Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 51: masalah kantor yang terselesaikan


__ADS_3

pagi telah menjelang kini Putri pun sudah duduk di meja makan bersama Om dantantenya. saat sarapan mereka membicarakan tentang pekerjaan kantor.


dan putri yang berasal dari dimensi yang berbeda serta jiwa yang dahulu Putri tempatnya tidak mengerti apapun tentang dunia pebisnis, maka Putri memutuskan agar pamannya kembali bekerja di perusahaannya dan menjabat menjadi CEO.


awalnya Irfan menolak keras. dia ingin posisi CEO ditempati oleh ponakannya. namun Putri bersikeras untuk menyerahkan posisi itu kepada omnya, dengan catatan setiap pengambilan keputusan akan selalu mengkoordinasi pada Putri dahulu.


karena adanya kesepakatan itu akhirnya Om Irfan menyetujuinya.


setelah menyelesaikan sarapannya mereka berangkat ke Sanjaya group.


Putri mengenakan setelan formalnya.


walaupun wajahnya terlihat sangat imut. namun ada aura pemimpin yang di pancarkan dari tubuhnya.


saat dia keluar dari pintu rumah pamannya, ada orang yang mengantarkan sebuah berkas kepada Putri.


"nona ini ada paket untuk untuk nona"


"dari siapa paket ini berasal?"


"saya tidak tahu nona, saya hanya ditugaskan untuk mengantar nya kepada anda".


"baiklah terima kasih kau boleh pergi sekarang".


Putri membuka file itu. lalu Putri tersenyum dengan manisnya.


"aku yakin ini pasti ulah lelaki itu, setidaknya dengan adanya lelaki itu aku bisa terbantu".


"siapa Putri?".


tanya om Irfan pada ponakannya.


"bukan siapa-siapa tapi, kedatangannya sangat memuaskan, baiklah Om ayo kita bergegas ke kantor sekarang".


mereka pun mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan Sanjaya group.


saat Putri turun dari mobil aura kepemimpinannya terlihat terpancar dari tubuhnya.


walaupun dia terlihat imut namun auranya yang dikeluarkan dapat mendominasi.


semua mata tertuju padanya.


"bukankah itu Nona Putri yang sudah lama menghilang, dia sangat imut namun terlihat sangat kuat ya".


ujar salah satu pegawai wanita.


"ya apa benar dia terlihat sangat kuat"


Putri tak menanggapi semua ucapan yang dia dengar dari para pegawai.


dia langsung pergi ke ruang sekretarisnya, dan menyuruhnya untuk membuat agenda rapat dadakan.


setelah pengumuman rapat itu diumumkan, semua menuju ke ruang rapat.


"baiklah rapat kita mulai. perusahaan ini akan kembali ke tangan saya karena saya pemilik sah dan ahli waris orang tua saya yaitu Sanjaya Pratama.


karena saya belum memahami dunia bisnis, maka saya akan menyerahkan tanggung jawab posisi CEO kepada Om saya yaitu Irfan. namun semua keputusan tertinggi tetap berada di tangan saya sebagai pemilik perusahaan ini".


ujar Putri dengan tegasnya..


"maaf Nona putri kami kurang setuju dengan usulan anda. Tuan Irfan sudah di baitress dari data perusahaan mengapa anda tidak mengambil kandidat lain untuk memimpin perusahaan ini, kami para manajer dari setiap defisi siap mengemban tugas ini"


ujar salah satu manajer. Putri yang mendengar ucapan dari manajer itu pun mengerutkan keningnya.


"lebih baik aku yang mengambil alih perusahaan ini. daripada si Irfan. jika aku yang mengambil alih maka aku akan merebut perusahaan ini. lagi pula perusahaan ini sudah mendapatkan suntikan dana maka pasti tidak akan mengalami kerugian kembali".


ujarnya dalam hati.


Putri yang mendengar suara hati dia pun tersenyum dengan licik.


"rupanya ada tikus di kantor ini, aku harus membasmi mereka semua".


"aku tidak menerima bantahan karena di sini akulah pemilik Sanjaya group. untuk dirimu mulai hari ini kamu aku pecat.


bagi nama yang akan disebutkan silahkan angkat kaki dari perusahaan ini".


Putri pun menyebutkan satu-satu nama dari orang orang yang dicurigai berkomplot dengan Indri.


semua yang mendengar keputusan Putri pun terkejut.


"anda tidak boleh memecat kami secara sepihak nona Putri. walaupun anda anak dari pemilik perusahaan ini, tapi anda tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan anda. untuk memencat orang secara sepihak tanpa ada kesalahan yang kami perbuat".


ucap meneger keuangan dengan penuh amarah.


"kami juga setuju dengan ucapan meneger Baim. anda tidak boleh memecat kami secara sepihak tanpa kesalahan yg kami perbuat.

__ADS_1


"tanpa ada kesalahan maksud kalian?.


kalian melakukan sabotase data perusahaan dan membantu Inggris mengubah data kepemilikan perusahaan ini. serta kalian juga ikut menikmati hasil penggepapan lainnya yang telah indri lakukan".


mendengar penjelasan dari Putri semua orang yang disebutkan namanya pun menjadi tegang.


mereka bertanya-tanya dari mana Putri mengetahui tentang keterlibatan mereka. padahal Putri baru saja muncul di hadapan mereka.


"anda tidak bisa sembarangan menuduh tanpa ada bukti".


mendengar ucapan itu pun Putri memberikan berkas data pada semua orang.


data itu terlihat jelas mereka yang menyalahgunakan dana perusahaan dan keterkaitan mereka dengan Indri.


wajah mereka seketika memucat.


Putri mendapatkan berkas itu dari bantuan Alexander.


Alexander sudah menduga kalau Putri akan mengambil alih perusahaan. maka dari itu dia menyiapkan ini semua.


dia meminta kepada hecker nya untuk menyelidiki data rahasia perusahaan Sanjaya group.


karena kepiawaian hecker itu, dia dengan mudah mendapatkan data kecurangan para pegawai.


"baiklah semua bukti sudah ada di depan.


apa kalian masih tetap ingin mengelaknya".


semua orang ketakutan pertemuan bagi orang-orang yang sudah melakukan kecurangan terhadap perusahaan.


tak lama setelah itu para polisi pun datang ke perusahaan.


"permisi kami dari kantor kepolisian mendapatkan informasi jika pimpinan perusahaan melaporkan kepada kami ingin menangkap para oknum korupsi perusahaan ini".


ujar salah satu pimpinan polisi itu.


seketika orang-orang itu pun menjadi pucat.


"saya yang melaporkannya.sekarang tangkap mereka semua dan jebloskna ke penjara".


para petugas kepolisian pun menangkap orang-orang yang sudah ditunjuk oleh Putri.


"Nona maafkan saya Nona. saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi".


ujar salah satu lelaki itu.


ujar banyak orang.


"seharusnya sebelum melakukan ini semua kalian sudah berpikir dan siap menerima konsekuensinya. jika aku membiarkan kalian terus berada di perusahaan ini ,maka akan ada calon-calon seperti kalian yang akan menggerogoti perusahaan ini, aku tidak punya kata-kata maaf bagi orang seperti kalian".


setelah selesai mengatakan itu para polisi pun membawa mereka semua ke kantor polisi.


"baiklah para hama sudah dibantai habis. sekarang bagi kalian semua. yang berani menyeleweng ataupun melakukan suatu hal yang dapat merugikan perusahaanku maka bukan hanya polisi yang akan menangkap kalian,namun kaki dan tangan kalian akan kupastikan tidak akan berada lagi di tempatnya"


uca Putri sambil mengeluarkan aura penindasannya.


semua orang pun merasa tak bisa bernafas.


Om Irfan sampai di buat terpesona oleh tindakan keponakannya ini.


keponakannya yang dulu lemah lembut dan mudah ditindas sekarang, menjelma menjadi seorang yang sangat kejam, serta mempunyai jiwa kepemimpinan yang luar biasa.


"sebenarnya apa yang telah kamu lalui Putri. hingga dirimu berubah menjadi seperti ini. namun om sangat bahagia dengan perubahanmu".


ujar Irfan dalam hatinya.


"seperti yang saya katakan mulai saat ini Om Irfan akan menjabat sebagai CEO di perusahaan ini,namun tetap keputusan tertinggi berada ditangan saya. saya harap kerjasama dari kalian semua. dan kalian tidak akan mengecewakan kepercayaan saya ".


semua orang langsung berdiri dan menundukkan kepala mereka ke arah Putri.


lalu rapat itu pun selesai.


Putri keluar dari ruang rapat bersama Om Irfan dan masuk ke ruangannya.


"nak Om bangga dengan perubahanmu sekarang. dengan kau yang seperti ini tidak akan ada lagi yang berani menindasmu".


ujar Om Irfan sambil memegang bahu keponakannya.


"ya Om aku berjanji tidak akan ada yang lagi berani menindasku. dan mulai hari ini Om bisa bekerja di perusahaan ini".


ujar Putri kepada Om Irfan.


"lalu setelah ini apa yang ingin kau lakukan. apa kau ingin melanjutkan studi mu".


"tidak Om aku ingin melakukan sesuatu hal yang beda kan nanti akan tahu hehehe".

__ADS_1


ucap Putri sambil tertawa cengengesan..


"baiklah apapun keputusanmu oh akan selalu mendukungmu".


tok tok tokkk....


pintu diketuk dari luar..


"maaf Nona. ada orang yang bernama Tuan Alexander ingin menemui nona".


ujar sama sekretaris.


"baiklah persilahkan dia masuk saja".


kalau sama sekretaris pun memanggil Alexander.


"selamat pagi maaf kedatanganku mengganggu".ujar Alex.


Alex datang ditemani oleh John.


"silakan duduk tuan Alex".


Alex dan John pun duduk di sofa.


"Tuan Alexander sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak. atas bantuan anda selama ini kepada keponakan saya, lagi-lagi Anda yang membantu keponakan saya".


ujar Irfan dengan tulus.


"anda tidak perlu sopan Tuan Irfan. sudah seharusnya saya membantu kekasih saya" .


ucap Alexander menatap Putri yang sedang minum.


"uhuk uhukk.... seenaknya sekali anda mengucapkan saya kekasih anda. maaf tuan Alex kita tidak punya hubungan apapun".


ujar Putri dengan kesalnya.


sedangkan Alex pun tertawa memandang Putri yang sedang kesal.


"hahaha Tuan irfan saya hanya bercanda. tapi akan mewujudkan ucapan saya jika Putri akan menjadi kekasih saya bahkan menjadi istri saya".


Putri pun melotot horor ke arah Alexander.


sedangkan Irfan tersenyum karena ucapan Alexander.


"pede sekali anda jika saya ingin menjadi istri anda".


"sudah sudah.... oh ya Tuann Alex ada keperluan apa Anda datang ke sini?".


tanya Irfan kepada Alex untuk memecahkan keributan mereka berdua.


"saya datang ke sini untuk menyuntikkan dana pada perusahaan Sanjaya group sesuai dengan perkataan saya kemarin Om".


"oh itu. terima kasih karena Anda sudah membantu kami sekali lagi Tuan Alex".


"tidak apa-apa... karena aku ingin membantu jadi aku membantu".


setelah mereka banyak mau ngobrol akhirnya Alex pulang. sedangkan Om Irfan dan Putri masih berlanjut menyelesaikan obrolan mereka mengenai tatanan perusahaan kedepannya.


sore hari Putri pun pulang ke rumahnya sendiri.


"Aku sangat lelah. begitu berat hidup di dimensi ini. walaupun teknologinya sangat maju tapi membuatku stress saja"


ujar Putri sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"oh ya bagaimana jika aku memanggil roan, aku sudah sangat merindukannya".


setelah itu pun Putri mencari kertas dan pulpen di dalam laci kamarnya.


setelah menemukan apa yang ia cari putri pun menuliskan mantra di kertas itu dan membacanya.


"akhirnya kamu memanggilku nona. kenapa sangat lama sekali aku tidak dipanggil. Aku sangat bosan".


ucap Roan mengepakkan sayap kertasnya.


"maafkan aku Roan, akhir-akhir ini aku sangat sibuk menyelesaikan semua masalah yang ada. kau tau aku berhasil membalaskan dendam putri Sanjaya pemilik dari tubuh ini".


ujar putri senang pada roan...


"wow pantas saja aku dapat merasakan jika jiwamu sudah memulih dan itu pun berakibat pada jiwaku. dan aku mulai merasakan ada jiwa-jiwa jahat yang ada di dunia ini".


ujar roan sambil mengendus area sekitar.


"maksudmu apa roan".


tanya Putri dengan selidik.

__ADS_1


"hai Tuan Putri coba kau rasakan kembali alam sekitarmu. fokuskan pikiranmu untuk menyatu pada alam. maka kau akan merasakan apa yang kurasakan saat ini".


Putri pun mengikuti perintah roan.


__ADS_2