
"kenapa jantungku berdetak. siapa gadis ini?".
tanya Alex dalam hatinya.
buk........
mereka jatuh di atas sebuah mobil.
semua orang sangat terkejut dengan aksi heroik Putri dan Alex.
buru-buru petugas menghampiri mereka dan mengambil anak itu.
sedangkan alex dan Putri masih terkunci dalam tatapan masing-masing..
semua orang bertepuk tangan atas aksi heroik mereka berdua.
akhirnya mereka tersadar dari lamunan mereka masing-masing Karana semua kebisingan itu.
Alex tidak dapat melihat wajah Putri karena Putri menggunakan masker penutup wajah dan mengenakan topi.
"mata itu, aku Serasa hangat menatap matanya. apakah dia adalah putri".
ujar Alex dalam hati.
"sialan ternyata lelaki ini benar-benar lelaki yang dicintai Putri. dan dia mencurigai kalau Aku adalah Putri. aku harus secepatnya pergi dari tempat ini".
ucap hati Putri setelah mendengar suara hati Alex.
Putri pun bergegas melangkahkan kakinya untuk meninggalkan area itu.
Alex buru-buru mencekal tangannya.
"tunggu nona siapa dirimu, apakah kita saling mengenal?".
tanya Alex pada putri yang masih terdiam membisu.
sedangkan Putri tak ingin menjawabnya karena dia tidak ingin semakin dicurigai.
lalu orang-orang pun mulai mengerumuni mereka dan mulai mengambil foto mereka berdua untuk diabadikan karena sudah menyelamatkan para sandera dari para perampok dan ledakan bom.
Putri yang melihat semakin ramai nya orang-orang itu pun menjadi panik.
dengan cepat dia melepaskan cakalan tangan Alex.
lalu Putri pun berlari meninggalkan area itu.
Alex ingin mengejar tapi masa sudah mengerumuni nya.
dengan segera anak buah Alex menutupi media massa yang berusaha mengambil foto Alex.
lalu dengan cepat mereka meninggalkan tempat itu.
Alex membawa mamanya masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan area itu.
"kamu tidak apa-apa kan? tidak ada yang terluka pada dirimu kan..."ujar Mama Mona menghawatirkan anaknya.
"ALex tidak apa-apa. mama jangan khawatir".
jawab Alex dengan tenang.
"mah apakah mama tadi melihat wanita yang membantu melawan para perampok itu mah?"
tanya Alex sambil menatap mamanya.
"ya nak Mama melihatnya. dia sangat pemberani".
Jawab Mama Mona sambil terkagum dengan aksi heroik putri tadi.
"aku merasakan jantungku berdebar saat di dekatnya. apakah dia Putri mah. karena saat aku berada di dekat Putri jantungku selalu berdebar seperti tadi". ucap Alex.
"apa nak?? tidak mungkin itu Putri, kamu tahu kan Putri itu orang yang sangat lembut sekali, sedangkan wanita tadi sangatlah perkasa. ada aura kepemimpinan terpancar dari dalam tubuhnya, berbeda dengan putri yang sangat lembut".
kata Mama Mona sambil menerangkan kepada anaknya.
"dari sorot matanya dan juga saat aku berada di dekatnya aku merasa damai. ada perasaan hangat yang tak dapat terlukiskan".
ujar Alexander menatap keluar jendela.
mamanya mendengar penuturan anaknya pun menggelengkan kepalanya.
"sayang mama tahu pasti kamu sangat merindukan Putri kan, yakinlah Putri pasti akan kembali ke sisimu".
ucap Mona sambil menepuk ringan bahu anaknya.
"hmmm. Alex berharap juga begitu mah".
Alex menekan earphone yang ada di telinganya.
"Jon suruh mike untuk melihat data wanita tadi ,lihat dari pantauan CCTV Ke mana dia pergi, pastikan datanya siang nanti sudah terkirim di tempatku".
__ADS_1
"baik bos laksanakan". jawab John.
lalu sopir itu pun melaju ke mobilnya ke rumah Alex.
sedangkan Putri yang lari dari kerumunan orang-orang pun. pergi ke tempat lain. Putri mencari keberadaan Caca dengan Indra spiritualnya untuk mendeteksi jiwa seseorang.
saat sudah mengetahui caca di mana.Putri dengan cepat menarik lengan caca untuk menjauh.
Caca pun sangat terkejut. tapi dia tidak memberontak sama sekali.
Putri membawa lari Caca ke tempat parkiran.
"Putri kamu benar-benar sangat luar biasa, bahkan aku tidak menyadari sejak kapan kamu pergi dari sisiku saat kita di Sandra".
ucap Caca dengan penuh kekaguman.
"kamu ini ada-ada saja. tapi kamu tidak terluka kan Caca. maaf tadi aku tidak sempat merespon mu".
kata Putri pada Caca.
"hei apa maksudmu. aku tidak mungkin menjadi egois saat semua orang berada dalam bahaya. bahkan aku salut atas keberanianmu tadi. sumpah kamu seperti wonder woman, kamu terlihat menakjubkan Putri"
kata Caca sambil menggenggam erat tangannya, matanya memancarkan binar kaguman pada Putri.
"ah kamu ini jangan terlalu memujiku. Ya sudahlah lebih baik kita pulang".
ajak Putri.
"tunggu Putri ada yang ingin ku tanyakan. apakah lelaki tadi adalah Alexander?".
tanya Caca pada Putri.
"yah dia adalah Alexander". jawab Putri dengan tenang.
"OMG. sumpah dunia ini begitu sempit, bahkan kalian terlibat aksi heroik secara bersamaan, oh sungguh kalian pasangan serasi, apakah kau tak ingin menemuinya putri". tanya Caca pada Putri.
"Aku tidak ingin terlibat masalah asmara untuk sekarang". Putri melangkahkan kakinya untuk memasuki mobil.
caca pun buru-buru masuk ke dalam mobil.
"hei apa yang kamu katakan. aku ingat kalau kami dulu mengatakan jika hatimu itu berdebar-debar kan saat dekat dengannya. apakah cintamu sudah memudar setelah jatuh ke laut". tanya Caca sambil menatap Putri.
"Ca aku beritahu. hati orang selamanya tak selalu menetap Cha. ada kalanya hati dan pikiran orang bisa berubah seiring berjalannya waktu, dan kau tahu Putri yang dulu dan yang sekarang itu sudah berbeda, Putri yang sekarang akan lebih memfokuskan untuk membalaskan dendamnya, dan masalah asmara biarlah nanti takdir yang menentukan".
Kata Putri sambil menjelaskan pada Caca.
dia tidak tahu apakah dia bisa bertahan di dalam tubuh ini atau tidak setelah dendam dari pemilik tubuh ini terbalaskan.
dan Alexander hanya mencintai Putri Sanjaya bukan dirinya. dirinya pun tidak mempunyai rasa pada Alexander. walaupun Putri Sanjaya satu jiwa dengan dirinya, belum tentu mereka mempunyai perasaan yang sama pada pria itu. jadi dia tidak ingin ambil pusing soal asmara.
"baiklah Putri aku tidak bisa memaksakan hatimu jika kau tidak mencintai dirinya. oh ya yang kudengar semenjak dirimu menghilang, Alexander selalu mencarimu.bahkan dia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencarimu, Dan dia pergi ke pegunungan barat untuk berlatih agar bisa melindungi saat kau kembali" ujar Caca menjelaskan pada putri.
putri yang mendengarkan penjelasan dari Caca pun langsung menatapnya.
seakan dirinya bertanya 'dari mana kamu mengetahui tentang itu?'
"kau jangan menatapku seperti itu. apa kau lupa tentang dokter brian, dia yang memberikan informasi itu padaku bahkan dia sering menanyakan kabar tentang dirimu, karena tuan Alexander sering murung bahkan katanya tuan Alexander berubah semakin kejam pada orang-orang yang berani mengganggu pekerjaannya. semenjak dirimu menghilang. dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi. itu yang di katakan oleh dokter Brian". Caca menjelaskan secara detail kepada Putri.
"apakah benar yang dikatakan oleh dokter brian, apakah sampai separah itu Tuan Alexander karena diriku menghilang".
tanya Putri pada Caca. sedangkan caca hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.
"Ya sudahlah kita jangan bahas itu aku tak ingin mengurusi masalah asmara untuk saat ini".
"Ya sudahlah kalau kau tak ingin membahasnya".
lalu mereka pun lanjutkan perjalanan ini sampai ke rumah Caca.
media massa digemparkan dengan berita penyanderaan serta pemasangan bom oleh para perampok di mall MM.
padahal para petugas sudah mencoba supaya berita itu tidak tersebar luaskan. namun ada beberapa awak media yang tidak ingin melewatkan informasi itu untuk menaikan rating tv-nya karena berita panas itu.
untungnya Putri dan Alex menggunakan masker sehingga tidak ada yang tahu identitas asli mereka.
semua bertanya-tanya tentang siapa kedua sosok heroik yang menggemparkan seisi kota.
mereka bakal mendapatkan julukan pasangan Hero. karena aksi mereka yang berani menggagalkan perampokan serta mereka menolong balita yang terjebak di dalam mall yang sudah hampir meledak karena bom yang dipasang oleh para perampok.
setelah sampai di rumah nya Alexander pergi ke ruang kerjanya.
lalu dia mengganti pakaiannya dan bergegas turun kembali.
"mah Alexander pergi ada kerjaan. ingat Mama jangan ke mana-mana, Alex takut penyerangan tadi ada kaitannya dengan musuh-musuh Alex". ujar Alex memperingati mamanya.
"nak kamu ingin ke mana, kita baru saja sampai rumah. kenapa kamu harus pergi lagi"
tanya Mama Mona.
"Alex ada pekerjaan mendesak mah, akan Alex usahakan supaya pulang cepat".
__ADS_1
"baiklah nak jaga dirimu baik-baik"
"hmm". alex hannya berdehem menjawab ucapan mamanya.
kali ini alex mengendarai mobilnya tanpa seorang sopir.
dia melajukan mobilnya ke markas.
setelah sampai dia langsung masuk ke ruangan pribadinya.
"John apakah mike sudah menemukan informasi dari wanita tadi"
tanya Alex pada Jhon.
"sudah bos. dari pantauan CCTV, perempuan tadi berlari menghampiri seorang gadis. dan membawa gadis itu ke parkiran. untungnya kamj berhasil mendeteksi plat t dari mobil itu,
dan monil itu adalah milik dari nona Caca bos, sahabat Nona Putri".
ujar John menjelaskan pada Alex.
"deggggh...."
jantung Alex langsung berdebar.
"apakah gadis itu adalah Putri, karena teman baik Caca adalah Putri". tanya Alex pada dirinya sendiri.
"kami tidak bisa memastikannya bos karena perempuan itu sama sekali tidak melepaskan masker dan juga topinya". jawab Jhon.
"sekarang ayo kita ke rumah Caca. kita harus memastikan siapa gadis itu".
Jhon hanya menganggukan kepalanya menyetujui permintaan bosnya..
lalu mereka pun bergegas menuju rumah Caca.
saat ini Putri dan Caca sedang berada di dalam kamar.
Putri merebahkan dirinya yang sangat lelah akibat kejadian hari ini.
sedangkan Caca masih dengan ke kagumannya pada aksi putri dan juga Alex.
Caca tak henti-hentinya menanyakan bagaimana bisa Putri bergerak secepat dan sehebat itu. bahkan gerakannya seperti seorang pendekar.
sedangkan Putri menjawabnya dengan jawaban yang konyol.
"aku bisa melakukan semua itu karena saat , aku berada di alam bawah sadar (koma). aku mendapatkan sebuah kitab pusaka yang berisikan semua jurus-jurus hebat, lalu saat aku terbangun aku mempelajari jurus itu"
ucap putri.
"wah jika tragedi kematian itu bisa membuatmu hebat aku juga ingin Putri, Aku ingin terlihat sehebat seperti dirimu, ciak ciakkkkk".
ujar caca sambil menggerakkan anggota tubuhnya seperti silat.
putri yang memperhatikan kekonyolan temannya ini pun tertawa terbahak-bahak.
saat mereka asik bercerita di bawah lantai pertama ada orang yang mengetuk pintu rumahnya.
tapi karena mereka berada di lantai kedua jadi mereka tidak menyadari kedatangan para tamu itu.
lalu bi Imah pun datang ke kamar caca
"permisi Nona Caca ada yang datang berkunjung". ucap bi ima dengan sopannya.
"siapa bi?"
"bibi juga tidak tahu non. tapi dari tampilannya sepertinya seorang pebisnis non".ujar bi Imah
"baiklah bi aku akan menemuinya".
lalu Caca pun turun ke lantai pertama untuk menemui tamunya itu.
sedangkan Putri dia masih berada di kamar merupakan tubuhnya karena masih terasa sangat melelahkan.
Caca menatap punggung para tamunya itu dengan heran.
"siapa ya mereka".
saat Caca mendekat lelaki itu pun menolehkan kepalanya ke belakangnya ke belakang.
"Tuan Alexander". ucap Caca dengan terkejut.
sedangkan Alexander hanya menatap caca dengan tetapan datarnya.
"maaf aku mengganggu waktumu nona Caca, aku hanya kemari ingin menanyakan siapa wanita yang bersamamu tadi".
tanya Alex to the point.
Caca yang ditanyai pun menjadi gugup.
apalagi menatap wajah Alex yang begitu tegas. hingga Caca meneguk air ludahnya yang terasa berat
__ADS_1