
setelah kematian Indri,Alex memerintahkan anak buahnya untuk menghilangkan jejak Indri, dengan cara dibakar supaya polisi tidak bisa mendeteksi Indri berada di mana.
"Putri sungguh kau terlalu kejam. aku sampai tak bisa menahan mu aku melihat adegan yang kau lakukan tadi".
ucap Caca pada Putri.dia mengingat kejadian di mana saat Putri dengan gampangnya menarik usus indri hingga keluar, sungguh adegan itu membuat dia serasa mual.
"ah kau ini tapi nanti kau akan terbiasa karena aku akan merubah diriku, Ya sudah ayo kita kembali ke rumah".
kata Putri kembali.
"lalu bagaimana dengan anak lampir itu, apa kau akan membiarkannya lolos? dia juga kan telah membuat hidupmu sengsara ,Aku yakin penyerangan waktu itu juga ada campur tangan dia ".
tanya Caca kembali.
"tentu saja tidak tapi akan kubiarkan dia bernafas dengan lebih dahulu jika dia berani-beraninya macam-macam denganku akan ku buat dia mati tanpa pemakaman seperti ibunya".
ucap Putri kembali.
Alex pun datang menghampiri Putri dan Caca.
"sayang ayo ku antar kau pulang".
ucap Alex pada Putri.
sedangkan Caca hanya tersenyum memandang Alex dan Putri.
"maaf tuan saya bisa pulang bersama Caca. dan anda pasti sangat sibuk jadi selesaikan pekerjaan Anda jangan khawatirkan saya".
tolak Putri secara langsung.
"aku tidak sibuk,dan tidak ada kepenolakan"
jawab Alex dengan tegas.
"tapi maaf sekali lagi Tuan.teman saya ini terlalu takut untuk pulang sendirian karena hari sudah petang, jadi sebaiknya aku pulang bersama sahabatku saja".
tolak Putri kembali.
"benarkah begitu Nona Caca?".
tanya Alex sambil menatap tajam Caca.
Caca yang ditatap Alex seperti itu pun jadi ketakutan.
"ti..tidak...a...aku tidak takut".
ucap Caca sambil terbata bata.
"aduh kenapa lelaki ini sangat mengerikan sekali sih. tatapan matanya saja sudah membuatku terasa tercekik. ganteng-ganteng tapi sangat galak".
ucap Caca dalam hatinya.
Putri yang mendengar suara hati Caca pun melirik Alex dengan malas.
"hai tuan Alex kau tidak boleh mengancam sahabatku ini dengan tatapanmu ya".
kata Putri dengan marahnya.
"tidak aku tidak mengancamnya. apa kau melihat aku mengancamnya tadi?"
jawab Alex dengan tenang..
"Putri lebih baik kamu pulang bersama Tuan Alex aku bisa pulang sendiri kok. kamu jangan khawatir padaku".
kata Caca membujuk Putri.
"tidak aku akan tetap pulang bersamamu..".
kata Putri lalu dia meraih lengan Caca.
disaat Putri imam akan kakinya dengan cepat meraih lengan Putri untuk menahannya.
"temanmu akan diantar oleh John, dan kau temani aku makan aku lapar".
ucap Alex dengan penuh penekanan.
"tidak akan bahaya jika membiarkan anak buahmu itu bersama dengan sahabatku".
tolak Putri kembali.
Alex menatap John dengan tatapan tajam.
John yang ditatap seperti itu dengan bosnya pun gemetaran. seakan bosnya ingin menelannya hidup-hidup.
" a..an..anda tidak perlu khawatir Nona Putri,teman anda akan baik-baik saja .dia tidak akan kekurangan satupun jika aku yang mengantarnya, percayalah padaku".
ucap Jhon meyakinkan putri.
"kumohon Nona tolong bekerja sama denganku, jika tidak aku pasti akan dibunuh Tuan Alex setelah anda pergi".
ucap batin John kembali.
mendengar suara hati jhon akhirnya Putri menyetujuinya.
"baiklah kalau begitu. aku pegang kata-katamu untuk mengantarkan sahabatku sampai ke rumahnya dengan selamat".
mendengar jawaban Putri John dan Caca pun tersenyum gembira.
lalu John pun mengantar caca kembali ke rumahnya.
Putri memandangi mobil jhon yang meninggalkan markas itu. lalu Putri menghadap alex kembali.
__ADS_1
"sekarang apa?".
tanya Putri pada Alex.
"emmm.sebaiknya kita langsung pergi ke rumah makan, aku sudah memesan tempatnya".ujar Alex
"baiklah jika begitu ayo kita pergi".
ajak Putri pada Alex.
"tunggu sayang apa kau akan pergi dengan keadaanmu yang seperti ini".
tanya Alex pada Putri sambil memandangi seluruh tubuh Putri yang terdapat banyak noda darah Indri.
"oh iya apa di sini ada tempat mandi?".
"tentu saja ada.? kamu masuk saja ke kamarku untuk mandi dan aku akan menyiapkan bajumu untuk kita makan malam nanti".
ujar Alex dengan tenangnya.
"baiklah aku tidak ingin membantah".
lalu mereka pun pergi ke kamar Alex.
Putri memandangi kamar alex . ruangannya terbilang cukup luas dari ruang kamar yang dimiliki Caca. padahal ini adalah sebuah markas bukan rumah biasa.
lalu putri pergi ke kamar mandi.
dia merebahkan tubuhnya di betok dan menikmati air hangat.
saat mandi Putri pun mulai menstabilkan energi yang ada di tubuhnya.
karena markas Alex berada di wilayah hutan jadi energi alam lumayan melimpah sehingga Putri dengan mudahnya menyerap energi alam.
alex datang dan mengetuk pintu kamar mandi. Putri yang sedang memejamkan matanya pun terkejut.
"ada apa?". tanya Putri.
"baju mu sudah aku siapkan segeralah selesaikan mandimu". ujar Alex.
"apa kau ingin ditemani untuk mandi?"
tanya alex menggoda Putri
"dasar kalau lelaki cabul, pergi sana aku akan menyelesaikan mandiku".
teriak putri dari kamar mandi.
Alex yang mendengar teriakan Putri pun tertawa. dia sangat suka menggoda Putri sekarang.
"baiklah cepat selesaikan mandimu dan jangan lama,aku menunggumu di bawah".
lalu alasnya meninggalkan kamar itu.
Putri memakai riasan yang tipis.
"ternyata aku cantik juga kalau dipandang dari cermin hihihi". ujar putri pada dirinya sendiri, dia memandangi dirinya di pantulan cermin.
"ternyata selera lelaki itu tidak buruk juga"
Putri pun turun menemui Alex.
saat Putri datang Alex pun memandangi Putri dengan mata yang tak berkedip.
"Tuan Alex,kedipan matamu".
ucap Putri pada Alex.
"kau begitu sempurna, sampai pandanganku hanya tertuju padamu".
ujar Alex pada Putri.
Putri yang digombalin seperti itu pun memalingkan wajahnya yang memerah.
"anda jangan terus membual. sekarang lebih baik kita berangkat kalau tidak kita tidak akan dapat makanan".
ucap Putri untuk mengalihkan kegugupannya.
alex yang berhasil membuat Putri bersemu merah dipipinya pun tersenyum .
"sial lelaki ini selalu saja menggodaku. ingin rasanya aku memandang dirinya dari muka bumi".
ucap putri dalam hatinya.
lalu Putri Indonesia restoran yang sudah dipesan oleh Alex.
setelah sampai restoran Alex pun turun lebih dahulu. lalu dia berjalan ke arah pintu Putri berada dan membukakan pintu untuk nya.
Putri mau tidak mau pun menerima perlakuan Alex.
lalu mereka berjalan bersama-sama menuju lestoran.
desain saran itu sangat mewah. interiornya terlihat sangat memanjakan mata.
semua mata tertuju pada putri dan Alex saat mereka memasuki restoran itu.
Putri yang mendapatkan tatapan seperti itu terlihat biasa saja.
sedangkan Alex menata tajam para pengunjung terutama lelaki yang memandang Putri dengan tatapan memuja.
"wah mereka sangat serasi sekali. tampan dan cantik".
__ADS_1
ujar salah satu pengunjung wanita.
"dia terlihat sangat tampan".
ujar salah satu wanita.
"wanita itu sangat cantik sekali beruntung bagi lelaki yang mendapatkan hatinya"
ujar salah satu lelaki.
"andaikan aku bisa mendapatkan wanita itu".
ucap salah satu lelaki.
banyak bisikan yang terlontarkan untuk malas dan juga Putri. kedatangan mereka menyita perhatian para pengunjung restoran.
Alex makin emosi mendengar setiap kata yang dilontarkan oleh para pengunjung restoran terutama para lelaki yang memuji-muji wanita yang dia cintai.
"ah sial seharusnya tadi aku memboking seluruh restoran ini agar tidak ada yang menatap wanitaku". ucap Alexander dalam hatinya.
Putri yang mendengar suara hati Alex pun menatapnya. Putri memandangi wajah Alex.
"Tuan ayo kita cepat Aku sudah lapar".
ujar Putri kembali.
Alex pun menganggukan kepalanya lalu mereka pergi ke ruang VIP yang sudah dipesan Alex.
"kau ingin pesan apa sayang?".
tanya Alex pada Putri.
"aku samakan saja dengan pesananmu".
ucap Putri pada Alex.
Alex pun lalu memanggil pelayan dan memesan makanan mereka.
saat mereka sedang menunggu makanan mereka disajikan Alex pun mengajak ngobrol Putri.
"setelah ini apa yang akan kau lakukan".
tanya Alex sambil menata Putri.
"Aku ingin berpetualang. apakah di dunia ini ada tempat berpetualang".
tanya Putri pada Alex.
"maksudmu apa dengan dunia ini. kita sama-sama tinggal di bumi, dan untuk masalah petualangan aku ada rekomendasi untukmu dan tentu saja kamu harus bersamaku".
kata Alex menawarkan Putri.
Putri yang menyadari jika dia salah mengucapkan pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"sepertinya aku ingin berpetualang sendiri tuan".
"tidak akan. aku tidak ingin kehilanganmu untuk kesekian kalinya".
tolak alex secara tegas.
"tapi kita tidak mempunyai hubungan apa-apa, jadi anda tidak berhak untuk melarang saya".
ucap Putri kembali.
"Ya aku tahu".
ucap Alex dengan lemas.
Alexander sadar dia tidak boleh memaksakan kehendaknya pada Putri.apalagi Putri telah kehilangan ingatannya.
Putri yang melihat wajah kecewa Alex jadi bersalah.
"maafkan aku tuan alex.bukan maksudku membentakmu, aku hanya belum bisa menerimamu di sekitarku"
ucap Putri dengan tulus.
"tidak apa Putri kamu butuh waktu".
ucap Alexander mengelus kepala Putri.
tak lama setelah itu hidangan mereka datang.
lalu mereka menyantap hidangan itu dengan hikmat.
saat sedang asyik makan. Alex membersihkan sisa makanan disudut juga Putri dengan tisu.
Putri langsung terpaku dengan perlakuan romantis Alex.
jantungnya berdegup kembali.
mereka saling menatap dalam. sungguh terlihat romantis bagi siapa saja yang melihat kedekatan mereka.
"tuan alex sepertinya aku sudah kenyang sekarang ayo kita pulang".
ucap Putri memecahkan keheningan.
"baiklah aku akan antar kamu pulang".
sesuai dengan perkataan Alex setelah mereka menyelesaikan Diner mereka akhirnya alex mengantarkan Putri ke rumah Caca dengan berat hati.
"jaga dirimu baik-baik. jangan rindukan aku ya". ucap sebelum meninggalkan Putri.
__ADS_1
"saya bisa menjaga diri saya baik-baik Tuan. terima kasih karena Anda sudah perhatian dengan saya".
lalu alex masuk ke mobil dan meninggalkan Putri.