
Alex yang melihat Putri sedang bermain pada para Singa pun terkejut dia langsung berlari menghampiri kandang singa itu. dia takut jika Putri diserang oleh peliharaannya.
"Putri apa yang kau lakukan di dalam cepat keluar" , ujar alex dengan nada kekhawatirannya. dia takut hewan-hewan itu menyerang Putri. karena hanya dia dan para pawang dari hewan itu yang berani menyentuh peliharaannya.
mendengar teriakan Alex yang begitu kencang semua orang menatap kepada Alex yang sedang berlari.
bahkan Putri yang terbaring sambil bergurau dengan para singa itu pun terbengong karena teriakan Alex.
Alex dengan buru-buru masuk ke dalam kandang singa itu dan mengangkat Putri, lalu dia membawa Putri keluar dari kandang singa itu. Alex memeriksa keadaan putri dari ujung kaki sampai ujung kepala, bahkan Alex memutar tubuh Putri memastikan tidak ada luka yang terdapat di tubuh Putri.
semua orang menatap Alex dengan heran.
sedangkan Mama mona dan Caca pun tersenyum melihat kekhawatiran Alex pada Putri.
Alex memegang wajah Putri menatapnya dengan dalam.
"tahukah kau aku sangat mengkhawatirkanmu bagaimana jika kau terluka karena bermain dengan peliharaanku"
ucap Alex dengan nada kelembutan serta ke khawatiran.
Putri bisa melihat dengan jelas kekhawatiran yang terpancar dari mata Alex.
hatinya terasa sejuk dan berdetak dengan kencang saat Alex menatapnya dengan penuh cinta, tak terasa mukanya memerah.
"lihatlah sekarang mukamu merah, apa kau ketakutan karna mereka",
Alex menatap para singa itu dengan tatapan tajam, sedangkan para singa itu menunduk dengan ketakutan.
"hei jangan salahkan mereka,aku hanya bermain pada mereka,mereka itu sangat baik dan lucu,mereka tidak menyakitiku sama sekali, jadi kau tidak boleh membentak mereka, mereka juga punya hati tahu,lihatlah mereka ketakutan karena kau menatap mereka seperti ini"ucap Putri membela para singa itu.
Alex Menghela nafas secara perlahan.
"Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu aku takut kau terluka", Alex pun mengelus kepala Putri dengan halus.
"aku itu tidak selemah itu tahu, aku tidak mungkin terluka oleh mereka, siapa yang bisa menyakitiku sekarang? tidak ada" ujar Putri membela dirinya sambil berkecak pinggang , dia tak terima jika dikatakan tidak bisa melindungi diri nya sendiri.
Caca yang sudah tidak tahan melihat adegan romantis di depannya itu pun akhirnya.
" fiuuuuwit....oooo....sangat romantis sekali, andaikan aku dikhawatirkan seperti itu oleh seorang pangeran berkuda putih, maka aku akan jatuh ke pelukannya, so sweet ya kan tante,sampai-sampai kita yang ada di sini saja tidak diperdulikan oleh mereka berdua"
ujar Caca menggoda Alex dan juga Putri dan parahnya lagi Mama Mona mengganggu Ki ucapan dari Caca.
Alex yang awalnya hanya terfokus pada Putri kini menjadi kikuk setelah diejek oleh sahabat Putri, rasanya kata mafia yang sangat kejam dan dingin yang sudah lama di sandangnya jatuh seketika mendengar ucapan Caca.
untuk menutupi rasa malunya Alex berpura-pura memperbaiki dasi dan juga kemejanya lalu dia berjalan mendekati mamanya.
"jadi Mama menyuruhku pulang mendadak karena Putri datang kemari ya", tanya Alex pada Mama Mona.
"Ya tentu saja dan kau,,, dasar ya anak bandel berani sekali kamu menutupi kabar ini pada mama, mengapa kau tak menceritakan kalau kau sudah bertemu dengan Putri, bahkan sampai dinner romantis dengan putri ha?, dulu saat Putri menghilang kamu seperti orang gila,sekarang Putri sudah ketemu kamu tidak memberitahu Mama,memangnya hanya kamu saja yang kehilangan Putri Mama juga sama merindukan dia, dasar kamu anak bandel" Mama Mona menjewer telinga Alex dengan kuat, dia sangat kesal karena anaknya tidak memberitahu dirinya kalau sudah bertemu dengan Putri.
"aduh duh mahh,,,, sakit mah,,,malu tahu lihat tuh mereka ngetawain Alex" ujar Alex pura-pura kesakitan saat dijewer oleh mamanya dan dia merasa sangat malu karena ditertawakan oleh putri dan juga Caca.
Alex terpesona melihat senyuman lepas dari Putri.
"hahaha akhirnya aku bisa melihat Tuan galak itu ditindas oleh mamanya, syukurin tarik aja terus tante biar sampai lepas hahaha"
tawa Caca seketika pecah dia mengompori tante Mona supaya menjewer anaknya dengan kuat lagi. namun Alex tak mendengar ejekan Caca,dia melihat wajah Putri yang tertawa lepas. terlihat sangat cantik baginya.
"melihat senyumannya yang indah ini aku rela setiap hari di jewer oleh Mama,supaya aku tetap melihat senyuman yang terbit di bibir nya sungguh membuatku merasa ingin terbang ke awan" , ujar batin Alex.
__ADS_1
Putri yang mendengar suara hati Alex pun langsung terdiam.
dia menjadi salah tingkah karena pujian yang di ucap kan oleh Alex dalam hatinya.
Mama Mona akhirnya melepaskan jewerannya, dia heran kenapa anaknya tidak berhenti kesakitan lagi lalu dia melihat tatapan mata Alex yang tertuju pada Putri dengan tatapan penuh cinta.
sedangkan Putri memalingkan wajahnya karena ditatapp oleh alex seperti itu.
"hei anak bandel kamu ini ya kalau dimarahin mamah malah melihatnya ke mana saja"
tegur Mama Mona pada Alex.
"ya Tante kenapa dilepas tambahin lagi dong tante", ucap caca kepada tante Mona.
mendengar ucapan Caca alex pun langsung menatap Caca dengan tajam,Caca yang mendapatkan tatapan tajam dari Alex pun langsung bersembunyi di belakang tubuh Putri.
"lihatlah tante anak tante mulai ingin memakan orang lagi,Putri tolong lindungi aku, aku akan dibunuh oleh Tuhan Alex yang kejam itu" , ujar saja mengadu kepada mamanya dan juga Putri.
Alex mendenguskan nafasnya dengan kesal sedangkan mama mona dan juga Putri menggelengkan kepalanya.
"maaf Nona tuan dan nyonya makanan sudah siap di meja" , ujar salah satu irt yang memecahkan keheningan antara mereka.
"ayo kita makan Mama sudah lapar"
akhirnya mereka berempat pun pergi ke ruang makan.
Kevin mengikuti langkah Putri di belakangnya.
setelah sampai di ruang makan Alex duduk di samping Putri, Kevin duduk di belakang tempat kursi Putri berada.
"bi tolong siapkan makanan untuk Kevin"
ujar Mama Mona pada irt itu.
Putri pun mengelus kepala Kevin.
mendengar ucapan Kevin Putri pun berjongkok menghadap Kevin.
"maaf Kevin setelah makan aku harus pulang tapi aku berjanji akan menemuimu lain kali"
ucap batin Putri, dia pun mengelus kepala Kevin dengan penuh kasih sayang.
Kevin langsung mencium dan menjilati wajah Putri dia seakan-akan berceloteh menggunakan bahasa yang tak dapat dimengerti oleh manusia, sedangkan Putri mengangguki dan menjawab ucapan Kevin melalui telepatinya, dia tak ingin disangka orang-orang gila karena bisa berbicara dengan hewan.
melihat bagaimana Kevin sangat dekat dan Putri bahkan berani mencium wajah Putri pun Alex menjadi kesal.
"hai Kevin kau tidak boleh manja kepada kekasihku sini jangan gatal kamu, Aku saja belum pernah menciumnya, kamu berani-beraninya mencium kekasihku"
ujar Alex pada Kevin dengan nada kesal.
mendengar ucapan yang abstrak semua orang menatap Alex.
"Alex apa kau cemburu pada hewan, Kevin itu hewan bukan manusia kenapa kau cemburu padanya" , tanya mama Mama Mona pada Alex.
sedangkan Putri mukanya sangat merah karena mendengar ucapan Alex yang begitu frontal.
"walaupun Kevin hewan dia tidak boleh mencuri kekasihku mah, Kevin sekarang pindah ke sampingku" , ujar Alex penuh penekanan, Kevin pun menundukkan kepala lalu dia beranjak pindah ke sisi tempat duduk Alex.
"huh dasar tuan arogan, sejak kapan aku menjadi kekasihmu, dasar tuan pemaksa", ujar Putri dengan kesal dia pun pergi ke wastafel untuk mencuci tangannya.
__ADS_1
mendengar ucapan Putri Caca pun langsung tertawa.
setelah itu pun mereka makan dengan tenang. beberapa kali Alex ketahuan mencuri pandang pada Putri. sedangkan Putri tidak ingin merespon ataupun menerima perhatian dari Alex.
setelah acara makan selesai mereka pun bersantai di taman dan berbincang-bincang.
Mama Mona ketahuan sekali sangat merindukan Putri.
karena Putri mengalami lupa ingatan jadi Mama Mona menceritakan tentang kisah Alex masih kecil namun dia tidak menceritakan tentang pembunuhan suaminya dahulu.
waktu kini semakin sore. akhirnya Putri dan Caca pun memutuskan untuk pulang.
Kevin seakan tak rela jika putri pergi pun bermanja-manja.
"Aku berjanji akan menjengukmu atau kau bisa bermain ke rumahku, boleh kan Tante?"
tanya Putri sambil menatap ke arah Mama Mona.
"kau bisa bertanya langsung kepada Alex sayang, karena Alex tuannya bukan mama"
jawab Mama Mona.
lalu Putri pun menatap alex dengan penuh harap, alex tak bisa menolak permintaan Putri apalagi melihat wajah putri yang sangat imut saat meminta sesuatu.
"baiklah aku izinkan tapi aku harus ikut", ujar Alex dengan santai.
"tapi kan aku hanya ingin bertemu Kevin bukan dirimu" , tolak Putri dia tidak ingin menjadi gila karena dekat dengan lelaki ini.
setiap berdekatan dengan Alex hatinya jadi tak karuan.
"jika kamu menolak ya sudah tidak usah saja"
jawab Alex dengan santai.
"enak saja Kevin ingin berdua-duaan dan bermanja-manja pada Putri. Aku saja tidak pernah bermanja kepadanya, jangan kubiarkan perhatian Putri hanya tertuju pada Kevin, masa iya aku kalah saing dengan seekor macan" ,ujar Alex dalam hatinya.
mendengar suara hati Alex Putri pun menjadi semakin salah tingkah.
"maafkan tuan Alexander tidak seharusnya anda cemburu pada hewan, dan merasa tersaingi dengan hewan" sindir Putri pada Alex.
Alex sangat terkejut kenapa Putri bisa tahu jika dia merasa tersaingi dengan Kevin, namun gengsinya lebih tinggi jadi dia tidak ingin mengakuinya.
"Aku tak merasa tersaingi oleh siapapun ataupun si Kevin, katakan saja jika kau mulai menyukaiku Nona Putri".
ujar Alex dengan PD nya
"idih PD kali tuan ini " ujar Putri dan mendapat anggukan dari Caca.
"baiklah Tante aku pamit dulu ya"
"yah padahal Tante masih kangen dengan Putri tapi ya sudahlah tidak apa-apa".
ucap mama muda dengan nada lesu
"aku janji akan kembali ke sini Tante"
ujar Putri dengan nada halus.
"Mama pasti akan sangat merindukanmu putri", Mama monapun langsung memeluk putri.
__ADS_1
"baiklah kami pergi ya" ,pamit Putri.
"aku akan mengantar dirimu" ,ujar alex