HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SATRIA PITER


__ADS_3

Satria Piter, dia adalah anak kedua dari keluarga Piter. Satria Piter memiliki perangai yang terkesan sombong, dingin. Satria ini terkenal laki-laki Playboy dan sering kali bergonta-ganti cewek. Namun soal keuletan dan kemandirian dalam mengelola perusahaan keluarga dan juga bisnisnya sendiri yang telah dibangunnya, bisa diandalkan. Satria termasuk deretan pengusaha muda yang sukses dan pantas diperhitungkan.


Satria membangun bisnisnya sendiri di bidang pertambangan. Selain itu, Satria mendapatkan beberapa persen dari kepemilikan perusahaan ayahnya, Keluarga Piter.


Satria tetaplah seorang anak muda yang lajang dengan usia 30 tahun selisih lima tahun dari abangnya Bramantyo. Satria masih mengikuti trend anak muda masa kini. Satria dikelilingi banyak kawan- kawan baik laki-laki maupun perempuan. Mungkin saja dalam hal royalitas, Satria memiliki itu. Dia suka memberi atau mentraktir teman- temannya yang mendatangi dirinya. Ini seperti terkesan, Satria ibarat gula yang dikerumuni oleh banyak semut yang berusaha mendekati nya. Teman-teman Satria mungkin saja ada yang benar-benar tulus dan setia menjalin pertemanan itu. Dan mungkin saja lantaran Satria memiliki segalanya dalam hal materi maupun kekuasaannya. Tidak heran banyak temannya yang suka meminta bantuan terhadap dirinya.


Soal pacar? Satra sangat mudah mendapatkan nya. Banyak cewek-cewek yang berusaha mendekati nya. Bahkan cewek-cewek itu datang kepada Satria dengan suka rela naik ke ranjangnya untuk menggoda dan supaya bisa menjadi pasangan nya kelak. Tidak ada yang spesial jika berhubungan dengan wanita-wanita cantik. Karena Satria dengan mudah bisa mendapatkan nya. Namun Satria belum bertemu dengan seorang wanita yang unik dan membuat dirinya bisa berdetak jantung nya. Lebih tepatnya jatuh cinta itu belum pernah Satria rasakan ketika berjumpa dengan wanita-wanita yang mendekati nya atau yang sudah menjadi pacarnya. Mereka hanya menjalin hubungan selayaknya kebebasan anak muda yang sudah dewasa dan melakukan nya suka sama suka.


Satria bersama rombongan nya sedang nongkrong di kafe. Mereka sedang menikmati kopi dan dessert di tempat itu. Tempat yang terlihat mewah dan pengunjung nya adalah orang-orang kalangan berduit. Mereka larut dalam obrolan dan canda anak muda. Tidak ada cewek dalam rombongan itu. Saat ini mereka kaum adam yang sedang menikmati pergaulan. Membicarakan hobi dan juga trend anak muda masa kini. Namun di tempat itu, ada beberapa pasang mata yang berjenis kelamin wanita memperhatikan rombongan Satria yang terlihat begitu Mentereng dan menarik perhatian kaum hawa. Diantara rombongan itu memang Satria lah yang terlihat bersinar dibanding dengan teman- temannya. Selain memiliki badan yang kekar dan kulit bersih, wajah yang seperti aktris dan memiliki harga jual yang tinggi, gadis- gadis akan terpesona dan seperti terkena magnet jika melihat ketampanan Satria. Apalagi jika tiba-tiba mata itu beradu pandang dengan wanita. Mungkin bisa terhipnotis dan seketika jatuh hati kepada Satria.


Di kafe itu ada Citra yang bekerja di kafe itu sebagai pelayan di tempat itu. Saat ini Citra bersama teman-teman yang lain di sana sedang memperhatikan pengunjung kafe ditempatnya. Mereka seperti mendapatkan vitamin ketika melihat pengunjung kafe itu tampan- tampan dan Berpenampilan sangat menarik. Teman-teman Citra saling berandai-andai jika memiliki kekasih seperti mereka. Citra yang mendengar nya menjadi ikut tertarik melihat ke arah pengunjung kafe itu. Dan ketika Citra mulai penasaran dengan apa yang menjadi bahan pembicaraan kawan- kawan nya menjadi ingin tahu, sosok pengumuman itu. Di saat bersamaan, Mata antara Citra dengan Satria saling bertemu. Seketika Citra menyembunyikan dirinya karena ketahuan sedang mencuri pandang dengan Satria itu.


"Topan! Tolong pesan kan kembali satu gelas es cappucino. Dan bilang kebagian kasir supaya suruh yang mengantarkan pelayan yang memakai kacamata dengan rambut dikepang dua." ucap Satria. Topan yang disuruh pun bergegas menjalankan perintah tuan mudanya.


" Baik, tuan muda!" sahut Topan.

__ADS_1


Topan ini usianya sebaya dengan Satria, namun Topan disini adalah menjadi asisten pribadinya Satria. Selain itu, tugas Topan adalah menjadi sopir pribadi Satria juga.


" Apakah ada masalah gadis itu dengan tuan muda? Apakah tuan muda Satria ingin mengerjai nya? Semoga saja tuan muda Satria tidak membuat ulah kembali kali ini. Kasihan jika, pelayan itu harus dikerjai tuan muda atau bahkan dipermalukan nya." pikir Topan sambil melihat ke arah pelayan yang dimaksudkan. Pelayan yang mengenakan kacamata dan juga rambut dikepang.


Topan kembali ke tempat duduk nya, tidak jauh dari rombongan Satria beserta teman-teman nya duduk. Tidak lama kemudian pelayan yang dimaksudkan membawa dan mengantarkan pesanan dari Satria. Sesaat semua nya diam ketika pelayan itu meletakkan minuman cappucino dingin permintaan Satria. Satria mulai tersenyum jahil. Ketika pelayan itu hendak pergi, Satria mulai berdiri dari kursinya.


" Hai kamu, tunggu!" ucap Satria. Pelayan itu seketika berhenti dan menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


" Iya, om! Apakah ada pesanan lagi?" tanya pelayan itu. Satria tersenyum menyeringai.


" Maaf, kak! Apa ingin pesan yang lainnya?" tanya pelayan itu kembali.


" Tidak ada! Jika pesan kamu malam ini untuk aku booking, Kira-kira bisa tidak?" goda Satria namun teman-teman nya yang lain masih bisa mendengarnya. Spontan saja semuanya menjadi tertawa. Pelayan itu hanya menunduk malu dan juga takut.


" Aku tahu, kamu tadi diam- diam memperhatikan aku." kata Satria pelan.

__ADS_1


" Maaf, maaf kak! Ti.. tidak! Saya tidak.... " sahut pelayan itu. Satria dan teman-teman yang lainnya ikut terkekeh karena melihat ekspresi pelayan itu yang polos dan ketakutan.


Satria mengambil es cappucino nya dan menawarkan ke pelayan itu.


" Ini minumlah! Itu buat kamu!" kata Satria sambil memberikan gelas yang berisi es cappucino itu. Pelayan itu terlihat bingung antara ingin menolak atau menerima nya.


"Ambillah!" kata Satria kembali. Kali ini Pelayan itu menerima nya. Namun sebelum gelas itu benar-benar berada di genggaman pelayan itu. Satria melepaskan nya hingga minuman es cappucino itu jatuh di lantai. Pelayan itu sangat terkejut dan mulai panik.


" Eh jatuh deh! Kenapa kamu tidak hati-hati sih?" kata Satria. Pelayan itu bergegas membersihkan tempat itu. Di kejauhan Topan melihat nya dengan tatapan kasihan dengan pelayan itu.


" Siapa nama kamu?" tanya Topan ketika pelayan itu hendak mencari alat pembersih.


" Saya? Saya Citra kak!" sahut Pelayan itu. Benar! Pelayan wanita itu adalah Citra yang saat ini berusia 19 tahun dan baru lulus dari sekolah menengah atas satu tahun ini. Citra sudah bekerja di kafe itu sudah satu tahun ini. Citra belum bisa membiayai dirinya untuk melanjutkan kuliah sehingga Citra memilih bekerja dan mencari penghasilan. Ditambah dia harus membiayai adiknya yang masih sekolah. Kehidupan yang keras bagi Citra.


" Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Sehingga tuan mudaku tersinggung dengan kamu?" tanya Topan. Citra mulai bingung dan berusaha mengingat apa yang telah ia lakukan sehingga menyinggung pengunjung kafe itu. Lebih tepatnya pria itu.

__ADS_1


Citra masih menggeleng tidak tahu kesalahan apa yang telah ia lakukan sehingga laki-laki itu seperti ingin mengerjai nya.


__ADS_2