Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 43:hampir saja ketahuan


__ADS_3

"maaf aku mengganggu waktumu nona Caca, aku hanya kemari ingin menanyakan siapa wanita yang bersamamu tadi".


tanya Alex to the point.


Caca yang ditanyai pun menjadi gugup.


apalagi menatap wajah Alex yang begitu tegas. hingga Caca meneguk air ludahnya yang terasa berat


"ma...maaf, Tuan Alexander maksud Anda apa ya saya tidak bersama siapa-siapa!".


ucap Caca dengan gugupnya.


"anda tidak perlu berbohong pada saya Nona Caca. John lihat kan video itu".


John memberikan video saat Putri menarik tangan Caca menuju parkiran.


Caca yang melihat video itu pun semakin gugup...


"saya benar tidak tahu apa-apa tuan".


ucap Caca menundukan kepalanya.


"maaf Caca jika aku berbuat lancang, John periksa rumah ini".


perintah Alex pada Jhon.


lalu Jhon memeriksa rumah Caca.


Caca semakin panik ia takut jika Alexander menemukan putri di kamarnya.


"Tuan anda tidak boleh seperti ini.ini melanggar privasi pribadi saya. saya tidak menyimpan siapapun di sini"


ucapkan semakin panik.


"saya tidak mengatakan kau menyimpan siapapun di rumah ini. memangnya kamu menyembunyikan siapa?"


tanya Alex penuh selidik.


"sial aku jadi terkecoh, bodohnya kamu ca"


Caca merutuki kebodohannya.


emmm...saya tidak menyembunyikan siapa-siapa".


Alex tidak menanggapi perkataan Caca, dia pun menuju lantai 2 tepat di mana kamar Caca berada.


sedangkan saat ini Putri masih berbaring dengan santainya sambil memejamkan matanya.


"kenapa aku merasakan aura yang familiar di dalam kamar ini, seperti saat aku bersama wanita misterius itu".


ujar Alex dalam hatinya. semenjak dia melakukan kultivasi di pegunungan barat insting nya semakin meningkat tajam. dia dengan mudah mengenali aura seseorangnya setelah bertemu dengan nya.


Alex memantapkan kepalan tangannya dan membukakan kenop pintu kamar Caca.


Caca langsung berlari menghampiri Alex.


tapi Alex lebih dulu memasuki kamar itu.


Alex memandangi sekitar kamar lalu dia mulai masuk membuka kamar mandi ruang baju lemari bahkan mengecek di bawah tempat tidur.


dia tidak menemukan siapa-siapa di dalam kamar itu.


Caca yang saking paniknya langsung menorehkan kepala ke kanan dan ke kiri yang mencari sosok Putri.


Caca menghela nafas lega. Untung aja Putri sudah tidak ada tapi ke mana Putri pergi.


Alex membuka lebar jendela di balkon kamar Caca.


Alex memandang kekanan dan ke kiri. mencari sosok wanita misterius itu. namun dia tak menemukan siapa-siapa.


"apakah firasat ku salah tadi. tapi aku benar-benar merasakan kehadirannya".


Ucap kata hati Alexander.


"sial ternyata lelaki ini bisa merasakan keberadaanku, bodohnya Aku tidak menyamarkan auraku".


ucap batin Putri. setelah mendengar suara hati Alexander.


lalu dia menyamarkan auranya agar tidak terdeteksi oleh Alexander.


Jhon pun masuk ke kamar Putri.


"lapor bos saya sudah memeriksa semua rumah ini, namun saya tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan".


ujar jhon menjelaskan kepada Alexander.


Alexander pun begitu kecewa mendengar penuturan dari anak buahnya.


"baiklah ayo kita pergi sekarang"


ucap Alex.

__ADS_1


"maafkan aku Nona Caca.aku sudah mencurigaimu, saya permisi dahulu jika anda mendapatkan kabar tentang keberadaan putri segera hubungi saya"


ucap Alex pada Caca.


"baik Tuan Alexander saya pasti akan memberitahukan pada anda".


setelah itu pun Alexander beserta anak buahnya meninggalkan rumah Caca.


Caca mengantar mereka sampai pintu depan.


setelah memastikan Alexander meninggalkan halaman rumahnya caca dengan panik berlari ke dalam kamar.


"Putri kamu di mana Putri, tuan alex sudah pergi".


tiba-tiba saja Putri melompat dari balkon kamar Caca , dengan gerakan lincah Putri mendarat dengan sempurna.


"huhhffftt,hampir saja ketahuan"


ucap Putri sambil menghela nafas lega.


"wow Putri.. tadi kamu bersembunyi di mana kenapa tidak kelihatan?".


tanya Caca dengan penuh selidik...


"aku tadi sembunyi di bawah dek balkon mu".ucap Putri dengan tenangnya


"apa... kamu bersembunyi di bawah dek balkon, apa kamu bermutasi menjadi spider-man sekarang put".


"apa itu spider-man Aku tidak pernah mendengarnya". tanya Putri dengan tatapan bingung.


"hahahhahahah... aku lupa semenjak kamu jatuh ke laut kan otakmu agak bermasalah". jawab cacaa sambil tertawa terbahak-bahak.


"Putri tidak tahu saja spider-man itu seperti cicak yang menempel di dinding 🤣🤣"


ucap caca dalam hatinya.


"kurang ajar kamu mengatai aku jadi cicak ya Caca". Putri menjadi emosi mendengar suara hati Caca, lalu dia pun melempar guling ke wajah Caca.


"eh Putri kenapa kau bisa tahu yang ku katakan di dalam hatiku".


tanya Caca dengan kebingungan.


"apa sekarang kamu alih profesi menjadi cenayang?" tanya Caca kembali.


"Ais tidak ada hubungannya dengan cenayang,sudah lah lupakan".


putri kemudian duduk di tempat tidur dan membaringkan tubuhnya lagi.


tanya Caca sekali lagi pada sahabatnya.


"Aku kan sudah mengatakannya padamu tadi ca,aku tidak ingin mengurusi masalah asmara dahulu, biarkan waktu yang menjawab semuanya, untuk Sekarang aku tidak bisa menunjukkan diriku padanya, dan aku bingung jika bertemu dengannya aku harus apa".


"baiklah put jika itu keputusanmu.Aku hanya bisa mendukungmu".


sin berganti, sekarang Alexander kembali ke markasnya.


"John awasi kediaman Caca mulai sekarang. laporkan apa saja yang menceritakan tentang nya".


"siap tuan"jawab Jhon.


"tadi aku benar-benar merasakan kehadiran yang membuatku merasa sangat nyaman, apakah firasat ku salah?"..


"maaf Tuan saya ingin memberitahu anda sesuatu".ujar John pada Alexander.


"katakan"....


"saya mendapatkan informasi jika saham perusahaan Sanjaya group akan dijual. dan rumah dari peninggalan Tuan Sanjaya akan dijual juga Tuan,untuk menutupi kerugian yang dialami oleh Sanjaya group".


John menjelaskan pada Alexander..


"usahakan kita mendapatkan saham terbesar yang ada di perusahaan Sanjaya group .agar perusahaan itu tidak jatuh ke tangan orang lain". ujar Alexander.


"baik Tuan siap laksanakan".


lalu John menyuruh Kevin mengotak-atik komputernya.


...----------------...


sin berpindah lagi di tempat apartemen jaya Pratama.


"sayang kenapa kamu memutuskan untuk menjual saham perusahaan itu"


tanya jaya pada Indri...


"sudahlah tak apa. daripada perusahaan itu merugi dan semua barang disita oleh bank. lebih baik aku jual saja sahamnya, toh aku masih mendapatkan untung. dan rumah itu pun aku jual karena aku tidak ingin menempati rumah angker itu, aku akan membeli sebuah villa saja"...


"baiklah jika itu keputusanmu ".


kata jaya sama mencium kepala Indri..


"sayang nanti malam aku pergi ke kota JJ bersama para sahabatku ya,hanya 2 hari saja.sudah lama aku tidak berkumpul dengan mereka".

__ADS_1


ucap Indri pada jaya.


"oh tidak apa sayang. kamu tenangman pikiranmu saja bersama teman-temanmu".


ucap jaya sambil tersenyum.


"apa kau tak apa berdua saja bersama salsa di apartemen?".


"tidak apa sayang, Aku kan sudah menganggap salsa sebagai anakku sendiri"


Keta jaya sambil tersenyum dengan liciknya namun tak disadari oleh Indri.


"baiklah sayang, aku akan bersiap-siap dulu".


waktu telah berganti sore.


indiei sudah berangkat ke bandara untuk melakukan perjalanan keluar kota.


sedangkan salsa sudah pulang ke apartemen jaya.


"kemana ya mama, apa mama masih di kantor?".


lalu salsa ke meja makan untuk mengambil segelas air.


saat itu jaya baru pulang dari minimarket.


dia menatap salsa dengan senyum liciknya.


"hai salsa sejak kapan kamu pulang?".


tanya jaya.


"oh om jaya. barusan aku pulang.emm Mama ke mana ya Om". tanya salsa.


"oh mamamu sedang bertemu rekan bisnisnya. katanya nanti malam baru pulang".


ucap jaya dengan kebohongannya.


"oh begitu, ya sudahlah aku pergi dulu ya, Aku ada janji dengan teman-teman, aku akan pulang saat malam tiba".


kata salsa sambil menghindari jaya.


"kenapa kamu cepat sekali perginya. bukannya kamu tadi mengatakan kalau kamu baru sampai . kenapa sekarang ingin pergi lagi". tanya jaya sambil memperhatikan tubuh salsa yang begitu molek.


salsa yang diperhatikan sebegitunya oleh jaya pun mencoba menutupi area bajunya yang terbelah di tengah.


"begini Om aku sudah janjian bersama sahabatku, nanti malam kami ingin berkumpul di club, jadi aku harus bersiap-siap dan menyusul para sahabatku".


ucap salsa.


"oh ya sudahlah hati-hati kamu di jalan".


salsa pun pergi meninggalkan jaya.


sedangkan jaya memperhatikan tubuh salsa dari belakang.


"tunggu saja saat malam hari nanti Caca, kan kupastikan kau berada di genggamanku".


ucap batin jaya.


kemudian jaya menelepon Indri.


"halo sayang, ada apa? apa kau sudah merindukanku saat ini,aku baru saja turun dari pesawat ". hujan Indri dengan santainya.


"ia sayang aku sangat merindukanmu, Aku hanya ingin tahu kau sudah berada di mana, apa kau sudah sampai?".


tanya jaya ber basa-basi.


"ya aku baru sampai. maafkan aku ya yang harus meninggalkanmu di apartemen bersama salsa. pasti dia akan merepotkanmu".


ucap Indri dengan rasa bersalah.


"tidak apa-apa sayang .Aku hanya ingin mengatakan padamu lebih baik kamu mematikan ponsel mu, agar tidak ada yang mengganggumu, kamu kan ingin bersenang-senang bersama teman teman mu.untuk masalah kantor aku akan menanganinya,supaya kamu menikmati liburan mu".ujar jaya


"ide mu bagus honey. terima kasih karena kau sudah membantuku, aku akan mematikan ponselku. tapi aku lupa memberitahukan salsa kalau aku keluar kota".ucap Indri.


"tidak usah di beritahu,nanti aku yang memberitahunya, lebih baik kau nikmati saja liburanmu".


"owhhh... kau sangat peduli sekali dengan ku honey .baiklah terima kasih atas bantuanmu aku hanya dua hari di sini,jangan merindukan ku terlalu berat ya.hahahha".ujar Indri sambil tertawa lewat telefon.


"ya aku akan menahan rasa rinduku. aku pasti sanggup. kan cuman dua hari saja kita tidak bertemu, Ya sudah dulu ya Aku ingin memasak , i love you honey ". Ucap jaya.


"love you too " balas Indri.


lalu sambungan telepon itu terputus.


setelah telepon itu mati jaya pun menampilkan senyum liciknya.


"hahaha tidak akan ku sia-siakan kesempatan emas ini".


setelah itu jaya pun pergi ke kamarnya untuk mandi.

__ADS_1


__ADS_2