
cuihhhhhh" Alex meludah ke mayat Jono, dengan perlahan Jono pun berubah kembali menjadi bentuk manusia.
alex tak ingin memperdulikan mayat Jono, lalu iya menggunakan langkah seribunya untuk kembali ke tempat Putri.
ada sebuah cahaya yang menyelimuti tubuh Putri, cahaya itu adalah elemen cahaya berupa elemen penyembuhan.
sedangkan Putri masih terpejam, alex menggendong tubuh Putri dan membawanya ke markas.
sepanjang perjalanan Alex trus saja melihat spion mobil,melihat keadaan via dari kaca setirnya, via di geletakkan di kursi belakang, karena memang Alex tak membawa sopir saat pergi kemari ,dia sangat terpukul ketika melihat keadaan via seperti ini, lagi lagi dia gagal melindungi via.
flasback on.
hati Alex sama bimbang, apakah dia harus menerima kenyataan jika saat ini putri yang ada bersama dirinya bukanlah Putri cinta pertamanya.
dua hari ini dihabiskan di markas dengan membunuh orang-orang yang mengacaukan bisnisnya, dan saat malam hari ia habiskan untuk mabuk-mabukan.
Jhon memberitahu Brian untuk menemui Alex, supaya Bryan membantu dirinya untuk menasehati Ali agar tak terpuruk seperti ini, John sangat jarang sekali melihat Alex mabuk-mabukan, Jhon tau pasti alex mempunyai masalah di hati dan fikiran nya sehingga melampiaskan dirinya dengan mabuk-mabukan, bahkan saat membunuh musuhnya kali ini alex seakan terlihat lebih bengis saat membunuh para musuhnya.
"bagaimana ini Brian, aku tak tega melihat anak seperti ini, sebaiknya kau nasehatinya supaya ia tak merusak dirinya seperti ini" ucapkan sambil menatap dari balik pintu baliknya sedang mabuk di sisi ranjang tempat tidur.
"aku juga sangat sedih melihat Alex yang seperti ini, lebih baik kita berdua menasehatinya bersama, jika aku sendiri aku takut dia akan menghajarku" ujar brian dengan jujur.
"rupanya kau juga takut dengan Alex, baiklah sebaiknya kita berdua sama-sama menyadarkan dirinya" setelah mengatakan itu akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar Alex.
Alexander manakah botol minuman keras lainnya dan ditahan oleh tangan Brian, alat yang setengah sadar pun menatap siapa yang mencoba menahannya, dengan rambut acak-acakan dan juga baju yang berantakan ia menatap kedua temannya yang ada di hadapannya.
"kenapa kau datang, apakah rumah sakitmu sudah bangkrut" tanya Alex sambil menatap Brian, sedangkan Brian menlototkan matanya dengan horor, bisa-bisanya sahabatnya ini asal nyeletuk.
"hai Alex sampai kapan kau akan seperti ini? ini bukanlah dirimu yang melampiaskan semuanya dengan mabuk mabukan, kok bisa bercerita masalahmu dengan kami berdua" ujar Brian, Alex terus memandangi Brian.
"jika kau tak mampu menahan masalahmu berceritalah pada kami, siapa tahu kamu bisa memberikan solusi kepada mu, jujur aku tak tega melihat dirimu yang kacau seperti ini dua hari ini, ada apa dengan dirimu bos?" tanya John.
"ya kalian benar aku memang mempunyai masalah di hati dan juga pikiranku, dan pasti kalian juga akan seperti ini jika mengalami hal yang terjadi pada diriku, kalian tak mengerti perasaanku seperti apa"ujar Alex sambil menangis, kedua sahabatnya semakin bingung melihat Alex yang menangis, pria dingin dan kejam yang hanya mengerti membunuh sekarang menangis di hadapan mereka dua dan menjatuhkan wibawa seorang mafia, Alex dan John ikut sedih melihat Alex yang seperti ini.
"sebesar itu kah masalahmu Alex? sampai kau menangis seperti ini, apakah ini masalah Putri, atau masalah orang tuamu, karena Yang kutahu hanya orang tua dan juga cintamu yang bisa membuatmu terpuruk seperti ini?"tanya Brian kembali.
"apa kalian akan mempercayai kata-kataku jika aku bercerita kepada kalian?"tanya Alex sambil menatap dua sahabatnya.
"tentu saja kami akan mempercayai kata-katamu mu Lex" ucap Jhon dan diangguki oleh Brian di sebelahnya.
Alex menatap kedua temannya yang bersungguh-sungguh ingin mendengarkan ceritanya akhirnya mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
"kalian tahu, Putri telah lama tiada, dia sudah meninggal saat dia diculik oleh wanita ****** itu, Aku gagal, Aku gagal melindungi dia" ujar Alex sambil menjambak rambutnya, sedangkan John yang juga Brian mendengarkan penuturan Alex menjadi bingung.
"apa maksudmu Putri telah tiada, bukankah dia masih berada di rumah nya saat ini, dan kau juga sering bertemu dengannya Alex, apa maksudmu Putri yang saat ini bukan putri? kami tak paham dengan ucapanmu Alex" tanya Brian sambil kebingungan.
"aku tahu kalian tak akan percaya dengan fakta ini, tapi dia sendiri yang mengatakan seperti itu padaku, dan bahkan dia membuktikannya, dia mengatakan Putri Sanjaya telah mati, Dan dia mengisi tubuh Via tanpa sepengetahuannya, tubuhnya memang Putri Sanjaya tapi jiwanya bukan, Aku harus bagaimana, aku telah gagal melindungi Putri, Aku seorang pecundang, aku tak dapat melindungi kekasihku"tangis Alex kembali pecah.
sedangkan John kembali mencerna ucapan Alex, pantas saja dia beberapa kali merasa curiga dengan identitas Putri yang saat ini.
Putri yang saat ini bersama dengan tuannya terasa sangat berbeda, namun alias tak menyadarinya karena mungkin dia terlalu cinta kepada Putri.
"lalu apa yang ia katakan lagi Alex"tanya John kembali.
"dia mengatakan sebelum jiwa Putri Sanjaya menghilang, bahwa Putri Sanjaya menyuruhnya untuk membebaskan dendamnya kepada wanita ****** itu, lalu juga dia mengatakan bahwa jiwa mereka berdua sama namun hanya berbeda dimensi, pantas saja Putri yang saat ini bersamaku mempunyai kekuatan yang besar, seharusnya aku sadar saat melawan musuh di mall waktu itu" ujar Alex kembali sambil menundukan kepalanya, sedangkan Brian dan juga John tetap mendengarkan ucapan Alex.
"apakah setelah mengetahui fakta ini kau masih mencintainya?" tanya Jhon
"aku tak tau" jawab Alex sambil menundukan kepalanya.
"jadi selama ini yang kau cintai tubuhnya atau jati dirinya Lex, ingat kata-katanya mereka satu jiwa namun hanya tubuh dan dimensi mereka yang berbeda, yang artinya mereka adalah satu kesatuan yang utuh, jadi kenapa kau bimbang, dia tetaplah putri kekasih mu terlepas saat ini jiwanya ada Putri Sanjaya atau putri dari dimensi lain"ujar John dengan bijaknya.
"aku setuju dengan kata-kata john Alex, dia mengatakan bahwa mereka punya satu jiwa, jadi mereka adalah satu kesatuan yang utuh, kau harus memantapkan hatimu, janganlah terlalu jatuh dalam penyesalanmu Alex" ujar Brian menyetujui ucapan Jhon.
Alex pun menatap kedua sahabatnya itu, ia seakan menyadari sesuatu.
"mau kemana kau ha?" tanya Brian.
"aku ingin menemui putri,aku harus mengatakan padanya kalau aku mencintainya walaupun dia dari dimensi lain" ujar Alexa sambil sempoyongan.
"hei apa kah ras ini mengganggu otakmu ha? kenapa kau jadi bodoh sekali,ini sudah larut malam,Tak ada pria yang bertamu jam segini, lebih baik kau istirahat saja,jernihkan otakmu itu dulu" ujar Brian kembali.
"baiklah aku akan istirahat, terima kasih kalian telah datang kemari dan memberikan solusi padaku, terima kasih telah mendengarkan keluh kesah ku" ujar Alex.
"kau ini bicara apa?kita berarti kita adalah sahabat, sudah sewajib nya kita saling mengingatkan" ujar jhon menepuk pundak Alex . setelah mengatakan itu Bryan dan juga jhon meninggalkan Alex untuk beristirahat.
flasback off.
Alex mengemudikan mobilnya dengan laju, lalu dia pun menelepon Brian untuk datang ke markasnya.
"cepatlah datang kemarkas ku, Putri sedang terluka parah"setelah mengatakan itu Alex langsung memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban Brian.
"ada apa sebenarnya dengan Putri, aku jadi mengkhawatirkannya" lalu dia mengambil alat-alat yang untuk memeriksa keadaan Putri. padahal dirinya baru saja sampai rumah dia ingin beristirahat, namun setelah mendengar telepon dari Alex, dan mengetahui kondisi Putri ia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
bahkan dia belum membersihkan tubuhnya.
Brian mengendarai mobilnya menuju ke markas Alex, karena posisi Brian yang lebih dekat dari markas oleh jadi dia sampai lebih dahulu.
"dimana putri Jhon" tanya Brian.
"apa maksudmu? apa yang terjadi dengan nona putri?, tak ada nona Putri di sini" jawab Jhon
"tadi Alex meneleponku katanya Putri sedang terluka, makanya aku ke sini tanpa membersihkan tubuhku"ujar brian.
"Alex sedang pergi dengan terburu-buru tadi, aku tak sempat menanyakan ke mana ia akan pergi, namun wajahnya terlihat sangat panik, apakah ada yang terjadi dengan nona putri"saat mereka tengah mengobrol alex pun datang ke markasnya.
lalu dia keluar dan menggendong tubuh Putri yang sudah terluka.
"apa yang terjadi dengan Putri Alex, lukanya sangat parah,cepat kita tangani" ujar Brian lalu dia pun berlari ke arah Alex membawa tubuh Putri.
Alexander membawa Putri ke ruang kesehatan, yang meletakkan tubuh Putri di atas kasur, Bryan pun mulai memeriksa keadaan Putri.
"jantungnya berdenyut dengan lambat" sedangkan alat yang mendengarkan itu semakin panik Alexa juga melepaskan tangan putri yang ia genggam.
"tolong jangan tinggalkan aku untuk yang kesekian kalinya put" ucap Alex di telinga putri, lalu Brian menyuntikkan obat-obatan ke tubuh Putri, supaya membantu memompa jantung Putri supaya berjalan dengan lancar.
Brian mulai membersihkan luka-luka yang ada di tubuh putri, cara memasang selang infus namun saat membersihkan tiba-tiba saja luka-luka itu perlahan mulai menyembuhkan dirinya sendiri dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata.
Brian sangat terkejut, sampai-sampai ia menjatuhkan suntiknya ke bawah lantai.
"apa yang terjadi ? mengapa luka-luka itu menutup dengan sendirinya?" tanya Brian khawatir, tak lama setelah itu tiba-tiba saja tubuh Putri bersinar, wajah yang pucat kini perlahan mulai memerah.
rupanya sebelum kehilangan saudara Putri menggunakan elemen cahaya untuk membantunya meregistrasi tubuhnya yang sedang terluka, namun membutuhkan waktu karena luka-luka yang dialami yang sangat parah, dan proses pengobatan itu akhirnya bekerja saat dia dibawa ke markas ini.
"Aku kan sudah mengatakan jika putri yang saat ini berada berasal dari dimensi yang lain, jadi wajar saja jika dia dapat menyembuhkan dirinya sendiri, berita ini tak boleh bocor kepada siapapun" ucap Alex sambil menatap Brian dan Johan.
"aku berjanji dengan jiwaku bahwa aku takkan membongkar kejadian ini kepada siapapun, jika aku melakukannya maka aku akan kesambar petir dan mati" ucap Brian.
"aku juga berjanji tidak akan membesarkan rahasia ini kepada siapapun" ujar jhon.
"Aku pegang janji kalian, sebagai nya kalian keluar, dan kau Brian lebih baik kamu bersihkan dirimu di sini karena tubuhmu sangat bau" ujar Alex tanpa merasa bersalah.
" cih ini juga salah kamu, Ya sudah aku akan mandi" kata Brian sambil mendecakkan lidahnya.
John ikut keluar dari ruangan itu ,dan tersisalah Alex yang sedang menunggu Putri untuk siuman.
__ADS_1
Alex terus saja menggenggam tangan putri dengan erat,dia mengusap lembut wajah putri.
"sekuat apa jati dirimu Putri?, tapi siapa pun dirimu aku akan tetap mencintaimu dan selalu ada di sisimu selamanya" ujar Alex dengan sungguh sungguh.