
Setelah kejadian itu, Citra diberhentikan di kafe itu tanpa alasan yang jelas. Citra kini benar- benar menjadi pengangguran dan tidak punya pekerjaan. Padahal Citra harus membiayai adiknya yang masih sekolah dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas, serta sebentar lagi mengikuti ujian akhir. Citra dalam kebingungan. Dirinya harus secepatnya mendapatkan pekerjaan itu, supaya bisa mencukupi kebutuhannya sehari- hari bersama adiknya.
" Aku harus semangat mencari pekerjaan." gumam Citra yang tidak lagi memikirkan kenapa dirinya bisa diberhentikan di tempat kerja nya setelah kejadian dengan laki-laki yang memiliki paras yang tampan namun seenaknya sendiri berbuat, apalagi merasa ada orang yang telah menyinggung nya.
" Kakak, tidak bekerja hari ini?" tanya adik Citra yang bernama Yeyen.
" Kakak sudah tidak bekerja di kafe itu, Yen! Kakak diberhentikan kerja di kafe itu, dan pemilik kafe itu hanya memberikan separuh gaji sebulan kemarin." cerita Citra.
" Apakah kakak melaksanakan kesalahan ketika bekerja di sana?" tanya Yeyen.
" Mungkin ini karena kakak telah menyinggung seseorang yang memiliki kekuasaan. Sehingga orang itu mendatangi pimpinan kafe supaya memecat ku." jelas Citra. Yeyen mengerutkan dahinya.
" Ya ampun! Sebenarnya apa yang kakak lakukan, sehingga seseorang itu merasa tersinggung dengan kakak." tanya Yeyen.
" Tidak ada! Kakak hanya melihat nya saja. Kerena semua teman-teman kakak saat itu sedang membicarakan orang itu yang katanya memiliki ketampanan dan juga keren. Kakak menjadi penasaran dan ingin melihat nya. Namun ketika kakak melihat nya, kakak kepergok mencuri pandang dengan nya." kata Citra. Yeyen seketika terbahak-bahak mendengarkan cerita kakaknya.
" Kamu kenapa mentertawakan kakak? Tidak adakah kamu prihatin dengan yang kakak alami?" kata Citra sambil cemberut.
" Apakah kakak terpesona dengan laki-laki itu? Sungguh aku jadi penasaran, laki-laki seperti apa yang membuat kakak menjadi terpesona dan gara- gara melihat wajahnya saja, kakak menjadi kehilangan pekerjaan kakak. Ini sangat lucu dan menggelikan." kata Yeyen. Citra kini memikirkan tentang kejahilan laki-laki itu terhadap dirinya.
" Sudahlah! Jangan menggoda kakak, dik! Kakak harus memikirkan untuk mencari pekerjaan baru lagi. Kamu harus melanjutkan pendidikan kamu ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan seperti kakak yang hanya lulusan sekolah menengah atas saja." kata Citra.
" Tidak kak! Aku akan bekerja seperti kakak setelah lulus tahun ini. Setelah kita mengumpulkan banyak uang, kita bisa melanjutkan pendidikan kita kembali kak." kata Yeyen yang hanya selisih usianya dengan Citra satu tahun saja.
" Ya sudahlah! Kamu istirahat dan tidurlah! Besok kamu harus pergi ke sekolah, bukan? Dan kakak akan mencari pekerjaan juga." ucap Citra.
__ADS_1
" Baiklah! Selamat bobok, kak Citra!" ucap Yeyen.
" Selamat bobok juga, Yeyen!" sahut Citra. Keduanya mulai memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
*******
Di rumah Satria Piter. Satria Piter saat ini sedang berenang di dalam rumahnya. Di kolam renang itu, Satria Piter berenang bolak-balik dari ujung ke ujung sampai beberapa kali. Topan yang melihat tuan mudanya berenang di kolam itu mulai jengah. Pasalnya beberapa kali, tuan muda nya bolak-balik dari ke ujung ke ujung namun tidak mengenal rasa lelah sedikit pun. Sampai akhirnya, tuan mudanya itu menghentikan kegiatan nya itu lalu duduk di kursi yang letaknya dipinggir kolam itu.
Satria memanggil Topan. Topan bergegas mendekati tuan mudanya itu dengan sigap.
" Iya, tuan Satria?" tanya Topan sopan.
" Apa sudah kamu selidiki siapa gadis yang bernama Citra itu? Apakah benar-benar dia sudah dipecat di kafe itu?" tanya Satria dengan senyum sinis nya sambil meminum juz jeruk yang sudah disiapkan oleh Topan di atas meja di samping kursi santai itu.
" Apakah dia sudah mendapatkan pekerjaan tadi pagi?" tanya Satria Piter yang kini mulai ada penyesalan karena telah membuat seseorang kehilangan pekerjaannya. Bahkan seseorang itu secara ekonomi sangat membutuhkan pekerjaan itu.
" Tadi pagi, gadis itu mulai bekerja di rumah makan sebagai pencuci piring, tuan muda." kata Topan menjelaskan.
" Pencuci piring? Berapa gaji dengan pekerjaan itu?" tanya Satria Piter kepada Topan, si asisten pribadinya itu.
" Pekerjaan mencuci piring itu sifatnya harian, tuan muda. Sahari itu bisa mendapatkan imbalan 20 rb dan mungkin kalau sedang banyak pengunjung restoran iti bisa 30 rb sehari." jelas Topan. Satria Piter mulai memikirkan uang sekecil itu bagi dirinya. Bahkan untuk biaya parkir saja masih kurang.
Topan mulai memperhatikan tuan mudanya itu. Satria Piter seperti sedang memikirkan nasib gadis itu.
" Topan! Arahkan gadis itu supaya bisa bekerja disini." ucap Satria. Topan mulai memikirkan gadis itu jika bekerja di rumah tuan mudanya itu, mau bekerja di bagian apa. Padahal asisten rumah tangga di rumah itu sudah banyak.
__ADS_1
" Gadis kecil itu jika bekerja disini dengan pembagian tugasnya apa, tuan muda?" tanya Topan.
" Itu urusan aku! Aku nanti yang akan mengaturnya. Mungkin saja, aku akan mempekerjakan gadis kecil itu mengelap daun- daun tanaman di pot itu." kata Satria sambil tersenyum jahil. Topan menahan tawanya.
" Baiklah, tuan Satria!" sahut Topan.
" Usahakan besok kamu sudah bisa membujuk gadis itu bekerja di rumah ini. Katakan kepada nya 10 juta gaji dalam sebulan." ucap Satria.
" Baik, tuan muda!" kata Topan sopan.
" Semoga saja, tuan Satria tidak melakukan semua ini karena gadis itu adalah yatim-piatu dan kasihan dengan kehidupan kerasnya." pikir Topan.
*******
"Apa 10 juta? Benarkah?" ucap Citra ketika pagi hari nya Topan sudah menjumpai Citra sebelum gadis kecil itu menjalankan pekerjaan nya mencuci semua piring- piring di restoran itu yang sudah menumpuk karena semalam banyak pengunjung restoran itu makan di sana.
" Iya, bahkan pekerjaan kamu tidak akan menguras keringat dan tidak berat." sahut Topan.
" Siapa yang bakal berani menolak dengan penawaran gaji sebesar itu, om? Aku akan mengambilnya!" ucap Citra dengan penuh kegembiraan.
" Kalau kamu tertarik, ayo ikutlah dengan aku sekarang!" ajak Topan.
" Tapi aku harus bilang dulu ke pemilik restoran itu, kalau aku akan berhenti dari pekerjaan aku." ucap Citra. Topan tersenyum lega karena dirinya sidah berhasil menggiring gadis kecil itu bekerja di rumah mewah tuan mudanya. Tuan mudanya pasti akan senang jika gadis itu bisa bekerja di sana.
" Oke, aku tunggu!" kata Topan. Citra bergegas masuk ke restoran itu dan menjumpai pemilik restoran itu.
__ADS_1