Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 33:putri melatih ke kuatannya


__ADS_3

bommmmmm......


terdengar suara ledakan dari dalam gua yang sedang ditempati oleh Putri Sienna.


ternyata Putri sudah berhasil melakukan penyerapan energi yang ada di alam.


lalu Putri pun membuka matanya.


"akhirnya kekuatan dan jiwaku pulih juga, akan kupastikan dendam mu akan terbalaskan Putri Sanjaya,aku berjanji padamu".


luka yang ada di wajah dan tubuh Putri pun sembuh dan tidak meninggalkan bekas.


wajah Putri sekarang terlihat lebih cantik dan menawan serta mempunyai aura yang kuat.


jiwa seorang petarung semakin terlihat.


lalu Putri pun mulai mencoba semua elemen yang ia punya dahulu.


lalu Putri memusatkan pikirannya untuk mengeluarkan semua elemen yang ada di dalam tubuhnya.


Terlihatlah 5 bola cahaya melayang di hadapan Putri.


° bola cahaya berwarna merah melambangkan elemen api.


°bola cahaya berwarna biru melambangkan elemen air.


°bola cahaya berwarna coklat melambangkan elemen bumi


°bola cahaya berwarna putih melambangkan elemen cahaya


°bola cahaya berwarna hitam melambangkan elemen kegelapan.


dari semua elemen yang dimiliki oleh Putri. elemen kegelapan yang sangat mendominasi. karena Putri telah membunuh ribuan bahkan jutaan nyawa saat berada di jiwanya dahulu. maka dari itu elemen kegelapan menjadi poin andalan Putri sekarang. aura penindasan yang dimiliki Putri pun menjadi sangat kuat.


kultivasi Putri sendiri sudah berada di tahap alam fana. tetapi karena dia berada di dimensi dengan kurangnya sedikit sumber daya alam maka kultivasinya bertahan di tahap kaisar.


dan untuk di dunia ini hanya segelintir orang yang mampu menyamai kekuatannya.


mungkin juga pakai wahno masih hidup pakai wahno mampu menyaingi kekuatan Putri saat ini .walaupun masih berbeda jauh.


"ternyata kekuatanku tidak mampu kembali ke puncak, karena eksistensi energi alam yang berada di tempat ini tidak sekuat di dimensiku dahulu".


setelah Putri puas memandangi semua elemennya lalu dia pun menarik kembali semua elemen untuk memasuki tubuhnya.


"jika jiwaku tertarik ke dimensi ini apakah Rowan juga mengikuti aku kemari?". tanya Putri pada dirinya sendiri.


"sepertinya aku harus mencoba, tapi di sini tidak ada media untuk memanggil jiwa roan".


"jika saja di sini ada kuas dan kertas aku bisa memanggil jiwa roan, Ya sudahlah tak apa akan ku pikirkan cara lain untuk memanggil jiwa roan".


setelah itu pun Putri keluar dari gua.


"aku harus mulai berlatih untuk menstabilkan pondasi ku".


lalu Putri mengeluarkan satu persatu elemennya untuk mengetes kekuatannya.


Putri berlari dengan kencang lalu dia mengeluarkan api di telapak tangannya dan melemparkannya ke atas sebuah pohon.


pohon itu langsung terbakar...


setelah mengeluarkan elemen api, Putri pun mencoba mengeluarkan elemen airnya. Putri mengangkat satu tangannya ke udara dan air dari dalam tanah keluar lalu fokuskan air itu untuk menyiram pohon yang terbakar itu. lagi-lagi berhasil ..


lalu Putri menghentakkan kakinya sebuah dinding terbuat dari tanah muncul ke atas menjulang tinggi.


"dinding yang kokoh". gumam Putri memperhatikan dinding yang dia buat


"kalau untuk elemen cahaya bagaimana ya aku mau tesnya.ini berguna di saat kegelapan dan untuk menyembuhkan luka,, lain kali saja lah aku gunakan".


"untuk elemen kegelapan coba akan ku uji"


lalu Putri pun berlari ke arah dalam hutan dia mencari hewan untuk diuji.


Putri melihat dua singa yang sedang bertengkar memperebutkan wilayahnya.


Putri tersenyum dengan diciknya lalu dia berdiri diantara tengah-tengah singa itu.


kedua sinhq itu langsung terkejut karena tiba-tiba ada manusia yang berdiri di antara keduanya.


tanpa berbasa-basi Putri langsung mengeluarkan elemen kegelapannya.


aura penindasan yang sangat pekat penindas kedua singa itu..


kedua singa itu pun langsung terkuat lemas.


"wah ternyata berhasil, maafkan aku ya singa-singa karena kalian menjadi bahan percobaanku".


Putri pun menarik kembali elemen kegelapan nya.


kedua singa itu pun dapat berdiri kembali.


"hai gadis manusia mengapa anda menyerang kami tiba-tiba"tanya salah satu singa itu.


"maafkan aku ya. salah siapa dari tadi kalian bertarung dan tidak memperhatikan aku yang sedang datang"

__ADS_1


kedua singa itu pun terkejut ternyata gadis di depannya ini dapat mengetahui apa yang mereka ucapkan.


"kamu mengetahui apa yang kami ucapkan nona?".ujar salah satu singa itu.


"iya aku memang bisa mengetahui bahasa binatang sejak aku masih kecil. sekarang jelaskan mengapa kalian sedari tadi bertengkar"


"dia ingin menguasai wilayah Ku nona".


terang salah satu singa itu.


"apa salahnya perbuatan wilayah itu kan memang sudah sering terjadi dan hukumnya siapa yang terkuat maka itu yang akan menguasainya"


jawab kembali salah satu singa itu.


"Ya kau benar singa .begini saja kenapa kalian tidak membagi wilayah saja bagian barat kamu yang menguasai dan bagian timur kau saja yang menguasainya"ujar Putri sambil menunjuk kedua singa itu.


"idemu cukup bagus juga nona, baiklah aku yang akan pergi dari wilayahmu ini. aku akan menguasai wilayah timur apa kau setuju?".


tanya singa itu.


"baiklah aku setuju, terima kasih nona karena kau sudah menengahi pertarungan kami dan memberikan kami saran". ucap tulus singa itu.


"iya sama-sama. dan maafkan atas sikapku tadi kepada kalian berdua ya". ucap Putri dengan tulusnya.


"baiklah kalau begitu aku akan pergi. ingat jangan bertarung lagi, karena pertarungan itu bukanlah hal yang baik dan akan merugikan kalian berdua sendiri".


seorang putri kepada kedua singa itu.


kedua singa itu pun menganggukkan kepalanya.


sepertinya besok Raka akan kembali ke sini baiklah aku akan berburu untuk mengisi perutnya yang sudah lama kosong.


lalu Putri pun berjalan-jalan sekitar hutan dan melihat kelinci yang sedang memakan rumput.


Putri tersenyum dengan senangnya.


lalu dia memusatkan pikirannya dan membuat kelinci itu terperangkap di dalam tanah menggunakan elemen bumi nya.


"wah ayahnya aku dapat kelinci, pasti sangat enak jika dibakar".


"tolonglah manusia jangan makan aku.aku masih mempunyai anak-anak kecil dan harus memberi makan mereka jika Aku mati siapa yang akan memberi makan mereka".


Isak kelinci itu pun terdengar.


"haduh ini nih yang malas buat aku punya kemampuan untuk bisa mengetahui bahasa binatang pasti aku tidak akan tega membunuhmu. baiklah aku akan makan buah-buahan saja". kalau dengan berat hati Putri pun melepaskan kelinci itu


"pergilah kamu yang jauh kelinci. jangan sampai kamu tertangkap manusia ataupun hewan predator lainnya.jaga anakmu baik-baik ya". ucap Putri dengan tersenyum.


"terima kasih neng cantik kau sudi melepaskanku".


"Ya mau bagaimana lagi ya sudahlah aku makan buah-buahan saja".


setelah itu pun Putri menyusuri hutan itu dan menemukan sebuah pohon apel yang sangat tinggi.


Putri langsung menggunakan teleportasinya untuk bisa berada di atas dahan.


sling...


"wah apelnya besar sekali pasti aku akan kenyang". lalu Putri pun mulai menikmati apel itu


Putri memutuskan untuk berdiam diri di atas pohon. sambil menunggu hari esok tiba Putri yakin Raka sudah dalam perjalanan.


Putri bisa saja langsung berteleportasi ke rumah Bu Ajeng dan pak Ujang. tapi jika Raka di dalam perjalanan menuju tempatnya maka kasihan sekali Raka.


akhirnya dia memutuskan untuk menunggu raka.


malam telah berlalu kini mentari telah bersinar dengan terangnya di atas langit. Raka pun sudah sampai di tempat dia mengantar Putri terakhir kalinya. Putri yang merasakan kehadiran Raka pun langsung berteleportasi ke tempat dia meninggalkan gua kemarin.


"di mana ya kira-kira nona Putri, lebih baik aku menunggu Nona Putri di sini saja" .


ujar Raka pada dirinya sendiri.


"hai Raka apa kau sudah lama menungguku". ucap Putri dengan tiba-tiba.


Raka yang terkejut pun langsung terjatuh ke belakang.


"Putri sejak kapan ada di belakang ku, Anda membuatku sangat kaget hampir saja jantung ku lepas".ucap Raka lalu dia pun bangkit berdiri


"hahahaha maafkan aku Raka salah siapa kamu lengah sekali, apa kau ingin menjemput sekalian berlatih?"


tanya Putri pada Raka.


"tapi apakah Nona sudah menyelesaikan pelatihan nona,dan tunggu dulu ,luka yang ada di wajahmu sudah menghilang tanpa meninggalkan bekas dan Anda terlihat sangat cantik nona".ujar raka kepada Putri.


"ehmm... aku mengobati lukaku dengan tumbuhan herbal yang berada di hutan ini". ucap bohong Putri,dia tidak mau jika orang-orang mengetahui jika dia mempunyai kekuatan yang istimewa.


"ohhh benar kah,nona sangat hebat".ujar Raka sambil mengacungkan kedua jempol nya.


putri menggelengkan kepalanya melihat tingkah Raka.


"sebaiknya kau beristirahat lebih dulu karena perjalanan dari rumah ke sini lumayan jauh, ini aku sudah mementingkan buah-buahan".


Putri memberikan apelnya kepada Raka.

__ADS_1


lalu mereka pun mulai makan dan bercengkrama.


"Nona apa kau ingin melatihku, supaya gerakanku menjadi lebih teratur dan benar".


tanya raka kepada Putri.


"tentu saja aku bisa apa kau ingin berlatih sekarang?"


"bisa nona jika kita ingin berlatih sekarang, lagi pula aku juga sudah fit".


lalu Raka pun berdiri.


"baiklah sekarang coba kau sekarang aku lagi".


lalu Raka mulai menyerang Putri .


pukulan demi pukulan dia layangkan pada Putri namun Putri dengan lincah menghindarinya. tangan mereka dua saling beradu serta tendangan tak terelakan.


Raka cukup kesusahan untuk menghindari dan menahan serangan dari Putri. saat Raka menendang Putri ke atas, Putri melompat dengan tinggi lalu menendang perut raka.


lalu Raka terpental jauh.


"ughhhhhhhhhh, tendangan Anda sangat menyakitkan nona". ucap Raka dengan mengaduh.


"apa kau baik-baik saja Raka"Putri langsung membantu raka berdiri.


"tendangan Anda sepertinya membuat ususku menjadi terjepit nona".


"hahahaha, mana ada usus terjepit". tawa Putri pecah.


"Aku akan mengajarimu bagaimana caranya untuk menyerang dengan benar"....


lalu Putri pun mengajari Raka dengan perlahan cara menyerang lawan.


latihan itu terjadi hingga 4 jam berlalu.


waktu telah datang mereka pun menyudahi latihan mereka.


"sepertinya kita akan bermalam di hutan ini".ujar Raka.


"tidak raka, kita bisa kembali sekarang".


lalu Putri pun memegang tangan Raka dan ia menggunakan jurus meringankan tubuhnya.


Raka terkejut dengan kecepatan tubuh Putri saat berlari. wajahnya seakan tertampar oleh angin yang melaluinya.


hanya jarak 20 menit mereka sudah sampai di depan gubuk.


saat putri melepaskan tangan Raka,dia pun langsung terjatuh.


"eh Raka apa yang terjadi pada dirimu?".


tanya Putri dengan polosnya.


"apa benar tadi kita berlari dengan begitu cepatnya.dan sekarang kita sudah berada di rumah oh tidak sepertinya aku sedang sakit parah"


raksasa kan tak percaya dengan apa yang ia alami barusan.


sedangkan Putri hanya tertawa saja.


"Nona tolong berhentilah tertawa senyummu itu membuatku tercandu candu".


gumam Raka namun masih bisa terdengar oleh Putri.


" tak lama Bu ajeng dan pak Ujang pun keluar, karena mendengar suara Raka dan putri yang berisik".


"eh kalian cepat sekali pulangnya". tanya pak Ujang kepada mereka berdua.


"hehehe tadi saat raka menjemputku.Aku sudah di tengah jalan pak jadi kita cepat pulang, iya kan Raka". Putri mengedipkan salah satu matanya kepada Raka, agar akan mengiyakan perkataannya.


"eh .iii ya..Bu pak. tadi Raka bertemu dengan Nana Putri sudah berada di tengah jalan makanya kami cepat pulang".


"oh ternyata begitu ya sudah cepat bersihkan diri kalian dan ayo kita makan malam bersama".


setelah itu pun mereka masuk ke dalam rumah dan Putri membersihkan diri lalu menyusul untuk makan malam bersama..


"maaf pak Bu besok pagi Putri akan pergi kembali ke kota". ujar Putri dengan mendadak.


"kenapa terburu-buru kau baru saja pergi dari berlatih". ucap Bu Ajeng.


"maaf Bu aku harus kembali untuk membalaskan dendamku dan merebut hak ku, aku berjanji jika tujuanku berhasil Aku akan kembali untuk kalian".


sebenarnya Putri nggak untuk meninggalkan mereka tapi dia ingin cepat membalaskan dendam putri Sanjaya agar dia bisa menjalani kehidupan yang sekarang dengan baik.


"baiklah jika itu keinginanmu nak, besok Raka akan mengantarmu pulang ke kota".


lalu Putri pun memeluk ibu Ajeng.


"Bu terima kasih karena selama ini ibu telah tulus menjagaku. maafkan Putri karena selalu merepotkan ibu".


"hei apa yang kamu katakan nak kamu itu seperti anakku sendiri, kamu harus berjanji untuk mengunjungi ibu dan bapak di sini ya". ucap Bu ajeng sambil meneteskan air mata.


"aku berjanji Bu aku akan kembali lagi ke sini".

__ADS_1


setelah percakapan malam itu akhirnya mereka pun ber istirahat...


__ADS_2