
" cih ini juga salah kamu, Ya sudah aku akan mandi" kata Brian sambil mendecakkan lidahnya.
John ikut keluar dari ruangan itu ,dan tersisalah Alex yang sedang menunggu Putri untuk siuman.
Alex terus saja menggenggam tangan putri dengan erat,dia mengusap lembut wajah putri.
"sekuat apa jati dirimu Putri?, tapi siapa pun dirimu aku akan tetap mencintaimu dan selalu ada di sisimu selamanya" ujar Alex dengan sungguh sungguh.
setelah kepergian Brian dan juga John, alex mengutus pembantu yang ada di markas itu untuk membersihkan tubuh Via yang terkena darah akibat pertarungan melawan iblis, tubuhnya via di bersihkan menggunakan air hangat karena luka-luka yang putri derita kini telah hilang semua, pembantu itu merasa heran dari mana asalnya darah yang mengering di baju Via ini berasal, lalu ada bekas koyakan juga yang ada di baju Via, pembantu itu berpikiran bahwa via adalah salah satu korban tuannya, namun ia tak ingin berpikir lebih jauh lagi,lalu pembantu itu memakaikan Putri kaos oblong milik tuannya.
sedangkan Alex membersihkan dirinya karena dia merasa gerah akibat pertarungannya melawan iblis Jono.
setelah selesai membersihkan diri dia pun kembali ke kamarnya untuk melihat putri.
Alex menatap putri yang terbaring di atas kasur ,pandangannya mengarah dari bawah hingga ke atas kepala.
tubuh yang indah namun di dalam tubuh itu ada jiwa yang sangat tangguh, alex kemudian menaikkan selimut hingga ke atas perut Putri.
perlahan Alex naik ke atas kasur , elex terus saja memandangi wajah putri yang sangat cantik dan menawan.
"mimpi Yang indah Putri, Aku akan selalu mencintaimu walaupun jiwamu berbeda, Dan aku sadar aku semakin tertarik karena kepribadianmu yang berubah, semoga saja kau mau membuka hatimu untukku" ujar Alex sambil menyilakan rambut yang menghalangi wajah Putri.
Alex baring di samping Putri dengan nyaman.
Alex biasanya jarang tertidur karena dia selalu menghabiskan waktu malam nya untuk bekerja, dan mengintai pergerakan musuh kini untuk pertama kalinya dia merasakan tidur yang sangat nyenyak, karena saat ini Putri berada di atas ranjang dan terbaring dengan manis disisinya.
pagi telah menjelang Putri yang sudah kembali fit pun akhirnya terbangun, via merasakan sesak napas,serta ada sesuatu yang aneh menurut nya.via semakin mengerjapkan matanya,matanya kini tertuju pada bidang
ia berusaha menyadarkan dirinya yang baru saja terbangun.
ia melihat
Putri yang terkejut akhirnya mendorong alex menggunakan kakinya hingga terjatuh ke bawah lantai.
"aaaaaaa, apa yang kau lakukan pada diriku" ujar Putri lalu memeriksa tubuhnya, yang menyadari jika bajunya telah ganti. dia sangat panik sekali namun dia tak merasakan perubahan yang ada di dalam tubuhnya.
__ADS_1
sedangkan Alex tertawa geli melihat keluguan Putri.
"hahaha kau sangat lucu sekali, Kau pikir aku berbuat apa padamu semalam" ujar Alex sambil memasang wajah menggoda.
"dasar otak mesum, katakan siapa yang mengganti bajuku" ujar putri, dia sangat takut jika yang mengganti pakaiannya adalah Alex.
sedangkan Alex tersenyum dan mempunyai ide Yang licik untuk menggoda.
"kau lihat baju siapa yang menempel di tubuh mu,jadi menurut mu siapa yang memakaikannya untukmu?" tanya Alex sambil tersenyum, sedangkan Putri wajahnya sudah sangat memerah seperti kepiting rebus karena menahan rasa malu dan pikirannya kemana-mana.
"dasar pria cabul,kan ku bunuh kau" ucap Putri dengan amarah. lalu dia mengeluarkan elemen api dan mengarahkannya kepada Alex. dengan sikap Alex melompat menghindari serangan yang putri berikan.
"tenang baby,apa kau sangat merindukan ku jadi kau seperti ini sekarang"ujar Alex terus saja menggoda Putri.
"jangan panggil aku seperti itu" ojo Putri semakin menahan rasa malu sampai dia menutupi wajahnya yang sudah memerah. lalu Putri memunculkan elemen angin dari telapak tangannya, Alex yang melihat kemarahan Putri pun sekarang menjadi gugup.
"tenangkan dirimu dulu,aku bukan pria cabul yang seperti kau katakan baby"ucap Alex membela dirinya.
Putri tak ingin mendengarkan perkataan Alex, angin di telapak tangannya semakin kuat lalu ya mengarahkan angin itu dan menghantamkan tepat mengenai tubuh Alex hingga melayang ke belakang.
"bughhhh,aduhhhh" teriak Alex sambil memegangi pantatnya yang lebih dulu jatuh dan mengenai lantai ubin.
orang-orang yang berada di luar pun terkejut karena suara yang begitu keras mereka bergegas mendatangi area kamar Alex dan melihat bos mereka sudah terduduk di lantai.
Jhon dan Brian yang saat itu sedang santai di luar pun berlari bergegas mendatangi suara gaduh itu.
"bos apa yang terjadi pada dirimu?" ujar John sambil membantu Alex berdiri.
"oh tidak papa aku hanya bercanda Dengan istriku" ucap Alex sambil menatap urus ke depan pintu yang jebol, tatapannya tertuju pada putri yang sedang berdiri dengan rambut yang masih berkibaran karena elemen angin yang masih berada di tangannya.
John dan juga Brian bingung dengan ucapan Alexander, lalu pandangan mereka menatap lurus ke arah pintu yang jebol itu. dan terlihatlah putri yang berdiri menggunakan kaos oblong sepanjang pahanya.
mata mereka terpaku melihat putri yang memukau walaupun menggunakan kaos oblong. Alex yang menyadari tatapan kedua sahabatnya yaitu pun memukul mereka berdua untuk menyadarkan mereka agar tak memandang wanitanya lebih lama lagi.
"hai kalian berdua melihat apa? apa kalian ingin mata kalian berdua lepas dari tempatnya?" ucap Alex dengan penuh penekanan lalu menyadarkan dua lelaki itu mereka pun lalu memalingkan wajahnya menatap ke arah lain.
__ADS_1
Putri lalu mengambil sebuah jaket dan mengikatnya di pinggangnya.
"kalian berdua kenapa sih pagi-pagi buta sudah ribut?" tanya Bryan.
" Bryan katakan mengapa aku bisa ada disini?" tanya Putri.
"oh semalam Alex yang membawa kamu kemari karena kau terluka, lalu dia menghubungiku dan menyuruhku kemarin untuk memeriksa mu, apakah sekarang kau sudah membaik?" tanya Brian sambil memandangi Putri.
"iya aku sudah membaik terima kasih kau sudah menghalalkanku Brian" ucap Putri dengan tulus, lalu pandangannya menatap tajam Alex kembali dan wajahnya kembali memerah dia pun memalingkan wajahnya ke arah lain, sedangkan Alex masih terkikik geli melihat wajah Putri yang masih merona.
"aku hanya bercanda, kau jangan marah padaku, semalam yang mengganti pakaianmu itu bibi yang bekerja di markas ini, mengapa kau begitu ceroboh semalam, kenapa kau bisa terlibat dengan makhluk mengerikan itu semalam, Untung saja aku datang tepat waktu jika tidak, aku tak akan tahu apa yang terjadi pada dirimu" ujar Alex sambil mendekat dan mengelus kepala Putri, Putri pun menatap wajah Alex yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.
"aku hanya berusaha mengurangi jumlah mereka, dan perbuatan manusia setengah iblis itu sangat menjijikkan, dia sudah merenggut banyak nyawa di dunia ini"ucap Putri dengan kesal sambil mengingat perlakuan Jono kepada orang-orang yang sudah diambil nyawanya untuk kepentingan kekuatan itu.
"hei apa yang kalian berdua bicarakan? apa maksudnya iblis? apakah di dunia ini ada iblis?" tanya Brian dengan penasaran.
" Putri dan alex pun saling bertatapan, Putri tak ingin menceritakan kepada mereka supaya mereka tak bertambah panik"melihat Alex dan putrinya masih bertatapan tanpa mengatakan sepatah kata pun akhirnya Bryan pun menjadi kesal.
"kalian tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari kami berdua, dan Putri aku sudah tahu jati dirimu kau tak usaha menyembunyikan identitasmu yang asli dariku lagi" mendengar ucapan itu Putri pun menjadi terkejut dan menatap Alex dengan horor, sedangkan Alex hanya menggaruk kepalanya dan memalingkan wajahnya.
Putri mahalan nafasnya dengan kasar ,mau bagaimana lagi semuanya pasti akan terungkap cepat atau lambat.
lalu Putri melihat jam tangannya, dia sangat terkejut karena hari ini adalah jadwal dia untuk masuk kampus di hari pertamanya dan pasti sepupunya sudah datang menjemputnya.
"astaga aku lupa, aku harus kembali ke rumahku sekarang" uca Putri dengan panik.
"Bryan John Alex aku harus kembali pulang hari ini aku ada kampus" ucap Putri.
" sejak kapan kamu berkuliah kembali, kenapa kau tak memberitahuku?"tanya Alex.
"aku hari ini mulai berkuliah, akan ku jelaskan lain kali dan kau, masalah kita belum selesai, karena kalian juga sudah mengetahui identitasku maka aku tak menyembunyikan kekuatanku lagi, aku pamit ya"setelah mengatakan itu tiba-tiba Putri menghilang dari pandangan mereka bertiga.
John dan juga Brian yang menyaksikan tiba-tiba Putri menghilang dari hadapannya itu lalu memegang jantung mereka masing-masing. mereka sangat terkejut melihat putri yang awalnya ada di hadapan mereka kini sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.
"ke mana Putri pergi ?kenapa dia bisa menghilang? apakah dia menggunakan sihir?" tanya Brian sambil menatap ke arah Alex.
__ADS_1
"ya pasti dia menggunakan sihir, dan aku belum mampu menggunakan kekuatanku seperti dia, Ya sudah Jon suruh ahli it itu untuk memeriksa di mana Putri berkuliah saat ini, Aku ingin tahu apa alasannya untuk dia memutuskan untuk kuliah" ujar Alexander lalu meninggalkan Brian, ya masih shock sedangkan John berusaha menenangkan pikirannya karena melihat putri yang tiba-tiba saja menghilang dari hadapannya.