Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 34:putri kembali ke kota


__ADS_3

...----------------...


pagi hari pun telah tiba kini Putri sudah bersiap-siap untuk kembali ke kota. dia hanya menggunakan setelan terakhir kali saat dia ditemukan.


Bu Ajeng menata Putri dengan sedihnya seakan ia berat untuk melepaskan Putri untuk kembali ke kota.


"berhati-hatilah di jalan, bapak tidak bisa membantumu untuk membalas dendamu,tapi bapak dan ibu akan selalu mendoakanmu ". ujar pak Ujang dengan nada sedih.


"nak apa kau tidak bisa tinggal saja di sini.ibu takut terjadi sesuatu dengan dirimu saat di kota".


"maafkan aku ibu, aku harus kembali". ucap Putri pada Bu Ajeng.


"mengapa kamu harus pulang nak, ibu pasti akan merasa kehilangan jika dirimu tidak ada di sini. andaikan aku punya seorang anak perempuan pasti aku tidak akan merasa sedih seperti ini".ujar hati Bu Ajeng.


"eh ternyata kemampuanku untuk membaca hati seseorang sudah aktif kembali, ternyata bu ajenga bener-bener menyayangiku seperti anaknya. maafkan aku Bu, aku harus pergi".


"relakan saja Putri pergi Bu, dia kan ingin mengambil haknya kembali kita harus mendukung keputusan nak putri ".


jelas pak Ujang kepada istrinya.


"sepertinya aku harus berangkat sekarang, pak iBu".


lalu Putri pun memeluk kedua orang itu.


Raka juga menyalami kedua orang tuanya.


"nak antarkan Nona Putri dengan selamat ya setelah itu kembalilah kemari".


ucap pak Ujang kepada Raka.


"baik pak kalau begitu kami pergi sekarang".


Putri dan Raka pun mulai berjalan menyusuri desa. saat pertengahan jalan mereka bertemu dengan lili dan kedua temannya.


"hai Raka kamu mau ke mana?".


tanya lili kepada Raka sambil melirik ke arah Putri dengan sinis.


"Aku ingin mengantarkan nona putri kembali ke kota"jawab Raka.


"eh tunggu kenapa wajah gadis itu sekarang sudah menjadi cantik, bahkan lebih mulus dari kita ya lili". ujar salah satu teman lili.


Lily yang mendengar penuturan temannya pun menatap tajam mereka.


"benar juga kenapa wajah gadis ini sudah begitu cantik, kemana bekas luka yang ada di pipinya kemarin, kenapa cepat sekali sembuhnya". ucap lili dalam hatinya.


"pasti dia menggunakan Susuk, makanya wajahnya bisa berubah halus seperti itu".


Ucap lili dengan ketus.


Putri yang mendengar suara hati lili pun tersenyum sinis.


" maaf aku tidak paham dengan susuk, jika kamu merasa tersaingi karena kecantikanku setidaknya kamu berusaha menjadi cantik hati dengan kata-katamu". ucap Putri dengan bijak.


lili semakin dibuat kesal oleh kata-kata Putri.


"Raka kau tidak perlu mengantarkannya,dia pasti bisa pulang sendiri". ucap Putri lalu dia meraih lengan Raka.


Raka merasa risih dengan perlakuan lili.


"maaf lili ini sudah tanggung jawabku, dan benar kata Nona Putri setidaknya walaupun kamu tidak secantik Nona Putri,tapi kamu harus cantik di hati". Raka sambil melepaskan tangannya dari lili


ini semakin kesal saja lalu dia mengajak kedua temannya untuk pergi meninggalkan Raka dan Putri.


tak jauh dari mereka berjalan Putri melihat segenangan lumpur. lalu Putri pun tersenyum dengan jahilnya.


Putri mengangkat tangannya mengaktifkan elemen bumi untuk membuat sebuah gundukan. lalu lili tersandung gundukan tanah yang mengakibatkannya masuk ke dalam kubangan lumpur.


"aaaaaaaa..... ibu....."teriak lili


"hahahhahahahah,,,,,"tawa orang-orang yang melihat lili terjatuh dalam kubangan lumpur dengan muka yang lebih dahulu masuk ke dalam lumpur, sehingga mukanya tertutupi oleh lumpur yang sangat tebal hingga mengenai rambut panjangnya.


"kalian berdua cepat bantu aku. kenapa kalian diam saja". triak lili pada teman-temannya


Lily pun langsung bergegas berdiri membersihkan lumpur yang menempel di wajah dan tubuhnya.

__ADS_1


"hahaha kau terlihat seperti babi lili"


tawa Putri ..


lili yang diajak oleh Putri pun dsangat malu.


"sialan kau gadis brengsek, awas aja ya kamu".


lalu dia berjalan dengan terburu-buru.


Putri memandang ketiga orang itu pergi pun lalu tertawa terbahak-bahak.


"hahahahhahahaha,kau lihat Raka bagai mana wajahnya terkena lumpur,,,itu sangat menjijikan hahahahhaha"


Putri tertawa sambil memegang ngi perutnya.


Raka yang melihat putri tertawa lepas pun sangat terpesona.


lesung pipi dan gingsul yang ada pada Putri semakin menambah kecantikan Putri.


apalagi dengan tertawa lepas seperti itu.


"sungguh cantik Nona Putri seperti Dewi turun dari kayangan, bahkan Dewi pun akan merasa minder dengan dirinya. apalagi jika dia tersenyum dengan lepasnya seperti ini"


ujar Raka a di dalam hatinya.


Putri yang mendengar suara hati Raka pun menjadi terdiam kemudian menatap wajah Raka.


Raka yang ditatap Putri pun menjadi salah tingkah.


"ehmmm....lebih baik kita melanjutkan perjalanan".ucap Putri pada Raka.


"baiklah sekarang kita cari bis untuk menuju ke kota".


lalu mereka pun ke pangkalan bus.


banyak orang yang menatap ke arah Putri.


a: "wah cantik sekali gadis itu"


b:"wah sangat imut sekali"


d:"andaikan dia itu istriku, dia sangat cantik sekali seorang gadis yang sempurna "


Putri banyak mendengar suara hati orang-orang yang berlalu lalang menatapnya.


"inilah yang paling menyebalkan dari kemampuanku, telingaku sakit sekali". ucap Putri sambil menutup kedua telinganya.


"Nona apa yang terjadi pada dirimu apa kau merasa sakit". ucap Raka dengan khawatir.


"tidak apa-apa Raka sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita".


"baiklah kalau begitu aku akan mencari bus.tapi ke mana kita akan pergi nona". tanya Raka pada Putri.


"kita akan pergi ke kota S". Putri mengingat kembali ingatan ingat yang ada di dalam kepalanya. dia memutuskan untuk pergi ke rumah sahabatnya Caca.


Raka pun memesan tiket bis untuk mereka berdua.


"wow seperti ini ya kendaraan di dimensi ini, walaupun aku sudah melihat ingatan dari tubuh Putri Sanjaya tapi kan aku belum pernah merasakannya secara langsung, tenang Putri jangan panik".


ucap putri dalam hatinya..


setelah memesan tiket bis akhirnya pun mereka berangkat ke kota tujuan.


untuk Putri yang baru pertama kali menggunakan transportasi itu terlihat sangat kagum.


"wah keren sekali alat ini. aku harus membiasakan diriku menggunakan kendaraan di dimensi ini"


lalu mereka pun menaiki bus itu.


8 jam telah berlalu ini mereka sudah sampai di kota tujuan.


"sialan lama sekali menggunakan bus itu. lebih enak jika menaiki roan pasti langsung sampai. atau kalau tidak aku gunakan teleportasi saja. mana panas banget lagi di bis itu ". ucap Putri pada dirinya sendiri.


kembali lagi menaiki taksi untuk sampai ke rumah Caca.

__ADS_1


20 menit telah berlalu kini mereka sudah sampai di depan rumah Caca.


"Nona apa benar ini rumahnya".


"emmmm,,,, seingatku ini benar rumahnya, ini rumah temanku, Ya sudah ayo kita ke sana".


Putri mengingat jika rumah yang ada di depannya ini adalah rumah sahabat terbaik dari Putri Sanjaya yang bernama Caca. maka dari itu dia memutuskan untuk pergi ke rumah saja dahulu.


lalu mereka berdua masuk ke perkarangan rumah itu.


"permisi pak apa Caca ada dirumah?".


tanya Putri kepada satpam di rumah itu.


"Nona Caca ada di dalam rumah apa ada yang bisa saya bantu".


saat melihat wajah Putri satpam itu pun terkejut.


"no...nona Putri....ini benar nona Putri kan".tanya hansip itu pada Putri.


"iya pak saya Putri Sanjaya, apakah caca beneran ada di dalam?"


"iii...iii...iya nona Putri....nona Caca ada di dalam... Nona Caca pasti sangat senang melihat Nona Putri sudah kembali dalam keadaan sehat". ucap satpam itu sambil tersenyum kepada Putri.


"baiklah aku akan masuk ke dalam,bapak di sini saja, jangan memberi tahu caca ya,aku akan memberi kejutan padanya". ucap putri dengan tersenyum manis.


satpam itu pun menganggukkan kepalanya.


lalu membukakan pintu mempersilahkan Putri dan Raka memasuki rumah Caca.


"wah Nona Putri rumah ini sangat besar sekali ya".


ujar akal sambil menata kagum dengan sekeliling rumah itu.


"iya kau benar rumah ini memang sangat besar, Ya sudah ayo masuk".


saat membuka pintu ada ART yang membukakan pintu untuk Putri.


"nona Putri.....ini benar nona Putri kan". ucap ART itu dengan terkejut.


"hustttt... jangan beritahu Caca bi aku akan memberikan kejutan untuknya".


art itu pun menganggukan kepalanya.


lalu mereka berjalan ke arah ruang santai.


saat ini Caca, sedang menonton tv bersama ayah dan ibunya sambil memakan cemilannya.


"permisi nona Caca ada tamu yang berkunjung untuk mencari nona Caca"


"siap bi...".


saat Caca memutar kepalanya dia sangat terkejut. lalu tanpa sadar dia menjatuhkan cemilannya hingga berantakan.


"Putri iiiiiii.............."teriak caca..


lalu dia berlari sekuat tenaga dan memeluk Putri.. untungnya Putri mempunyai fisik yang kuat,jadi dia tidak terjatuh karena caca langsung memeluk dirinya.


"huhuhuhuhu....putri...gue kangen Lo tau...gue kira elo dah mati,gue gue...gue ngak mau kehilangan temen terbaik gue...huhuhuhu".


tangis Caca seketika pecah.


"hai tenanglah Aku sudah kembali". ucap Putri sambil mengelus punggung Caca.


"Putri syukurlah kau telah kembali Aku sangat merindukanmu Aku tak mau kehilangan mu"..


ujar caca dalam hatinya.


"ternyata dia benar-benar menyayangi Putri dengan setulus hati, kau sangat beruntung Putri mempunyai teman setulus dia"


lalu mereka melepaskan pelukan mereka.


ini giliran Mama Caca dan papanya yang memeluk Putri.


"apa kabarmu sayang, tante dan om sangat menghawatirkan mu, kau tahu Caca bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak selama 1 minggu setelah kau menghilang. dan dia juga tidak nafsu untuk makan". ujar Mama Caca pada Putri.

__ADS_1


Putri yang mendengar penuturan itu pun tersenyum.


"maaf Tante Om Caca, aku membuat kalian khawatir, aku akan menjelaskan nanti, tapi bolehkah kami duduk dahulu karena aku sudah lelah berdiri hehehe".


__ADS_2