Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 24: Indri berhasil merebut perusahaan Sanjaya group.


__ADS_3

"astaga apakah ini mayat. dan apa yang terjadi padanya"


lelaki tua itu mengajak nadi Putri..


"nadinya sangat lemah sekali dia masih hidup aku harus membawanya ke rumah".


lalu dia pun bergegas membawa Putri ke rumahnya untuk diobati.


"ibu,Raka keluar aku membawa gadis yang sedang terluka"lalu keluarlah ibu Ajeng dan Raka.


"ya dewa apa yang terjadi dengan gadis ini"ibu aja memperhatikan Putri...


"pak angkat gadis ini ke dalam kamar ibu akan mengganti bajunya dan mengobati luka-lukanya"


lalu pak Ujang pun mengangkat tubuh Putri ke dalam rumah bambunya.


setelah itu pak Ujang dan Raka pun keluar.


lalu ibu Ajeng memakaikan baju ganti untuk Putri.


"pak cepat carikan obat-obat ini ibu sudah menulisnya ibu akan meracik untuk mengobati luka-luka yang ada di tubuh gadis itu". ucap Bu ajeng kepada suaminya


lalu pak Ujang pun pergi meninggalkan gubuk tua itu dan bergegas ke gunung untuk mencari obat-obatan yang diperlukan istrinya untuk menyembuhkan luka-luka yang diderita Putri.


sedangkan Bu Ajeng mengkompres dahi Putri untuk menghangatkan tubuh Putri karena tubuh Putri sudah sedingin.


sore harinya pak Ujang sudah datang kembali dengan sepenuh keranjang obat-obatan. dan Bu Ajeng sudah menunggu di depan gubuk mereka.


"bagaimana pak apakah dapat semua?"tanya Bu Ajeng.


"sudah Bu, obat-obatan yang diperlukan sudah ada di dalam keranjang sekarang bapak akan membantu ibu untuk meracik obat-obatan ini".


di saat pak Ujang membantu ibu meracik obat obatan tubuh Putri semakin membiru.


Bu Ajeng pun dengan panik mengecek keadaan Putri.


"ya dewa anak ini telah diracuni kita harus secepatnya membuat penawar sebelum matahari tenggelam kalau tidak nyawa anak ini akan menghilang pak"..


dengan buru-buru pak bujang dengan Bu Ajeng meramu obat untuk penawar racun pada tubuh Putri dan obat untuk menangani luka-luka Putri. setelah selesai mereka langsung meminumkan pada Putri.. namun tak ada reaksi apapun. tapi tubuh Putri perlahan mulai terlihat segar dan badannya sudah tak sedingin es.


"sebenarnya apa yang terjadi pada gadis ini, Malang sekali nasibnya, ibu yakin ada orang yang dengan sengaja meracuni gadis cantik ini"ucap bu Ajeng sambil menatap tubuh Putri yang terbalut dengan kain untuk menutupi luka pada tubuh putri...


lalu Raka pun masuk ke dalam rumah.


"bagaimana Bu apakah gadis itu sudah baik-baik saja?"tanya Raka pada bu Ajeng.


"syukurlah nak dia berada dalam perlindungan sang dewa sekarang dia sudah membaik, tapi aku sangat kasihan padanya banyak luka yang berada di tubuhnya dan ada luka juga yang ada di wajahnya, terus saat dia terbangun nanti dia akan minder karena wajahnya yang luka seperti itu"ucap ibu ajang dengan sedih.


"ibu jangan bersedih kita bantu dia agar dia cepat pulih". ucap raka kepada ibunya


setelah itu pun pak Ujang datang menghampiri mereka.


"ada apa kenapa kalian berkumpul di sini"tanya pak Ujang.


"ibu hanya kasihan pada gadis yang ada di dalam, oh ya pak bagaimana bapak bisa menemukan gadis itu"tanya ibu Ajeng pada suaminya.


"saat bapak pergi untuk mencari ikan. bapak melihat sebuah cahaya dari langit menuju ke arah laut dan bapak mengikutinya karna penasaran, dan tak jauh dari bapak berada ada tubuh gadis itu sedang melayang, bapak tak percaya apa yang bapak lihat, ibu tahu tubuh gadis ini diselimuti oleh cahaya yang sangat terang dan indah lalu saat bapak ingin menghampirinya gadis itu jatuh lagi ke lautan, bapak buru-buru mengangkatnya ke dalam kapal dan membawanya ke rumah"ucap pak Ujang dengan nada serius.


"ibu rasa gadis ini mempunyai takdir yang hebat, sehingga para dewa masih melindunginya, bapak, Raka kita harus membantunya"ucapkan sambil menatap Raka dan suaminya.


"baik bu Raka dan bapak akan membantu gadis itu sampai dia benar-benar pulih".


di lain sisi Alex sudah sangat putus asa karena sudah 3 hari Putri tidak ditemukan. dia sangat kacau dan Alex makin terlihat menyeramkan di mata lawan dan anak buahnya.


"crassssssssss......"darah mengucur dari ujung Mata pedang.


"habis saja orang-orang yang berniat untuk mengacaukan kita.


dan kalian semua kenapa sampai sekarang kalian tidak menemukan keberadaan Putri, apa kalian ingin menukarkan nyawa kalian"


semua anak buah gemetaran ketakutan. Hawa mengerikan semakin terasa mencekik leher mereka...


"maaf tuan jejak mereka sangat bersih kami sulit menemukan nya,sedangkan saksi mata satu-satunya juga tidak mengetahui karena dia dibius"ucap jhon memberanikan dirinya.

__ADS_1


"bajingannnn...."teriak Alex.


"kalian mata-mata keluarga Sanjaya Aku tidak yakin pada ibu tiri Putri aku curiga padanya".


"baik boss"ucap Jhon..


di kediaman Om Putri pun sangat kacau Om Putri sudah meminta bantuan kepada kepolisian dan juga mekanismenya untuk membantu mencari keberadaan Putri namun sampai sekarang belum membuahkan hasil.


"bagaimana ini mah sampai sekarang Putri belum ditemukan, papa semakin khawatir dengan keadaannya, papa menyesal papa tidak bisa menjaga amanah kedua orang tua putri untuk menjaga Putri".


ucap Irfan terduduk lesu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. sosok Irfan yang begitu dermawan dan gagah juga bisa menangis dia terpuruk karena Putri belum juga ditemukan.


"papah....papa jangan seperti ini,mama juga sangat khawatir dengan keadaan Putri,mama juga sudah menganggap Putri seperti anak kita sendiri hik hik hik,,,,"ucap imelda sambil menangis


lalu Irfan menghampiri istinya dan memeluknya dengan erat.


"mah... maaf kan papa sudah membuat Mama khawatir"ucap Irfan dengan tulus.


"tidak pah... Mama mengerti keadaan papa"


sedangkan di kediaman Indri mereka sedang berpesta. di sana mereka sedang mabuk-mabukan dan merayakan kemenangan atas kematian Putri.


"akhirnya sayang.. akhirnya aku sebentar lagi akan menguasai harta keluarga Sanjaya ini, kenapa tidak sedari dulu aku mau habisin nyawa anak itu"


lalu jaya aksoro pun menghampiri Indri dari belakang dan memeluknya.


"aku bahagia melihatmu bahagia sayang tapi kita kurang satu langkah lagi untuk menguasai harta keluarga Sanjaya. besok aku akan melancarkan aksi kita untuk menguasai harta mereka dan kau harus ikut ke perusahaan, setelah harta itu di tangan kita maka kita akan menikah sayang"ucap Irfan dengan suara pelan dan menyembunyikan wajahnya di leher indri.


"tenang sayang, setelah misi kita selesai kita akan menikah dan kita akan membuat semua tunduk kepada kita" kata Indri..


"Aku suka dengan dirimu sayang kau penuh dengan ambisi yang kuat".


lalu salsa datang. dia terkejut melihat jaya yang berani memeluk mamanya. karena dia tidak tahu skandal antara mamanya dan om jaya.


"Mama om jaya apa yang kalian lakukan di sini". lalu Indri dan jayapun menoleh ke belakang.


"oh sayang kembalilah, sebenarnya Mama dan orang gila sudah memiliki hubungan sedari lama tapi Mama merahasiakan ini dari mu, maafkan Mama sayang".ucap Indri sambil mengelus pipi anaknya.


"ya sudah tidak apa-apa salsa mengerti Mama juga gitu pendamping untuk menemani mama. salsa akan mencoba menerima om jaya"ucap salsa sambil tersenyum pada mamanya dan juga jaya.


"lalu bagaimana mah kapan kita dapat menguasai harta Putri".


"tenang sayang besok kita sudah menguasai harta Putri, kita dapat menguasai semuanya hahhahahah"tawa Indri. salsa dan jaya pun ikut tertawa bahagia.


...----------------...


keesokan paginya perusahaan Sanjaya group dibuat sibuk karena rapat dadakan.


Irfan juga terlihat bingung kenapa diadakan rapat dadakan.


semua pejabat tinggi sudah masuk ke dalam ruang rapat itu.


setelah itu datanglah Indri kemeja utama yang harusnya diduduki oleh seorang CEO atau wakilnya.


Irfan sampai dibuat terheran heran. kenapa Indri sangat berani menempati posisi CEO perusahaan.


melihat tatapan heran di wajah Irfan indri tersenyum meremehkannya.


lalu dia pun duduk di bangku itu.


"baiklah rapat hari ini akan dimulai, karena posisi CEO di perusahaan ini sudah lama kosong dan pewaris Sanjaya juga sudah menghilang dan sepertinya juga tidak ada tanda-tanda darinya maka perusahaan akan diambil oleh saya istri dari Sanjaya Pratama"


seketika ruangan rapat itu menjadi recok.. orang yang berada di kubu keluarga Sanjaya tidak dapat menerima keputusan ini.


"maaf nyonya saya keberatan atas pengalihan kepemimpinan ini, belum tentu Nona Putri sudah meninggal,bisa jadi nona Putri berada di tempat lain"ucap salah satu dewan direksi.


"Anda keberatan dengan keputusan saya, sekretaris bawa semua berkas-berkas dan dokumen itu pada aku".


lalu sekretaris itu pun datang membawa apa yang diminta Indri.


Indri pun membagikan dokumen itu kepada semua dewan direksi.


semua orang terkejut melihat isi dokumen itu.

__ADS_1


karena 60% saham perusahaan sudah berada atas nama Indri. bahkan sudah ditandatangani oleh Sanjaya sendiri.


"tunggu ini pasti ada sabotase, bagaimana mungkin kakakku bisa menandatangani dokumen ini. sedangkan di surat wasiat dia menuliskan jika putri meninggal maka harta warisannya akan diberikan ke anak-anak yatim dan kebutuhan orang yang terkena bencana, sedangkan kamu dan putrimu hanya mendapatkan 5% dari harta keluarga Sanjaya"ucap Irfan dengan emosi.


"kamu tidak percaya Irfan kalau tanda tangan ini asli baiklah datangkan orang itu"masuklah seorang wanita berusia 30 tahun menggunakan kacamata.


dia adalah menteri dalam negeri dan akan mengecek keaslian dari tanda tangan itu..


"saya sudah mengecek keaslian tanda tangan ini dan 99% tanda tangan ini adalah tanda tangan Tuan Sanjaya Pratama"


mendengar kesaksian itu membuat ruang rapat semakin ricuh.


Irfan mencekram tangannya dengan kuat, dia sudah kecolongan kali ini.


"tidak bisa kami tidak bisa menerima keputusan Anda nyonya Indri"ucap Irfan.


"saya tak butuh persetujuan anda tuan Irfan. sekarang untuk semua dewan direksi yang menyetujui pengalihan kepemimpinan CEO kepada saya silakan berdiri".lalu hampir 60% yang menghadiri rapat itu pun berdiri.


melihat banyak orang yang berdiri di kubu Indri orang-orang yang berada di pihak Sanjaya pun merasa murka.


"brengsek kalian semua, ternyata kalian berkhianat pada keluarga Sanjaya yang sudah membantu kalian". Irfan semakin emosi mengetahui penghianatan yang dilakukan oleh banyak para dewa direksi.


sedangkan Indri tersenyum dengan puas.


"anda sudah mengetahui hasilnya kan Tuan Irfan jadi anda tidak bisa menolak ini semua".


baiklah karena keputusan semua anggota dewan direksi menyetujui saya menjadi CEO baru jadi mulai sekarang saya akan menjadi pemimpin CEO dan pemilik perusahaan Sanjaya group"lalu tepuk tangan meriah terdengar dari kubu Indri.


"dan ya satu lagi, sekretaris bawa dokumen itu ke sini'lalu sekretaris itu pun masuk kembali membawa dokumen.


"baiklah saya akan menyebutkan nama-nama orang yang ada di dalam daftar ini dan kalian mulai hari ini akan saya pecat"lalu indri pun menyebutkan nama orang-orang itu.


"dia saya tidak ingin dipecat saya sudah berkontribusi di perusahaan ini lebih dari 14 tahun mengapa saya harus dipecat"ucap salah satu dewan direksi.


"maaf ini sudah peraturan saya saya akan memencet semua karyawan yang sudah saya sebutkan dan kalian tenang saja kalian akan mendapatkan pesangon dari saya"ucap diri dengan tegas.


ruang rapat itu semakin kacau.


mereka yang tidak terima atas pemecatan sepihak itu pun langsung ditarik keluar oleh bodyguard Indri.


Irfan tak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan perusahaan Sanjaya dia sudah kecolongan.


dan Irfan pun dipecat dari perusahaan kakaknya sendiri.


setelah rapat selesai semua orang keluar dari ruang rapat itu tinggallah Indri dan jaya yang berada di dalam ruangan itu.


"selamat sayang akhirnya kamu menjadi pemimpin perusahaan ini"ucap Sanjaya sambil mengecup pipi Indri.


"terima kasih sayang ini juga berkat kontribusimu yang besar sehingga aku bisa dengan mudah menguasai semua ini"..


mereka pun tertawa dengan gembira dan merayakan atas kemenangan mereka kali ini.


Irfan pun pulang ke rumahnya dengan lesu.


"papa tumben kok pulang awal"tanya Imel pada suaminya.


"mah papa dipecat, dan perusahaan Sanjaya grup sudah dialihkan atas nama Indri".


"apa bagaimana bisa bukankah surat wasiat itu berada di tempat kita bagaimana bisa indri menguasai perusahaan Sanjaya group". tanya Imelda dengan heran.


"papa juga tidak tahu tapi papa yakin Indri melakukan sabotase pada perusahaan".


ucap irfan dengan lemah.


"lalu bagaimana dengan nasib putri jika Putri masih hidup pah".


"jika putri masih hidup kita bisa merebut kembali perusahaan jaya group dari tangan Indri. dan kita akan melatih mental Putri supaya dia bisa merebut kembali haknya".


ucap Irfan sambil menatap istrinya.


"papa harap Putri baik-baik saja, dan untuk masalah kita kedepannya papa akan membuka restoran untuk menyambung kehidupan kita, Mama tidak apa-apa kan"tanya Irfan.


"kemanapun papa melangkah Mama akan mengikuti setiap langkah papa dan kita akan memberitahukan keadaan kita kepada anak-anak kita".

__ADS_1


Irfan pun mengucapkan dengan istrinya dengan manis. dia sangat beruntung karena mendapatkan istri sebaik Imelda.


__ADS_2