
akhirnya ke-10 batu itu telah dipilih, dan untungnya Tuan Roberto berhasil merebut batu nomor 5.
lalu berkumpullah ke-10 orang yang memilih batu-batu itu, orang-orang itulah yang telah bertaruh untuk kesepuluh batu itu.
"baiklah selamat atas tuan tuan yang telah memilih batu pilihan anda semua, Sekarang kita akan memotong batu-batu yang tuan-tuan pilih, sesuai peraturan yang telah disepakati oleh semua tuan-tuan yang ada di sini bahwa, orang yang memilih batu yang bernilai sangat tinggi akan mendapatkan 9 triliun dari hasil taruhan, apakah semua sudah memahami peraturan yang kalian setujui?" ucap seorang MC berada di atas sebuah panggung.
semua orang pun menganggukkan kepalanya setuju atas ucapan MC itu.
"baiklah kita akan masuk pada sesi pemotongan batu, apapun hasilnya yang anda peroleh jangan berkecil hati, masing-masing orang akan maju ke depan dan mengambil urutan undian pemotongan batu" setelah MC mengatakan itu ke-10 orang itu pun mengambil sebuah kertas yang telah digulung yang berisikan nomor undian pemotongan batu. Tuan Roberto kebagiaan nomor 6, lalu pemotongan pun dimulai.
batu yang pertama yang dipotong adalah batu nomor 8, ternyata batu itu hanya bernilai 2 miliar jika di jual per karat nya, lalu urutan kedua adalah batu nomor 10 ternyata batu itu ada lah batu sampah, orang yang memilih batu nomor 10 sangat frustasi, dia kehilangan banyak uang karena taruhan dan juga membeli batu itu. urutan nomor 3 adalah batu nomor 2,lagi-lagi batu itu adalah batu sampah. Dilanjutkan urutan nomor 4 adalah batu no 3
"Tuan Roberto Aku pastikan aku yang akan menang, batu yang telah aku pilih ini adalah batu yang luar biasa sedangkan batumu adalah batu sampah seperti yang lainnya hahaha" ucap lelaki tua di seberang.
" hei kau Jono, jangan membanggakan pilihanmu dulu, belah dulu saja batu yang kau pilih itu setelah itu maka kita akan tahu hasilnya" ucap Roberto dengan kesal.
lelaki yang bernama jono adalah saingan terberat dari Roberto.
" baiklah, kau jangan menangis jika batu ku adalah batu yang termahal di antara kesepuluh batu ini, siap-siaplah untuk gulung tikar hahaha, dan sesuai perjanjian kita berdua jika ada yang kalah maka akan muncium kaki orang yang menang" ucap Jono dengan tawa yang menggema.
"cih, sudah bau tanah saja sombongnya seperti itu,menjijikan" ucap Putri dengan malas.
karena suara putri yang lumayan kuat semua orang mendengar ucapan Putri.
semua menatap Putri dengan tatapan yang aneh.
"siapa bocah ini? apa dia tidak mengenal Tuan Jono, berani sekali dia memprovokasinya" ucap peserta lain
"kasihan sekali gadis ini karena salah menyinggung orang, pasti setelah ini dia akan berakhir di ranjang Jono dengan trauma yang berat" ucap peserta lainnya.
Putri yang mendengar suara hati masing-masing orang pun menjadi heran, sedangkan Jono yang sudah dikatai bau tanah menatap marah ke arah Putri, namun sedetik kemudian dia terpaku dengan kecantikan paras Putri.
"wah sejak kapan kamu mempunyai gadis cantik seperti dia, berikan saja dia padaku maka aku akan mengampuni mulut pedasnya itu, dan aku akan membayarnya" ucap Jono dengan santainya.
"dia adalah cucuku, kau tak boleh mengucapkan kata seperti itu kepada cucuku, wajar saja jika dia mengatakan hal seperti itu karena ucapan mu terdengar sangat mengesalkan ditelinga orang-orang" ucap Roberto membela Putri.
"wow kenapa aku tak tahu kamu punya cucu yang sangat cantik dan bermulut pedas, baiklah kali ini kau lolos gadis cilik, tapi tak tahu besok hari kau bisa seberuntung ini atau tidak, dan kau Roberto sebaiknya kau menjaga cucu kesayanganmu itu"katanya memperingatkan Roberto, namun pandangannya tak lepas dari wajah cantik Putri.
"cih dasar lelaki tua,lihat saja pulang dari sini aku akan membunuhnya" ucap batin Putri dengan kesal.
"baiklah tuan-tuan bisakah kita lanjutkan pemotongan batu" tanya MC itu.
__ADS_1
semua menganggukkan kepala, semua orang terlihat sangat memperhatikan proses pemotongan batu itu.
di saat pemotongan batu sekitar 5 inci terlihatlah warna merah yang cantik dan menarik dari batu yang sedang di belah itu, Jono semakin bahagia karena telah berhasil memilih batu yang berharga.
lalu terbelahlah batu yang besar itu, rupanya batu itu adalah Batu mulia berjenis batu Ruby. Warna merah pada batu ini membuatnya semakin cantik dan menarik.
harga batu ini begitu mahal, sekitar 1,18 juta USD atau setara dengan Rp16,8 miliar per karat.
Ruby nggak hanya berwarna merah. Namun ada beberapa warna lain, seperti merah muda hingga merah darah yang begitu pekat.
semua orang menatap takjub ke arah batu yang telah terbelah menjadi dua itu.
lalu juri yang sangat faham isi dalam memilih batu muda itu akhirnya maju dan menilai batu itu, pandangannya menatap takjub pada hasil pemotongan batu itu.
"wow ini adalah batu ruby, batu ini sangat mahal dan juga langka, harga per karatnya bisa mencapai 16,8 miliar" ucap juri itu saat melihat batu ruby yang indah di depan matanya, semua orang semakin takjub dan iri karena keberuntungan Tuan Jono dalam memilih batu.
Tuan Jono semakin menyombongkan dirinya karena telah dipuji oleh juri.
"kau dengar Roberto batukku adalah batu mulia dan mahal hahaha,aku bisa kaya lebih darimu Roberto" tawa Jono makin menggelegar.
sedangkan Roberto merasa takut jika pilihannya salah dan dia harus mencium kaki Jono sesuai dengan kesepakatan, namun dia berusaha percaya dengan pilihan Putri.
"kakek tenang saja jangan dengarkan ocehan lelaki tua itu, kakek percaya saja dengan pilihan kakek" ucap Putri sambil memegang bahu kakek Roberto, pakai Roberto pun menoleh ke arah Putri dan menganggukkan kepalanya dengan tersenyum, iya tak ingin pesimis dengan hasil yang belum terlihat.
" Raka lebih baik kau diam, aku lebih memilih pilihan nona Putri" ucap kakek Roberto lagi, sedangkan Putri menatap malas pada kakak yang dari awal memusuhi dirinya.
"baiklah batu yang selanjutnya yang akan kita potong adalah urutan no 4 batu no 7" ucap juri, lalu batu itu pun dibawa ke depan dan mulai dipotong. rupanya batu itu mengandung batu mulia namun harganya di bawah dari batu milik pak Jono.
"kita lanjutkan urutan no 5 batu no 9 mari kita potong" ucap juri itu lagi, lagi lagi terdapat batu mulia namun masih di bawah harga milik Jono.
"selanjutnya urutan nomor 6 batu nomor 5 mari kita potong" ucap sang juri, kini kakek r Roberto, Raka, dan Jack baju ke depan untuk melihat hasil dari batu pilihan Putri.
batu mulai dipotong sudah lebih dari 10 cm namun belum ada juga tanda-tanda jika ada batu mulia, kakek Roberto semakin khawatir jika batu yang iya pilih tidak ada batu mulia sama sekali, sedangkan kakak Jono sudah tersenyum gembira.
"hahaha, bersiap-siaplah kau mencium kakiku Roberto, batu mu itu adalah batu sampah" ucap Jono menghina batu milik Roberto.
"diam kau tua bangka, kita belum tahu hasilnya sampai akhir" ucap Roberto, padahal dirinya sudah keringat dingin jika batu yang ia pilih tidak ada batu mulianya sama sekali.
"lihatlah tuan, tidak ada sama sekali batu mulia yang ada di Batu itu, jangan salahkan saya jika batu yang Anda pilih adalah batu sampah karena saya tidak memperingatkan Anda dari awal, anda lebih mempercayai gadis itu daripada hamba yang sudah lama bekerja dengan Anda" kata Raka sambil menatap sinis Putri.
" kakek jangan khawatir perhatikan saja sebentar lagi" kata Putri sambil menyemangati kakek Roberto, tak lama setelah mengatakan itu terlihatlah kilauan batu hingga menyilaukan mata orang-orang, dan membuat orang-orang membuka mulutnya lebar-lebar serta matanya yang melotot menatap bongkahan batu yang sedang dipotong itu.
__ADS_1
3 juri langsung maju ke depan untuk memastikan tebakan mereka benar atau tidak. Terlihatlah warna merah ada batu yang sangat menyilaukan, apanya batu itu adalah batu mulia berjenis Red Beryl.
.Batu ini merupakan mineral yang terdiri dari berilium, alumunium, dan silikat.
Batu tersebut ditemukan dalam tuf mineralisasi riolit di daerah Thomas Range, Utah. Batu permata ini dibanderol dengan harga mencapai 10.000 USD atau setara dengan Rp143, 5 juta per karat.
"wow ini merupakan penemuan terbesar, batu ini sangat langka dan berharga milliaran, batunya adalah jenis Red Beryl, berkaratnya saja sudah 143,5 juta, dan ini lebih dari 5 kilo beratnya, Tuan Roberto Anda benar-benar beruntung, anda akan menjadi orang terkaya nomor 3 di dunia ini karna penemuan ini" ucap sang juri sang juri.
semua orang perempuan menjadi bengong dan membuka menutup mulutnya seakan air liur yang ingin menetes dari mulut.
apalagi kakek Jono dia serasa tersambar petir mendengar angka harga batu yang didapatkan oleh kakek Roberto, iya seakan tertampar dengan hasil yang ada.
sedangkan Raka menundukkan kepalanya merasa malu karena sudah meremehkan gadis cilik di depannya.
semua merasa iri kepada Roberto.
lalu pemotongan pun dilanjutkan hingga akhir dan semua batu memiliki harga yang cukup lumayan namun tak lebih dari harga yang diperoleh dari kakek Jono.
"baiklah acara ini telah selesai, selamat kepada kakak Roberto karna telah mendapatkan batu yang sangat langka di dunia ini, dan kepada yang lainnya jangan berkecil hati jika anda tidak mendapatkan apa-apa Mungkin ini bukan keberuntungan anda, sesuai perjanjian tertulis di atas materai semua orang harus menyetorkan senilai satu triliun dan akan diberikan kepada kakek Roberto karena telah mendapatkan batu dengan harga paling tertinggi, setelah administrasi telah diselesaikan maka acara ini kami bubarkan, terima kasih yang sudah berpartisipasi dalam acara perjudian batu ini" ucap MC memperingatkan kembali perjanjian yang telah disepakati oleh setiap orang lalu masing-masing orang mentransfer uangnya ke kakek Roberto.
telapak kaki robertos transfer jumlah uang kepada pemilik gedung ini senilai 5 miliar, karena keuntungan kakek Roberto sudah puluhan lipat.
lalu terdengar notifikasi dari HP Putri, putripun mengecek hp-nya, iya sangat terkejut melihat jumlah uang yang ada di rekeningnya bernilai 7 triliun, dan tertera di situ pengirimannya adalah kakek Roberto.
"kakek mengapa anda memberikan keuangan Aku ikhlas menolong anda" ucap Putri, memang dari awal dia tulus menolong Roberto tanpa meminta imbalan apapun.
"tidak nak kau terima saja uang itu, Aku percaya itu uang terima kasih karena kau telah membantuku mendapatkan batu yang sangat mahal dan langka ini, lagi pula uang yang akun kudapatkan nanti lebih banyak darimu, dan kau Raka lain kali kau tidak boleh meremehkan seseorang, lihatlah jika kita tadi tidak mengikuti kata-kata Nona Putri mungkin aku sudah kalah talak dari si brengsek itu" ucap Roberto memperingatkan Raka.
" maafkan saya ingin anak putri karena saya sedang meremehkan anda dan menghina Anda dari tadi, saya sadar saya tidak ada apa-apanya dibandingkan anda" ucap Raka menyesal.
"sudahlah lupakan aku tidak ingin memperpanjang masalah" kata Putri dengan tersenyum.
lalu ada seseorang yang dan dia mengendap gak akan kabur dari ruangan itu.
"hei jono apa kau lupa kau harus mencium kakiku karena kau kapah bertaruh, apa kau ingin menjadi seorang pengecut karena telah mengingkari janjimu itu" ucap Roberto menyerang Jono.
"aku bukan seorang pengecut yang akan gaul dan mengingkari janjiku ya" ucap Jono ia tak ingin di cap sebagai pengecut karena telah mengingkari kata-katanya, dengan terpaksa akhirnya dia mencium kaki Roberto dan pergi dengan raut wajah yang ditekuk.
"baiklah kayak karena urusanku disini sudah selesai Aku akan kembali ke tempatku dulu mungkin mereka telah menyelesaikan antrian, dan sekali lagi terima kasih atas kebaikan anda memberikan uang kepada saya" ucap Putri sambil menundukkan kepalanya.
"kau tidak boleh berterima kasih kepadaku, seharusnya aku berterima kasih padamu , sekarang dirimu lah aku bisa mendapatkan uang sebanyak ini, lebih baik aku ikut denganmu, Aku ingin melihat batu apa saja yang kau peroleh" ucap Roberto.
__ADS_1
Putri pun tak ingin melarang lalu mereka berempat pun pergi ke Aula tempat pemotongan batu yang di pilih putri.