
"karena Kau adalah wanitaku jadi sudah seharusnya aku membantumu kan".
kata Alexander sambil menatap dalam mata putri.
"maaf tuan sepertinya ada kesalahpahaman".
jawab Putri namun hatinya berdetak begitu cepat saat alex mengatakan jika dirinya adalah wanitanya.
"apa yang kamu katakan Putri. kamu adalah wanitaku dan akan selamanya seperti itu".
ucap Alex dengan penuh penekanan.
Putri menatap mata Alex yang begitu tegas, serta Alex juga mengeluarkan aura sama sepertinya membuat dia canggung.
"tapi........".
sebelum Putri menyelesaikan kata-katanya Alex membawa Putri pergi dari tempat itu.
"John selesaikan urusan ini, aku harus pergi".
John pun menganggukan kepalanya menyetujui...
lalu Putri dan anak pun meninggalkan perusahaan itu.
"syukurlah Nona Putri ternyata masih hidup. jadi tuan muda Alex tidak akan menyalahkan dirinya sendiri dan tidak akan sekejam kemarin".
ucap batin John.
Alexander dan Putri pun mengendarai mobilnya menjauh dari perusahaan itu.
"maaf Tuan tolong lepaskan saya saya harus menangkap wanita itu".
ucap Putri pada Alex.
"biarkan saja karena anak buahku sudah mengikutinya, sebentar lagi mereka akan mengabarkan kalau wanita itu sudah ditangkap dan dibawa ke markas ku".
ujar Alexander.
"anda tak perlu membantu saya.saya bisa mengatasi masalah saya sendiri".
ucap Putri dengan sopan.
"Putri mengapa kamu begitu formal padaku?".
tanya Alex dengan bingung.
"maaf tuan saya mengalami lupa ingatan jadi saya tidak mengenal Anda".
kata Putri. itu adalah cara terbaik yang dia pikirkan saat ini untuk menjauh dari lelaki ini.
"apa yang telah kamu alami putri,hingga kamu bisa lupa ingatan".
Alex menatap sendu wajah Putri.
"wanita itu menyiksaku dengan keji. lalu memberikanku racun ,setelah itu wanita itu menyuruh anak buahnya untuk membuangku ke laut".
lalu Alex menarik Putri begitu dekat. wajah mereka sangat dekat.
Putri bisa merasakan hembusan nafas hangat dari Alexander.
jantung Putri mulai berdetak kencang.
"sialan lagi-lagi jantungku berdetak dengan kuat saat berada di dekat lelaki ini, sebenarnya ada apa sih dengan diriku tidak mungkin kan aku jatuh cinta pada dirinya ".
ucap Putri bermenolak pada hatinya.
"aku akan membalaskan setiap darahh yang menetes dari tubuhmu akibat mereka, sekarang aku akan selalu ada di sisimu kau tak perlu khawatir lagi ".
ucap Alexander langsung memeluk tubuh Putri ke dalam dekapannya.
Putri lagi-lagi syok akan perlakuan Alex yang hangat pada dirinya. pada kehidupannya dahulu dia tidak mempunyai hubungan apapun pada seorang lelaki.karena dia menjiwai dunia petualangan dan dunia penuh kekerasan. dan tak ada lelaki yang sanggup meluluhkan hatinya.
"maaf tuan Alex, bisakah anda menjauh dari saya". ucap Putri menutupi ke gugupannya. Putri mendorong tubuh Alex dengan telunjuk jarinya.
Alex tersenyum dengan kegugupan Putri yang nampak terlihat dari wajahnya yang memerah. Alex pun tersenyum dengan manisnya.
Putri seakan tersihir melihat senyum diwajah Alex yang terlihat tampan dari semua lelaki yang pernah ia lihat.putri jadi terpesona.
"baiklah maafkan aku . mungkin kamu belum terbiasa dengan hadirnya aku disisimu".
ucap Alex dengan tersenyum.
Alex mencoba memaklumi penolakan Putri karena Putri juga mengalami amnesia. dan di masa lalunya, Alex juga belum berhasil mendapatkan hati Putri.
kali ini dia akan berusaha keras untuk mendapatkan hati wanita idamannya.
HP Alex berdering.
"halo tuan, orang yang Anda suruh kami Bu Tuti sudah kami tangkap,dan kami bawa ke markas tuan".
ucap anak buah Alex.
"bagus ikat dia dengan rantai, jangan biarkan dia kabur". ucap Alex dengan tenang.
"wanita itu sudah ada di markas ku. sekarang kita akan ke sana untuk membalaskan apa yang telah ia lakukan padamu dahulu". ucap Alex sambil mengelus pucuk kepala Putri.
"ya terima kasih bantuannya. walaupun sebenarnya aku tidak membutuhkan bantuanmu Tuan. tapi dengan berat hati Aku mengucapkan terima kasih padamu, untuk menghargai pertolonganmu".
ucap Putri,padahal dia ingin menyindir lelaki di sampingnya ini.
"hahahaha, kamu sangat lucu Putri. dan Aku sangat suka dengan sifat barumu ini. bicara dengan sesuka hatimu,dan kau tidak pemalu lagi".
ketawa Alex pecah karena ucapan dari Putri yang menyindir dirinya.
lagi lagi Putri terpesona dengan tawa Alex.
Putri langsung memalingkan wajahnya agar Alex tidak melihat dirinya yang pipinya sudah memerah.
"halo Caca. hari ini aku sudah membongkar kebusukan wanita tua itu. dan sekarang aku akan membalaskan dendamku, kamu datanglah. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu. kau akan menyaksikan bagaimana aku membalaskan dendamku
sesuai dengan permintaanmu".
kata Putri sambil menelpon Caca.
"akhirnya nenek lampir itu akan mendapatkan balasannya. baiklah aku akan bersiap-siap datang ke sana dan menonton pertunjukan yang seru".
uca Putri Dengan semangatnya.
lalu Putri pun memutuskan sambungan telepon itu.
"lalu apa yang akan kau lakukan untuk anak dari wanita itu".
tanya Alex pada Putri.
"tenang saja. aku juga akan membuat perhitungan kepadanya, karena dia juga telah menorehkan luka di hatiku".
ucap Putri dengan tegas.
"bagus Putri jangan biarkan orang-orang yang telah menindasmu dahulu hidup dengan tenang, dan aku akan selalu mendukungmu".
ucap Alex pada Putri.
Putri menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Alex.
mobil mereka pun melaju ke arah markas Alex.
Alex bersama putri memasuki sebuah ruangan khusus penyiksaan.
__ADS_1
di sana sudah ada Indri yang diikat dengan rantai.
kedua tangannya terikat menggantung dan kakinya juga di ikat dengan rantai.
Indri masih memejamkan matanya karena pingsan. sebelum Indri dibawa ke markas, anak buah Alexander membius indri karena mencoba memberontak.
Putri memandang puas ke arah Indri.
"maaf bos dia masih pingsan karena kami bius. tadi dia mencoba memberontak saat dibawa ke markas".
ucap anak buah Alexander.
"tidak apa,lanjutkan pekerjaan kalian".
kata Alex.
"jadi kapan kamu akan bermain dengannya?".
tanya Alex pada Putri.
"sebentar lagi.aku masih menunggu Caca".
Alex pun mengangguk menyetujuinya.
tak berapa lama mereka menunggu akhirnya caca pun memasuki markas itu..
lalu Caca dibawa oleh anak buah Alexander menuju ke tempat Putri berada sekarang.
"hai Putri apa kalian sudah terlalu lama menungguku?".
tanya Caca pada Putri.
"Ya lumayan lama. tapi tidak apa,baiklah sekarang waktunya kita bersenang-senang".
lalu mereka bertiga pun menuju ruang di mana Indri berada.
Indri masih juga pingsan.
"ambilkan air 1 ember kecil".
perintah Putri pada anak buah Alexander.
setelah air itu diambilkan. Putri memegang ember itu.
tidak ada yang menyadari kalau Putri mengalirkan elemen apinya untuk memanaskan air yang berada di tangannya.
lalu Putri menyiramkan air itu ke tubuh Indri yang sedang pingsan.
"aaaaaa...panass...panasss ......"
teriak Indri kesakitan.
Indri mencoba melepaskan rantai yang mengikat tangannya. dia ingin mengusap seluruh tubuhnya yang kepanasan.namun tidak bisa karena tangannya yang sudah dirantai.
seluruh tubuh Indri memerah karena kesiram air panas. kulitnya pun mulai melepuh.
sedangkan Putri tersenyum dengan senang.
semua orang yang menyaksikannya begitu heran. karena air itu dingin tapi kenapa saat mengenai tubuh Indri menjadi sangat panas.
"bajingan kalian lepaskan aku".
teriak Indri kepada mereka.
"kau ingin dilepaskan? jangan harap".
ucap Putri dengan tenangnya.
sedangkan Alex dan Caca menyaksikannya sambil duduk di sebuah bangku yang sudah disiapkan oleh anak buah Alex..
teriakan diri pada putri...
Putri yang mendengar Indri memanggilnya ****** pun semakin emosi.
lalu dia mengambil sebuah besi.
Putri pun mengaliri besi itu dengan elemen apinya lagi.
hingga besi itu menjadi merah karena terbakar dengan elemen api.
namun elemen api tidak bisa dilihat oleh orang-orang karena Putri hanya mengalirkan energinya bukan mengeluarkan bentuknya.
Putri pun menempelkan besi itu di wajah Indri..
"aaaakkhhhhhhh.....panasssss".
teriak Indri dengan kesakitan.
terlihatlah daging Indri yang mengeluarkan asap. lalu daging itu pun melepuh hingga berlubang karena besi yang panas.
Caca melihat daging Indri yang begitu mengerikan pun bergidik ngeri.
"wow Putri...kau sangat kejammmm".
ucap Caca dengan kagumnya.
"ini belum seberapa".
ucap Putri dengan tenangnya.
"tolongggg...tolong lepas kan aku"
tangis Indri... dia merasakan perih dan panas di seluruh tubuhnya karena perbuatan putri.
"kamu minta tolong untuk melepaskanmu? jangan harap. ini belum seberapa dari kamu menyiksaku, bahkan ajal pun menjemput ku waktu itu. takkan ku buat kau merasakan arti dari ajal menjemput".
putri pun tersenyum. orang yang melihat senyum Putri terlihat sangat menyeramkan.
"siapkan air garam sekarang juga".
ucap Putri kembali memerintah anak buah Alexander.
lalu mereka pun pergi menyiapkannya.
Putri pun memandangi dinding yang penuh dengan alat-alat untuk menyiksa tawanan.
menerima perhatikan gerakan Putri pun semakin ketakutan.
Putri tampak me mila-milah alat untuk menyiksa Indri.
lalu Putri pun mengambil sebuah pisau yang sangat tajam.
nampak senyum mengerikan muncul di bibir Putri.
lalu Putri membalikan badannya dan menatap Indri dengan penuh arti.
"waktu itu Kau menyiksaku dengan pisau seperti ini kan".
Putri mulai mengukir luka di pipi kiri Indri.
"akhhhhhhhhhh.......".
Triak Indri kesakitan dia mencoba memberontak karena rasa sakit yang dideritanya semakin memburuk.
darah menetes dari ujung pisau hingga ke lengan putri...
Putri mengeluarkan aura penindasan yang ditujukan kepada Indri. Indri seketika tidak bergerak sama sekali dan terdiam.
__ADS_1
Putri dengan paksa mengeluarkan lidah Indri.
lalu dengan kejamnya memotong lidah Indri.
sedangkan indri tidak bisa bergerak sama sekali, karena penindasan yang cukup kuat.
setelah memotong lidah Indri Putri membanting ke bawah dan menginjak-injak lidah itu.
Putri pun menarik kembali aura penindasannya.
"akhhhhhhhh,,,,". Indri lalu mulai meracau tidak jelas karena lidahnya sudah terpotong.
sedangkan John dan Caca sama-sama memegang mulutnya masing-masing.
mereka menatap ngeri ke arah putri.
sedangkan Alex tersenyum senang. dia menatap bangga pada putri yang telah berubah kejam sepertinya.
"ternyata Nona Putri sama kejamnya dengan Tuan Alex, sungguh mereka pasangan yang sangat serasi".
ucap Jhon dalam hatinya.
anak buah alex sudah datang membawa ember yang berisikan dengan air garam.
Putri langsung menyiramkan air garam itu ke tubuh Indri yang sudah memerah seperti udang rebus.
"akhhhh..hakikkk"... teriak indri dengan tidak jelas..
tubuhnya mencoba memberontak untuk melepaskan dirinya diri ikatan rantai yang menjeratnya. sungguh Indri ingin rasanya cepat mati daripada disiksa seperti ini.
"kau bahkan lebih menyedihkan dariku".
ucap putri.
Putri pun menyayat perut Indri dengan kejamnya.
lalu Putri memasukkan tangannya ke dalam perut Indri yang sedang terluka.
tangan putri dengan paksa menarik usus indri dengan tangannya sendiri..
indri semakin berteriak kencang. sedangkan Putri hanya mengeluarkannya dan menekan kuat usus itu.
darah Indri kluar terus-menerus tiada henti.
wajah Indri sudah terlihat pucat pasi..
ingin memberontak namun tenaganya sudah habis.
"hei apa segini kekuatan mu Indri"
tanya Putri dengan nada meremehkan.
"hoekkk....hoekkk".
Caca berlari dan memuntahkan isi perutnya.
sungguh pemandangan di depannya membuat dia merasakan mual serta merasakan merinding.
indri tidak bergerak ataupun menjawab seakan-akan nyawanya sudah terlepas dari raganya.
Alex pun langsung menghampiri Putri.
"apakah sudah puas menyiksanya sayang?".
tanya Alex pada Putri.
"belum .Aku belum puas". jawab Putri sambil menatap mata Alex.
"baiklah lanjutkan saja".
Putri mengambil sebuah obeng.
lalu dengan kasarnya Putri menusuk mata Indri menggunakan obeng.
"akhhhhh,,,,, triak indri dengan kesakitan"
salsa baru kembali ke tempat duduknya pun berlari memuntahkan kembali isi perutnya.
dia tak sanggup melihat apa yang dilakukan putri.
tubuh Putri penuh dengan bercak darah dari Indri. menambah kesan mengerikan, bagi siapa saja yang memandang wajah putri.
Putri mengambil sebuah pedang yang menempel di dinding. Putri mengalirkan energinya kepada pedang itu dan menebaskannya ke rantai yang mengikat tangan Indri.
semua orang menatap takjub ke arah Putri
karena rantai itu sangat tebal dan susah untuk diputus.
namun hanya dengan satu kali tebasan rantai putus karena Putri..
Indri pun langsung jatuh tersungkur dan kejang-kejang.
Putri menginjak kepala Indri dengan kasarnya.
darah keluar dari mulut telinga mata dan perut Indri.
tak lama setelah itu Indri tidak bergerak lagi.
"eh apa dia sudah mati, aku kan hanya bermain dengan lembut".
tanya Putri dengan polosnya.
semua memandang Putri dengan ngeri.
"sungguh wanitanya bos ini sangat psikopat sekali. jika penyiksaan itu dikatakan lembut maka yang kasar seperti apa".
ucap batin salah satu anak buah Alex.
Putri yang mendengar suara hati itu pun langsung mengalihkan kepalanya ke arah orang itu.
"apa Aku benar-benar terlalu kejam?".
tanya Putri kepada lelaki itu
lelaki itu gemetaran ketakutan.
dia langsung menggelengkan kepalanya.
"hahahaha.kau sangat lucu jika ketakutan".
ucap Putri dengan tertawa.
Alex yang cemburu melihat putri tersenyum dengan lelaki lain pun langsung menarik tubuh Putri ke dalam pelukannya.
Putri yg di tarik pun menjadi bingung..
"jangan pernah tertawa pada lelaki lain kecuali aku". ucap alex dengan tegas.
"ehhhh???".
Putri menatap mata Alex.
"Aku takkan rela jika kau tersenyum pada lelaki lain, senyumanmu terlalu manis, hingga bisa menghipnotis siapapun untuk selalu memandangmu".
ucapkan Alex..
Putri yang mendengar suara hati Alex pun tertawa.
__ADS_1