
hari telah menjelang malam. Kini jam dinding pun kian berdetak di angka jam 01.00 malam.
Putri dan Caca sudah terlelap dalam tidurnya.
lalu Putri pun terbangun di malam hari.dia memikirkan rencana untuk membuat Indri semakin ketakutan, dia pun mengambil kain putih yang dia simpan di lemari dan memakainya.
lalu Putri pun melakukan teleportasi ke rumahnya. saat itu rumah begitu sunyi karena semua pembantu yang bekerja di rumah itu selalu pulang ke rumahnya masing-masing ketika sore hari. sedangkan salsa sendiri dia sedang pergi ke klub malam bersama teman-temannya.
Putri pun menghilang kembali dan muncul di depan pintu kamar Indri.
Putri tersenyum dengan liciknya.
"saatnya melihat wajah ketakutan mu Indri "
ujar putri dalam hati.
Brakkkkkkk....
pintu terbuka dengan kerasnya.
Indri yang sedang terlelap itu pun akhirnya terbangun dengan jantung yang berdebar-debar.
lalu muncullah sosok mengerikan yang pernah dilihat oleh Indri.
Putri berdiri dengan menatap tajam Indri.
"aaaaaa...pergi kau set*n......jangan ganggu aku"..
Triak Indri semakin ketakutan dia pun sampai terkencing-kencing saking ketakutannya....
Indri terus mundur ke belakang sambil mengibas-bebaskan tangannya.
sedangkan Putri berdiri dengan rambutnya berkibar ke belakang dan tatapannya mengandung aura kematian.
dia mengingat bagaimana kejam nya Indri menyiksa Putri Sanjaya tanpa belas kasihan.
amarah langsung meluap-luap di tubuh Putri.
Putri langsung mengangkat tangannya, dan Indri pun mulai terangkat ke atas.
lalu Putri membantingkan Indri ke dinding.
brakkk.....
"akhhhhhhh....."
tubuh Indri terlempar hingga membuat meja riasnya hancur berantakan. kepala indri sudah terluka karena terbentur meja.
lalu Putri pun mengangkat kembali tubuh Indri dengan kekuatannya, dan membanting nya berkali-kali dari dinding ke dinding lainnya.
"tolong ampuni aku jangan bunuh aku..."
ucap indri dengan penuh permohonan...
"kau memohon ampunan dariku. apa kau ingat saat aku meminta permohonan darimu untuk melepaskanku .tapi malah kau siksa aku dengan kejinya. di mana hati nuranimu Indri "..
ucap Putri dengan amarah yang semakin memuncak.
lalu putri menarik tubuh Indri untuk mendekatinya dengan kekuatannya hingga tangannya mencekik tubuh Indri. Putri mengangkat tubuh Indri hingga terangkat ke atas.
Indri makin tak bisa bernafas karena cekikan Putri yang menggunakan tenaga dalamnya..
di saat nafas Indri makin melemah. salsa pun muncul di belakangnya.
"mamahhhh......."
Triak salsa dengan kencangnya.
"siapa kau lepaskan mamaku".
lalu Putri pun menoleh ke belakang dengan tersenyum sangat menyeramkan.
"aaaaa.setannnnnnnnnnnnnnnn".
teriak salsa...
Putri pun langsung membanting tubuh Indri ke arah salsa dan dia menggunakan teleportasinya untuk kembali ke rumah Caca.
setelah Putri menghilang salsa langsung mengecek keadaan mamahnya yang masih dengan nafas yang lemah karena cekikan dari Putri.
buru-buru dia menelpon jaya untuk mengabari nya.
"Om tolong Om cepat ke sini, keadaan kami sangat darurat om".
"baiklah om akan segera ke sana".
jaya mematikan teleponnya dan langsung melaju ke rumah Indri..
setelah sampai rumah Indri. jaya berlari ke kamar lantai 2.
dia melihat tubuh indri yang masih terkapar di lantai dengan salsa yang mencoba membangunkan mamanya.
"salsa apa yang terjadi dengan mamamu. kenapa bisa begini"
"Om nanti saja tanya nya. sekarang ayo kita bawa mama ke rumah sakit. keadaan mamah benar benar menghawatirkan ".
tanpa basa-basi jaya pun menggendong tubuh Indri dan membawanya ke rumah sakit.
saat itu Bryan sedang bertugas malam.
Brian tak asing dengan salsa yang sedang berlari mencari dokter.
lalu dia pun bergegas menghampiri mereka.
"apa yang terjadi salsa"
tanya Brian pada salsa.
"dokter Brian tolong Mama saya dokter"
kata salsa sambil memegang lengan Brian dengan kuatnya.
__ADS_1
Brian yang merasa risih pun cepat-cepat melepaskan tangan salsa
"baik aku akan memeriksa keadaan mamamu".
lalu Brian dan para suster pun membawa Indri ke ruangan perawatan.
jaya pun menghampiri salsa dan langsung memeluknya.
"sayang kamu jangan khawatir ya,mamamu pasti baik-baik saja".
ucap jaya sambel mencoba mengelus pantat salsa.
salsa yang menyadari perbuatan jaya pun cepat-cepat melepaskan dirinya dari pelukan jaya.
" ehm... Om tolong lepaskan aku.aku baik-baik saja". kata salsa dengan sedikit agak kaku.
"oh maaf ,om terlalu mengkhawatirkanmu tadi".
jaya pun melepaskan pelukannya.
"sialan anak ini sepertinya menyadari nafsuku, ah kenapa aku tidak bisa menahan nafsuku".
ujar jaya dalam hatinya.
"sekarang ceritakan ke Om apa yang terjadi sebenarnya?"tanya jaya.
"tadi saat aku pulang dari klub. ada sosok menyeramkan yang menyerang mama. Om tahu siapa dia. dia adalah Putri ommm.. saat aku memergokinya menyerang mama. lalu dia tiba-tiba menghilang seperti setan". ucap salsa sambil menampakan raut ketakutannya.
"bagaimana bisa itu putri. putri kan sudah meninggal dan tidak ada yang yang menemukan jasadnya hingga sekarang, bagaimana mungkin itu terjadi".
ujar jaya dengan ketidakpercayaannya.
"Om aku tidak berbohong itu benar-benar Putri. dia terlihat sangat menyeramkan. senyumannya bagaikan iblis kematian Om, apakah dia benar-benar menuntut balas seperti apa yang dikatakan mama".
"kamu tenang saja mulai besok Om akan menginap di rumahmu untuk menjaga kalian berdua".
ucap jaya lagi sambil mengelus paha salsa.
salsa buru-buru menepis tangan jaya dari pahanya karena merasa risih.
"apa benar itu Putri. dan bagaimana dia bisa menyerang Indri seperti itu apa benar dia menjadi setan".
kata jaya dalam hatinya....
Brian pun keluar dari ruangan. lalu dia menemui salsa.
"ibumu sudah baik-baik saja tapi mental dia sangat terguncang sekali. aku sudah meresepkan obat untuknya dan nanti segera kamu tebus".
salsa tak menghiraukan ucapan Brian.
"dokter Brian aku takut... setannya Putri mengganggu kami dia melukai mama dan hampir membunuhku dokter Brian"
salsa langsung memeluk tubuh Brian semakin erat.
sedangkan Bryan mencoba melepaskan pelukan salsa dari tubuhnya.
"tolong lepaskan aku Nona salsa. aku tak enak jika banyak yang melihat kita nanti.dan berpikiran macam-macam".
salsa sangat kesal kenapa Brian menolak dirinya. padahal tubuhnya itu bak gitar Spanyol, tapi Bryan tidak tergoda oleh tubuhnya.
"maaf salsa tadi kamu mengatakan kalau kalian diserang oleh hantunya Putri kan".
tanya Bryan dengan penasaran.
"iya dokter Brian hantunya Putri menyerang kami. wajahnya terlihat sangat menyeramkan dokter".
kata salsa sambil membuat kata-katanya seakan-akan terdengar manja.
"tunggu apa kau tidak salah lihat. bagaimana mungkin setan berada pada zaman kita, apa kau tidak mengada-ngada".
Tanya Bryan lagi.
"tidak dokter Brian. untuk apa aku berbohong Aku berbicara jujur. emang itu setannya Putri pasti dia ingin menuntut ba......"
salsa langsung menutup mulutnya hampir saja dia keceplosan.
"kamu tadi mengatakan apa menuntut balas maksudmu?".
tanya Brian untuk memperjelas kata-kata salsa.
"bukan itu maksud salsa dokter, jangan hiraukan perkataannya. dia masih syok dengan kejadian tadi". potong jaya
Bryan pun semakin curiga dengan salsa atas hilangnya Putri selama 1 tahun ini.
"baiklah saya harus pergi untuk mengecek pasien yang lain saya permisi dahulu".
ujar Brian langsung meninggalkan jaya dan salsa.
"salsa kamu harus berhati-hati dalam ucapanmu.jika kamu tidak berhati-hati maka semua akan terbongkar".
kata jaya sambil memperingatkan salsa.
"maafkan Salsa Om. salsa tidak sengaja"
balasan salsa sambil menundukkan kepalanya, pertanda dia merasa bersalah.
dia merutuki kebodohannya.
hampir saja dia keceplosan.
Bryan tidak langsung ke ruangan perawat pasien dia pergi ke ruangannya sendiri.
lalu dia menelepon Alexander.
"halo Alex. Aku mempunyai informasi untukmu.sepertinya hilangnya Putri ada kaitannya dengan Salsa dan mamanya".
"mengapa kau bisa mengatakan itu".
tanya Alex dingin.
"tadi nyonya Indri dibawa ke rumah sakit dan dia mengalami luka akibat serangan seseorang. dan Salsa mengatakan jika sosok Putri menyerang mamanya. dia keceplosan mengatakan kalau Putri ingin menuntut balas kepada mereka.dan kurasa itu petunjuk penting. tidak mungkin di zaman sekarang ada setan kan". ujar brian menjelaskan kronologinya.
__ADS_1
"Putri menyerang mereka jangan-jangan Putri masih hidup".
ucapkan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"masih ada harapan untukku baiklah terima kasih atas infomu".
alex langsung mematikan sambungan telepon itu.
"sialan mendengar kabar tentang Putri saja langsung mematikan teleponnya, semoga saja Putri masih hidup. karena alasan ini sudah seperti orang gila saat putri menghilang".
ucap Bryan, lalu dia pun pergi ke ruang pasien lainnya untuk kembali bekerja.
...----------------...
Dirumah Caca.
Putri kembali ke rumah Caca dengan cara berteleportasi.
lalu dia pergi ke dapur untuk mencari minum.
saat dia membuka kulkas dia merasa sangat sejuk.
"sejuknya lemari es ini. andaikan di dimensiku ada barang seperti ini, pasti sangat enak. sayangnya lagi dengan situ kemajuan tidak maju di dimensi ini".
ujar Putri sambil memasukkan kepalanya ke dalam kulkas untuk mendinginkan kepalanya.
lalu dia pun mengambil botol dan menegak air minum.
"aaaaaaaaa............. setannn"
triak Salsa dengan kencangnya.
Putri yang terkejut pun langsung mengangkat kepalanya dan kepalanya kejeduk kulkas lalu dia pun tersungkur ke belakang...
"aduhhhhh...cacaaaaaaa..."
Kini giliran Putri yang berteriak.
"ehhhh..putri".
ucap cocok dengan kebingungan..
"kenapa kau berteriak seperti itu.kau mengagetkanku saja hampir saja jantungku lepas dari tempatnya, dan kepalaku sakit sekali apalagi booking pasti pantatku menjadi tepos sekarang".
ujar Putri sambil menggosok-gosokkan kepala dan pantatnya.
"maafkan aku Putri. salah siapa kau berpakaian seperti itu, kukira kau dedemit yang sedang mencari daging mentah di kulkasku".
jawab cacaa dengan polosnya.
"haaa...dedemitt?? makanan apa itu"
tanya Putri dengan heran karena dia tidak pernah mendengar bahasa di dimensi tempat dia berasal..
"ih Putri dedemit itu setan tauu"..
"oooooo..."....
"sekarang jawab kenapa kau berpakaian seperti itu?". tanya caca kembali
"aku barusan meneror Indri kembali, sangat asik sekali membuat dia sampai ketakutan seperti itu bahkan dia sampai terkencing-kencingi di celananya hahaha".
"hahahahhaha nenek lampir itu terkencing-kencing. andaikan saja aku ikut dan menyaksikannya secara langsung. pasti itu sangat lucu hahahahhahaha".
mereka pun tertawa terbahak-bahak bersama.
"eh tunggu kenapa kau tidak mengajakku tadi"
ucap Caca dengan cemberut.
"maafkan aku tadi kau sudah tidur lelap jadi aku tidak enak membangun kan mu".
kata Putri sambil mengelak..
"selalu saja ada alasan untuk tidak mengajakku. tapi ya sudahlah tidak apa-apa.
aku sangat bahagia sekali kau sekarang tidak mudah ditindas.dan kau terlihat sangat keren sekarang putri". ujar Caca tulus..
"ya Ca aku sudah bertekad untuk merubah diriku untuk tidak ditindas dan aku akan membalaskan dendamku".
jawab Putri..
"yah kau benar mereka sudah berani mencelakaimu dan kau harus membalasnya kau tidak boleh selalu menjadi lemah. aku akan selalu mendukungmu kalau kau butuh bantuanku aku akan maju yang terdepan untuk membantumu"
.ucap caca dengan penuh semangat.
Putri yang mendengar ucapan Caca dengan terus pun terharu.
dia tidak menyangka aku terus Sanjaya memiliki teman yang begitu tulus kepadanya.
bahkan saat dimensinya dulu dia tidak mempunyai sahabat karena dia selalu sibuk berperang di medan perang.
lalu putri memeluk Caca dengan penuh kasih sayang.
"terima kasih ca karena kau selalu mendukungku dalam keadaan apapun. terima kasih kau bersedia menjadi sahabat terbaikku"
ucap Putri sambil memeluk Caca.
"hei kau ini sahabatku. jadi sewajarnya aku selalu membela dan membantumu.kau bahkan lebih dari sahabatku .kau itu sudah seperti saudaraku sendiri".
ujar caca dengan tulus.
Putri pun tersenyum dengan haru.
"sekarang bersihkan dirimu ayo kita tidur aku sudah mengantuk, dan bersihkan dirimu kau tampak menyeramkan dengan pakaian seperti itu tau.kau persis seperti kolong Wewe hahahhaha".
setelah mengatakan itu pun Caca berlari ke kamarnya.
"ihhhh dasar menyebalkan.."
Putri pun membersihkan dirinya dan pergi beristirahat.
__ADS_1