
setelah melakukan dinner Alexander mengantarkan Putri ke rumah Caca.
Putri pun masuk ke dalam rumah besar Caca.
"Putri kamu sudah pulang, kamu di bawa ke mana oleh Tuan galak itu, sampai kamu berdandan secantik putri dongeng saat ini?".
tanya Caca. sambil menggoda dan tersenyum menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"is kamu ini aku hanya Diner bersamanya, tidak lebih".
wow kamu hebat putri...
"Ya sudah ayo kita istirahat Aku sudah sangat lelah sekali karena kejadian hari ini".
ucap Putri mengajak Caca untuk beristirahat di kamar dia.
Caca menyetujuinya lalu mereka pun pergi beristirahat.
"dendammu sudah terbalaskan Putri Sanjaya, maka selanjutnya apa yang akan kulakukan di dunia ini, di dunia ini aku tidak punya siapa-siapa, Aku sangat merindukan keluargaku di dimensiku , apakah mereka sekarang hidup dengan bahagia".
ucap Putri bermenolok pada dirinya sendiri.
Caca yang melihat putri melamun pun menepuk bahu Putri.
"put apa yang kau pikirkan. berbagilah denganku".
ucap caca pada Putri.
"aku masih bingung setelah ini apa yang akan kulakukan. apakah aku akan berkelana atau aku akan mengurus perusahaan peninggalan ayahku".
ucap putri..
"put aku akan selalu mendukung keputusanmu.dan jika kau ingin berpetualang ajaklah aku,karena aku bosan menjalani kehidupan yang seperti ini terus".
ucap Caca pada Putri...
"apa kau yakin ingin ikut berpetualang denganku?".
"aku sangat yakin, tapi... maukah kau mengajariku bela diri agar aku tidak terlalu menjadi bebanmu saat kita berpetualang nanti". ucap Caca penuh permohonan pada Putri.
Putri yang melihat tatapan permohonan dari Caca pun akhirnya hanya bisa pasrah..
"kau jangan menatapku dengan tatapan seperti itu dong. Aku akan mengajarimu bela diri, supaya kau tidak menjadi bebanku terus hahahah".
ucap putri kembali.
"sial kau selalu saja mengejek ku".
kata Caca sambil menepuk bahu Putri dengan ringan.
"sekarang ayo kita istirahat Aku sudah sangat lelah".kata Putri.
"huammmm.. aku juga sudah mengantuk baiklah ayo kita istirahat".
lalu mereka pun tidur dengan nyenyaknya dan mereka pergi ke alam mimpi.
di sebuah taman yang indah.. di tengah-tengah taman itu terdapat danau yang luas.
dan ada seorang gadis bergaun putih yang sedang duduk di tepi danau, sambil memainkan kakinya di air danau itu.
putri siena berdiri menatap hamparan taman yang luas itu.
"dimana aku sekarang? apa aku tertarik ke dunia mimpi lagi".
ucap Putri siena pada dirinya sendiri.
Putri pun memandang jauh ke arah danau itu.
"siapa itu. apa dia Putri Sanjaya".
Putri siena pun melangkah mendekati gadis itu.
gadis itu pun menoleh ke belakang.
"hai jenderal Sienna, kau sudah sampai rupanya". ucap Putri Sanjaya.
"sudah ku duga ini pasti ulah mu, aku sudah membahaskan dendammu kepada perempuan itu".
kata Putri siena kepada putri Sanjaya. dia pun ikut duduk di samping Putri Sanjaya sambil memainkan kakinya di air danau itu.
"yah terima kasih karena kau telah membalaskan dendamku. sekarang aku bisa pergi dengan tenang bersama ibu dan ayahku, dan sesuai kata-kataku Kau sekarang bisa menguasai tubuhku dengan seutuhnya".
ucap Putri Sanjaya.
"tapi apa Kau ikhlas jika aku menempati tubuhmu".
tanya Putri Siena...
"hahaha tentu saja aku ikhlas kamu adalah aku,dan aku adalah dirimu. kita menjadi satu kesatuan yang utuh, kita hanya berbeda sifat saja".
ucap Putri Sanjaya pada Putri Siena.
"mulai sekarang kau bisa menjalani kehidupan ini dengan baik, menjalani kehidupan sesuai dengan keinginan mu, dan kau bisa pertimbangkan cinta dari Tuan Alexander".
ujar Putri kembali.
"Ya sudah aku katakan aku tidak ingin memikirkan soal asmara.tuan Alexander hanya mencintai sosok dirimu bukan aku"
kata Putri Siena.
"baiklah itu terserahmu saja. tapi aku yakin pasti kamu akan tahkhluk padanya".
kata Putri Sanjaya.
sedangkan Putri sienan yang memalingkan wajahnya.
Putri siena menatap danau itu. dia tersenyum penuh arti.
"bagaimana ya keadaan orang tuaku, apa mereka sekarang sudah hidup dengan bahagia. apakah sudah tidak ada ancaman dari para iblis lagi".
ucap Putri Siena sambil menatap ke arah danau.
"kau pasti sangat merindukan keluargamu. bagaimana jika kau memanggil dewa kucing saja supaya kau bisa menemui keluargamu".
ucap Putri Sanjaya memberi saran.
"Dewa kucing?,siapa itu?'.
Putri Siena mengerutkan sebelah alisnya.
"video kucing adalah dewa yang membantuku untuk menarik jiwamu ke dalam tubuhku. pasti dia bisa membantumu menemui keluargamu".
ucap Putri Sanjaya.
"benarkah yang kau katakan?, bagaimana cara memanggilnya".
tanya Putri siena dengan penuh harap.
"dewa kucing yang tampan dan imut. datanglah kemari Aku ingin bertemu denganmu".
wajah Putri Sanjaya sambil menatap langit.
__ADS_1
Putri Siena yang mendengar ucapan Putri Sanjaya pun di buat bingung.
tak lama sebuah cahaya terang muncul di atas langit.
Putri Sena dan Putri Sanjaya pun sampai menutupi kedua matanya karena sangking silaunya.
lalu sosok kucing gempal berwarna abu-abu turun secara perlahan dari langit.
setelah mendarat dengan sempurna di atas rumput yang hijau. kucing itu pun mengangkat kedua tangannya. dia hanya berdiri dengan kedua kakinya saja.
mata yang bulat serta pipi yang gempal menambah kesan imut bagi siapa orang yang melihatnya.
"wah lucu sekali kucing ini".
ucap Putri Sienna. dia langsung berlari dan menangkap kucing itu lalu dia mencium seluruh wajah kucing gempal itu.
sedangkan Putri Sanjaya dan kucing itu pun terkejut.
Putri Sanjaya dibuat melawan dengan tindakan Putri Siena.
sedangkan kucing abu-abu itu terlihat pipinya merona.
"eh kenapa bulu di pipimu terlihat memerah apa kau sakit?.
tanya Putri Sera sambil mengulas pipi kucing itu.
mendengar suara Putri Sienna kucing itu pun tersadar.
"ehmmm.... Maafkanlah aku ini anak kucing biasa namun aku adalah dewa kucing".
ucap kucing itu dengan tiba-tiba.
"aaaa....siluman kucing"
Triak Putri Siena lalu dia melempar kucing itu dengan sembarang.
kucing itu pun langsung melayang dan jatuh di rerumputan.
untuk Yang kedua kali Putri Sanjaya dibuat semakin lama karena perbuatan bodoh dari Putri Sienna.
"aduh pantatku yang mulus serta wajahku yang tampan, nona tolong berhati-hatilah jika kau ingin menurunkan ku, ini adalah aset berharga ku, bagaimana jika ketampananku luntur".
teriak kucing itu dengan kesal.
"Putri.. apa kau dengar kucing itu bisa berbicara, apakah dia siluman. tapi aku tidak mencium aroma siluman pada tubuhnya".
ujar Putri Siena.
Putri Sanjaya tidak menggubris pertanyaan dari Putri Siena.
Putri Sanjaya langsung berlari untuk menolong kucing itu.
"Dewa kucing apa kau tidak apa-apa?"
tanya Putri Sanjaya.
"aku tidak papa.Untung saja wajah ku yang tampan ini tidak lecet karena ulah nya".
ujar dewa kucing itu dengan kesal.
sedangkan Putri siena hanya menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
dia masih bingung dengan apa yang terjadi di depannya.
"sebenarnya apa yang terjadi?".
tanya Putri siena.
ujar Putri Sanjaya menjelaskan.
Putri Sienna yang mendengarkan penuturan dari Putri Sanjaya pun dibuat bingung.
"jadi ternyata aku tadi menciumi seorang dewa?, kenapa kau tidak bilang dari tadi oh tidak".
wajah Putri Siena sambil mengacak ngacak kepalanya.
"hai Nona bagaimana aku akan menjelaskan padamu, jika kau saja langsung menciumku seperti tadi".
ucap dewa kucing itu.
"salah siapa bentukmu yang sangat lucu. coba saja kau datang dengan wujud dewa mu. pasti aku tidak akan seperti tadi".
kata Putri siena sambil membela dirinya.
"Ya sudahlah lupakan saja, jangan diperpanjang lagi".
ujar dewa kucing.
"Putri Sanjaya kenapa kamu manggilku?".
tanya dewa kucing sambil menatap Putri Sanjaya.
"dewa kucing Aku ingin meminta pertolonganmu. agar jenderal Siena bisa menjumpai keluarganya".
ucap Putri Sanjaya dengan jujur.
lalu dewa kucing pun menatap Putri Sienna.
"apa kau ingin bertemu dengan keluargamu?".
tanya dewa kucing.
"apakah aku bisa? jika bisa aku ingin bertemu dengan mereka walaupun hanya sesaat".
ucap Putri Siena lemah.
"aku bisa menolongmu tapi kau harus memanggilku dengan sebutan dewa kucing yang tampan dan imut, baru aku akan membantumu".
ujar dewa kucing pada Putri siena.
Putri Siena yang mendengarkan ucapan narsis dewa kucing pun memutarkan bola matanya.
"Kau sungguh sangat narsis, apakah tidak ada permintaan lain selain itu?".
tanya Putri Sienna.
"tidak adaa".
putri siena yang kesal mengeluarkan aura penindasan kepada dewa itu.
seketika dewa itu mendapatkan penekanan di bahunya.
"hai Nona kau ingin meminta tolong apa ingin membunuhku?"
ucap dewa kucing itu sambil menatap ngeri Siena..
sini yang sadar pun langsung menarik kembali aura penindasannya.
"aneh kenapa wanita ini tidak terpengaruh oleh dunia mimpi. kenapa dia bisa menggunakan kekuatannya di alam mimpi ini".
ucap batin dewa kucing.
__ADS_1
"eh apa maksudmu aku tak terpengaruh oleh Alam mimpi ini dewa kucing?".
tanya Putri siena kembali.
dewa kucing itu pun kembali terkejut. pasalnya dia hanya mengucapkan di dalam hatinya kenapa wanita di hadapannya ini bisa mendengar suara hatinya.
"kenapa kau bisa mendengar suara hatiku?". tanya dewa kucing itu.
"aku memang mempunyai kemampuan untuk mendengar suara hati orang. jadi jelaskan kenapa aku tidak terpengaruh oleh alam mimpi ini?".
"Aku pun tak tahu. dan aku tidak bisa menjelaskan padamu. aku yakin pasti dirimu itu sangat spesial. dan banyak misteri yang harus dipecahkan oleh dirimu".
ujar dewa kucing itu.
"karena di alam mimpi sehebat apapun orang tidak bisa membawa kekuatannya di dunia mimpi ini. kekuatannya pasti akan disegel dua titik terlemahnya, tapi kenapa kau tidak?, Ya sudahlah aku pusing memikirkan".
ujar dewa kucing itu kembali.
"aku juga tidak ingin memikirkannya. biarlah waktu yang menjawab semuanya. dan sekarang Anda harus menolongku untuk menolong keluargaku walaupun hanya sebentar"
ucap Putri Siena.
"baiklah aku akan membantumu untuk menemui ke dua orang tuamu. tapi aku hanya bisa memberikanmu waktu setengah jam saja. tapi kau akan bertemu mereka hanya dengan sosok jiwa yang yang tak bisa dipandang oleh mata telanjang".
ujar dewa itu menjelaskan kepada putri siena.
"tak apa jika mereka tidak bisa melihatku. yang terpenting aku bisa melihat mereka kembali".
ucap putri siena dengan penuh semangat.
"baiklah aku akan mengajakmu ke sana, peganglah tanganku".
lalu Putri Sanjaya dan Putri siena pun menggenggam tangan dewa kucing.
mereka menghilang dengan cara teleportasi antar dimensi.
mereka pun tiba di kastil istana milik Putri Sienna.
Putri siena menatap sekelilingnya. pemandangan yang luas dan hamparan hijau serta rumah penduduk yang tertata rapi.
"sepertinya dunia ini sudah membaik. syukurlah jika dunia ini sudah aman".
ujar Putri siena dengan tersenyum.
"aku juga turut bahagia untukmu jenderal Sienna. pengorbananmu ternyata tidak sia-sia, dunia ini sudah damai".
ujar Putri Sanjaya.
di bawah kastil ada pasangan suami istri yang sudah lanjut usia menemani anak kecil berusia 2 tahun yang sedang bermain.
"apakah itu ayah dan ibuku?"
tanya Putri Siena.
lalu mereka pun melayang menghampiri suami istri itu.
"ayah ibu..."ucap Putri siena dengan lirih nya.
dia berusaha mengusap wajah kedua orang tuanya. namun tangannya menembus wajah kedua orang tuanya.
"suamiku kenapa aku merasakan ada yang menyentuh wajahku ya?"
tanya ibunda ratu.
"aku juga merasakannya istriku, aku merasa ada putri siena yang hadir di sini".
ucap sang raja.
"aku terlalu merindukan Putri kita hik hik hik"
tangisi bunda ratu langsung pecah.
"permaisuri Kau tidak perlu bersedih seperti itu, kasihan jiwa Putri kita, pasti dia bersedih jika melihatmu menangis seperti ini".
ucap sang raja menenangkan ratu.
"tapi aku sangat merindukan anak kita. sudah 10 tahun berlalu tapi aku tak bisa mengikhlaskan kepergian putri kita".
Ucapa sang ratu kembali.
Putri Siena pun terkejut.
"apa ternyata aku sudah 10 tahun meninggal di dimensiku. padahal aku baru 2 tahun berada di bumi, kenapa perbedaan waktunya sangat jauh sekali"
kata Putri.
"hai nona cantik, kita itu berada di dimensi yang berbeda.jadi waktu pun sangat berbeda"
ujar dewa kucing itu.
Putri Siena pun terdiam.
lalu ada anak kecil yang lucu menghampiri mereka bertiga.
"kakak...apa ajak di cini"
ucap anak lelaki kecil itu menatap mereka bertiga.
raja dan ratu pun bingung akan kelakuan anaknya itu.
"hei anak kecil itu bisa melihat kita?"
kata Putri Sanjaya.
"wow ternyata adikmu mempunyai bakat yang luar biasa, dia pasti akan menjadi sosok yang hebat di dimensi ini"
ujur dewa kucing.
"apakah dia adikku?"
Icha Putri sambil menatap anak kecil itu.
Raja dan Ratu pun menghampiri anaknya.
"William, kau berbicara dengan siapa, tidak ada siapa-siapa di sini sayang".
ucap sang raja sambil menggendong pangeran William.
"tu da tatak iena".
ucap pangeran kecil itu dengan lidah cendalnya. pangeran menunjuk ke arah di mana mereka bertiga melayang.
ratu pun menjadi curiga. dengan apa yang dilihat oleh putranya
"apakah kamu ingin mengatakan kamu melihat kakak mu sayang".
tanya sang ibunda ratu.
"ya nda...tatak iena ma ucing,dan uga tatak cantik telbang".
ucap pangeran kecil itu dengan lucunya, pangeran pun menunjuk ke arah di mana mereka bertiga.
__ADS_1
raja dan ratu pun menatap arah yang ditunjuk oleh putranya.