Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 67 :batu mulia


__ADS_3

Putri memesan taksi tambahan untuk membawa beberapa anak, karena ada 12 anak yang dibawa oleh ibu itu, ibu itu bernama ibu Ida, sebenarnya ibu Ida adalah seorang janda yang tak memiliki anak, iya menampung anak-anak yang mempunyai nasib sangat memprihatinkan, anak-anak itu sengaja di buang oleh orang tua mereka dari bayi, ada juga yang buta, dan ada juga anak disabilitas.


ibu Ida membesarkan 12 anak itu dari hasil keringatnya sendiri, karena tanggungan yang harus dikeluarkannya semakin banyak untuk menghidupi anak anak,ibu Ida terpaksa meminjam uang ke rentenir itu, ibu Ida tak mampu melunasi hutangnya maka dari itu bunganya bertambah 3 kali lipat, karena semakin besar bunga itu akhirnya dengan terpaksa rumah yang dimiliki ibu Ida satu-satunya yang ia miliki harus disita oleh para rentenir itu.


sungguh ibu Ida berhati sangat mulia, dia bekerja dari siang hingga sore menjadi buruh cuci di rumah orang-orang kaya untuk menghidupi kedua belas anak yatim piatu itu.


selang beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah besar yang putri punya.


satu persatu dari mereka turun dari mobil.


"kita sudah sampai Bu Ida adik-adik, mulai sekarang kalian tinggal di sini ya temani kakak,karena kakak juga seperti kalian kakak tidak mempunyai orang tua, jadi kalian anggap kakak sebagai kakak kalian ya, kakak tidak akan kesepian lagi di rumah ini"


mendengar ucapan Putri ibu Ida pun terharu lalu dia memeluk Putri, iya tak menyangka bahwa putri adalah anak yatim piatu.


"terima kasih nak ibu tidak tahu harus membalas kebaikanmu ini dengan apa, sudah janji akan membantumu untuk mengerjakan pekerjaan rumah"ucap ibu Ida.


"kami juga berjanji kakak akan membantu merawat rumah kakak" ucap salah satu anak yatim itu. Putri yang mendengarkan ucapan mereka pun tersenyum.


"baiklah terima kasih karena kalian mau membantu merawat rumah ini, anggap saja ini rumah kalian, pemain mempunyai 6 kamar yg masih kosong, kalian bisa membaginya ya"


ucap Putri kembali.


"iya kakak terima kasih sudah memberikan kami tumpangan" ucap salah satu anak yang paling besar.


ada 7 anak lelaki dan 5 anak perempuan yang di bawa ibu Ida.


"Ya sudah yuk kita masuk ke dalam" Putri pun membawa ibu Ida dan anak-anak untuk masuk ke dalam.


lalu mereka menuju ke ruang makan, Putri mempersilahkan mereka untuk makan lebih dahulu, untuknya sebelum bibi yang bekerja di rumah itu pulang dia sudah memasak banyak. ibu Ida merasa tak enak hati karena mereka baru saja tiba tapi sudah disuruh makan, namun Putri tak menerima penolakan akhirnya ibu Ida dan anak-anak pun makan.


anak-anak sangat gembira baru kali ini mereka bisa merasakan makanan yang sangat lezat.


ibu Ida menangis bahagia melihat anak-anak yang sangat gembira menikmati makanan yang begitu nikmat.


Putri pun pamit pergi, untuk pembagian kamarnya ibu Ida yang akan mengaturnya, Putri sudah menunjukkan kamar-kamar yang kosong, ada juga kamar yang khusus irt namun irt itu tidak tinggal di rumah itu jadi kamar nya kosong, setelah itu Putri pun akhirnya meninggalkan rumahnya.


putri menelpon Irfan untuk meminta uang sebesar 200 juta. Irfan sempat bertanya untuk apa uang sebanyak itu,Putri menjawab uang itu akan digunakan dengan bijak. Irfan pun memberikan uangnya kepada Putri.


Putri bergegas ke mall untuk membeli baju beberapa pasang untuk anak-anak yang tinggal di rumahnya serta baju untuk ibu Ida.


setelah selesai berbelanja baju putri pun pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan makanan yang sangat banyak karena rumahnya sekarang sudah dihuni oleh orang banyak.

__ADS_1


setelah menyelesaikan urusannya Putri kembali ke rumahnya.


"ibu berikan ini kepada adik-adik, aku juga sudah memberikan ibu baju, karena tadi saat ibu ke sini tidak sempat membawa baju anak-anak makanya aku belikan beberapa pasang baju dulu" ujar Putri kepada ibu Ida.


"maafkan kami karena telah merepotkan dirimu, sungguh kami tak pantas menerima ini semua, diberikan tumpangan saja kami sudah sangat bersukur nak" ucap ibu Ida dengan haru.


Putri menggenggam arah tangan ibu Ida.


"kalian sama sekali tidak merepotkanku, aku malah senang karena aku tak akan kesepian lagi" ucap putri tersenyum manis kepada ibu Ida.


setelah mengatakan itu Putri menyimpan belanjaannya dan Putri kembali ke kamarnya, lalu ia pun mengunci kamarnya supaya tidak ada yang masuk ke dalam kamarnya.


putri membacakan sebuah mantra lalu jiwa roan memasuki tubuh boneka beruang itu.


"hehehe, apakah Tuan Putri merindukan Roan?" ucapnya nyombongkan dirinya.


Putri hanya menggelengkan kepala karena ke narsisan naganya.


"mengapa aku merasakan banyak manusia yang berada di rumah ini" ucap roan sambil mengendus-ngendus hidungnya.


"tadi saat di jalan aku bertemu dengan ibu Ida dan anak-anak panti Aku membawa mereka ke sini karena mereka tak mempunyai tempat tinggal lagi, aku tak tega membiarkan mereka terlunga lunta di jalanan, kau tahu kan di dunia ini sangat kejam" roan menganggukkan kepalanya.


"ada beberapa anak yang mengalami disabilitas, jika aku membiarkan mereka di jalanan maka fisik mereka akan dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab dan tak punya hati, lebih baik aku membawa mereka ke rumah ini" ucap putri.


"sudah sewajarnya kita membantu yang lemah, bukan menindas atau mencekik mereka, mungkin mereka beruntung karena bertemu diriku, aku tak tahu berapa banyak di luaran sana yang mengalami nasib lebih parah dari mereka, aku pikir di manapun kita berada pasti kita akan menjumpai hal yang seperti ini" ucap putri kembali.


"hamba paham tuan putri, di dunia ini tidak akan luput dari kekejaman orang-orang, dan juga kesengsaraan" ujar roan.


"Roan menurutku ku harus mencari pekerjaan untuk membantu menghidupi anak-anak itu, tidak mungkin kan aku terus menggunakan uang perusahaan peninggalan ayahnya Putri, aku harus mencari pekerjaan tapi tidak memberatkan ku" ujar Putri sambil berpikir.


"aku setuju dengan tuan putri, walaupun anda hidup di tubuh dari pewaris group sanjaya, tapi kita tidak boleh memanfaatkan keuntungan itu" Putri menganggukan kepalanya setuju.


"roan aku ingin pergi dulu, pikiranku sekarang sedang kacau, Aku ingin mencari udara segar di luar" ucap Putri pada roan.


"ke mana anda ingin pergi tuan putri?"tanya Roan.


"entahlah aku hanya ingin mengikuti langkah kakiku, siapa tahu langkah kakiku membawa keberuntungan hahaha"setelah mengatakan itu Putri pun akhirnya meninggalkan rumahnya. dia sudah berpamitan kepada Bu Ida untuk pergi menyelesaikan urusannya.


Putri mengenakan sepeda mininya untuk jalan-jalan, di kepala Putri terdapat banyak pikiran yang ia tampung saat ini.


ntah lh sudah berapa lama dia mengendarai sepedanya, hari makin petang,Putri semakin jauh menggais sepedanya.

__ADS_1


lalu ada suara yang mengganggu pendengarannya.


"dipilih dipilih batu mulia, jika Anda beruntung Anda akan menemukan batu mulia yang bernilai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah" ucap salah satu pedagang batu.


Putri mendengarnya pun menepikan sepedanya, dia ingin melihat apa yang dijual oleh orang tua itu.


terlihat banyak orang yang mengerumuni pedagang batu itu, mereka memilih-milih batu yang ada di atas meja tempat pedagang itu berada.


"jika dilihat-lihat batu ini sepertinya ada kandungan batu mulianya, lihatlah ada corak kehijauan yang keluar, aku yakin di dalamnya mempunyai batu mulia" ucap salah satu pelanggan.


"tapi baju ini sangat kecil, kemungkinannya sangat kecil sekali jika ada batu mulia yang ada di dalam batu itu" komentar salah satu pelanggan yang memegang batu seukuran kepalan tangan orang dewasa.


"setidaknya ini sudah menandakan jika batu ini mengandung batu mulia" kekeh orang itu.


"pak tua Aku pilih batu ini, berapa harga yang kau berikan"tanya pembeli itu kepada pedagang tua.


"pilihan Anda sangat tepat tuan, batu itu saya peroleh dari tmpat yang sulit di jangkau manusia, harga itu 25 juta tuan" ucap pedagang tua itu.


"kenapa sangat mahal sekali batas kecil ini?"tanya sang pembeli.


"jangan salah Tuan aku mendapatkan batu ini sangat susah, kemungkinan kandungan batu mulia di dalam nya sangat besar, jika di dalam batu itu terdapat batu mulia langka anda akan untung besar tuan" ucap penjual tua itu merayu pelanggannya.


"jika anda tidak ingin mengambil batu itu biarkan aku saja yang membelinya" tawar pembeli lainnya.


"enak saja aku yang melihat ini duluan,dan aku yang memilihnya enak saja kau ingin merebut nya dariku" lelaki itu menolak jika batunya diambil oleh orang lain.


"daripada Anda komplain seperti itu dan tidak mampu membayarnya lebih baik aku yang membelinya" tawar orang itu kembali.


"bodoh sekali mereka memperebutkan batu sampah seperti itu" ucap seorang gadis di belakang kerumunan lelaki itu.


semua orang pun menoleh ke sumber suara.


"hei gadis kecil , kau tahu apa soal batu mulia, berani beraninya kau mengatakan kami itu bodoh memangnya kau tahu batu mulia itu seperti apa?"


"Aku tidak terlalu paham tentang batu mulia tapi aku bisa mengatakan jika yang kalian pilih saat ini adalah batu sampah yang tak berharga"


Jawab Putri, rupanya suara itu adalah suara Putri yang memperhatikan perdebatan antara orang-orang itu untuk membeli batu mulia.


"gadis cilik anda tidak boleh meremehkan batu-batu yang aku jual, batu yang aku jual adalah batu yang berkualitas dan jarang dijumpai bahkan sulit untuk didapatkan, coba kau lihat corak yang ada di batu itu, sudah pasti batu itu mengandung batu mulia" ucap penjual itu, iya tak terima jika batu-batu yang ia jual dikatakan batu sampah dan tak berharga.


"aku hanya mengatakan yang sebenarnya, aku kasihan kepada paman jika membeli batu itu dan menghabiskan uang Paman secara cuma-cuma, untuk membeli batu sampah,apa salahnya aku memperingatkan" uca Putri merasa tak bersalah.

__ADS_1


"baiklah aku tantang dirimu jika kau bisa memilih batu yang mempunyai kandungan batu mulia maka batu itu akan menjadi milikmu,dan aku akan memberikan tambahan uang 10 juta untukmu, jika kau tidak bisa memilih batu yang berisi batu mulia maka kau harus memiliki 50 juta apa kau berani" tentang penjual itu.


__ADS_2