
Persiapan pesta pernikahan kelima putra Piter telah terkonsep oleh pihak penyelenggaraan acara. Tema dan konsep sudah disepakati oleh keluarga besar Piter. Kelima putra tuan Piter semuanya telah menemukan pendamping hidupnya. Termasuk Raja pun telah melepaskan masa lajangnya bersama gadis polos dan lugu yaitu Lavina. Raja dan Lavina kini sudah sah menjadi sepasang suami istri. Raja dan Lavina sudah menikah mengucapkan janji suci. Memang pernikahan mereka dilaksanakan sederhana dengan dihadirkan keluarga besar dari keluarga Piter. Sedangkan Lavina sendiri sudah tidak memiliki saudara dan hanya tinggal adiknya saja.
Semua anak- anak pak Piter dan mami Egi telah memiliki istri sebagai pendamping hidup nya. Dari Bramantyo menikah dengan Yurika. Satra menikah dengan Citra. Sudra menikah dengan Sonia. Hanom menikah dengan Lofie dan terakhir Raja menikah dengan Lavina.
Kabar pernikahan kelima putra Piter membuat patah hati para wanita-wanita yang hendak mendekati anak- anak dari keluarga Sultan itu. Mantan- mantan dan juga wanita-wanita yang pernah hadir dalam kehidupan kelima pria tajir itu akan patah hati dan merana. Lantaran pria- pria yang menjadi Casanova itu harus melepaskan masa lajangnya dan mulai merubah jalan hidup nya menajdi laki-laki yang bertanggung jawab dan setia. Kehidupan bebas dan berpetualang itu harus di tanggalkan. Kalau tidak? Mereka akan menanggung konsekuensi dari pak Piter. Jika mereka ketahuan melakukan pengkhianatan setelah mereka menikah, akan dicabut hak warisan nya.
Seperti saat ini antara Papi Piter dengan mami Piter sedang duduk di taman depan istana merdeka. Mereka saat ini sedang duduk bersantai dengan menikmati secangkir kopi dan kue- kue. Betapa keduanya sudah semakin menua. Mungkin saja kehidupan pak Piter ketika muda penuh dengan ujian dan cobaan. Apalagi Pak Piter memiliki segala-galanya nya dari tampang yang keren, body yang atletis serta memiliki kekayaan yang melimpah. Wanita- wanita akan mendekati pak Piter dengan segala caranya walaupun tahu kalau pak Piter sudah memiliki istri yaitu Egi. Mungkin saja mami Egi beberapa kali harus mengelus d@danya lantaran melihat wanita-wanita pelakor yang ingin menggoda dan merusak rumah tangga nya bersama dengan Pak Piter.
Beberapa kali pak Piter juga dijebak seseorang dengan wanita supaya rumah tangga nya hancur bersama dengan mami Egi. Namun beruntung mami Egi selalu bisa menghadapi masalah rumah tangga nya itu dengan kepala dingin. Bukan tidak pernah Pak Piter mengkhianati mami Egi. Pak Piter pernah terkena jebakan lantaran sahabat nya sendiri membuat dirinya tidur bersama seorang wanita yang notabene sangat menyukai Pak Piter dari semenjak dulu. Kejadian itu terjadi lantaran sahabat pak Piter memberikan obat perangsang dalam minuman pak Piter. Lalu di jebak dalam sebuah kamar hotel dimana sudah ada seorang wanita yang sudah berada di kamar itu.
__ADS_1
Mami Egi sebagai seorang istri terbilang sangat sabar dan selalu bisa melewati masa- masa sulit dan susah ketika bersama dengan suaminya, pak Piter. Kalau mami Egi tidak memiliki kesabaran itu, mami Egi past meminta perceraian itu dengan pak Piter ketika mengetahui pengkhianatan itu terjadi.
Kini keduanya semakin menua. Mereka sedang berbincang. Masa- masa seperti inilah yang sulit diciptakan seorang suami istri ketika telah sama- sama tua.
" Betapa aku sangat beruntung memiliki istri seperti kamu, Egi! Kamu tetap bertahan bersama dengan aku walaupun aku pernah melakukan kesalahan." kata pak Piter seraya memegang pergelangan tangan Mami Egi. Mami Egi tersenyum penuh kelembutan.
" Semua karena aku mencintaimu dengan tulus, mas Piter." sahut Mami Egi.
" Aamiin! Tidak terasa kelima putra kita sudah menemukan jodoh nya. Saat ini aku sangat menantikan cucu dari mereka." ucap mami Egi. Pak Piter tersenyum dengan keinginan mami Egi.
__ADS_1
" Benar! Aku juga merindukan anak- anak mereka nanti memanggil kita dengan nenek dan kakek." ucap Pak Piter dengan terkekeh.
" Mereka harus bisa bertanggung jawab menjadi suami dan ayah bagi anak-anak mereka. Masa kebebasan dan hura- hura mereka sudah habis. Saatnya mereka harus mendidik anak-anak mereka kelak supaya tidak mengikuti jalan orang tuanya yang salah pergaulan." kata mami Egi.
" Dan lingkungan yang salah tentunya." sahut papi Piter.
" Dalam hal ini akulah yang gagal mendidik mereka, pi. Aku sebagai mami mereka hanya sibuk dengan urusan bisnis kita dan juga kolega kita." kata mami Egi.
" Tidak sepenuhnya kamu yang bersalah. Aku sebagai papinya juga ikut andil dalam membentuk kepribadian mereka." sahut papi Piter.
__ADS_1
" Sudah lah mi! Anak-anak kita sudah besar dan dewasa. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan agar mereka sehat, sukses dan selalu dalam lindungan Nya. Tetap meyakini keyakinan mereka. Lebih baik menjadi manusia yang bertaubat dari pada merasa menjadi manusia yang merasa sok suci dan benar. Bahwasanya Dia lah Maha Pengampun ketika hambaNya memohon ampunan." kata Pak Piter. Mami Egi meletakkan kepalanya di bahu suaminya itu.
" Ayo kita masuk ke dalam. Hari sudah mulai petang." ajak Pak Piter. Mami Egi mengikuti ajakan suaminya.