Gadis Tangguh CEO

Gadis Tangguh CEO
episode 31:tekat putri


__ADS_3

setelah melihat bagaimana lincahnya Putri saat melawannya. membuat Raka menjadi penasaran terhadap Putri.


"nona Putri aku tak menyangka cara bertarung mu itu sangat hebat sekali.bahkan kau melebihi ku"puji Raka.


"tidak aku hanya amatiran tapi jika kau ingin berlatih kau boleh membawaku".


"benarkah! baiklah aku akan berlatih bersamamu".


Putri dan Raka memasuki rumah yang sederhana tanpa ada sebuah TV ataupun barang mewah lainnya.


"Dimana Bu Ajeng dan pak Ujang, kenapa tidak ada di dalam rumah?"


"bapak pergi melaut untuk mencari ikan dan sepertinya ibu pergi ke desa untuk menjual rempah-rempah sayur"terang Raka pada Putri.


"apakah pasar itu jauh dari rumah kalian". Putri penasaran dengan tempat yang dihuninya sekarang.


"tidak jauh, apa nona ingin ke sana,"tanya Raka pada Putri.


"ya Aku ingin ke sana apa kau bisa mengantarku?."


"tentu saja bisa, baiklah mari kita ke desa"


setelah itu pun mereka pergi menuju ke desa.


ternyata desa itu sangat ramai ada yang berjualan pakaian sayur-sayuran dan banyak hal lainnya.


Putri mengenakan baju Bu Ajeng yang besar dan panjang.


"ibu coba lihat kakak itu cantik, tapi sayang ada luka di wajahnya". ucap anak kecil itu dengan polosnya.


Putri yang mendengarnya pun tersenyum kecut.


"hai nak kau tidak boleh seperti itu !"tegur ibu itu kepada anaknya.


"maafkan anak ku nona, tolong jangan diambil hati".


"tidak apa Bu, kan dia juga masih kecil jadi tidak masalah untuk ku,aku juga tidak memasukkannya dalam hati".


setelah meminta maaf ibu itu pun berlalu pergi.


"kau jangan dengarkan perkataan mereka nona. kau itu sangat cantik, luka itu tidak akan menutupi kecantikanmu". ucap Raka pada Putri.


lalu datanglah 3 Nona menghampiri Raka.


"hai Raka sudah lama kita tidak bertemu. dan dirimu semakin tampan saja"ucap salah satu perempuan itu.


"terima kasih aku sibuk bekerja untuk membantu kedua orang tuaku". jawab Raka.


lalu ketiga orang itu pun melirik Putri. mereka menatap Putri dengan sinis.sedangkan putri yang ditatap dengan sinis merasa bodo amat.


"siapa gadis yang ada di sampingmu itu Raka. lihatlah luka yang ada di wajahnya itu, membuat pandanganku jadi tidak enak". ucap perempuan itu menyindir Putri.


Putri yang awalnya diam menjadi jengkel.


" jika wajahku mengganggu pandanganmu lebih baik kau pergi dari sini."


kata Putri dengan cuek sambil menahan emosinya.


"hei siapa dirimu berani mengusirku, jika kau marah dengan kata-kataku.lebih baik kau mengaca saja,lihatlah wajahmu yang buruk itu mengganggu pemandangan kami". ucap


perempuan itu lagi.


"iya wajahmu itu sangat buruk beda dengan kami yang cantik dan bening"ucap teman lili.

__ADS_1


" kalian tidak boleh berbicara seperti itu, kamu menyakiti hati Putri ,lili ".


ucap Raka dengan marah.


"Raka kenapa kamu membela gadis itu, benar kan kataku kalau gadis ini buruk rupa". ucap lili tak mau kalah.


Putri yang dari tadi menahan emosinya pun tak sadar jika dia mengeluarkan aura penindasan yang mengandung aura membunuh. karena Putri seorang jenderal pada dahulunya jadi orang membunuh itu sangat kental. orang membunuh itu hanya ditunjukkan untuk ketiga perempuan yang sudah dari tadi menghinanya.


seketika tubuh lili dan kedua temannya pun menegang nafas mereka seakan tercekik, lalu mereka jatuh ke tanah. mereka merasakan aura yang mencekam dan seakan-akan ada yang menekan pundak mereka agar mereka tunduk.


Raka pun sampai terbuat heran oleh ketiga wanita itu.


sedangkan Putri menyadari jika kemampuannya benar-benar ikut ke dimensi ini. lalu Putri pun tersenyum dengan kemenangan.


Putri datang menghampiri ketiga gadis itu. lalu dia menundukkan badannya sejajar dengan ketiga gadis itu.


"pandai menghina dan pandai berbicara kasar bukan berarti kalian terlihat sangar, jangan coba-coba memprovokasiku".


lalu Putri pun berdiri dan menarik tangan Raka untuk pergi meninggalkan mereka bertiga yang masih terduduk dengan lemasnya.


setelah Putri dan Raka meninggalkan ketiga gadis itu, akhirnya tekanan dan hawa membunuh menghilang dari tubuh mereka.


"sial kenapa perempuan itu terlihat sangat menakutkan tadi seakan-akan dengan tetapannya saja bisa menembus jantungku". ucap lili pada temannya.


"yah benar pundakku juga se akan ada yang menekan dan aku susah bernafas tadi.apa kalian juga merasakannya"


kedua perempuan lainnya pun menganggukan kepala mereka.


"apa dia bukan manusia kenapa sangat menakutkan sekali auranya"ucap salah satu teman lili.


"sepertinya kita tidak bisa menyinggung gadis itu lili".


"tidak aku tidak akan menyerah .dia berani-beraninya merebut perhatian raka dariku,akan ku hancurkan dia".


ucap lili dengan emosi.


"hai Bu, kami se dari tadi mencari ibu".


ucap Raka kepada ibunya.


"oh kalian ke pasar untuk mencari ibu. kebetulan dagangan ibu sudah habis baiklah ayo kita pulang sekarang"


lalu mereka pun pulang kembali ke rumahnya.


setelah sampai Putri mengutarakan keinginannya untuk pergi ke hutan yang tak jauh dari rumah Bu Ajeng.


"ibu maaf sebelumnya aku ingin meminta izin untuk pergi ke hutan besar yang tak jauh berada di pondok ibu ini"ucap Putri pada Bu Ajeng.


Bu Ajeng dan Raka yang mendengarkan uttaran keinginan Putri pun terkejut pasalnya Putri baru pulih.


"nak untuk apa kamu ke hutan itu. hutan itu sangat berbahaya, lagi pula kamu baru saja pulih".ucap Bu Ajeng.


"maafkan Putri bu. tapi aku ingin melatih kekuatan tubuhku agar fisikku tidak lemah lagi. dan aku akan mencoba menyembuhkan luka yang ada di tubuhku ini". ujar Putri kepada bu Ajeng.


"jika kamu ingin melatih tubuhmu. kamu bisa belajar pada Raka dia pandai beladiri"kata Bu Ajeng pada Putri.


" ibu salah jika mengatakan aku harus ngajari nona Putri.karena nona Putri lebih kuat dari diriku"sangkal Raka.


"apakah benar begitu? tapi hutan itu sangat berbahaya. biarkan Raka menemanimu".


kata ibu Ajeng.


"cukup Raka mengantarku di perbatasan hutan saja setelah itu aku akan melanjutkan perjalanan, Aku tidak akan lama Bu"

__ADS_1


Bu Ajeng pun tidak bisa menolak permintaan Putri. tapi Putri boleh diizinkan untuk besok saja berangkat menuju hutan itu.


setelah itu pun mereka beristirahat.


...****************...


pagi telah berlalu kini Putri sudah berdiri di depan teras rumah pak Ujang.


"nak apa kau yakin ingin pergi ke hutan"tanya pak Ujang kepada Putri.


"aku yakin pak,Aku tidak akan lama pergi ke hutan. karena aku juga harus membalaskan dendamku kepada orang-orang yang telah menyakitiku". ujar Putri meyakinkan pak Ujang dan Bu Ajeng.


"tapi di hutan itu banyak sekali binatang buas, aduh takut nona kenapa-kenapa".ucap bu ajeng mengkhawatirkan Putri.


"tenang Aku takkan apa-apa kali ini tidak akan ada yang bisa menyakitiku lagi ibu meski seekor singa sekalipun, aku berjanji".


"baiklah jika begitu, kakak jagalah Nona Putri sampai ke tempat tujuannya, hati-hati kau di jalan".


lalu Raka dan Putri pun pergi meninggalkan gubuk itu.


setengah jam perjalanan menuju hutan rimba.


"Nona Putri apakah kau yakin akan membalaskan dendam mu?". tanya Raka sambil menatap ke Putri.


"ya aku yakin,jika kejadian ini terjadi pada dirimu apakah kau tidak akan menuntut balas Raka?". tanya Putri.


"tentu saja aku akan membalas dendam, jika perlu sampai ke kuburan pun akan tetap kejar mereka". jawab Raka.


"maka dari itu aku harus berlatih dan menyiapkan diriku untuk membalaskan dendam pada mereka".


saat mereka asik berbincang ada bunyi yang mencurigakan dari balik semak.


Raka dan Putri berhenti memperhatikan semak itu.


"Nona berdirilah di belakangku sepertinya itu adalah hewan buas". ucap Raka sambil menarik Putri ke belakang tubuhnya.


Putri yang memperhatikan rangka pun hanya memalingkan mukanya.


"apa dia pikir aku selamah itu(⁠눈⁠‸⁠눈⁠)"ucap batin Putri.


lalu keluarlah harimau dari balik semak-semak.


"Ngaungggg....."auman harimau itu...


Raka yang terkejut pun memundurkan langkahnya.


"sudah kuduga perjalanan kita tidak akan semulus itu". ucap raka lalu dia menggenggam erat golok yang ada di tangannya.


harimau itu selangkah demi selangkah mendekati mereka berdua. harimau menatap tajam pada putri dan Raka. dia seakan menatap makan siang


"Nona Putri sekarang kau berlarilah jauh ke belakang,aku akan menghalau harimau ini dulu, lalu Aku akan menyusulmu". kata Raka sambil menetap ke arah Putri.


"hai Raka kau jangan meremehkanku biarkan aku saja yang menangani harimau ini".


lalu Putri pun berjalan ke depan Raka.


"kalian akan menjadi santapanku" ngaungggg.....


"hai harimau jelek jika kau berani memakanku maka akan kubuat tseluruh bulu yang ada di tubuhmu menghilang".


kata Putri dengan samtainya.


"wah rupanya gadis manusia ini tidak takut padaku.maka akan kusantap dia lebih dahulu sepertinya dagingnya sangat enak". ujar harimau itu.

__ADS_1


"apa katamu kau ingin menyantap ku".


lalu Putri pun mengeluarkan aura penindasannya kepada harimau itu.


__ADS_2