
pagi hari telah menjelang Alex terbangun dari tidurnya. lalu ia pun turun dari pohon itu.
Alex menatap bangkai ular yang sudah dibunuhnya kemarin, ada rasa terus puaskan dirinya karena telah mengalahkan ular yang berevolusi itu.
saat sedang mengamati bangkai ular itu
perutnya terasa keroncongan. Alex bergegas menyusuri hutan itu untuk mencari buruan.
saat Alex berjalan sambil mengamati sekitar.
ada rusa yang sedang memakan rumput liar.
lalu Alex mengambil pistolnya dan menembak rusa itu.
"dorrr".....
rusa itu pun langsung terjatuh dan mati.
Alex yang mendapat buruannya itu pun tersenyum senang lalu dia mengambil buruannya dan membersihkannya.
dia mencari aliran sungai kecil untuk membersihkan rusa itu.
"sepertinya tempat ini aman".
lalu Alex pun membersihkan rusa itu dan membakarnya.
"ternyata hidup di alam liar itu sangat menantang daripada membunuh para musuhku di perkotaan",
Alex pun menikmati rusa panggang yang dibuat oleh tangannya sendiri.
saat menikmati daging rusa itu, tubuhnya terasa sangat hangat dan ada semacam aliran deras yang mengalir pada tubuhnya.
"wah ternyata daging Rusa ini sangat bermanfaat bagi tubuhku",
"Apa ular yang kemarin kubunuh juga bisa bermanfaat bagi tubuhku ya, ah sial mengapa aku meninggalkannya setidaknya aku bisa membawanya sedikit". rutuk Alex pada dirinya sendiri.
Alex pun melanjutkan sarapannya itu.
tiba-tiba ada sepasang singa datang. rupannya mereka datang karena mencium bau aroma rusa panggang itu.
singa itu sangat besar seperti gajah Alex yang melihat itu pun dibuat bengong.
'wah suamiku, kita mendapatkan mangsa ganda, sepertinya hari ini kita akan kenyang sampai 4 hari ke depan'ucap singa betina itu
"kau benar istriku, kita akan kenyang karena buruan kita yang besar ini".
mendengar percakapan dari singa yang ada di depannya Alex pu meneguk ludahnya dengan kasar.
"sialan mengapa banyak sekali hewan yang sangat aneh di gunung ini, apakah aku bisa menghadapi kedua singa ini,melihat tubuhnya saja melebihi ukuran asli mereka"ucap Alex dalam hati.
kedua singa itu meneteskan air liurnya menatap Alex dan rusa yang sudah dipanggang.
"suamiku aku belum pernah merasakan rasanya daging rusa panggang dan sekarang aku akan merasakannya pasti sangat nikmat daripada daging mentah yang biasa kita makan"
"kau benar istriku, kita akan merasakan rasa rusa panggang itu baiklah ayo kita santap saja hidangan yang ada"
Alex mundur beberapa langkah ke belakang.
Alex sudah menyiapkan dua pedang yang terselip di punggungnya.
"hei kalian pikir aku sudi menjadi santapan kalian"ucap Alex dengan amarahnya.
"wow cukup menarik ternyata mangsa kita memberi perlawanan"kata singa itu sambil melangkah ke depan.
Alex makin menggenggam erat kedua pedangnya bersiap berperang melawan keduanya singa itu.
kedua singa itu pun berlari mengejar Alex.
__ADS_1
Alex melawan kedua singa itu dengan pedangnya.
tring tring tringgg.... bunyi pedang Alex melawan cakar singa itu.
Ngaunggggg.....
raungan singa itu menggema dengan kerasnya karena Alex berhasil menggores kulitnya.
"kurang ngajar kau makhluk rendahan...ngaungggggg"amarah singa semakin memuncak. mereka dengan lincah melompat ke sana kemari untuk menghindari serangan dari singa itu.
singa lelaki pun mengeluarkan sebuah cahaya dan menembakkan ke arah Alex.
Duarrrrr........
ledekan memenuhi area itu. Alex sampai terjungkal karena ledakan itu.
Alex mengeluarkan seteguk darah, alex terkena luka dalam karena serangan dari singa itu.
"sialan...aku bukan lawan mereka"ucap Alex dengan marah.
di saat Alex lengah singa betina itu pun berlari dan akan menerkam tubuh Alex.
singa betina itu pun melompat...
Debuggghhhh........
ngaungggggg......
singa betina itu terlempar sangat jauh menabrak puluhan pohon di belakangnya hingga pohon itu tumbang...
singa betina itu pun langsung mati di tempat
Alex terkejut lalu mengalihkan pandangannya ke belakang.
terlihatlah seorang kakek tua berdiri menggunakan tongkat.
lalu kakek tua itu pun menghampiri Alex dengan jalan bungkuknya.
Alex tidak menanggapi kata-kata lelaki tua itu. karena dia masih terpesona dengan kekuatan dari kakek tua itu. dia tidak yakin dengan apa yang dia saksikan saat ini.
tapi faktanya kakek tua itu yang membunuh singa betina.
karena dari tampangnya saja tubuh kakek tua itu sangat rentan jika didorong saja mungkin dia akan langsung terjatuh.
tapi siapa yang menyangka di balik tubuh reotnya itu mempunyai kekuatan yang begitu besar,dan mematikan.
kakek tua itu sudah berada di depan Alex lalu dia mengetuk kepala Alex.
tunggggg.....
Aduhhh......
Alex baru tersadar dari lamunannya.
"mengapa anda memukul saya kakek"ucap Alex dengan kesala.
"oh itu kepala aku kira itu tong kosong, karena saat aku mengajaknya berbicara tidak ada yang menjawab makanya aku ketuk saja kepalamu, saat ku ketuk ternyata bunyi tung... lalu aduh.. hahhahahahah"
ucap lelali tua itu sambil tertawa terbahak-bahak.
sedangkan Alex hanya menatapnya dengan kesal.
singa lelaki itu pun sangat murka karena mereka tak menganggap dirinya ada. ditambah lagi istrinya mati di hadapannya.
ngaunggggg,,,,,,
"beraninya kalian mengabaikanku dan kau kakek peot beraninya kau membunuh istri tercintaku"ucap Sheila itu dengan amarah yang menggebu-gebu.
__ADS_1
" eh kau mengatakan aku apa tadi kakak peot, dasar kamu ya kucing nakal"lalu kakek itu pun menghilang dan tiba-tiba sudah berada di punggung singa itu.
lalu dia menjewer kedua telinga singa itu dengan kuat dialiri dengan tenaga dalam.
"ngaunggg.....ngaunggg, lepaskan tanganmu dari telingaku ini sangat menyakitkan"teriak singa itu kesakitan.
"enak saja melepaskan telingamu kau tadi seenaknya saja memanggilku peot. Aku ini masih gagah perkasa".
lalu lelaki tua itu pun menambah tenaga dalamnya untuk menjewer telinga singa itu.
setelah itu pun kakek tua itu melompat dan meninju tubuh singa itu
"Duarrrrrr......."
ledakan keras terdengar di dalam hutan itu. tubuh singa itu pun terjatuh dengan lubang besar di perutnya karena tinjauan dari kakek tua itu.
Alex yang menyaksikan betapa mudahnya lelaki tua itu membunuh kedua singa itupun sampai ternganga dibuatnya. padahal Alex yang ahli bela diri sudah mati-matian menghajar kedua singa itu namun tetap saja kalah. bahkan dia hampir kehilangan nyawanya.
tapi lelaki tua di hadapannya ini dengan mudah membunuh kedua singa itu dengan hanya satu pukulan.
rasanya dia ingin menceburkan dirinya ke dalam air untuk menutupi rasa malunya. dia dikalahkan oleh kakek rentan di depannya ini.
"hei anak muda tutuplah mulutmu jika tidak lalat akan masuk ke dalamnya"ucap lelaki tua itu meledek Alex.
lagi lagi Alex merutuki kebodohannya. sudah tiga kali dia terlihat bodoh di hadapan lelaki tua ini.
" emmm...maafkan Aku, tapi sejujurnya aku sangat kagum dengan kehebatanmu kakek,
bolehkah aku menjadi muridmu". lalu Alex berlutu di hadapan kakek tua itu.
"wah aku sangat suka dengan semangatmu anak muda, karena sudah lama aku tidak melihat manusia maka aku akan menerimamu menjadi muridku". Alex yang mendengar lelaki tua itu menerima dirinya menjadi murid itu pun langsung tersenyum.
"bangunlah anak muda jangan sujud terus nanti kau lelah"kata kakek tua itu.
" baik kek"alex berdiri dan menghampiri lelaki tua itu.
"namaku adalah wahno, kau cukup memanggilku kakek saja karena akan sangat merepotkan jika kamu memanggil nama ku"Alex hanya mengangguk mendengar ucapan dari kakek wahno.
lalu Kakek wahno pun berjalan menghampiri kedua mayat singa yang sudah dikalahkan nya itu.
dia mengambil cahaya seukuran kelereng dari kedua mayat itu dan memasukkannya ke kantongnya.
alex memperhatikan apa yang dilakukan kakak wahno. kakek warna pun berjalan lagi ke arah Alexander.
"oh ya siapa namamu anak muda, aku lupa menanyakan namamu maklumlah umurku sudah 2019 tahun jadi aku suka lupa"
Alex yang mendengar usia kakek itu pun sampai ternganga.
dua hari ini dia dibuat begitu syok oleh kenyataan yang ada di hutan ini.
"kakek wahno apa anda tidak salah menyebutkan umur"tanya Alex dengan hati-hati..
lelaki tua itu pun tertawa karena Alex tidak yakin dengan usianya.
"hahahhahaha, hei anak muda untuk apa aku membohongimu usiaku memang 2019 tahun"
aku berada di hutan ini sudah sejak umurku 40 tahun"ucap kakek wahno dengan santainya.
"cepat katakan siapa namamu"tanya kakek wahno lagi kepada Alex.
"oh iya perkenalkan kek nama saya Alexander jayandaru, kakek cukup memanggilku Alex saja"terang Alex.
"berapa usiamu sekarang"tanya pakai wahno.
"usiaku 26 tahun kek"kakek warno pun menganggukkan kepalanya.
"kau tahu saat kakek seusiamu wajah kakek sangat mirip sepertimu gagah dan tampan tapi sekarang kau lihat saja kakek sudah tua tapi tak mengurangi kegagahan kakek kan hahaha"
__ADS_1
Alex hanya mengangguk untuk menanggapi ucapan kakek Wahno.
"baiklah ayo ikut kakek ke rumah kakek agar kau bisa istirahat"ucap kepada Alex.