
...****************...
Brakkkkk......
"Baj*ngan.... lepaskan gadisku"ucap Alex dengan nada dingin. gudang itu telah dikepung dan kedua anak buah penculik itu sudah dilumpuhkan oleh anak buah Alex.
"brengsek kalian beraninya mengganggu kesenanganku"lalu penculik itu pun menyandera Putri, dia mengarahkan pisau ke leher Putri.
"berani kalian maju satu langkah saja maka nyawanya akan melayang".
ancam penculik itu..
"beraninya kau menyentuh milikku Aku pastikan kau tak mendapatkan pemakaman yang layak". hawa sekitar gudang itu pun seketika merasa dingin. penculik itu pun merasakan aura yang sangat mengerikan, namun ia tak ingin melepaskan putri, jika ia melepaskan Putri maka nyawanya sendiri yang akan melayang di tangan Alex.
"oke aku akan menyerahkan wanita ini tapi kalian harus mundur".lalu Alex mengangkat tangannya agar semua anak buahnya tidak ada yang mendekat.
"Putri jangan takut ada Aku disini". kata Alex menenangkan Putri.
"mundur kalian jangan ada yang mendekat". penculik itu pun maju selangkah demi selangkah marah ke pintu keluar. saat penculik itu lemah, alex pun menendang pisau ke atas. seketika pria itu pun terjatuh.
selalu dia mengambil pistol yang sudah disembunyikan di celana dia.
lalu dia menembakkan pistol itu ke arah Putri.
"Dorrr......."
"Akkkkkkhhhhhh...... "
teriakan Putri. tapi bukan tubuhnya yang ter tembak melainkan Alex yang menjadi tameng untuk Putri. peluru menembus dadanya.
seketika Alex terjatuh...
"Bosss......."triak John...
saat penculik itu ingin lari. dengan sigap anak buah Alex menghajar tubuh lelaki itu.
Putri menangkap tubuh Alex yang terjatuh.
"alex bangun Alex... jangan buat aku khawatir..."Putri berusaha supaya Alex tidak pingsan. dia sangat khawatir pada Alex. Alex sudah mengeluarkan banyak darah
"tenang Putri aku tidak apa-apa jangan takut sekarang kau aman". ucap Alex dengan lemah.
"Brian cepat ke sini, tolong Alex".
dia berlari ke arah Alex.
"gawat pelurunya menembus dadanya kita harus ke rumah sakit untuk mengoparasi nya jangan sampai terlambat". ucap Brian dengan panik.
lalu Brian dan John membopong tubuh Alex dan membawanya ke rumah sakit.
sedangkan anak buahnya meringkus penjahat itu.
mobil melaju dengan kencang menuju ke rumah sakit. Alex terbaring di pangkuan Putri. Putri ketakutan dia pun menangis dia tak ingin karena dirinya nyawa seseorang melayang. apalagi orang ini yang membuat hatinya berdebar untuk pertama kali kepada seorang pria.
setelah sampai di rumah sakit Alex pun dimasukkan ke ruang operasi darurat.
lampu merah menyala tanda operasi dimulai.
"kurang ajar mereka berhasil ditangkap. bagaimana jika mereka membacakan rencana kita"Indri sangat marah..
"mah aku tidak mau masuk penjara aku tidak mau jatuh miskin"salsa pun ketakutan.
__ADS_1
lalu jaya menenangkan mereka.
"kenapa aku sudah menyuruh orang untuk membututi mereka dan akan melenyapkan suruhan kita yg gagal itu"kata jaya
"apa kau yakin dengan cara kita tidak akan ketahuan jaya"tanya Indri.
"tenang Aku sudah menyewa penembak jitu"
sedangkan di rumah sakit Putri menunggu dengan tak tenang.
lalu Irfan dan istrinya pun datang..
istri Ifan pun langsung memeluk Putri.
"putri sayanggg....kamu tidak apa apa kan"ngajak istri Irfan sambil mengusap wajah Putri.
"Aku tidak apa Tante tapi tapi.... Alex tertembak karena melindungiku Tante ini semua karena aku"kata Putri sama menyerahkan dirinya sendiri.
"putri ini bukan salahmu. jadi jangan menyalahkan diri mu sendiri, lebih baik sekarang kau ganti bajumu" kata Irfan...
"Caca temani Putri pulang sambil ganti baju baru kalian kemari lagi"...
"bolehkah aku menginap di sini saja aku ingin menemani Alex. Aku ingin merasa bersalah padanya".kata Putri.
"iya aku belum mandinya tapi kau minta baju dulu baru kau ke sini ya". karena Putri pun pulang bersama Caca.
ketika sampai di rumah Indri yang melihat putri pulang pun langsung menemuinya.
"Putri kamu tidak apa-apa ?siapa yang menculikmu apakah sudah ketahuan".
tanya Indri padahal dia takut kalau suruhannya itu memberitahu bahwa dia yang menyuruh menculik Putri.
"aku tidak papa tapi Alex terluka karena menolongku aku pulang hanya berganti pakaian dan langsung ke rumah sakit lagi"
"syukurlah jika mereka belum mengetahuinya"
ibu Alex telah dikabari Brian bahwa Alex masuk rumah sakit.
Mama Alex langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui anaknya.
"Brian bagaimana bisa Alex terkena tembakan hik hik hik"....
tangis Mama Alex pun pecah iya tak ingin kehilangan satu-satunya anak yang jadi alasannya untuk bertahan hidup setelah kematian suaminya.
"maaf Tante Alex melindungi teman kami saat akan tertembak". jawab Brian..
"siapa yang dilindunginya apakah dia baik-baik saja sekarang"tanya Mama Alex.
"namanya Putri tante sekarang dia sudah pulang berganti pakaian sebentar lagi dia akan ke sini".
"Putri???Alex menyelamatkan seorang wanita tapi kenapa? bukankah selama ini dia membenci wanita"tanya Mama Alex dengan bingung karena dia mengetahui bahwa semenjak anaknya itu dikhianati oleh kekasih yang paling dia cintai semenjak itu dia tidak pernah mendekati wanita lain.
tapi sekarang dia mendengar sendiri bahwa Allah wanita itu sampai nyawanya hampir melayang semua membuat dirinya heran
"apakah sekarang sudah mulai membuka hatimu lagi anakku, jika memang itu ya Mama akan berterima kasih kepada wanita itu"ucapnya dalam hati.
Putri dan salsa pun pergi menuju ke rumah sakit.
"bagaimana keadaan Alex Om"..
"Om juga belum tahu dokter itu belum keluar dari ruangan operasi".
__ADS_1
kalau mama Alex mendekati mereka.
"oh ya Om ingin mengenalkan mamanya Alex padamu Putri".
Mama Lesti mendekati Putri dia menata Putri dengan dalam sepertinya dia mengingat sesuatu.
"kenalkan nyonya ini keponakan saya Putri Sanjaya"ucap Irfan mengenalkan Putri.
"kakak nama saya Putri Sanjaya Tante"Putri mengenalkan dirinya sambil tersenyum.
"kenalin nama tante Mona .. kamu bisa panggil tante atau mama"jawab Mama Mona sambil tersenyum kepada Putri.
sedangkan Putri bingung kenapa Mona menyuruhnya memanggil dia mama padahal itu pertemuan pertama mereka.
"ah kamu pasti bingung ya kenapa Tante nyuruh kamu manggil Mama, sepertinya kamu orang spesial di hati anak saya sehingga anak saya mempertaruhkan nyawanya untuk melindungimu"jelas muna sambil mengelus lembut kepala Putri.
"maafkan Putri Tante karena Putri Alex jadi terluka". wajah putih sambil menundukkan kepalanya dia sangat merasa bersalah sekali.
"tidak sayang,jangan salahkan dirimu ini sudah takdir,dan ini pilihan Alex karena ingin melindungimu. sepertinya Alex jatuh cinta padamu karena biasanya dia tidak akan peduli pada wanita"
mendengar penuturan Mona Putri pun jadi malu.
"sepertinya tante pernah melihatmu tapi di mana ya tunggu siapa namamu tadi"manapun merasa janggal dengan nama Putri.
"nama saya Putri Sanjaya tante".
"oh Sanjaya kamu anaknya pantas saja wajahmu mirip sekali dengan istri Sanjaya ternyata kamu putrinya. di mana orang tuamu sayang"tanya mona.
"Mama dan papa sudah meninggal Tante"yo Putri sambil menundukkan kepalanya dengan sedih.
"maafkan tante sayang. tante tidak tahu jika orang tuamu sudah tiada, karena kami sudah lama tidak berjumpa. sekarang anggap saja Tante ini sebagai Mama kamu karena dulu kedua orang tuamu itu adalah sahabat baik kami"jelas Mona.
"terima kasih Tante"kata Putri.
"ETS tidak boleh panggil tante panggil Mama sekarang ya"lalu Putri pun memeluk Mona
tak lama kemudian lampu operasi berubah menjadi hijau dokter pun keluar dari ruangan itu.
"bagaimana keadaan Alex dok apa dia sudah tidak apa-apa"tanya mona
"kalian tak perlu kuatir sekarang tuan Alex sudah melewati masa kritisnya, Untung saja peluru itu meleset dari jantungnya,"ucap dokter itu menjelaskan.
"apakah kamu boleh menemuinya".tanya mona.
"boleh tapi jangan terlalu ramai ya agar kasihan bisa beristirahat"
"baik lah".
"ayo sayang kita berdua masuk"
Putri dan Mona pun masuk ke ruangan Alex.
lalu Mama Mona pun mendekati Alex dan menggenggam tangannya.
"sayang anak Mama, bangun sayang yang seperti ini kamu hanya punya kamu sekarang. kamu berjanji akan selalu menemani Mama kan"ujar muna sambil mengelus pipi anaknya.
Putri yang melihat kehangatan Mona merasa sedih. dia masih menyalahkan dirinya karena kejadian ini.
"Putri kemarilah".
lalu Putri pun mendekat. "mama bisa minta tolong kamu untuk menemani Alex di sini tidak? "tanya mona..
__ADS_1
"bisa Tan....eh mahh,, aku akan menemani alex disini"
Mona tersenyum mendengar kata-kata Putri.