Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 17:Alex sadar


__ADS_3

...----------------...


dua hari telah berlalu Putri setelah pulang kuliah putri bolak-balik ke rumah sakit untuk mengunjungi Alex. dan semasa itu juga Indri dan salsa tidak mencari gara-gara pada dirinya.


Putri dengan telaten merawan Alex. terkadang Mama mona juga pergi ke rumah sakit untuk menjenguk anaknya itu.


saat sedang memperhatikan Alex tiba-tiba Alex mengkerutkan keningnya.


"ayahhh....ayahhh ...tidakkkk...jangan tinggalkan aku ayahhh....akhhhhhhhhh..."Alex berteriak sambil memegang kepalanya.


Putri yang panik pun menghampiri Alex lalu dia memegang wajah Alex.


"Alex sadar Lex.."dia mencoba menyadarkan Alex yang sedang kesakitan.


lalu Alex pun memegang lengan Putri dan memeluknya. Putri yang dipeluk Alex pun terkejut dia tidak bisa memberontak dan mencoba untuk menenangkan alex.


jantung putri seakan lari maraton karna Alex memeluknya.putri dapat melihat buliran air mata Alex yang jatuh ke pipi lalu dia berusaha untuk menenangkan Alex sambil mengusap wajah Alex.setelah merasa Alex tenang.putripun melepas pelukan alex


Dokter pun masuk ke ruangan Alex dan memeriksa Alex. Alex yang diperiksa tidak melepaskan genggaman tangan Putri.


"apa yang terjadi pada Alex Brian" tanya Putri


dia sangat khawatir dengan keadaan Alex


"untunglah dia sudah tenang sekarang, kau tidak perlu panik putri, Alex hanya teringat traumanya, jadi alam bawah sadarnya mengingat kembali trauma yang sangat menyakitkan"jelas Brian....


"separah itukah trauma Alex Bryan"tanya Putri dengan penasaran.


lalu Brian pun memandang wajah Alex dia pun menghela napas.


lalu dia duduk di sofa Putri pun melepaskan genggaman Alex dan mengikutinya duduk di sofa.


"ya Alex pernah mengalami kejadian yang sangat tragis. waktu dia kecil rumahnya dirampok dan ayahnya, untuk melindungi dia dan ibunya terbunuh pada kejadian tragis itu. Alex melihat sendiri dengan matanya bagaimana ayahnya mati di hadapannya. kejadian itu menjadi pukulan terberat bagi kehidupan Alex.. setelah kematian ayahnya dia menjadi pribadi yang dingin,tapi setelah mengenalmu aku sering melihat wajahnya yang sering tersenyum"


"tunggu bagaimana kamu bisa menyimpulkan itu sedangkan kami baru bertemu pada acara pesta ulang tahunku"..jelas putri...


"oh karena setahuku semenjak kejadian dia menolong mu saat kecelakaan waktu itu dia sering memikirkanmu dan mengirim mata-mata untukmu untuk melindungi dari jauh upsss..."Brian langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"apa jadi selama ini dia memantau ku diam-diam jangan-jangan dia juga yang menyelamatku dari gudang waktu itu".


Putri sangat terkejut dengan informasi itu ternyata Alex sudah mengenalnya lebih dahulu semenjak dia kecelakaan waktu itu tapi kenapa Alex melindunginya.


"bukan alex yang membawamu ke rumah sakit tapi bawahnya yang menjadi mata-matamu, ya itupun memang dari perintah Alex".


ucap Brian sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.


"tapi kumohon padamu jangan beritahu dia kalau aku yang telah mengatakan padamu kalau dia memata mataimu selama ini, kumohon bantu aku untuk melindungi nyawaku jika dia sampai tahu maka aku akan mati"ucap Brian sambil memohon kepada Putri.


Putri pun menghela nafasnya


"ya sudah tidak papa justru aku harus berterima kasih kepada dia karena dia sering menolong ku walaupun tidak langsung"


tiba-tiba mereka menolehkan kepala melihat ke arah Alex


"uggghhhhhh....kepalaku pusing sekali"


seketika Brian pun menjadi panik dia takut Alex mendengar percakapannya pada Putri buru-buru dia berjalan ke arah Alex.


"hei Alex kau sudah sadar sejak kapan kau sadar?"tanya Brian dengan was-was.


"kau tidak melihat Aku baru saja sadar"jawab Alex dengan ketus .


sedangkan Putri hanya tertawa melihatnya.


lalu Alex pun memalingkan wajahnya ke Putri.

__ADS_1


"Putri kenapa kamu di sini?"


"ya aku menemanimu di sini Aku merasa bersalah karena diriku kamu jadi terluka". ucap Putri dengan rasa bersalahnya.


"hai ini bukan salahmu ini kemauanku karena aku ingin melindungimu"..jelas Alex.


"tapi kenapa kamu melindungiku kita kan baru kenal kemarin"tanya putri.


"siapa bilang kita baru kenal kemarin,kita itu sudah berkenalan lama tapi kamu melupakanku gadis cengeng"


Putri pun menatap wajah Alex, dia bingung kenapa Alex memanggil dia cengeng.


melihat kebingungan di wajah Putri Alex pun tersenyum.


"aku tidak berbohong saat aku berulang tahun yang ke-10 kamu beserta ayah dan ibumu datang dan waktu itu ingat tidak kamu berebut mainan dengan salah satu anak tamu undangan lalu kamu terjatuh dan kamu menangis saat itu aku yang membantumu berdiri ah mungkin kau tidak ingat karena waktu itu kamu masih kecil"


"ah benarkah kenapa aku tidak mengingatnya"kata Putri sambil memegang dagunya.


Alex pun tersenyum melihat putri.


"selain kita kenal waktu kecil orang tuaku kan sahabat baik orang tuamu"jelas Alex.


"oh ya. Mama Mona juga kemarin mengatakan jika orang tua kita bersahabat"kata Putri.


"eh kamu manggil mamaku apa??"tanya Alex apa dia salah dengar kalau Putri memanggil mamanya dengan panggilan mama.


"oh itu maaf.. mamamu yang menyuruhku memanggilnya mama"ucap Putri sambil menundukkan kepala.


"wah rupanya Mama sudah bertemu denganmu. Ya sudah tidak apa-apa aku malah seneng mendengarnya"kata Alex dengan tersenyum.


brian yang sudah dari tadi memperhatikannya pun merasa menjadi nyamuk...


"hei apa kalian melupakanku apa aku tidak terlihat sehingga kalian mengabaikanku"ucap Brian


"sialan kau..kalo bicara dengan putri saja nadamu halus sekali.tapi dengan orang lain,nadamu seperti ingin membunuh kami"


brian sangat kesal sekali dengan Alex tapi dia juga senang karena Putri bisa membuat senyum Alex.


"baiklah aku akan mengecek mu"dia pun mulai mengecek Alex dari mata mulut dan juga pernapasan melalui stetoskop.


"keadaan mu sudah membaik tapi jangan bergerak dulu supaya jahitan di dadamu itu tidak terbuka lagi"jelas Brian.


"hmmm".Alex hanya berdehem menanggapi Brian...


"aku lapar"kata Alex.


"aku akan menyuruh suster membawa bubur ke sini".ucap Brian..


"tidak aku tidak ingin makanan di rumah sakit Aku ingin makanan dari luar"kata Alex.


"hei kau menurut padaku. kau ini baru saja bangun, lambung mu kosong mana bisa kamu makan makanan berat pokoknya kamu harus makan bubur" ucap Brian nyolot.


"tidak mauu, itu sangat menjijikan"kata Alex.


"Alex sebaiknya kau dengarkan perkataan brian aku akan menyuapimu,apa kau mau?"ujar Putri.


lalu Alex pun menatap Putri.


"Ya aku mau" jawab Alex dengan semangat.


"cih dasar kau pria tua yang menyebalkan sekali disuapin sama yang bening-bening aja nurut lu"kesal Brian..


lalu brian meninggalkan Alex dan Putri setelah itu perawat pun datang.


perawat yang datang menggunakan pakaian yang sangat ketat di tubuhnya. kancing bagian atasnya pun terbuka satu. saat perawat itu melihat wajah Alex dia pun bersemangat,pasiannya ini sangat tampan dan berkharisma.

__ADS_1


"Tuan ini buburnya mari saya suapi tuan"goda suster itu. lalu dia berjalan ke samping Putri. dia menutap mata putri seakan mengisyaratkan bahwa Putri harus pergi dari situ.


karena Putri yang polos pun akhirnya dia mundur.


Alex yang melihat tingkah laku suster itu sangat jengkel sekali, dia merasa jijik dengan cara suster itu menggodanya.


suster itu melangkah mendekatinya dengan lenggak-lenggok dan saat akan menyuapi Alex tubuhnya sengaja di buat menunduk memperlihatkan bukti kembarnya supaya terlihat lebih menggoda.


"siapa yang menyuruhmu untuk menyuapiku, selangkah saja kau mendekatiku maka akan ku pastikan kau tak melihat hari esok"kata Alex dengan dingin..


mendengar ancaman itu suster itu pun ketakutan dia langsung meletakkan bubur di meja.


"maafkan saya tuan saya yang bersalah saya akan pergi dari sini".


buru-buru suster itu pun meninggalkan ruangan itu.


"sialanmengerikan sekali lelaki itu,aku di buat gemetaran karnanya,untung nyawaku tidak melayang".lalu dia pun pergi


"Alex kau kejam sekali lihat suster itu sampai ketakutan"ujar Putri.


"aku sangat muak melihat tingkah lakunya. Aku hanya ingin dilayani olehmu tolonglah aku sedang sakit"ucap Alex dengan manjanya. Putri pun yang melihat tingkah Alex hanya bisa pasrah lalu dia duduk dan mulai menyuapi Alex.


Alex pun tersenyum karena dia bisa dekat dengan putri...


lalu ada yang mengetuk pintu ruangan itu.


lalu muncullah Mama Mona dari balik pintu


"hai sayang kamu sudah sadar. Mama tadi dikabari oleh Brian dan langsung kesini,bagaimana keadaan mu sekarang sayang?"kata Mona.


"aku sudah baikan mah ada Putri yang merawatku"kata Alex sambil menatap ke arah putri. Putri pun menjadi salah tingkah.


lalu mona pun melihat tatapan anaknya kepada putri pun tersenyum.


"terima kasih ya sayang kamu sudah menjaga Alex dengan baik"ucap Mona dengan tulus..


"ini sudah kewajibanku mah karena aku Alex jadi di rumah sakit".kata Putri.


"jangan berbicara seperti itu ini adalah takdir, kalau tidak ada kejadian kemarin mungkin Mama tidak akan bertemu kamu hari ini sayang"kata Mona..


"mah aku ingin pulang aku tidak mau berada di rumah sakit"


"tapi sayang keadanmu belum pulih kamu masih harus di rawat, tunggu 2 hari lagi ya kalau kamu sudah pulih kamu akan langsung pulang"bujuk Mona.


"tidak mah aku sudah pulih banyak pekerjaan ku yang terbangkalai karena aku berada di sini dan aku tidak sekarat mah jadi aku tidak mau berada di rumah sakit" tolak Alex..


Mona hanya menggelengkan kepalanya karna penolakan putranya.


putranya ini sangat bekerja keras dan jarang mementingkan kesehatan. semenjak ayahnya meninggal dia berusaha jatuh bangun untuk menghidupi ibunya dan membangun perusahaan peninggalan ayahnya. karena kerja keras Alex membuat nama keluarga menjadi keluarga nomor satu yang terkenal di kota itu dan banyak disegani oleh para pebisnis.


"baiklah lex.mama tidak bisa membantah mu"Mona .menghela nafasnya.


"putri maukah kamu menemani Alex pulang dari rumah sakit,mama harus pergi ke butik,setelah selesai mama akan langsung pulang "


"Baiklah ma..aku akan menemani Alex pulang"


lalu manapun pergi dari situ dan Putri Pur menyiapkan baju Alex untuk pulang.


setelah menyelesaikan administrasi Putri pun ikut naik ke mobil.


dia menatap depan belakang mobil Alex karena ada dua mobil yang mengikutinya.


"itu anak buahku"jawab Alex singkat untuk menjawab kebingungan Putri.


Putri hanya mengangguk menanggapi.

__ADS_1


__ADS_2