HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SUDRA PITER 4


__ADS_3

" Iya mami, itu foto aku dengan istri aku. Kami sudah menikah." ucap Sudra.


....


....


" Iya, mami malam minggu aku akan mengajak Sonia ke rumah mami." kata Sudra seraya menutup panggilan masuknya.


Benar! Sudra Piter telah mengirimkan bukti- bukti kalau dirinya telah menikah dengan seorang wanita. Dan wanita itu bernama Sonia. Beberapa foto ketika ijab qabul dengan Sonia dan juga buku nikah dari kantor Urusan agama. Tentu saja, kabar yang mengejutkan itu membuat orang tuanya tidak percaya. Apalagi keempat saudara laki-laki nya yang lain. Kenapa Sudra harus menyembunyikan semua pernikahan nya itu dan tidak ada pesta. Ini membuat keempat saudara nya yang lain masih belum meyakini kalau Sudra benar-benar menikah dengan wanita itu. Pasalnya selama ini Sudra tidak menunjukkan rasa sukanya terhadap seorang wanita. Seolah melihat wanita saja Sudra seperti melihat monster. Tidak mau berurusan dengan wanita. Katanya Sudra, kalau berurusan dengan seorang wanita urusan akan menjadi ribet dan berbelit- belit.


Pagi ini Sudra masih enggan bangkit dari tempat tidur nya. Rasa malas mulai menyelinap dalam benaknya. Padahal hari ini Sudra harus menemui kliennya. Hari ini hari kamis, di mana hari ini seharusnya Sudra segera ke kantor dan menyelesaikan segala urusan kantor. Beberapa kali asistennya menghubungi Sudra namun Sudra tidak mau menanggapinya. Pada akhirnya Sudra memutuskan supaya asistennya lah yang harus meng-handle segala nya baik pertemuan nya dengan beberapa klien dan memimpin sebuah rapat.


Tentu saja Wirya menjadi ngedumel dengan tingkah bos nya yang tiba-tiba menjadi sangat malas untuk pergi ke kantor. Namun karena Wirya ingat jika tuan mudanya itu baru saja menikah, menjadi memaklumi semuanya. Pikir Wirya, Bos nya itu sangat lelah setelah melakukan pertempuran yang panas bersama pasangan atau istri barunya.


@@@@@@@

__ADS_1


Sudra melangkah melewati kamar Sonia. Sudra ingin tahu apa yang dilakukan wanita itu di kamar nya. Dan kebetulan saja pintu kamar Sonia terbuka sedikit sehingga Sudra bisa mengintip kegiatan Sonia di dalam kamarnya pagi ini. Suara televisi yang keras membuat Sudra semakin penasaran dengan apa yang dilihat oleh wanita itu. Wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Di tatapnya tayangan televisi yang menempel di dinding kamar Sonia. Sudra seketika membulat matanya. Sudra benar-benar tidak percaya jika Sonia, istrinya itu menyaksikan tayangan film dewasa. Sudra seketika bergidik ngeri melihat nya. Apalagi Sudra melihat jika wanita itu juga seperti mempraktikkan apa yang telah dilihat nya. Sudra mulai mual perutnya. Dengan cepat Sudra meninggalkan tempat itu karena Sudra tidak ingin jika wanita itu tiba-tiba akan menariknya dan mengajaknya melakukan praktek seperti apa yang telah ditonton Sonia.


Sudra mulai mengatur nafasnya setelah sedikit berlari kecil meninggalkan depan kamar Sonia. Dengan minuman dingin yang telah diambilnya di lemari es, Sudra meminumnya supaya kerongkongan nya basah. Pelayanan wanita di rumah itu menatap heran terhadap tuan mudanya. Sudra duduk di meja makan itu dan mulai menyantap beberapa menu sarapan yang sudah disiapkan oleh pelayan rumahnya itu.


" Wanita itu, apakah sudah gila? Apakah memang memiliki kelainan?" pikir Sudra masih merinding jika wanita yang telah ia nikahi itu melihat tontonan lalu berusaha mempraktikkan nya.


Sudra mulai penasaran akan hal itu. Rasa penasaran nya membuat Sudra ingin mempertanyakan semua itu pada pelayan di rumahnya itu.


" Margaret!" panggil Sudra ketika Margaret masih berdiri tidak jauh dari Sudra duduk. Margaret memposisikan dirinya standby jika tuan mudanya meminta sesuatu secepatnya ia akan melayani dan mengambilkan apa yang diminta.


" Tidak, tidak ini sudah cukup. Aku hanya ingin bertanya kepadamu. Ini soal wanita." kata Sudra. Margaret mulai menyimak dengan saksama.


" Apakah kamu suka melihat film dewasa?" tanya Sudra tanpa basa- basi. Margaret seketika terkejut mendengar pertanyaan itu.


" Film dewasa maksudnya film untuk 21 tahun ke atas yang tuan?" tanya Margaret.

__ADS_1


" Saya suka tuan muda. Saya suka film laga." tambah Margaret.


" Maksud aku film porno, Margaret." ralat Sudra akhirnya blak-blakan. Margaret seketika memerah wajahnya seperti kepiting rebus.


Cukup lama Margaret belum menjawabnya. Hal itu menjadikan Sudra semakin penasaran.


" Apa manfaat melihat tontonan seperti itu, Margaret?" tanya Sudra lagi. Akhirnya mau tidak mau Margaret menjawab apa yang ditanyakan oleh Sudra.


" Mungkin saja karena penasaran, tuan. Yang keduanya, supaya lebih paham jika nanti berhubungan dengan suami atau isteri kita nanti. Dan yang ketiga... mungkin saja supaya bisa.... " kata Margaret. Sudra menyimak dengan serius.


" Yang ketiga apa, Margaret?" tanya Sudra.


" Eh? Yang ketiga supaya... ah tuan muda. Saya bingung mau berkata bagaimana." kata Margaret.


" Baiklah, saya mengerti." sahut Sudra. Margaret menarik nafasnya lega. Tuan mudanya ini akhirnya berhenti untuk bertanya lagi soal perihal yang bikin ia malu setelah mati.

__ADS_1


__ADS_2