
Setelah mengantongi bukti perselingkuhan dari tunangan nya yaitu Alexa, Dedy mulai merencanakan sesuatu untuk membuat malu Alexa di depan keluarga besarnya dan keluarga Alexa. Dedy ingin membuat acara pesta kecil barbeque an di taman rumahnya. Tentu saja akan Dedy buat di weekend nanti.
Dedy sudah bertekad hendak memutuskan pertunangan nya dengan Alexa dengan membuka kedok Alexa di depan dua keluarga yaitu keluarga dirinya dengan keluarga Alexa.
@@@@@@@
Di. ruangan kerja Raja, Raja terlihat sangat murung dengan hatinya yang kacau. Tidak mudah untuk menghilangkan rasa cinta nya terhadap Alexa walaupun Raja sendiri sudah tidak respect dan kecewa atas perubahan perilaku dan gaya Alexa yang penuh kebebasan. Hatinya juga bimbang dengan perasaan sendiri. Raja juga sangat peduli dengan Lavina. Apalagi ketika kemarin Raja mendatangi rumah kontrakan Lavina, dia mendapati Lavina sedang di apeli oleh Dedy yang notabene tunangan dari Alexa. Bahkan yang membuat Raja sangat malu adalah dirinya diketahui telah menjalin hubungan dengan Alexa oleh tunangan Alexa sendiri yaitu Dedy.
Raja benar-benar malu jika mengingat hal itu. Mengingat jika dirinya merusak hubungan seseorang. Bahkan wanita itu belum bisa serius untuk diajak menikah. Ini seperti dirinya telah dipermainkan oleh Wanita tersebut. Sedangkan dirinya dengan Lavina kini mulai merasakan kecemburuan ketika Lavina dekat dengan pria lain. Pria yang cukup tampan dan mapan. Pria yang menjadi tunangan dari kekasih gelapnya. Ini sangat memalukan bagi Raja.
Raja tidak bisa berkonsentrasi pagi ini. Lavina mengetahuinya. Lavina bergegas membuatkan kopi kesukaan Raja. Setelah nya secangkir kopi itu, Lavina letakan di depan meja kerja Raja.
" Terimakasih Lavina!" ucap Raja lalu mulai berjalan dan duduk di kursi sudut. Raja melihat Lavina sekilas.
" Kemarilah Lavina!" ucap Raja. Lavina bergegas duduk mendekati bos nya. Lavina dengan sabar menunggu kalimat yang akan diucapkan oleh Raja.
__ADS_1
" Lavina! Menikah lah dengan aku." tidak ada angin dan tidak ada hujan Raja mengucapkan kalimat itu yang membuat Lavina melongo.
" A.. a.. apa pak?" sahut Lavina memastikan lagi atas apa yang dia dengar barusan.
" Apakah kamu mau, menikah dengan aku?" tanya Raja tiba-tiba. Lavina cekikikan.
" Pak Raja jangan bercanda dong! Pak Raja yang mencintai bu Alexa kenapa pak Raja mengajak nikah dengan saya? Ini lelucon dari mana sih?" kata Lavina berusaha menyembunyikan keterkejutan nya. Lavina berusaha mengatur detak jantung nya yang tidak karuan karena Raja menatap matanya dengan sorot mata yang tajam.
" Aku serius, Lavina! Aku ingin menikah dengan kamu. Apakah kamu tidak ingin menikah dengan aku?" kata Raja.
" Tapi aku juga menyukai kamu, Lavina! Bahkan aku sangat cemburu ketika kamu dekat- dekat dengan Dedy atau laki-laki lain." ucap Raja. Lavina melongo dan tidak percaya atas ucapan Raja. Mata Lavina berkaca- kaca. Lavina tidak menyangka jika cintanya selama ini seperti sambut bergayung.
" Pak Raja! Tolong jangan mempermainkan perasaan saya." kata Lavina.
" Lavina! Aku sangat serius dan sangat sadar untuk mengajak kamu menikah. Kedua orang tuaku pun sudah mendesak aku supaya segera menikah dan melepaskan masa lajang ini." cerita Raja.
__ADS_1
" Lavina! Sekali lagi aku bertanya kepada mu. Maukah kamu menikah dengan aku?" tanya Raja. Lavina seketika menangis sesenggukan. Hal itu membuat Raja seketika menjadi bingung.
" Kenapa kamu malah menangis? Aku hanya menawarkan kepada kamu untuk menjadi istri aku. Ini kamu malah menangis sesenggukan." omel Raja. Lavina mengusap air matanya dengan kasar. Lalu Lavina tanpa sungkan memeluk Raja. Raja terkejut tentunya. Namun akhirnya Raja membalas pelukan Lavina erat.
" Aku mau menikah dengan kamu pak Raja." kata Lavina. Raja tersenyum.
" Syukurlah jika kamu mau menerima aku menjadi suami kamu. Tapi tolong jangan memanggil aku dengan sebutan pak. Aku tidak setia itu jika kamu panggil dengan kata itu." protes Raja. Lavina tersenyum lalu berkata.
" Opa Raja, aku mau menikah dengan kamu." kata Lavina. Raja mendengus kesal seraya sedikit menjaga jarak dengan Lavina lalu membungkamnya dengan ciuman. Lavina membulat matanya.
" Apakah tidak ada panggilan yang lebih tua dari pada panggilan OPA, hah?" bisik Raja seraya sedikit menggigit bibir milik Lavina sebelum melepaskan ciuman nya itu.
" Eyang Raja!" sahut Lavina sambil mengusap bibirnya bekas ciuman dari Raja. Raja terkekeh melihat Lavina yang cemberut namun ada kegembiraan di balik semua itu. Raja segera meraih tubuh Lavina dan memeluk nya.
" Besok aku akan ke rumah kontrakan kamu Lavina. Aku akan memperkenalkan kamu dengan papi mami ku. Aku akan menikahi kamu." ucap Raja.
__ADS_1