
pagi hari telah menjelang salsa lebih dahulu terbangun dia terkejut melihat mamanya sudah terbaring di lantai.
"Mama bangun .ma apa yang terjadi mah" bangun mah teriak salsa sambil menepuk pipi mamanya.
dia juga terkejut karena di wajah mamanya sudah terdapat sayatan pisau dan bekas darah yang sudah mengering.
tak lama setelah teriakan salsa kini para dokter dan suster pun datang mereka langsung mengangkat tubuh Indri ke bangkar mereka mulai mengecek keadaan Indri.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan ibu anda nona? kenapa dia bisa terbaring di lantai dan mengalami luka yang sangat serius seperti ini?".
tanya dokter itu.
"saya juga tidak tahu dokter. saat saya terbangun Mama sudah tergeletak di lantai, dokter coba cek CCTV di area ruangan rawat Mama saya . pasti ada yang sengaja melakukan ini". ucap panjang lebar salsa.
"baiklah Nona saya akan mengecek CCTV bagian ruangan rawat Mama nona, setelah kita mengecek kondisi nyonya Indri".
ujar dokter itu.
"sepertinya nyonya Indri diserang sesuatu lihatlah ada ruam merah di lehernya, dan sayatan di wajahnya, ini jelas kekerasan fisik".
setelah selesai dipasang infus.salsa pun meninggalkan Indri lalu dia mengikuti dokter itu di ruang CCTV.
dari pantauan CCTV di area ruangan rawat Indri. dari 08.00 hingga 11.00 malam tidak ada kejadian apapun dan semuanya masih normal.
namun ketika jam 12.00 malam tiba-tiba saja CCTV itu menjadi rusak. dan tidak ada tanda-tanda orang yang merusaknya. seperti CCTV mengalami kerusakan dengan sistem secara otomatis.
"nona dari yang kita lihat tidak ada yang terjadi apapun. tapi saat tengah malam CCTV itu mengalami kerusakan secara sistematis. jadi kita tidak tahu penyebab dari terlukanya nyonya Indri". ujar dokter itu.
"tapi apakah kalian tidak merasa aneh. tidak mungkin mama melukai wajahnya sendiri, Ya sudahlah jika tidak ada bukti apapun".
salsa pun kembali ke ruangan mamanya.
"tidak jangan, jangan, jangan bunuh aku....."Triak Indri dengan ketakutan..
"Mama... Mama kenapa? apa yang terjadi dengan Mama".
tanya salsa dengan khawatir.
saat salsa masuki ruangan mamanya mamanya sudah terlihat ketakutan.
salsa memeluk erat anaknya.
"salsa dia kembali. dia menuntut balas dengan Mama, dia ingin membunuh mama".
teriak Indri dengan ketakutan.
"siapa yang Mama maksud. ada apa ma? Mama coba tenang dulu. di sini tidak ada siapa-siapa .tidak ada yang akan membunuh mama". ujar salsa menenangkan mamanya.
"tidak salsa tidak ....dia tadi malam benar-benar datang.. dia benar-benar nyata"
Indri masih memeluk erat anaknya sambil gemetaran...
"tenang ma aku tidak akan meninggalkanmu Aku ada di sini".
tak lama setelah itu pun para dokter datang ke ruangan itu dan memberikan suntikan penenang untuk Indri. dan Indri pun pingsan karena suntikan penenang itu.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan mamaku dokter ".
ujar salsa mengkhawatirkan keadaan mamanya yang semakin memburuk.
"sepertinya mental mamamu mengalami gangguan karena serangan tadi malam, sebaiknya kita mengawasi mamamu lagi".
ujar dokter memperingatkan salsa.
setelah itu pun dokter pergi meninggalkan mereka.
"sebenarnya siapa yang menyerang mamaku semalam. kenapa aku sampai tidak terbangun, apakah wanita ****** itu benar-benar menjadi setan, atau ada yang sengaja mempermainkan mama".
kejadian semalam benar-benar membingungkan bagi salsa.
seminggu telah berlalu kini Indri sudah pulang ke rumahnya dan mentalnya sudah lumayan membaik.
namun dia masih juga was-was terbayang akan apa yang terjadi terakhir kali saat dia hampir dibunuh oleh sosok mengerikan jelmaan Putri.
di rumah Caca kini Raka sudah bersiap-siap untuk kembali ke kampung halamannya.
__ADS_1
iya tak ingin terlalu lama meninggalkan kedua orang tuanya yang bekerja di kampung untuk memenuhi kebutuhan hidup.
sedangkan mama dan papa Caca kembali ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnisnya kembali.
"Nona Caca Nona Putri saya pamit untuk kembali ke kampung ya, terima kasih sudah menerima saya dengan baik di sini".
ucap Raka.
"kamu ini ngomong apa sih Raka. seharusnya aku yang berterima kasih karena kalian yang sudah menyelamatkan hidupku dan menolongku tanpa pamrih. kalau tanpa kalian mungkin aku sudah mati di lautan dan mungkin saja jasadku tidak akan ditemukan sampai sekarang".
kata Putri dengan lirihnya.
" nona jangan berucap seperti itu, itu sudah takdir kita untuk di pertemukan."ujar Raka.
"yah kau benar takdir yang sudah mempertemukan kita. ku ucapkan terima kasih sebesar-besarnya sekali lagi untuk kalian". ucap Putri dengan tersenyum.
"Nona apakah kita bisa bertemu lagi dan berlatih bela diri lagi suatu saat nanti".
tanya Raka sambil menatap Putri.
sedangkan Caca yang mendengar percakapan itu pun mengerikan dahinya dengan heran.
"Ya tentu saja kita bisa berlatih lagi aku akan sering berkunjung ke sana". Jawab Putri.
"baiklah Nona Putri aku akan menanti kedatanganmu".
Raka pun mengambil tasnya dan beranjak pergi.
"Raka tunggu sebentar. ini ada sesuatu untukmu".
Putri pun mengambil uang yang dia pinjam dahulu dari Caca.
"Raka bawa ini. ini untuk perjalananmu dan untuk membantu kebutuhan paman dan bibi di kampung". Putri memberikan segepok uang kepada Raka.
"tidak Nona Putri aku tidak bisa menerimanya"
Raka mengembalikan uang itu ke tangan Putri.
"tidak Raka.anggap saja ini ucapan terima kasih dan aku tidak menerima penolakan". ujar Putri dengan ucapan yang tegas sambil mengeluarkan aura jenderal tempurnya.
jawab Raka. Raka tak bisa menolak ucapan dari Putri karena aura yang putri keluarkan sangat tegas dan berwibawa. seakan-akan kakak tidak bisa menolak perintah yang diberikan putri
"hati-hatilah di jalan Raka secepatnya aku akan berkunjung ke sana". Raka pun menganggukkan kepalanya lalu dia pergi dari rumah Caca.
"kenapa kamu memandangi Raka seperti itu ca apa kamu tertarik padanya?".
tanya Putri pada Caca.
Caca pun menoleh kepada Putri.
"hei sembarangan kamu ngomong. aku heran saja tadi dia mengatakan untuk menunggumu agar bisa berlatih bela diri bersama lagi kan. sejak kapan kamu bisa bela diri? kenapa aku tidak mengetahuinya .dan jika kamu bisa beladiri kenapa kamu tidak melawan saja nenek lampir dan anaknya itu".
Tanya Caca pada Putri.
"baiklah aku punya satu rahasia karena kau adalah sahabat terbaikku Aku akan memberitahumu. sebenarnya saat aku terjatuh ke dalam lautan aku mendapatkan anugerah. entahlah tiba-tiba saja aku mempunyai ingatan bela diri dan aku mempelajarinya secara otodidak. makanya aku bisa bela diri dan beberapa keterampilan lainnya sekarang".
Jawab Putri dengan tenangnya.
"maafkan aku Caca bukan maksudku untuk membohongimu. aku tak tega melukai perasaan kalian jika mengetahui Putri Sanjaya sudah meninggal dan aku menggantikan jiwanya".
batin putri.
"apakah benar begitu jatuh ke laut bisa mendapatkan anugerah dan bisa bela diri. kalau begitu tunjukkan padaku aku sangat ingin mengetahuinya".
ucap Caca dengan penuh semangat.
"Ais jangan sekarang. badanku sedang pegal-pegal ca". ucap Putri kepada Caca untuk menolaknya secara halus.
"lebih baik kita jalan-jalan ke mall yuk".
tawar Caca.
"mall???". uca Putri sambil mengernyit bingung lalu dia berusaha menggali lagi ingatan Putri apa itu arti dari mall.
"hey cak jatuh ke laut tidak membuatmu lupa akan kata mall kan".
__ADS_1
tanya Caca sambil bergurau.
tidak tapi jika kita keluar apa kita tidak akan ketahuan. semua orang sudah mengetahui kalau aku itu meninggal. sepertinya tidak aku harus pergi untuk mengganggu mereka lagi".
tolak Putri lagi...
"baiklah kali ini biarkan aku ikut. memangnya kau sudah punya rencana?".
tanya Putri dengan antusiasnya.
"sudah dong sekarang ayo kita bersiap-siap"
mereka pun pergi untuk menjalankan rencana Putri.
Dirumah putri.
saat ini Indri sedang makan bersama salsa.
Indri sekarang sudah bisa tersenyum.
dan kembali menjalankan aktivitasnya untuk mengelola perusahaan Sanjaya group.
"Ting tong". suara bel berbunyi.
"bi tolong bukakan pintunya".
lalu bibi itu pun keluar. iya tak menemukan siapapun di luar dan hanya ada sebuah kardus misterius tergeletak di bawah pintu.
"apa ini ya?kenapa tidak menunggu orang keluar untuk menerimanya".
halo bibi itu pun membawa kotak itu masuk ke dalam dan memberikannya kepada Indri.
"ininya hanya ada sebuah kardus tapi tidak ada orangnya"
"coba bawa sini bi"jawab Indri
"siapa sih orangnya bisa ngirimin kardus seperti ini". kata Indri dengan ketus.
lalu dia mulai membuka kardus itu.
"aaaaaaaaaa"....
teriak Indri menggema, kardus itu pun dilemparkan ke lantai dengan sembarang.
"Mama Mama kenapa ma". tanya Indri dengan heran.
sedangkan Indri menunjuk-nunjuk kardus itu.
"aaaaa... siapa yang melakukan ini kurang ajar". teriak salsa.
"ada yang mau error Mama lagi salsa. apakah ini hantunya Putri lagi yang melakukan". ucap indiri dengan gemetaran.
"mah tidak mungkin Putri itu sudah mati. bibi cepat buang Bangkai itu"perintah salsa pada pembantunya.
di dalam kardus itu rupanya ada mayat anjing yang sudah dikurung lehernya dan tercabik-cabik tubuhnya. membuat siapapun yakin jika perbuatan itu untuk meneror. dan memperingati seseorang.
"salsa mama takut sa.bagaimana jika anak itu balas lagi ke Mama, apa Mama menyerahkan diri saja kepada polisi daripada Mama diteror seperti ini terus". ucap Indri dengan tangan gemetaran.
"mama kecilikan suara mama jangan sampai orang-orang tahu. dan Mama nggak boleh menyerahkan diri Mama ke polisi. aku nggak mau jatuh miskin mah".
ucap salsa dengan penekanan.
sedangkan di luar rumah Caca dan Putri pun tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Indri dari dalam rumah.
"hahaha kau memang sangat luar biasa Putri. tapi cara mengunduh anjing itu sangat mengerikan"
"tidak salahnya aku membunuh anjing itu karena anjing itu sudah hilang kembali (rabies), daripada menyakiti orang lain lebih baik aku bunuh saja kan".
ucap putri dengan entengnya.
"wow Putri ternyata kau benar-benar berubah sekarang. kau terlihat lebih kejam dan keren aku suka perubahanmu".
"baiklah sekarang ayo kita pulang,"
lalu mereka pun mengendarai mobilnya pergi meninggalkan rumah Indri.
__ADS_1