
tak terasa 6 bulan telah berlalu dengan begitu cepat. orang-orang yang mencari keberadaan Putri pun belum membuahkan hasil. Alex makin terpuruk.
Mama Mona yang memperhatikan perubahan Alex merasa sedih.
Alex yang sekarang bertambah kejam dan dingin terhadap semua orang.
Mama Mona tidak pernah melihat senyuman anaknya lagi.
dalam diam Mama Mona sering menangis karena senyuman yang pernah ada di wajah anaknya perlahan mulai sirna.
"mah aku akan pergi ke pegunungan barat"ucap Alex tanpa ekspresi.
mono yang mendengar keinginan anaknya pun terkejut.
"mengapa kau ingin pergi ke barat, apa kau tega meninggalkan mama sendirian Mama tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini mama hanya punya kamu".
lalu Alex berjalan mendekati mamanya dan mengecup kening mamanya dengan lembut.
Alex memeluk mamanya dengan erat.
"maafkan Alex mah Alex terasa rapuh. Alex ingin pergi untuk mencari pengalaman bertarung Alex. supaya saat Putri kembali Alex bisa melindungi Putri"ucap Alex penuh tekad.
Mona yang mendengar keinginan putranya pun menjadi sedih. sedalam itukah cinta anaknya kepada Putri. sehingga membuat anaknya ingin menjadi bertambah kuat agar bisa selalu melindungi Putri.
"Baiklah nak. tapi kau harus berjanji kau harus kembali ke ke rumah ini dan kabarilah mama jika kau sempat"ucap Mona sambil berderaian air mata ia tak mampu menyembunyikan kesedihannya yang akan ditinggal pergi oleh anaknya.
"Alexander berjanji mah dan Alex akan membawa Putri kembali bersama Alex".Alex kembali memeluk mamanya dengan erat
"kau akan pergi bersama siapa ke pegunungan barat anakku?"
"Aku akan pergi sendiri mah".ucap Alex dengan yankin.
"mengapa kau tidak membawa Jhon dan anak buah yang lainnya?". ucap Mona dengan heran.
"tidak mah itu malah aku merepotkanku, Jhon Aku tugaskan untuk menjaga mama dan keamanan rumah ini akan diperketat 3 kali lipat dari sebelumnya".
"dan aku akan menghubungi brian untuk sering mengunjungi mama"ucap Alex lagi.
Alex sudah menganggap Brian sebagai saudaranya sendiri bahkan Brian memanggil Mona dengan sebutan mama. mungkin orang yang dipercayai Alex sebelum John adalah Bryan karena dari kecil mereka tumbuh kembang bersama..
"apakah belum berpalingkan dengan Bryan nak?".
"belum mah,baiklah aku harus pergi nanti sore" ucap Alex.
"mengapa cepat sekali, kenapa tidak besok pagi saja"ucap Mona dengan keberatan.
"Alex sudah memesan tiket pesawat untuk sore nanti mah lebih cepat kan lebih baik"kata Alex lagi.
"baiklah mama hanya bisa pasrah dengan keputusanmu".
halo Alex pun menelpon Brian.
"datanglah ke rumahku sekarang juga dengan protes kalau tidak rumah sakit mu kututup"Alex langsung mematikan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Brian.
"kurang ajar sekali anak ini seenaknya saja ingin menutup rumah sakit tempatku bekerja, aduh semenjak Putri menghilang Alex kembali menjadi dingin bahkan lebih kejam dari sebelumnya, kuharap kau baik-baik saja Putri"ucap Bryan dengan penuh harap.
lalu Brian pun melajukan mobilnya ke rumah Alex.
setengah jam telah berlalu, akhirnya Brian pun sampai di rumah Alexander.
Brian langsung masuk ke rumah besar dan megah itu. saat itu Alex sedang berbincang dengan mamanya di ruang tamu.
"hai mama Mona"ucap Brian dengan penuh semangat. Brian Pur mencium tangan mama Mona.
"hai Bryan kamu ke sini,apa kabar nak? sekarang kamu jarang menemui mama ya?"ucap Indri dengan senyum.
"kabarku baik mah maaf jika Brian jarang berkunjung karena pekerjaan Brian yang membuat Brian susah membagi waktu"kata Brian.
"Mama tahu Bryan dipaksa ke sini oleh anak mama yang sedingin kutub es ini, dia mengancam akan menutup rumah sakit tempat berlian bekerja mah lihatlah betapa kejamnya anakmu ini mah"ucap Bryan mengadu pada mama mona
"Alex kenapa kamu kejam sekali dengan Brian"kata Mona sambil menggelengkan kepalanya sambil menatap Alex.
"dia terlalu lebay mah"kata Alex sambil memutarkan kedua bola matanya.
"lihatlah mah kelakuan Alex itu selalu saja begitu huhhhh". Alex yang mendengar ucapan Brian pun hanya mendengar dengan masa bodohnya.
"sudah kenapa kalian sering berantem sih kalau ketemu seperti kucing dan anjing saja tidak pernah akur"kata Mona dengan tersenyum.
"baiklah Alex mengapa kau menyuruhku datang kemari"Brian langsung to the point pada kedatangan awalnya.
__ADS_1
lalu Brian duduk sambil meminum air yang ada di depannya.
"sore nanti aku akan pergi ke pegunungan barat kau sering-sering lah main kemari untuk mengunjungi mama"kata Alex dengan tenang.
"uhukk...uhukkkk"Brian mendengarkan ucapan alex pun terkejut sehingga tersedak.
"hei apa yang kau katakan, kau ingin pergi. mengapa kau pergi ke pegunungan barat tepat itu sangat berbahaya bagi manusia"
Bryan sangat tahu dengan pegunungan barat tempat itu banyak dihuni oleh makhluk yang jarang dijumpai oleh manusia karena tak ada yang berani untuk memasuki pegunungan itu.
Mona yang mendengarnya pun semakin panik mendengar penjelasan jika pegunungan barat itu berbahaya bagi manusia.
"Brian apakah yang kamu katakan itu benar, Alex Mama tidak ingin kamu pergi ke sana batalkan saja niatmu itu". Mona tak rela jika harus kehilangan anaknya karena kepergian ia untuk berpetualang.
Alex mendesah dengan nafas yang berat.
"mah Mama jangan kuatir. jangan dengarkan kata anak bodoh itu. hutan itu tidak berbahaya"kata Alex sambil meyakinkan mamanya.
Mendengar Brian yang dikatakan bodoh Bryan pun menatap Alex dengan kesalnya.
"apa kau ingin mengatakan aku bod..."sebelum brian menyelesaikan kata-katanya dia sudah merasa gemetaran dengan tatapan mematikan dari Alex.
lalu dia menelan ludahnya dengan kasar.
"ma....mama...mona, aku hanya bercanda pegunungan barat tidak berbahaya bagi manusia itu hanya alasanku saja agar Alex tidak pergi ke sana percayalah padaku aku tidak berbohong"Brian sampai mengangkat dua jarinya untuk meyakinkan Mama Mona.
"apakah ucapan mu dapat di percaya Brian?"Mona menatap mata Brian.
Brian hanya mengangguk untuk meyakinkan mama Mona .
"baiklah jika begitu"Mona hanya bisa pasrah jika anaknya pergi.
"baiklah aku akan bersiap-siap". setelah beberapa saat tarik keluar dia tidak membawa banyak barang. di dalam tasnya hanya terdapat beberapa lembar baju dan tubuhnya dipenuhi dengan senjata perlengkapan untuk bertahan hidup di alam liar.
Mona yang menatap gagah anaknya itu pun hanya bisa bersedih.
"mah tolong jangan menatap Alex dengan tatapan sedih mama, Alex hanya pergi berpetualang untuk menambah kekuatan Alex bukan untuk pergi dari dunia ini"ucap Alex sambil menggenggam erat tangan Mama mona.
Mona pun langsung memeluk anak semata wayangnya itu. iya tak akan sanggup jika harus kehilangan satu-satunya alasan dia untuk bertahan hidup di dunia ini.
"berjanjilah kau akan cepat kembali anakku"
"aku tidak bisa berjanji untuk pulang cepat mah tapi aku janji aku akan pulang".
lalu mereka berpelukan erat untuk melepas kepergian Alexander.
helikopter pribadi Alexander sudah tiba di depan halaman yang luas seperti lapangan sepak bola itu.
Alex melangkah dengan mantap menuju helikopter.
lalu alex menatap ke belakang.
"Brian jaga mamaku dengan baik-baik jika mamaku sampai tergores sedikit saja maka kepalamu yang akan menjadi jaminannya".
glekkkkkk.......
Brian yang mendengar ancaman dari Alex pun ketar-ketir.
"Alex kau tidak boleh berkata seperti itu pada Brian lihatlah Brian sampai pucat karena ulahmu".
Mona pun tertawa melihat ketakutan di wajah Bryan.
"aku hanya bercanda Brian "
Bryan pun bernafas lega.
"tapi jika itu terjadi maka siapkan saja kepalamu"baru saja lega Brian kembali menegang.
"Mama lihatlah anakmu itu kepalaku jadi kak aman karena ucapannya"Brian mengadu kepada Mama Mona.
Mama mona pun tertawa.
halo Alex pun menaiki helikopter helikopter pun pergi mengudara.
"Alex berangkat mah jaga diri mama baik-baik adik mencintai mama"ucap Alex melambaikan tangannya.
Mona yang melihat kepergian anaknya pun melambaikan tangannya sambil berderaian air mata.
"Mama Mona tidak boleh bersedih Mama Mona harus yakin jika Alex bisa kembali dengan selamat dan menjadi lebih kuat lagi"
__ADS_1
kata Brian sambil meyakinkan Mona.
"yah Mama yakin Alexa kan kembali lagi dengan selamat dan membawa Putri ke sini".
...****************...
4 jam telah berlalu helikopter yang ditumpangi oleh Alex mulai mendarat di sebuah hutan besar, yang ada di bagian pegunungan barat.
lalu dia melangkahkan kakinya ke bawah.
dia menatap sekeliling hutan itu, hawa yang berada di hutan itu sangat berbeda terasa seperti mencekam namun penuh dengan misteri.
Alex mematikan helikopternya dan mulai melangkahkan kakinya. Alex membawa ransel dan beberapa senjata yang dipergunakan untuk mempertahankan hidupnya di hutan yang besar ini.
Alex berjalan sudah 2 jam berlalu.
di balik semak-semak di belakang Alex ada kehadiran yang mengganggu Alex.
Alex membalikan badannya menatap dengan tatapan tajam rerumputan yang ada di belakangnya.
lalu muncullah ular yang sangat panjang sekitar 30 m panjangnya..
ular itu mempunyai tanduk satu di bagian ujung kepalanya.
ular itu menatap Alex dengan tatapan tajam.
"'sesssss,,,, beraninya kau manusia rendahan masuk ke dalam wilayahku'. ucap ular itu pada Alex dan dia mengeluarkan hawa yang mengerikan pada tubuhnya.
"sebenarnya makhluk apa dirimu kenapa kau bisa berbicara.Alex begitu terkejut mendengar ular ini bisa berbicara dan ular di depannya juga sangat besar sekali serta mempunyai tanduk seperti hewan purba.
' ses..Aku adalah ular yang berevolusi dan hidupku sudah lebih dari 100 tahun, dan kamu makhluk rendahah beraninya masuk ke dalam pegunungan ini, dan kamu harus menjadi santapanku agar aku bisa bertambah menjadi kuat hahaha,,sessss'...
"sialan ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang jika pegunungan barat ini banyak menyimpan misteri pantas saja orang yang pergi ke sini tidak pernah kembali ternyata ini alasannya, Aku harus bisa mengalahkannya agar aku tidak menjadi santapan ular ini aku harus menjadi kuat".
"hai ular jelek jangan banyak ngomong lawan saja aku"ucap Alex lalu dia mengeluarkan dua pedangnya.
' sesss...dasar makhluk rendahan beraninya kamu menghinaku akan ku makan dirimu'.
lalu ular itu menarik badannya dengan sekuat tenaga dan menyerang Alex dengan brutal. Alex melompat menghindari ular itu dengan cepat sambil menebaskan pedangnya.
cras cras......
Alex dibuat semakin terbengong karena sisik ular ini sangat keras sekali.
'sess...percuma kau menyerang ku,,, Aku adalah ular yang sudah berevolusi jadi kau tidak bisa mengalahkan ku dengan mudahnya'.
lalu ular itu pun membuka mulutnya.saat ular itu membuka mulutnya keluarlah cahaya yang berwarna ungu terang. cahaya itu semakin lama semakin membesar.
Alex sangat terkejut melihat ular itu bisa mengeluarkan cahaya seperti itu dan dia merasa terancam dengan cahaya itu.
lalu ular itu menghantamkan sinarnya ke arah Alex.
"Duarrrrrrrr"...... Alex berhasil menghindar tetapi dia terkena dampak dari ledakan dan kekuatan ular itu..
"uhuk uhuk uhuk.., sialan ternyata aku sangat lemah, aku tidak boleh mati di tempat ini". lalu Alex berusaha bangkit dia menggunakan pedangnya untuk menopangnya nya berdiri.
'sessss...hai makhluk rendahan menyerah saja, supaya aku tidak membuang kekuatanku dengan sia-sia untuk menghadapimu makhluk rendahan, jadilah santapan yang baik untukku'.
"Aku tidak akan Sudi menjadi santapanmu". lalu Alex berdiri tegak dia kembali menyerang ular itu dengan beringas.
Alex melompat ke sana kemari menghindari ular itu dan menyerang kembali. saat tebasannya mengenai ujung ekornya.ular itu berteriak kesakitan.
'uggghhhhh,,, kurang ngajar kau manusia aku akan menelanmu hidup-hidup'ucap ular itu dengan penuh amarah.
Alex yang mengetahui kelemahan ular itu pun melengkungkan sudut bibirnya.
lalu Alex berlari dengan kencang mengalihkan perhatian ular itu dan
crassssss.......
'aghhhhhhhhhhh.........'ular itu melingkar-lingkarkan badannya menahan rasa sakit karena titik lemahnya dipotong oleh Alex. tak lama setelah itu pun dia tidak bergerak.
setelah ular itu mati keluarlah cahaya biru keunguan seukuran bola kelereng dari tubuh ular itu.
lalu Alex mengambil cahaya itu dan memasukkannya ke dalam kantong.
"aku yakin benda ini pasti sangat berguna untuk membantuku".
setelah itu pun Alex beristirahat di tempat itu karena hari sudah mulai gelap ia tak melanjutkan perjalanannya karena sangat berbahaya jika bertemu monster seperti ular itu di malam hari karena pandangannya terbatas untuk bergerak..
__ADS_1
Alex memilih tidur di atas pohon yang sangat besar untuk menghindari predator di darat.