
malam telah berlalu kini sudah pukul satu malam. saya menunggu kedatangan salsa di ruang tamunya sambil menghidupkan televisi.
"ke mana anak itu lama sekali pulangnya, aku harus bersabar, akan kupastikan malam ini akan mendapatkan dia".
ujar jaya dengan tersenyum penuh artinya.
sedangkan di klub malam. saya sedang menari bersama teman-temannya dengan asi knya.
salsa sudah mabuk berat. ya sampai terjatuh-jatuh saat berusaha berjalan.
"eh meimei antar aku pulang aku sudah sangat pusing". ujar salsa sambil memegangi kepalanya.
lalu Doni mantan pacar salsa mendekatinya.
"salsa biar ku antar pulangnya. kau sudah mabuk berat".
ucap Doni sambil memegang tubuh salsa.
salsa buru-buru menepis tangan Doni dari tubuhnya.
"jangan sentuh diriku, Aku tak ingin kau mengantarkanku pulang, lebih baik aku pulang bersama teman-temanku saja".
kata Caca menolak tawaran Doni...
"apa kau masih marah padaku karena aku tak membelikan hp edisi terbaru untuk mu sayang,, aku kan sudah menjelaskan kalau ATM ku di sita oleh mamiku,karena pengeluaranku setiap bulan terlalu besar, ATM ku disitakan juga gara-gara kamu sayang. kamu minta ini itu dengan harga yang sangat fantastis".
ujar Doni.
ya ATM Doni serta kartu kreditnya disita oleh maminya. karena pengeluaran Doni yang sangat banyak. memang mereka berasal dari kalangan atas. tapi jika pengeluaran Doni setiap bulannya hampir sama dengan pendapatan per bulan perusahaan. maka sama saja bisa membuat mereka bangkrut.
maminya Doni sering memperingatkan anaknya untuk meninggalkan salsa. karena dia menyadari jika wanita itu memanfaatkan kekayaan anaknya saja.
tapi Doni dibutuhkan oleh cintanya kepada salsa sehingga tidak menghiraukan peringatan dari orang tuanya. hingga dengan terpaksa orang tuanya menarik semua kartu ATM serta kartu kredit dari Doni agar anaknya tidak terus-terusan membelanjakan uangnya untuk wanita materialitas itu.
"lepaskan aku Doni. aku akan pulang bersama memei dan juga tari, dan kau jangan dekati aku jika kau belum memenuhi keinginanku".
lalu salsa meraih pundak kedua temannya untuk pergi meninggalkan doni.
"ahhhhh.....siallll"...triak doni.
Mimi dan juga tari membawa salsa masuk ke mobil.
salsa sudah sangat mabuk parah. tubuhnya tercium bau alkohol yang menyengat.
Untungnya memei membawa sopirnya.
"pak ayo kita pergi ke apartemen salsa".
"Baik non". Ujar siapa itu sopir itu...
"sa apa lo nggak keterlaluan sama si Doni, kasihan dia sampai kartunya di situ oleh mamanya karena Lo".
ucap taro.
"udah deh lu diem aja. kan dia yang ngejar-ngejar gue.kalau dia masih pengen sama gue seharusnya dia itu nurutin semua perintah gue". ucap salsa...
"tapi sa.. doni itu cinta banget sama lo, lo liat tampang frustasi nya saat melihat lo mabuk tadi kan, dia tu bener-bener khawatiran lo, kenapa sih lu tuh nyia nyian cowok setulus dia". ucap tari kembali.
"eh Tari sejak kapan lu belain si Doni. apa lu suka sama cowok gue, kalau lo suka ambil aja. gue bakalan cari cowok yang lebih tajir dari dia. yang bisa beri kasih apapun yang gue minta". ucap salsa dalam pengaruh mabuknya.
memei dan tari menggelengkan kepalanya mendengarkan penuturan salsa.
"Ya sudahlah salsa itu terserahmu saja. jangan sampai kau menyesali perbuatanmu itu". ucap memei.
salsa pun meraih teleponnya dan menelepon Indri.
tapi hp-nya tidak aktif.
"ih ke mana sih Mama kok hp-nya nggak aktif, apa mamaku sudah tidur ya". ucap salsa.
"ya mungkin mamamu sudah tidur ini kan sudah larut malam".ujar memei.
"apa lo bawa kunci cadangan apartemen lo sa?".tanya tari.
"iya gue bawa .ya udahlah biarin aja mungkin mamaku sudah tidur. ayo buruan cepat sampai rumah,kepala gue udah sakit banget".
ucap salsa sambil memegangi kepalanya.
lalu mobil mereka pun sampai di apartemen milik jaya. Mimi dan tari membantu salsa berjalan sampai ke depan pintu apartemennya.
"kita balik dulu ya sa". ucap memei.
salsa bersandar di gagang pintu sambil memegang kepalanya.
"yah kalian balik aja thank you udah anterin gue sampai apartemen".
memei dan tari mengganggukan kepalanya lalu mereka meninggalkan salsa.
salsa meraih kunci di dalam tas nya, dia berusaha membuka pintu apartemen.
setelah berhasil membuka pintu salsa menuju dapur dengan langkah yang tergopoh gopoh karena menahan pusing di kepalanya.
"jangan-jangan Mama udah tidur ni, aduh kepalaku pusing sekali, aku terlalu banyak minum tadi".
ucap salsa. lalu dia pun membuka kulkasnya.
"eh kenapa minumannya hanya satu, apa Mama lupa mengisi air di kulkas. ah sudahlah lebih baik aku minum kepalaku sudah sangat pusing dan tenggorokanku sangat kering".
lalu tanpa rasa curiga salsa pun meminum air yang ada di botol itu.
setelah itu dia duduk di bangku sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
setelah minum dia pun bangkit berdiri menuju kamarnya.
saat salsa sudah di depan pintu kamarnya.
tiba-tiba saja tubuhnya merasa sangat gerah.
"ada apa ini kenapa aku sangat gerah sekali".
ucap Caca sambil mengibas-bebaskan tangannya.
lalu dia masuk ke kamar. salsa menyetel AC ke mode paling dingin. namun gerahnya tak kunjung juga mereda.
"ah kenapa kamar ini terasa sangat panas sekali". salsa pun mulai membuka bajunya.
sekarang salsa hanya menggunakan pakaian dalam dan celana pendeknya.
"sialan AC ini tidak berfungsi sama sekali".
dia merasa ada yang aneh pada tubuhnya.
lalu dia merasa libidonya naik....
"sialan apa yang terjadi pada diriku, kenapa rasanya sangat gerah seperti ini,aku butuh pelepasan". ucap salsa sambil merasa aneh pada tubuhnya.
dia menggerakkan tubuhnya menggeliat seperti cacing kepanasan.
sedangkan jaya yang sudah sejak tadi memperhatikan salsa bergegas menuju ke kamar salsa dengan senyum liciknya.
rupanya jayalah yang memberikan minuman perangsang di botol itu. dia sengaja mengosongkan air dalam kulkas dan menyisakan satu botol saja.
"akhirnya kamu ada dalam genggamanku salsa". Ucap jaya dengan tersenyum licik.
jaya pun memasuki kamar salsa.
"salsa kamu sudah pulang. kenapa malam sekali kamu pulangnya". tanya jaya berbasa-basi.
salsa yang sudah diliputi gairah pun langsung menuju ke depan jaya.
dia menarik tubuh jaya hingga terjatuh di atas tubuhnya.
jaya pun tersenyum dengan puas karena rencananya berhasil.
jaya tak henti-hentinya memandang tubuh salsa dengan kabut gairah.
"Om tolong aku. aku merasa tak nyaman dengan tubuhku". ucap salsa sambil menggeliatkan tubuhnya.
"apa yang kamu katakan salsa, Aku tak ingin merusak hubungan mu dengan ibumu".
ucap jaya pura-pura menolak.
lalu dia pun berusaha bangkit dan ingin meninggalkan salsa.
dengan cepat salsa menarik tubuh jaya kembali hingga salsa berada di atas tubuh jaya.
ucap salsa. dia tidak bisa menahan gejolak yang menerpa tubuhnya.
dengan setengah kesadarannya dia bangkit dari atas tubuh jaya.
lalu dia cepat-cepat ingin melangkah ke kamar mandi. dia ingin membasahi tubuhnya agar dia cepat tersadar.
jaya yang mengetahui gelagat salsa pun menarik tangan salsa dengan cepat.
"hei salsa kamu mau ke mana?". tanya jaya.
"aku tahu pasti kamu yang menjebakku kan. pasti Om menaruh sesuatu di botol air minum di dalam kulkas, iyakan". teriak salsa dengan kuatnya.
"hahaha rupanya kamu tak sebodoh yang kukira. aku memang yang menaruh obat perangsang di air botol itu". ucap jaya tersenyum licik.
"brengsek kau jaya". salsa berusaha mendorong tubuh jaya menjauh.
lalu jaya memeluk tubuh salsa dengan kuat dan mulai meraba leher salsa.
salsa yang sudah sangat terangsang pun tak dapat menolaknya..
"ahhhhhhhh......". ******* lolos dari bibir salsa.
"mulutmu bisa menolak sentuhanku tapi tubuhmu tak bisa berbohong salsa".
jaya pun mulai menarik tangan salsa hingga terjatuh di atas tempat tidur.
lalu dia mulai mencumbu salsa dengan buas nya.
"nikmati saja permainanku salsa. kau jangan khawatir soal mamamu karena mamamu sedang keluar kota". bisik jaya di telinga salsa.
karena sentuhan jaya yang mulai ke mana-mana akhirnya salsa semakin terangsang. kesadarannya mulai menghilang
sekarang yang dipikirkannya adalah bagaimana cara menuntaskan hasrat yang sudah ada di ubun-ubun.
lalu jaya pun mulai mencumbu salsa dengan liarnya dan salsa tidak menolak.dia sudah terbawa oleh birahinya...
lalu malam itu dilalui dengan adegan panas mereka berdua...
pagi telah menjelang. kini sudah pukul 09.00 pagi.
lalu dengan tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamar salsa dengan kuat.
"brakkkkkk....."
"salsa.. jaya... brengsek kalian ber 2 apa yang kalian lakukan di sini".
ucap Indri dengan emosi.
__ADS_1
Putri dan jaya yang sedang telat tidur sambil berpelukan pun akhirnya terbangun karena teriakan dari Indri.
salsa langsung terkejut menyadari jika dirinya sudah tidak mengenakan pakaian dan tidur bersama jaya.
lalu dia menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"mama........huhuhu..."tangis salsa pecah.
jaya yang Paniki langsung memakai celananya dan menghampiri Indri.
"sayang Aku bisa jelaskan. ini bukan salahku semalam salsa yang telah menggodaku karena dia dalam pengaruh alkohol, aku sudah mencoba menolaknya namun dia memaksaku dan aku adalah pria normal aku tidak bisa menolaknya".
ucap jaya membela dirinya..
"plakkkkk....."
"berani beraninya kamu menyentuh anakku.
kalau dia dalam pengaruh alkohol kau bisa saja mendorongnya dan pergi dari kamar ini bukan malah menikmati tubuhnya".
ucap Indri dengan emosi yang memuncak...
"dan kau salsa kenapa kau bisa tidur dengan calon papamu, apa kau tak menggunakan otakmu saat kau mabuk ha....,kau terlihat seperti ******"..
teriak Indri kepada anaknya. dia sangat sakit hati atas apa yang dilakukan oleh mereka berdua.
"ma aku tidak mencoba menggodanya ma. dia menjebak salsa ma...dia memberikan obat perangsang di botol minum dalam kulkas ma".
ucap salsa sambil menangis...
Indri yang mendengar ucapan anaknya pun bergegas turun ke bawah dan mencari botol air minum itu. benar saja di dalam kulkas itu hanya satu botol yang tersisa lalu dia mencoba mencari sesuatu di dalam tong sampah. Indri menemukan satu botol obat perangsang.
"brengsek kau jaya". ucap Indri sambil menggenggam erat botol itu..
lalu Indri berlari ke atas...
"kurang ajar kau jaya berengsek.... beraninya kau menjebak anakku"..
"jika aku tetap berada di luar kota semalam. pasti kau akan mengancam anakku kan, kurang ngajar kau".
Indri pulang saat tengah malam karena salah satu suami temannya mengalami kecelakaan. jadi dia bersama teman-temannya menggagalkan liburannya itu dan bergegas kembali ke rumah mereka masing-masing.
dan kejadian ini sangat membuat Indri sakit hati.
Indri langsung mengambil tongkat bisbol yang ada di dalam kamar anaknya.
lalu Indri memukul tubuh jaya dengan tongkat itu.
"bukkkk..bukkk bukkk....mati kau jaya". teriak Indri dengan emosi.
"hentikan Indri...auuuu...sakit".
teriak Jaya.. jaya buru-buru bangkit dan keluar dari kamar itu. dia mengendarai mobilnya meninggalkan apartemennya sendiri.
"mama........"tangis salsa dia langsung memeluk mamanya.
"sayang maafkan Mama.. tidak seharusnya mama meninggalkan kamu dengan pria berengsek itu". ucap Indri sambil menangis.
lalu Indri menelpon seseorang.
"bunuh jaya untukku sekarang juga, dan bereskan mayat nya jangan sampai ada yang menemukannya, dia baru saja keluar dari apartemen".
ucap indri langsung mematikan teleponnya.
"brengsek kenapa wanita itu bisa pulang di saat seperti ini sih baru saja aku mendapatkan anaknya, sekarang aku malah ketahuan sialan". ucap jaya dengan emosi lalu dia memukul-mukul setir mobilnya..
saat berada di jalanan sepi tiba-tiba ada empat mobil yang mengejar mobilnya ....
mobil itu dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil yang ditumpangi jaya.
jaya mengendarai mobilnya dengan oleng....
"brengsek pasti mereka orang-orang surahan Indri,ternyata dia ingin membunuhku".kata jaya..
aksi kejar-kejaran mobil itu pun tak dapat dihindari. untungnya area itu sepi, jadi tidak ada kendaraan lain yang terlibat.
mobil jaya berkali-kali ditabrak dari belakang dan samping berkali-kali..
mobil jaya berada di tengah-tengah keempat mobil itu.
"sial jika begini aku bisa mati". ucap jaya...
lalu kelima mobil itu melintasi tanjakan yang sangat tinggi.
mobil paling pojok kiri memundurkan mobilnya ke belakang, sehingga mobil jaya bergesekan dengan pembatas jurang. dan mobil paling pojok kanan dengan gerakan kasar membenturkan mobil itu berkali-kali hingga membuat mobil jaya jatuh ke jurang.
mobil jaya jatuh berguling-guling ke dalam jurang yang sangat tinggi.
Bommmmmm....
mobil jaya meledak dan mengeluarkan asap yang sangat tebal. api yang begitu besar mengepul ke atas.
keempat mobil yang tersisa langsung memberhentikan mobilnya.
mereka melangkahkan kakinya keluar dari mobil.
lalu salah satu dari mereka menelpon Indri.
"nyonya misi selesai orang itu sudah mati terbakar". ucap lelaki itu sambil tersenyum.
"kerja Bagus baiklah aku akan kirimkan uangnya pada kalian".
__ADS_1
lalu panggilan telepon itu pun putus.