HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SUDRA PITER 5


__ADS_3

Di hadapan Sudra kini ada Sonia yang sudah terlihat lebih segar dan rapi. Rambutnya terlihat masih basah. Sonia membiarkan rambutnya tidak dikeringkan. Hal itu membuat pikiran Sudra semakin berburuk sangka dengan kondisi rambut Sonia yang sengaja basah.


" Mandi basah yah?" ucap Sudra sengaja menyindir. Sonia tersenyum saja menanggapinya.


" Apakah ada mandi yang tidak basah, tuan muda?" tanya Sonia. Sudra membulat matanya.


" Ada! Mandi abu." sahut Sudra asal. Sonia terkejut mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya itu.


" Apakah kamu sering melakukan kegiatan sendiri seperti itu?" tanya Sudra masih menimbulkan teka- teki bagi Sonia.


" Maksudnya?" tanya Sonia.


" Apakah kamu sering melihat film porno?" tanya Sudra tanpa sungkan. Sonia seketika terkejut dan tersedak susu yang telah diminum nya. Betapa itu membuat Sudra menjadi marah karena semburan susu nya itu mengenai wajahnya.


" Kamu!" teriak Sudra marah. Sonia mendekati Sudra dan ingin membersihkan dengan tisu di dekatnya.

__ADS_1


" Maaf, tuan muda! Saya sangat terkenal dengan pertanyaan tuan muda." kata Sonia seraya mengusap wajah tampan Sudra.


" Sudah cukup! Aku bisa sendiri." kata Sudra.


Sonia menunduk malu. Apakah pertanyaan Sudra itu harus ia jawab atau tidak.


" Apakah tuan muda, tadi mengintip saya? Kenapa tuan muda menjadi tahu kalau saya melihat film seperti itu?" tuduh Sonia. Sudra seketika gelagapan.


" Eh, itu itu karena aku sengaja melihat nya dan aku lewat kamar kamu dan pintu kamarmu terbuka." jawab Sudra cepat.


" Sebenarnya saya lagi belajar bagaimana cara bermain dengan pasangan di atas ranjang. Jika sewaktu-waktu tuan muda menginginkan hal itu, saya bisa melakukannya dan tidak kaku. Hem, apakah tuan muda tidak menginginkan itu?" ucap Sonia. Sudra semakin mual mendengar apa yang diucapkan oleh Sonia. Sudra diam seribu bahasa.


"Tuan muda, sebenarnya semalam aku menunggu tuan muda untuk melakukan sesuatu yang bagi saya itu adalah perdana. Namun saya menunggu tuan. muda tidak juga masuk ke kamar saya. Apakah tuan muda berpengalaman dalam urusan seperti ini? Aku juga ingin belajar semua itu dari tuan muda." kata Sonia. Sudra seketika memijat kepalanya yang tiba-tiba menjadi pusing.


" Aku tidak ada waktu dan aku saat ini sedang sibuk." kata Sudra beralasan. Sudra dengan cepat meninggalkan Sonia yang masih menikmati sarapannya.

__ADS_1


Sudra segera masuk ke dalam kamar. Pilihan nya tidak berangkat ke kantor adalah salah. Di rumah, Sudra semakin dibuat pusing dengan sikap dan ucapan absurd Sonia.


" Aku? Kenapa jantung ku tiba-tiba berdetak kencang? Ini sangat aneh. Pasti ada masalah dengan jantung aku."pikir Sudra. Sudra segera menghubungi dokter keluarganya. Sudra sangat khawatir jika dirinya memiliki gejala sakit jantung. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.


Sudra menghempaskan tubuhnya di atas peraduan sambil menanti datangnya dokter keluarga nya itu. Dan setengah jam akhirnya dokter itu tiba dan memeriksa keadaan Sudra. Dokter itu tersenyum. Sebenarnya lebih tepat menahan tawanya. Tidak ada yang mengkhawatirkan dari keadaan Sudra. Namun Sudra seolah benar-benar ketakutan karena jantung nya tiba-tiba berdetak dengan hebatnya.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada saya, dokter?" tanya Sudra. Dokter itu tersenyum.


" Tidak ada yang mengkhawatirkan, tuan muda! Lebih baik tuan muda tidak perlu menahannya. Jika tuan muda menginginkan kegiatan di atas ranjang dengan wanita itu, lakukan saja. Lagi pula, bukankah wanita yang di bawah itu adalah istri tuan muda?" kata Dokter itu. Sudra mengernyitkan dahinya.


"A.. ap.. apa? Aku aku tidak." sahut Sudra berusaha menepis nya.


" Ini normal tuan muda! Bukankah tuan muda sudah berumur 27 tahun. Ini sudah lebih dari dewasa."kata Dokter itu sambil terkekeh.


" Atau harus saya ajari bagaimana caranya melakukan hubungan seperti itu?" kata Sudra lagi.

__ADS_1


"Eh? Tidak tidak aku bisa sendiri." sahut Sudra memerah wajahnya.


__ADS_2