
"hahaha kali ini aku telah bertambah kuat dan kau tak akan bisa mengalahkanku, aku akan menghisap darah keperawanan yang ada pada dirimu lalu kau akan menjadi eksistensi terkuat ku" ucap Jono dengan kuatnya.
Putri memperhatikan mayat-mayat yang mengering dan menyisakan kerangka tulang di balut kulit yang tipis itu rasa murka dalam hatinya mulai membara.
perlahan Putri mengeluarkan percikan api dari tangan nya, lalu Putri melemparkan elemen apinya ke arah iblis Jono.
dengan sikap Jono menghindari serangan Putri Jono melompat dari pohon ke pohon untuk menghindari setiap serangan yang putri dan juga Rowan lakukan.
"hahaha sudah kukatakan kalian tak akan bisa melawanku dengan wujudku yang seperti ini karena aku telah habis menghisap darah para bawahanku itu" ucap Jono tertawa kuat.
kalau Jono mendarat di sebuah lapangan yang sangat luas. Jono menggigit jarinya dan merapalkan sebuah mantra lalu langit berubah menjadi mendung serta kilatan petir yang mulai menggelegar di mana-mana, Putri dan roan memandangi langit.
"sial rupanya iblis di sini mampu mempunyai kekuatan terkutuk sama seperti iblis yang ada di dimensi kita, tidak salah lagi pasti banyak iblis yang kabur saat pertarungan besar-besaran itu terjadi roan, kita harus berusaha membasmi iblis iblis ini supaya tidak mengacaukan bumi ini"kata putri bertelepati kepada roan, ruangan yang mendengar telepati Putri pun menganggukan kepalanya.
"Tuan Putri kita harus segera mengakhiri kekacauan ini jika tidak maka tempat ini akan hancur lebur oleh pertarungan kita" ujar roan lagi, karena ruang hanya menempati tubuh boneka beruang yang tidak bisa membantu mengalirkan kekuatannya maka Rowan hanya bisa mengandalkan kekuatan Putri, sedangkan Putri harus membagi kedua kekuatannya untuk menyerang iblis Jono.
awan serta petir di atas langit kian menggelap.
"apa kalian tahu butuh waktu 10 tahun Aku menguasai kekuatan ini, aku sudah menghisap 2000 darah gadis perawan, Aku butuh 8000 gadis perawan lagi untuk menyempurnakan kekuatanku menjadi terkuat di dunia ini, tapi gara-gara kau aku harus menggunakan teknik terlarang ku, tapi semua pengorbanan ini akan kubalas dengan menghisap darah mu hahhahahaha" ucap Jono sambil menampilkan gigi-gigi yang runcing yang menatapnya menjadi ngeri.
"cih jangan pernah mimpi kau bisa menghisap darahku, akan ku buat kau mati dalam ketakutan" ucap Putri sambil meremas kuat tangannya.
tanpa berlama-lama Putri membagi kekuatannya kepada Rowan orang pun mengeluarkan kekuatan akar tumbuhan untuk mengikat Jono, sedangkan Putri menahan tubuh Jono juga menggunakan elemen tanahnya. seketika tanah menjulang tinggi dan menghimpit tubuh Jono. tangan Jono dililit dengan tumbuhan rambat, Jono mulai memberontak dan petir menyambar-nyambar berusaha melepaskan tali yang mengikat tubuh Jono serta tanah yang menghimpit tubuhnya, lalu Putri berlari ke arah Jono dan membuat sebuah bola api dan menghantamkannya ke tubuh Jona.
"duarrrrr,,,,," Jono terlempar ratusan meter ke belakang hingga menumbangkan beberapa pohon di belakangnya. nafas Putri menjadi tersengal-sengal karena dia menggunakan kekuatan yang berlebihan serta membagi kekuatannya dengan roan...
"hufttt hufttt hufttt" nafas Putri semakin berat
"uhuk uhukk,,,bajingan kalian manusia terkutuk" caci jono kepada Putri.
sambil memegang dadanya Jono ke Bali bangkit dan membentuk sebuah bulatan yang sangat besar serta diselimuti oleh aura kegelapan dan kilatan petir yang keluar dari bola itu, Jono pun melemparkan bola petir itu ke arah putri dan juga Rowan, karena tubuh Putri yang mulai melemah roan melompat ke depan dan mencoba menahan serangan dari bola kegelapan itu.
"tuan putri cepat menghindar" triak roan.
sedangkan Putri tak ingin jika roan mengorbankan dirinya dia pu membantu Roan menahan bola kegelapan itu , Putri terus saja mengalirkan kekuatannya kepada Roan. elemen api serta kegelapan mulai beradu, Putri dan Rowan tak ingin bola kegelapan itu menghancurkan alam sekitar.
sedangkan Jono tersenyum dengan liciknya sambil trus mengalirkan kekuatannya dalam serangan dahsyanya.
Putri pun membacakan sebuah mantra lalu awan yang awalnya gelap perlahan muncul celah cahaya yang kian lama kian melebar karena ada sebuah bulan yang muncul dari kegelapan di atas langit, rupanya Putri menggunakan kekuatan elemen cahayanya untuk melawan elemen kegelapan yang diberikan oleh Jono.
__ADS_1
"kegelapan akan kalah dengan kekuatan cahaya, aku Putri Siena menggunakan kekuatan cahaya tingkat tinggi untuk membasmi kegelapan di muka bumi ini" Triak Putri, lalu semakin lama cahaya itu sekian melebar dan memberikan kekuatan besar kepada putri dan juga Rowan. kekuatan yang awalnya berupa api kini berubah menjadi cahaya yang merambat serta bertabrakan dengan elemen kegelapan yang diberikan oleh Jono,dua kekuatan yang bertentangan mulai beradu, efek dari serangan itu menumbangkan pohon-pohon yang ada di sekitar mereka, angin kencang mulai bertiup seperti angin ****** beliung, rambut Putri Sienna berkibar, ia menekankan kekuatannya ke arah Jono, Putri mulai batuk darah karena menggunakan kekuatan yang berlebihan
Jono menggertakkan giginya untuk menambah kekuatan yang ia layangkan.
"akhhhhhh,,,," triak Jono semakin menekankan kekuatannya.
"hiaakkkkk"Triak putri dan juga Rowan.
"duarrrrrrrrrrr" petir dari atas langit menyambar tepat di tengah-tengah mereka bertiga. mereka akhirnya terlempar jauh, sedangkan tubuh Rowan yang hanya berupa boneka menjadi hancur menyisakan kapuk yang berterbangan, tubuh boneka itu tak mampu menahan kekuatan yang besar.
"ughhhhh" lenguh Putri Sambil memegang dadanya.sedangkan Jono terlempar hingga ratusan meter. tubuhnya mengalami banyak sayatan di mana-mana, darah mengalir deras dari setiap luka yang ada pada tubuhnya.
sedangkan di kota terjadi fenomena yang luar biasa, kota yang awalnya terang benderang menjadi gelap gulita serta angin yang bertiup seperti akan terjadinya tsunami serta diikuti oleh Guntur yang menyambar dengan sembarang.
semua orang takut untuk keluar rumah, bahkan petir itu menumbangkan salah satu tiang listrik hingga terjadi pemadaman di kota.
Alex saat ini yang ada di markas menjadi tak tenang, ia merasakan firasat buruk yang sedang terjadi.
"ada apa ini? apa yang sebenarnya terjadi"ucap alex pada dirinya sendiri.
alex memandangi langit yang mengeluarkan kilatan yang sangat mengerikan. lalu harus memegang dada kirinya entah kenapa dadanya seperti tertikam sesuatu.
"aku yakin fenomena ini bukan hal yang biasa, atau jangan-jangan fenomena yang terjadi ada kaitannya dengan Putri"ucap Alex pada dirinya sendiri.
alexan buru-buru keluar ruangan dan mengambil kunci mobilnya.
Jhon yang melihat bosnya pergi disaat fenomena mengerikan yang terjadi pun berusaha menahannya.
"bos mau ke mana, keadaan sedang tidak baik-baik saja bos, di luar sangat berbahaya bagi kita" ucap Jhon menasehati Alex.
"John aku merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan Putri, aku tak bisa tinggal diam aku harus pergi untuk memastikan firasatku ini benar atau tidak"lalu Alex pun meninggalkan John, iya tak memperdulikan John yang menatapnya dengan bodoh.
males mengemudikan mobilnya dengan kencang menghindari setiap kilatan yang menyambar, hatinya semakin tak karuan dan semakin gelisah, entah mengapa pada dirinya namun ia merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan. alex terus saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. tak lama setelah itu Alex melihat sebuah pusaran cahaya di suatu tempat, firasat Alex menuntutnya untuk mendekati cahaya itu, tanpa berlama-lama akhirnya Alex menuju tempat cahaya itu berada.
jono berusa bangkit menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"manusia bedebah, berani-beraninya kalian melawan diriku" trio Jono sambil memperhatikan Putri yang terkulai.
"akan ku akhiri pertarungan ini dengan kemenanganku" dengan sisa kekuatannya Jono menggunakan kegelapan untuk menarik Putri mendekat kepadanya.
__ADS_1
sulur hitam mengarah kepada Putri, tubuh Putri kian melayang ke udara. Putri yang sudah kehabisan tenaga mulai terkulai, jono kian tersenyum sinis karena berhasil melupakan Putri walaupun dirinya juga terluka parah.
saat tubuh Putri kian mendekat ke arahnya tiba-tiba saja tubuh putri hilang dari jangkauan lilitan selur kegelapannya.
Jono begitu terkejut lalu memperhatikan sekitarnya, dia sangat bingung ke mana tubuh Putri menghilang.
rupanya alex sudah tiba dan melihat kejadian itu, tanpa berlama-lama alex menggunakan langkah seribunya untuk menyambar tubuh Putri.
dengan pelan-pelan Alexander tubuh Putri di tempat yang aman menurutnya.
"apa yang terjadi pada dirimu Putri" ucap Alex dengan khawatir. Alex memperhatikan tubuh Putri yang penuh dengan luka serta darah yang mengalir dari mulut. perlahan alex memegang wajah Putri dengan lembut
"uhukkkk,,uhuk,, bunuh iblis itu jika tidak akan banyak korban yang akan melayang" ucap Putri dengan lemah.
"aku akan membunuh iblis itu, tunggulah Aku di sini" Alex menghilang dari pandangan Putri.
sedangkan Jono masih saja mencari keberadaan Putri yang tiba-tiba saja menghilang dari tempat pertarungan.
tiba-tiba saja ada kekuatan yang besar meninju tubuh Jono hingga terlempar jauhnya,
"akhhhhhh" triak Jono menghantam kuat sebuah batu hingga hancur.
"berani-beraninya kau melukai gadisku" ucap Alex yang tiba-tiba sudah ada di depan tubuh Jono.
Alex menggunakan tapak harimaunya meninju tubuh Jono. tubuh Jono pun melesak ke dalam tanah.
"baghhhh,bughhh,baghhhhh" ratusan pukulan Alex layangkan ke tubuh Jono yang sudah melesat ke dalam tanah.
sedangkan Jono tak mampu melawan karena kekuatannya sudah mencapai batas.
Alex yang sangat kesal dan diliputi kemarahan pun langsung mencabut jantung Jono dengan paksa dan meremasnya hingga hancur.
"akhhhhhh" teriak Alex saat menghancurkan jantung Jono di tangannya. darah mengenai wajah Alex. dengan nafas yang ngos-ngosan alis menatap mayat Jono yang terkulai ke dalam lubang tanah yang ia buat.
"cuihhhhhh" Alex meludah ke mayat Jono, dengan perlahan Jono pun berubah kembali menjadi bentuk manusia.
alex tak ingin memperdulikan mayat Jono, lalu iya menggunakan langkah seribunya untuk kembali ke tempat Putri.
ada sebuah cahaya yang menyelimuti tubuh Putri, cahaya itu adalah elemen cahaya berupa elemen penyembuhan.
__ADS_1
sedangkan Putri masih terpejam, alex menggendong tubuh Putri dan membawanya ke markas.