisa bernafas dengan normal.


ucap salah satu lelaki itu.


"kau benar. nona itu sangat cocok menjadi pasangan bos Alexander. bos salah untuk menempatkan kita menjadi pengawal dari wanitanya. malah kita akan menjadi bebannya atau kita akan menjadi samsak nya saat dia marah".


ucap temannya menimpali ucapannya.


"ayo kita ikutin nona itu. kita harus tetap menjalankan tugas, kalau tidak nyawa kita yang akan melayang".


akhirnya mereka ber 3 mengikuti kemana Putri pergi. namun mereka menjaga jarak yang jauh agar tidak terdeteksi kembali oleh Putri.


namun mereka tidak sadari kayu putih masih bisa mendeteksi keberadaan mereka melalui aura jiwanya.


"bos Nona Putri pergi ke rumah omnya. dan kami tadi merasakan keanehan pada tubuh kami saat Nona Putri menatap ke arah kami. kami serasa ditindas dan tercekik. sungguh sangat mengerikan aura dari nona Putri bos"


kejar anak buah melalui telepon yang tersambung oleh John.


"baiklah tetap awasi Nona Putri".


ucap Jhon singkat.


" apa bos yakin Nona Putri masih perlu perlindungan kita?".


tanya anak buah itu lagi.


"rupanya kau ingin menyetorkan nyawamu pada bos alex ya?".


anak buah itu langsung gemetaran mendengar ucapan John.


"bu bukan seperti itu bos.. baik kami akan memantau terus Nona Putri"


setelah itu sambungan telepon pun terputus.


setelah sampai di rumah Irfan, Putri pun mengetuk rumah itu..


tok...tok.. tok


istri Irfan pun membuka pintu rumah.


"tunggu sebentar..putriiiiii".

__ADS_1


ucap istri Irfan dengan terbata-bata.


dia langsung memeluk erat tubuh Putri.


" huhuhuhu...Putri dari mana saja dirimu,


kau tahu om dan tante sangat mengkhawatirkanmu".


ucap Imelda memeluk Putri sambil menangis.


"tenanglah tante Aku sudah kembali. maaf aku sudah membuat kalian khawatir".


yang penting kau sekarang sehat.


tunggu tante akan mengabari om agar segera pulang.


tante Imelda pun langsung menelepon suaminya agar segera pulang. ia sengaja tak memberitahukan kalau ada Putri di rumahnya.


tak lama setelah itu pun Irfan kembali ke rumah.


dia berlari dengan panik ke arah istrinya.


"sayang apa yang terjadi pada dirimu?"


teriak Irfan sama berlari memasuki rumahnya.


saat sudah sampai di depan istrinya. Ivan mengecek seluruh tubuh istrinya.


"hai tenanglah tidak ada apapun yang terjadi padaku". ujar imelda menenangkan suaminya yg panik.


"lalu apa yang terjadi mengapa kau tadi cepat-cepat menyuruhku pulang".


Imelda tersenyum dengan penuh arti.


"aku punya kejutan untukmu suamiku. sayang kemarilah om kamu sudah pulang"


ucap Imelda.


Irfan pun menoleh ke belakang. betapa terkejutnya dia melihat putri yang sudah sangat ia rindukan dan khawatirkan berdiri di belakangnya dengan sehat.


"Putri....."


ucap Om Irfan. lalu dia menghambur memeluk Putri.


"apakah benar ini kamu".


tanya nya sambil meneteskan air mata.


"iya om ini aku".


ujar Putri. Irfan pun kembali memeluk keponakan kesayangannya itu...


dia meluapkan rasa rindunya.


sedangkan Putri merasa sangat terharu. ternyata banyak orang yang mencintai Putri Sanjaya. namun dia rada kaku karena dia bukanlah Putri Sanjaya.


"sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu. kenapa kau menghilang hampir 2 tahun?"


Putri pun mulai menjelaskan peristiwa dari awal saat dia diculik oleh Indri dan dibuang ke lautan, serta Putri mengatakan bahwa dia kehilangan separuh ingatannya, dia pun mengatakan sudah berhasil membalaskan dendam nya.


"maafkan Om. Om tidak tahu kau sudah kembali dan datang ke grup Sanjaya. sungguh biadab Indri. biarkan saja dia mati membusuk. tapi kamu benar kan sudah menghilangkan jejaknya"


tanya Irfan memastikan.


"iya Om. ini semua berkat bantuan tuan Alexander, dia yang membereskan mayat wanita itu".


"lagi-lagi kita berhutang Budi kepada Tuan Alexander, om akan mengucapkan terima kasih padanya lain waktu."


ujar Irfan dengan tulus.


"oh ya Om Putri ingin meminta tolong pada Om untuk besok ikut Putri ke perusahaan Sanjaya group. Putri ingin mengurus semua berkas-berkas yang telah direbut oleh Indri. karena ulahnya perusahaan peninggalan papa hampir jatuh ke tangan orang lain".


ucap Putri.


"Putri maafkan Om karena tidak bisa mempertahankan grup Sanjaya. karena saat engkau menghilang, Om langsung di Depak dari perusahaan itu. Om tidak bisa berbuat apa-apa karena dia mempunyai dukungan dari banyak pihak".


ujar Om irfan menyesal.


"Om tak perlu merasa bersalah. wanita itu memang licik jadi jangan salahkan diri om sendiri. besok kita akan mengambil alih seluruh perusahaan"


ujar putri..


"baiklah besok Om ikut kamu ke perusahaan.om akan membantumu menyetabilkan perusahaan Sanjaya group kembali".


Putri mengganggukan kepalanya..

__ADS_1


lalu hari itu Putri menghabiskan waktunya di rumah om nya..dan Putri terpaksa harus menginap di rumah om nya..karna om nya kuatir terjadi sesuatu pada keponakan nya ...


__ADS_2