HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
RAJA PITER 4


__ADS_3

Hari ini Lavina tidak ingin mengulangi kejadian yang memalukan itu di hadapan bosnya. Laki-laki yang sudah membuat hatinya berharap karena rasa sukanya. Semua berawal karena Lavina mengagumi sosok Raja. Selain tampan, mapan, mandiri, sukses dan pintar mengelola perusahaan, Raja tidak suka menanggapi wanita- wanita yang berusaha menggodanya. Raja tetap bersikeras dengan perasaan cinta nya yang sudah terpahat dihatinya itu. Namun dari itu lah, Lavina juga merasakan kecemburuan itu. Cemburu lantaran Raja diam- diam memikirkan wanita itu.


Di depan cermin kamarnya, Lavina mulai merapikan dandanannya. Lavina kali ini kembali mengenakan celana jeans nya dengan dipadukan kemeja wanita yang berlengan panjang. Sepatu nya pun seperti biasanya Lavina pakai. Rambutnya yang panjang, Lavina biarkan terurai. Make up nya pun tidak terlalu tebal. Lavina ingin tampil seperti biasanya.


Setelah sudah siap, Lavina keluar dari rumah kontrakannya dan mulai masuk ke dalam mobilnya. Lebih tepatnya mobil bosnya yang selalu Lavina bawa pulang. Ini tentu saja atas perintah Raja. Di rumah Raja ada tiga mobilnya.


" Eh sudah jam tujuh, aku harus segera menjemput pak bos." gumam Lavina. Namun sebelum Lavina menghidupkan mesin mobilnya ponselnya berdering dan ternyata itu adalah panggilan masuk dari Raja.


" Lavina, aku langsung ke kantor bawa mobil sendiri. Kamu tidak perlu menjemput aku. Kamu langsung saja ke kantor yah, Vin! Oh iya, jangan lupa hari ini suruh Alexa menemui aku di ruang ketua yayasan." ucap Raja. Setelah Lavina menjawab perintah bosnya itu, panggilan masuk itu terputus.


" Alexa! Semoga saja aku bisa melihat wajah dan penampakan Alexa hari ini. Pak Raja pasti sangat senang jika hari ini bisa bertemu dengan bu Alexa." ucap Lavina bermonolog sendiri.


@@@@@@@


Di ruangan kerja Raja. Lavina mengetuk pintu ruangan itu. kali ini Lavina datang bersama Alexa. Alexa sudah hadir di sekolah dan sudah mengisi pelajaran di kelas.


"Masuklah!" kata Raja. Lavina masuk bersama Alexa.


" Pak Raja, ini bu Alexa sudah tiba." kata Lavina. Raja seketika berdetak jantung nya dengan cepat. Raja menengok ke arah dimana Lavina dan Alexa masih berdiri.


" Oh, iya silahkan duduk bu Alexa! Oh iya Lavina, tolong sediakan minuman dan makanan ringan ke mari." perintah Raja. Lavina menunduk hormat.

__ADS_1


" Baik Pak Raja!" sahut Lavina seraya keluar dari ruangan itu.


" Silakan duduk, bu Alexa!" suruh Raja. Raja ikut duduk di kursi nya.


" Terimakasih pak!" sahut Alexa.


" Maaf, sedikit menyita waktu anda bu Alexa!" ucap Raja.


" Tidak apa- apa pak! Anak-anak sudah saya beri tugas." sahut Alexa.


" Sebenarnya tidak ada yang penting saya memanggil bu Alexa. Ini hanya rasa penasaran saja dengan bu Alexa. Maksudnya, bu Alexa di yayasan ini apakah teman saya waktu di kampus dulu." ucap Raja. Sesaat Alexa menatap Raja dan berusaha mengingat siapa laki-laki yang kini menjadi pimpinan yayasan di tempat nya mengajar.


" Apakah sudah mengingat nya?" tanya Raja seraya tersenyum. Alexa akhirnya ikut tersenyum.


" Betul! Panggil aku Raja saja Alexa! Jangan sungkan." kata Raja akhirnya seraya mengulurkan tangannya lagi ke Alexa. Alexa tersenyum menyambut hangat uluran tangan milik Raja. Keduanya saling tersenyum dan akhirnya keakraban tercipta diantara mereka.


Lavina masuk ke ruangan itu setelah mengetuk pintu ruangan kerja Pak Raja. Lavina membawa beberapa minuman kemasan dan beberapa camilan ringan. Lavina melihat antara Alexa dengan Raja seperti akrab dan tidak ada panggilan pak dan bu seperti awal mereka bertemu tadi. Mereka benar-benar seperti sudah tidak canggung dan terlihat sangat akrab bercerita. Betapa Lavina melihat pemandangan itu seketika menjadi sesak dadanya. Mungkin saja kecemburuan hadir dalam diri Lavina. Namun Lavina berusaha menyembunyikan hal itu. Lavina segera ke luar dari ruangan itu dan memberikan kesempatan antara bos nya dengan Alexa bertemu dan melepas kerinduan dengan saling bercerita.


" Aku seperti tidak dianggap nya. Sakit sekali dada aku." gumam Lavina seraya membasuh wajahnya. Lavina kini berada di toilet wanita. Lavina ingin menangis namun air matanya tidak mau jatuh dari kedua matanya. Hatinya sesak dan sakit merasakan itu. Namun dirinya menangis pun belum mampu.


" Pak Raja, apakah aku harus merasakan rasa sakit ini? Apakah ini resiko mencintai seseorang yang tidak mencintai kita? Ini seperti ditusuk jarum sampai beribu-ribu lalu ditaburi garam di atas luka itu. Sakit pak Raja! Ini benar-benar sakit pak Raja."

__ADS_1


@@@@@@@


" Kamu dari mana Lavina?" tanya Raja setelah dirinya memanggilnya. Alexa sudah kembali mengajar. Di ruangan itu hanya Raja dengan Lavina.


" Saya dari tidur pak! Eh, maaf pak, saya ketiduran karena semalam lihat drama Korea sampai pagi." ucap Lavina beralasan. Raja mengerut kan dahinya lalu mendekati Lavina. Raja merapikan rambut yang menutupi pipi Lavina. Lavina sontak sangat terkejut dengan perlakuan manis dari bos nya itu.


" Lain kali jangan suka begadang, Lavina! Jaga kesehatan kamu juga! Oke?" ucap Raja. Lavina menahan nafasnya, takut jika Raja mendengar degup jantung nya yang berirama dengan keras. Pak Raja sangat dekat dengan wajahnya ketika menyelipkan rambutnya di telinga nya.


" Mata kamu sembab, apakah kamu habis menangis?" tuduh Raja seraya mengamati.


" Ti.. tidak pak Raja! Bukankah tadi saya sudah menjelaskan kalau saya begadang sampai pagi. Jadi saya mengantuk dan lelah mata saya." ucap Lavina. Raja manggut-manggut saja tidak ingin berdebat.


" Oke, oke! Hem begini Lavina! Aku telah mengangkat Alexa sebagai wakil aku di yayasan ini. Jadi untuk selanjutnya ketika ada kegiatan di luar, aku akan pergi didampingi oleh Alexa. Hal ini sampai kan ke bagian tata usaha untuk menambahkan nama Alexa sebagai wakil aku sebagai ketua yayasan ini." ucap Raja. Lavina terdiam, sesaat Lavina menahan nafasnya. Lavina takut jika ketahuan terkejut dan sedih atas apa yang Lavina dengar barusan. Ini seperti menggeser posisinya sebagai asisten pribadinya. Walaupun istilahnya adalah wakil ketua.


" Lavina!" panggil Raja membuyarkan lamunan nya.


" Eh iya pak! Saya akan menyampaikan ke tata usaha bahwa bu Alexa akan menjadi wakil dari yayasan ini." ucap Lavina lalu bergegas pergi dari ruangan kerja Raja tanpa berpamitan terlebih dahulu. Hal itu membuat Raja melongo tidak memahami sikap Lavina yang tiba-tiba seperti tidak hormat kepada nya.


" Ada apa dengan Lavina?" pikir Raja. Raja menyandarkan pundaknya di kursi nya. Hatinya saat ini berbunga- bunga telah berjumpa dengan Alexa.


" Kamu tidak berubah Alexa! Senyuman kamu, sikap kamu, gaya bicara kamu. Semuanya membuat aku terpesona dan tergila-gila." ucap Raja seraya mengingat wajah Alexa yang masih menari- nari di pelupuk matanya.

__ADS_1


@@@@@@@


" Aku disingkirkan! Kamu sangat jahat sekali pak Raja! Sakit sekali hatiku, pak! Apakah kalian ingin membuat aku mati dengan perlahan-lahan? Ini sangat sakit pak Raja!" ucap Lavina. Kini air matanya deras mengalir tanpa bisa dibendung lagi. Mungkin saja, sebentar lagi yayasan itu akan banjir oleh air mata Lavina lantaran sakit yang tidak berdarah itu.


__ADS_2