HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SATRIA PITER 4


__ADS_3

Dwita duduk lesu di depan tempat praktek terapinya. Dwita hari ini diberhentikan tanpa sebab dan alasan yang jelas oleh pimpinan dan pemilik terapi di kerjaannya. Yang pasti setelah pelanggan nya meminta hal yang lebih dari massage dan terapi pijatan nya dan Dwita menolaknya, dia diberhentikan oleh pimpinannya untuk bekerja di massage dan terapi itu.


" Pasti ini ada hubungannya dengan tuan muda Satria yang tidak Terima jika aku menolak untuk melayani nya." pikir Dwita.


Dwita yang belum memiliki tanggungjawab atau beban dalam kebutuhan nya tidak begitu mempermasalahkan jika dirinya dipecat ditempat nya bekerja. Toh, Dwita akan mencari pekerjaan yang baru dan yang terpenting pekerjaan itu halal.


" Apakah aku harus menemui laki-laki itu dan meminta perhitungan dengannya karena telah membuat aku diberhentikan di tempat kerjaku?" pikir Dwita.


" Tapi laki-laki itu sungguh liar dan tidak memiliki aturan. Wanita seolah seperti pemuas ranjang saja. Harga diri wanita seperti telah diinjak-injak nya. Apakah dia tidak mempunyai seorang ibu? Apakah ibunya tidak seorang wanita? Apakah dia dilahirkan oleh ayahnya saja? Pria yang hanya mengandalkan kekuatan dan kekuasaan. Mentang- mentang memiliki segalanya bisa berbuat semena- mena pada orang." kata Dwita dengan amarah yang tertahan.


*******


Satria menyuruh Milar untuk datang ke rumahnya. Milar yang mendapatkan panggilan secara pribadi oleh Satria sudah sangat paham. Panggilan itu pasti menyangkut soal partner di ranjang milik Satria.


Milar adalah wanita dekat Satria yang terjun di dunia modeling. Milar menganggap Satria adalah kekasihnya. Kenakalan dan kebebasan dari kelakuan Satria tidak diketahui oleh Millar karena Milar sendiri sudah sangat disibukkan oleh dunianya sebagai model dan juga membintangi beberapa sinetron maupun film.


Ketukan pintu kamar utama Satria nyaring terdengar. Satria berteriak menyuarakan dan menyuruh masuk seseorang yang telah mengetuk pintu kamarnya. Milar tiba dengan anggunnya. Penampilan nya yang seksi sudah terlihat menantang dan sengaja untuk membuat godaan bagi Satria. Satria tersenyum merekah melihat Milar yang kini sudah mendekati dirinya.


" Ada apa kamu menyuruhku datang kemari, Satria sayang?" tanya Milar dengan suara yang manja.

__ADS_1


" Kenapa kamu bertanya kepada ku seperti itu? Sudah lima hari kamu tidak menemui aku. Apakah kamu tidak rindu aku, hah?" ucap Satria dengan nada ketus. Milar terkekeh.


" Tentu saja aku kangen sayang! Namun jadwal aku saat ini memang sangat padat. Kamu pasti tahu itu kan sayang? Aku yang model dan seorang artis sekarang ini. Jam terbang aku sangat padat." kata Milar beralasan.


" Apakah termasuk menemani tidur sutradara maupun produser kamu, hah?" sahut Satria. Milar tertawa terbahak.


" Sayang! Kamu bicara apa sih? Kamu sudah pasti tahu dengan jelas jika aku hanya melakukan itu dengan kamu saja. Tidak ada orang lain yang menyentuh tubuhku. Kamu harus percaya itu, sayang! Aku hanya wanita mu dan akan tetap menjadi kekasih kamu." kata Milar sambil mengusap dada Satria yang sedikit memiliki bulu tipis di sana. Milar mulai berjongkok dan mencium nya. Satria mendengus lalu mulai meresapi segala kenakalan Milar terhadap dirinya.


" Apakah kamu sedang ingin sayang? Sehingga kamu terlihat uring-uringan?" goda Milar yang kini menurunkan celana yang dipakai Satria. Satria kini memberikan ruang bebas kepada Milar untuk berekspresi dengan gaya nakalnya. Milar mulai memainkan daerah sana. Satria benar- benar menikmati sensasi liar itu. Milar memang paling paham apa yang diinginkan oleh Satria. Hanya itulah kelemahan dari Satria yang mudah tunduk jika diperlakukan lembut dan mesum oleh wanita nya.


Milar mendorong dada Satria pelan hingga mode pasrah dimainkan oleh Milar. Satria saat ini hanya diam dan pasif menerima semua tindakan nakal dan liar dari Milar.


" Kamu memang sangat pandai jika berurusan di atas peraduan, Milar." ucap Satria dengan suara yang kini mulai bergetar dan parau menahan segala sesuatu yang mulai membuncah. Milar tersenyum sesaat dan menatap manik mata Satria lalu kembali bereaksi melakukan sesuatu yang lebih.


Kini posisi sudah berubah, Satria mulai mengendalikan permainan. Milar menikmati segala permainan panas di atas peraduan kamar mewah milik laki-laki yang dianggap nya sebagai kekasihnya itu. Entah dengan Satria yang menganggap semua wanita sama saja. Satria belum mengetahui apa itu perasaan mencintai dan dicintai. Satria hanya butuh semua kebutuhan pribadinya terpenuhi.


Satria mulai melakukan pekerjaan yang nikmat itu dengan kasar dan liar. Milar sangat paham jika Satria sudah seperti itu, Satria sedang banyak masalah yang menumpuk dipikirannya. Mungkin masalah bisnis nya atau perusahaan nya. Atau mungkin saja dirinya sedang marah dengan seseorang dan diluapkan dengan permainan nya yang kasar.


" Satria sayang! Kamu menyakiti aku." kata Milar dengan menggigit bibir bawahnya karena merasakan sakit namun juga nikmat. Tubuh nya seperti boneka saja, diperlakukan oleh Satria. Milar sampai menahan segala sakit itu karena goncangan yang cepat dan kuat di daerah pribadi nya. Dengan kasar tangan kekar Satria sesekali menampar pipi dan juga bagian yang lain. Milar meringis pedih. Milar sampai meneteskan air mata karena seperti dianggap seorang binatang saja.

__ADS_1


" Eh, maaf Milar sayang! Kamu menangis?" ucap Satria setelah dirinya ambruk di atas tubuh Milar setelah pelepasan itu.


" Kamu benar-benar menyakiti aku, sayang! Aku seperti bukan manusia." protes Milar.


" Maaf, aku khilaf sayang! Lain kali aku akan mengendalikan emosi aku." kata Satria sambil mengecup kening Milar dengan lembut.


" Apakah kamu sedang ada masalah?" tanya milar.


" Benar! Ada penyusup yang masuk di perusahaan. Namun orang itu sudah ditangkap oleh anak buah aku. Namun setelah ini aku sendiri yang akan mengeksekusi nya. Aku ingin melihat wajahnya dan siapa yang telah menyuruhnya." kata Satria.


" Lain kali jangan meluapkan emosi kamu kepada aku. Aku tersakiti oleh kamu, sayang." sahut Milar.


" Baik! Maafkan aku. Kedua orang tuaku mendesak aku. supaya secepatnya mendapatkan calon istri. Mereka memberikan jangka waktu. Ini membuat aku juga menjadi terpikirkan." jelas Satria.


" Aku sudah sangat nyaman dengan hubungan seperti ini dengan kamu, Milar. Lagi pula kamu pun sedang di atas puncak karier kamu sebagai model dan aktris. Mana mungkin aku menghambat karir kamu, kan dengan mengajak kamu menikah." kata Satria.


" Tapi kita bisa bertunangan, sayang!" sahut Milar. Satria mengerutkan keningnya. Satria diam dan masih ragu.


" Dan hati kecilku masih ragu jika aku harus menikah dengan kamu kelak kemudian hari. Sedangkan aku belum memahami perasaan aku ini." batin Satria.

__ADS_1


*******


Citra akhirnya tahu apa tugas dan pekerjaan yang akan dijalaninya di rumah Tuan Muda Satria. Citra bertugas menemani nenek Satria yang dari dulu lebih suka jika tinggal bersama Satria, cucunya yang ke dua setelah Bramantyo.


__ADS_2