Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 66:ternyata dia sepupuku


__ADS_3

pagi sekali Putri telah pergi ke rumah Irfan, rupanya anak Irfan yang kuliah di luar negeri sudah pulang ke rumahnya.


"om tante Putri datang" teriak putri.


"maaf anda mencari siapa ya" tanya seorang pemuda saat membukakan pintu, pemuda itu memandangi wajah Putri. Putri pun kembali memandangi wajah lelaki itu.


"Aku mencari Om Irfan dan juga tante apakah mereka ada di dalam rumah?" tanya Putri dengan sopan.


"siapa yang datang jery?" tanya istri Irfan


"eh Putri silakan masuk sayang" ucap istri Irfan lalu membawa Putri masuk,Putri pun menganggukan kepala ke arah Jery sambil tersenyum.


Jerry yang melihat senyuman manis Putri sampai salah tingkah dan malu, pipinya merona, sedangkan Putri yang memperhatikan perubahan wajah Jerry hanya terkikik geli.


"apakah kamu sudah lama datang sayang?"


Tanya Mama Jerry saat mereka duduk di sofa.


"Aku baru saja sampai Tante aku ada keperluan dengan om Irfan" ucap putri.


"Om kamu sedang di perusahaan sayang, Mungkin siang hari nanti baru pulang, apa kamu ingin menunggu atau pulang?"


"aku menunggu saja di sini tante lagi pula aku tidak ada kerjaan di rumah" ucap Putri.


sedangkan Jerry memandangi Putri dengan diam, mamanya pun memperhatikan pandangan Jerry lalu tersenyum.


"Jerry kenalkan ini sepupumu, namanya Putri Sanjaya dia anak almarhum adik papamu" ucap Mama Melda kepada jery.


"hai namaku Jerry Aku anak Om Irfan dan juga mama Melda" Putri pun membalas menjabat tangan Jerry.


"namaku Putri Sanjaya salam kenal" , ucap Putri sambil menundukkan kepalanya.


"mah kenapa aku tidak pernah tahu kalau aku mempunyai sepupu secantik ini?" tanya Jerry sambil menatap mamanya.


"bagaimana kamu tau,kamu saja sudah di London bersama opa dan omamu sejak kecil, dan kau disuruh pulang ke sini tidak pernah mau bagaimana kamu tahu kalau kamu punya sepupu secantik ini" kata Mama Melda sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan jerry menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Putri silakan di minum dan dimakan cemilannya ya" ucap Mama Melda saat irt mengantarkan minuman dan cemilan, Putri pun menganggukkan kepalanya.


lalu mereka mengobrol pun hingga siang hari, sambil menunggu Irfan datang ke rumahnya.


Putri mengetahui bahwa Irfan semenjak kecil ikut ke London bersama kakek dan neneknya, sekarang ia pulang ke Indonesia karena merindukan orang tuanya yang sudah lama tak berjumpa. Putri dan Jerry hanya berbeda


satu tahun saja,Jerry pun sangat sedih mengetahui bahwa orang tua putri semuanya sudah meninggal.


saat mereka asyik mengobrol rupanya Irfan sudah pulang dari kantornya.


"loh putri tumben kamu main kemari" tanya Irfan sambil duduk dan melonggarkan dasinya.


"iya Om Putri ada keperluan dengan om sedikit"


"apakah ini masalah kantor" tanya Irfan.

__ADS_1


"tidak Om begini Putri ingin kuliah di universitas penelitian, apakah Om bisa membantu Putri masuk ke situ?" tanya Putri sambil menatap Om dan tantenya.


" kenapa kamu ingin masuk universitas itu bukankah kamu tinggal melanjutkan kuliahmu di bagian manajemen saja, kenapa harus mengambil penelitian" tanya Irfan dengan penasaran, Imelda dan juga Jerry pun menatap heran kepada Putri.


"Aku hanya ingin Om,lagi pula kemarin aku kuliah di jurusan manajemen kan sebentar saja, dan aku masuk ke universitas ini karena aku ingin membuat sesuatu yang penting untukku om ". Irfan pun memikirkan apakah dia mengizinkan Putri untuk masuk ke universitas itu atau tidak.


" papa izinkan saja putri jika Putri ingin masuk ke universitas penelitian maka aku akan menetap di sini bersama papa dan mama" ujar Jerry kepada kedua orang tuanya.


"apakah benar yang kamu katakan itu nak?" tanya Imelda kepada putranya, jika benar putranya menetap di kota itu maka dia sangat senang sekali, karena dia sudah lama terpisah oleh putra semata wayangnya itu.


"iya mah lagi pula aku sudah lama tak tinggal bersama kedua orang tuaku ini kan, izinkan aku berbakti di sini, dan izinkan juga Putri untuk menimba ilmu di universitas yang sama seperti ku, aku janji akan menjaga Putri, dia kan adik sepupu ku mah pah" ujar Jerry meyakinkan kedua orang tuanya.


"sudah lah pah izinkan saja Putri untuk menimba ilmu di universitas penelitian, kan ada jerry yang menjaga Putri" bujuk mama Imelda kepada papa Irfan. iya tak masalah jika Putri menimba ilmu sama seperti anaknya. dan dia juga senang jika anaknya ingin menetap kembali bersama mereka.


"baiklah besok pagi om akan mengurus untuk kamu masuk ke universitas itu dan Om juga akan mengurus perpindahan universitas Jerry" akhirnya Irfan pasrah karena bujukan anak dan istrinya lagi pula ada Jerry yang bisa membantunya untuk menjaga Putri.


"terima kasih Om Tante terima kasih Jerry sudah membantuku" ucap Putri tersenyum manis kepada Jerry.


dan lagi-lagi pipi Jerry beremh merah karena melihat senyuman Putri yang begitu manis.


"aduh aku tidak mampu melihat senyuman sepupuku ini, andai saja dia bukan sepupuku pasti sudah kujadikan kekasihku, sadalah Jerry dia itu adikmu kau harus menjaganya bukan menyukainya" batin Jerry.


Putri yang mendengar suara hati Jerry pun tersenyum. dia merasa geli sendiri karna mendengar suara hati Jerry. dan dia bersyukur Jerry bisa menerima dia sebagai adik sepupunya.


"hei Jerry sadarlah dia itu adik sepupumu jangan kau senyum-senyum begitu" tegur Irfan kepada putranya sambil tersenyum.


"salah siapa Aku mempunyai sepupu yang sangat cantik seperti ini, Ya aku kan jadi malu hehehehe" lalu semua orang pun tertawa melihat kebodohan Jerry.


hari itu pun dihabiskan oleh mereka untuk bercanda gurau dan mengobrol.


akhirnya Putri pun pamit meninggalkan kediaman Irfan.


saat di perjalanan pulang Putri melihat ada seorang ibu yang sudah tua dan beberapa anak didorong dari sebuah rumah.


ibu itu ditarik dengan paksa lalu didorong hingga jatuh ke lantai.


"saya mohon beri saya waktu, saya akan melunasi hutang-hutang saya" ucap ibu itu dengan penuh permohonan.


"Halah kamu itu sudah 1 bulan yang lalu mengatakan janji akan membayar, tapi apa buktinya sampai sekarang kamu tidak melunasi hutang-hutangmu itu,malah utang kamu semakin menumpuk di tempatku, sekarang aku minta kau dan juga anak gembel-gembel itu pergi dari rumah ini, rumah ini kami sita" ucap lelaki bertubuh kekar itu.


dengan paksa beberapa lelaki menarik paksa anak-anak yang berada di belakang ibu tua itu untuk keluar dari rumah. anak-anak menangis karena merasa ketakutan.


ibu itu sampai memegang erat kaki lelaki bertubuh kekar itu.


saat ibu itu kembali memohon salah satu anak buah lelaki bertubuh kekar itu menarik baju ibu tua itu dan akan menamparnya.


saat tangan itu hampir mendarat di wajah ibu tua itu,tiba-tiba ada tangan kecil yang meraih tangan kekarya dan memelintirnya ke belakang.


"akhhhhh, lepaskan tanganku" teriak anak buah itu.


rupanya Putri yang menahan tangan lelaki itu yang hendak menampar ibu tua itu.

__ADS_1


lalu anak buah yang lainnya berusaha menolong rekannya itu, namun dengan gerakan gesit Putri menghajar orang-orang bertubuh kekar. Putri menendang wajah dan perut orang-orang bertubuh kekar itu tanpa melepaskan cakalan tangannya.


salah satu anak buah berusaha menendang punggung putri dari belakang, dengan gerakan gesit Putri menghindar dan tendangan itu mengenai lelaki yang ia plintir tangannya.


"akhhhhh". triak lelaki bertubuh kekar itu.


Putri bersalto dan menendang kepala lelaki botak yang ingin menyerangnya dari belakang tadi.


dengan sekuat tenaga Putri menendang mengenai ************ lelaki itu.


"duakk,akhhh,,,sakit"teriak lelaki itu yang terkena tendangan Putri pada selangkangannya. lelaki itu berguling-guling menahan rasa sakit yang mengenai masa depannya itu.


5 lelaki bertubuh kekar telah terkapar di atas tanah, mereka memegangi tubuh mereka yang dirasa telah mengalami patah tulang karena serangan dari Putri.


lalu Putri menghadap ke belakang, menatap tajam satu orang yang berdiri di belakangnya.


tersisalah satu lelaki bertubuh kekar yaitu bos dari para preman itu, lelaki itu mundur ke belakang karena ketakutan, iya sangat takut melihat gerakan Putri yang begitu lincah serta kekuatan Putri yang mampu merobohkan anak buahnya yang bertubuh lebih kekar dari dirinya. bahkan dia menutupi area selangkangannya dengan dua tangannya.


"jangan mendekat, apa maumu? apa kau ingin uang aku akan bayar, tapi tolong bebaskan Aku" ucap lelaki itu dengan gemetaran.


Putri hanya tersenyum sinis lalu semakin mendekati lelaki itu.


"hey pria sampah apa kau tidak punya hati nurani? atau kau tidak mempunyai otak"


ucap Putri dengan nada mengejek kepada mereka.


preman itu sangat kesal karena dikatai bodoh oleh gadis di depannya, namun mereka tak berani melawan karena kekuatan gadis yang ada di depan mereka itu tidak bisa dianggap remeh.


"maaf Nona kami tidak mempunyai masalah dengan Anda, kenapa Anda menyerang kami dengan tiba-tiba?"tanya lelaki itu.


"kau berbicara tidak mempunyai masalah denganku, tubuhmu itu sangat besar kenapa kau menyerang wanita tua yang rentan dan anak-anak kecil itu, apa kau tidak malu dengan otot yang ada di tanganmu itu, apa ingin kupatkan kedua lengan dan kakimu, atau ku hancurkan saja telur yang ada di ************ kakimu"ucap Putri dengan marah.


mendengar ucapan Putri yang begitu kejam semua lelaki bertubuh kekar itu langsung memegangi ************ mereka.


"maafkan kami nona, tapi wanita tua ini mempunyai hutang pada kami, dia tidak bisa membayar hutangnya makanya kami mengusir mereka dari rumahnya"ucap bos itu.


"memangnya berapa hutang ibu itu"tanya Putri kembali.


"hutangnya 580 juta nona, dia selama ini tidak mencicil hutangnya"ucap pria itu lagi.


mendengar hutang yang sangat fantastis Putri pun dibuat melongo. Putri memandangi ke arah ibu tua itu, terlihat anak-anak meringkuk ketakutan dan memeluk ibu rentan itu.


"Ya sudahlah ambil saja rumahnya" ucap Putri dengan tenang.


"tolong jangan sita rumahku, jika rumah ini disita kami akan tinggal di mana" ucap ibu itu sambil menangis.


"ibu tenang saja serahkan padaku sekarang kalian semua ikut aku"ucap Putri kepada ibu itu dan anak-anak.


"jadi apakah kamu boleh minta rumah ini nona?" tanya lelaki itu dengan hati-hati kepada Putri.


"ya ambil saja tapi lain kali jika kau bersikap seperti itu lagi Aku pastikan kepala kalian akan lepas dari sangkarnya" Putri pun mengeluarkan aura penindasan kepada para lelaki itu.

__ADS_1


dengan seketika semua lelaki yang ada di situ menunduk setuju.


setelah menyelesaikan masalah akhirnya Putri membawa ibu itu dan anak-anak menuju rumahnya.


__ADS_2